
Penasaran dalam hati Desta, sepenuhnya kabar tentang Ayahnya itu sungguh menjadi kepusingan tersendiri, jiwanya bergetar merasakan ketidaktahuan akan kabar itu.
"Lalu jika mungkin Jaenab ada, Ayah akan mencaci dan menghina Jaenab, dengan sumpah serapah Ayah pada Jaenab itu, untung saja itu semua tidak terjadi," ucap Anaknya Desta pada Ayahnya Sony dengan rasa haru dalam hatunya itu,
Ayah Sony hanya terdiam, rasa maku dalam dirinya itu, yang menbuat Ia merasa bersalah atas kebodohannya, dengan tidak mengkaji dulu aduan Santi itu,
"Ayah sadar atas kekhilafan Ayah atas kelakuan pada kekasihmu itu, Jaenab!" ucap Sony pada Anaknya Jaenab dengan menjelaskannya,
Mereka tertunduk dengan merasa bersalah, batinnya merasa sedih, dan hatinya pilu.
"Desta malu, mengapa Ayah sampai sebegitunya terpengaruh akan aduan Santi, yang Ayah tak mengenalnya!" ucap Desta pada Siny Ayahnya dengan menjelaskannya,
Mendengar ucapan sedih Anaknya itu, lantas Sony Ayahnya dengan perasaan gundahnya, lantas bicara,
"Aku merasa sangat malu, kemarahan Rosid pada Ayah yang menyadarkan semuanya, sehingga Ayah seolah tak punya malu!" jawab Sony pada Anaknya Desta dengan perasaan pilu,
. Sejenak Desta diam, seakan- akan pikirannya sedang berputar, memikirkan akan nasibnya itu, dengan perasaan sedihnya itu, akhirnya Ia pun bicara lagi,
"Lalu sekarang setelah tahu dari Rosid, bagaimana sikap Ayah sekarang pada hubungan Kami ini?" tanya Desta pada Ayahnya Sony dengan ingin tahunya,
kengirisan hati Sony pada Anaknya itu, membuat kehendak egoisnya itu menjadi hilang, dan dengan rasa bersalahnya, lantas Sony pun menjawabnya,
"Aku sekarang sadar, walaupun dari hati yang paling dalam menginginkan jodohmu itu yang seumuran denganmu, tapi karena pilihan dirimu sendiri, Ayah sih hanya bisa mendoakan, agar hubungan kalian langgeng adanya!" jawab Ayahnya Sony pada Desta dengan merangkulnya,
Mendengar Ayahnya berucap seperti, betapa kagetnya Perasaan Desta itu, rasa senangnya merasa terpancar dalam wajahnya itu, dan dengan tersenyum, akhirnya Desta pun bicara pada Ayahnya itu,
"Terima Kasih, Ayah!" jawab Desta pada Ayahnya Sony dengan begitu bahagianya itu.
Akhirnya Anak dan Ayah itu saling melepas rasa bersalahnya itu, cinta dan kasih mewarnai hubungan mereka itu dengan hangat, dan akhirnya mereka pun terlarut dalam rasa kegirangan di hatinya.
Jaenab pagi itu sudah bersiap untuk pergi ke rumah sahabatnya untuk mencari kabar akan lowongan kerja dari informasi temannya itu,
"Ibu Jaenab betangkat dulu!" ucap Jaenab pada Ibunya Subarkah pamit untuk pergi,
Ibunya Subarkah mengangguk, sambil menjawabnya,
__ADS_1
. "Iya, hati- hati di jalan!" jawab Subarkah pada Anaknya Jaenab dengan tersenyum.
Selang beberapa lama, Akhirnya Jaenab pun pergi dengan segudng harapan dalam dirinya itu.
"Jaenab sudah berangkat, Bu?" tanya Sony pada Istrinya Subarkah dengan ingin tahu,
"Baru saja Dia berangkat, Yah!" jawab Subarkah pada Suaminya itu,
Ayah Hanapi langsung diam, seolah sedang merasakan rasa terharunya, atas kegetiran Anaknya Jaenab,
"Kadang Aku merasa khawatir pada Jaenab, Bu!" ucap.Ayah Hanapi pada Istrinya Subarkah dengan memberi tahunya,
"Ibu juga punya perasaan yang sama dengan Ayah, kadang bila memikirkan Jaenab tanpa terasa ikut menangis, mungkin terbawa arus sedih dari Anak Kita itu!" ucap Hanapi pada Anaknya Desta dengan rasa terharunya itu,
Pikiran Hanapi terus memikirkan nasib dan kekhawatiran Desta itu, lalu menjawabnya,
"Semoga semua dapat lancar adanya, sekarang yang penting kita doakan mereka itu, Bu!" jawab Ayahnya Wijaya dengan berdoa untuk kebahagiaan mereka itu,
"Aamin!" ucap Hanapi pada Istrinya Subarkah itu, lantas Ia pun berjalan dalam dirinya itu,
Setelah mereka berdua memahaminya, dan setiap gerak atas hubungan cinta mereka itu, dengan hati yang merasa sedih dan pilunya.
"Assalamulaikum," ucap Salam Jaenab pada Sonya sahabatnya itu
"Waalaikum Salam," jawab Sonya pada Jaenab sambil membuka pintunya, Brakk!, pintu terbuka, tampak Sonya berdiri di depan pintu sambil tersenyum,
"Tumben, ada angin apa membawamu untuk datang kemari?" tanya Sonya pada Jaenab dengan tersenyum padanya itu,
Jaenab hanya terdiam sambil masuk kedalam, lantas Ia pun bicara padanya,
"Sengaja ingin bertemu padamu, siapa tahu saja bisa membantu Aku!" jawab Jaenab pada Sonya deng menjelaskannya,
Mendengar ucapan Jaenab seperti itu, membuat dirinya bertanya- tanya dalam dirinya,
Dengan rasa bingung dalam pikirannya itu, lantas Ia pun bertanya pada Jaenab,
__ADS_1
"Maksudmu, membantu untuk apa?" tanta Sonya pada Jaenab dengan penasaran,
Jaenab sejenak terdiam, sambil berpikir dalam dirinya itu, lantas Ia pun menjawabnya,
"Aku lagi mencari lowongan kerja, siapa tahu saja kamu bisa membantu Aku!" jawab Jaenab pada Sonya dengan menerangkan,
"Oh. Gitu maksudmu!" ucap Sonya pada Jaenab dengan keheranan,
. "Bisakan tolong Aku, mungkin ditempat Kamu bekerja, siapa tahu saja ada lowogan kerja untukku!" ucap Jaenab pada Sonya dengan penuh harapnya itu,
. Sonya diam dan pikirannya melayang jauh, seakan- akan mencari tentang yang diinginkan Jaenab Sahabatnya, setelah tahu apa yang harus di ucapkan, lantas Ia pun menjawabnya pada Sonya,
"Kalau begitu nanti Aku tanya pada atasanku dulu, semoga saja ada milik Kamu!" jaeab Sonya pada Jaenab dengan perasaan harapnya itu,
"Iya, Aku tunggu kabar dari Kamu!" jawab Sonya pada temannya Jaenab dengan menerangkannya,
. Akhirnya mereka berdua masuk kedalam, dengan menceritakan semua niat keinginannya ltu,
Jaenab pun hari itu sedang bicara berdua dengan Desta dengan kegirangan dalam pikirannya itu, lalu dengan merasa gugup dan rasa marah kekasihnya itu, lantas Desta pun bicara lagi.
"Bagaimana, sudah Kamu tanyakan pada Ayahmu itu?" tanya Jaenab pada Desta ingin segera tahu,
"Sudah, dan Ayahku sudah menyadarinya tentang hubungan kita ini!" jawab Desta pada kekasihnya Desta dengan merasa lega,
Mereka akhirnya bercengkrama berdua dengan hangatnya itu, rasa cinta dan sayangnya, yang seakan- akan membuatnya merasa bahagia ditempatnya.
"Tapi jika tidak ada restu dari orang tuamu, apakah Kamu akan terus menikahi Aku, sayang?" tanya Jaenab pada Desta dengan perasaan penasarannya itu,
"Pasti sayang, Aku ini lelaki, tanpa restu pun Aku bisa menikahimu, Sayang!" jawab Desta pada Jaenab dengan menjelaskannya,
"Sungguh?" tanya Jaenab pada kekasihnya itu dengan meyakinkannya lagi,
Melihat keraguan dalam diri kekasihnya itu Jaenab, lantas Desta mendekapnya dengan mesra, lalu Ia pun menjawabnya lagi,
"Semua akan berlabuh dalam mahligai pernikahan Kita, biarkan semua omongan miring pergi, jangan terlalu berpikir yang macam- macam!" jawab Desta pada Jaenab dengan cintanya itu.
__ADS_1
Perjalanan biduk perjalanan mereka itu sungguh luar biasa, ketegaran dan rasa pahit yang menderanya seolah membuat mereka merasa kuat untuk mempertahankan rasa cibta dan kasih sayang mereka itu,
Jaenab adalah adik dari Ibu Widia Ibu dari Arjuna, sekelumit cintanya itu membuat seisi dunia seakan- akan menangis, dan dalam angannya tersirat ingat akan sosok kakaknya Widia, ingin Ia pergi untuk menceritakan tentang pengalaman kasihnya kepadanya itu.