
Secercah gambaran pagi yang terasa sangat membikin hati Widia dan Suaminya Wijaya merasa was- was, hubungan cinta yang kini sedang di rajut oleh Arjuna seakan tidak mulus seperti lajimnya orang, cinta mereka tertahan perjalanan masa lalu yang temaram, hati mereka berdua itu seolah tak kuasa melihat Anaknya itu, selalu teringat masa lalunya itu,
"Harus bagaimana kita merubahnya, walaupun Yuli sudah menjadi kekasihnya itu, tapi hatinya Arjuna seolah- olah belum bisa melupakan Salsa, mungkin karenan ada Anaknya itu, Bu?" tanya Wijaya pada Istrinya Arjuna dengan herannya itu,
Ibu Widia seakan tak mengerti juga dalam hatinya itu, bekal pengalaman hidupnya kini seolah masih ada kurangnya, rasa kekhawatiran pada Arjuna yang membuat Widia pusing karenanya, dan dengan bingungnya itu, lantas Widia punbicara pada Suaminya itu,
"Begini saja, biar nanti Kita bisa manfaatkan Yuli, untuk mencari apa sebabnya itu, siapa tahu Yuli bisa membantu kita, dan juga semoga Arjuna juga mau memberi tahu, akan pikiran tentang Salsa dalam hatinya itu." jawab Ibu Widia pada Suaminya Wijaya dengan sedikit gusarnya itu,
"Ya, semoga saja bisa, Bu!" jawab Wijaya pada Istrinya Widia dengan harapnya itu,
Lalu mereka berdua pun akhirnya diam, dengan semua pertanyaan tentang Anaknya itu Arjuna.
Di lain tempat, tampak kecurigaan Anaknya Darwis pada Ibunya itu, menjadi kenyataan, karena hampir tiap malam minggu, Mama Suci pergi keluar seolah untuk melepaskan kerinduan dengan pacarnya itu Anton, kekhawatiran Darwis pada Ibunya itu, seakan- akan sudah dalam benak Anaknya itu Darwis, dan dengan sedikit jengkel pada Mamanya itu, akhirnya Darwis pun bicara,
"Ma..kenapa kok kayaknya hampir tiap malam minggu, Mama pergi keluar?" tanya Darwis pada Mama Suci yang seolah ingin tahu,
Mendengar Darwis Anaknya bertanya seperti itu, lantas dengan perasaan kesalnya, Mama Suci pun menjawabnya,
"Kenapa? Apakah gak boleh Mama pergi malam mingguan bersama teman Mama itu?" tanya Mama Suci pada Darwis dengan ketusnya itu,
Mendengar Mamanya dengan ketusnya bicara, lantas dengan menahan diri, Darwis pu bicara lagi pada Mamanya itu,
"Bukan gak boleh, Ma! Tapi Darwis merasa khawatir pada Mama, itu saja!" jawab Darwis pada Mamanya Suci dengan menjelaskannya,
Dengan bertambah marahnya, Mama Suci dengan sedikit emosi, bicara lagi pada Darwis,
__ADS_1
"Jangan khawatir pada Mama, percaya pada Ibu, karena Mama bukan Anak kecil lagi!" ucap Mama Suci pada Anaknya Darwis dengan marahnya,
Melihat Mamanya yang semakin marah itu, membuat Darwis segera diam dan tak bicara lagi, melihat Darwis seolah diam padanya, dengan rasa penasaran, lantas Mama Suci pun bicara lagi pada Darwis,
"Mama keluar sekedar untuk melepaskan kejenuhan dan kesepian, yang setiap hari menghantui Mama, itu saja gak ada yang lain!" ucap Mama Suci pada Darwis dengan menerangkannya,
Darwis hanya mengangguk pada Mamanya itu, walau perasaan khawatirnya selalu muncul di dalam pikirannya itu, dan dengan sedikit memberanikan diri, akhirnya Darwis pun bertanya pada Mamanya lagi,
"Darwis ingin bertanya boleh Ma, tentang kedekatan Mama dengan Om Anton itu, sejauh mana sih, Ma?" tanya Darwis pada Mama Suci dengan rasa penasarannya itu,
Mendengar Anaknya bertanya tentang hubungannya dengan Anton itu, membuat hati Mama Suci gusar, pikirannya tertutup malu pada Anaknya Darwis, dan wajahnya merah karena tak senang dengan pertanyaan Anaknya itu, dengan menahan emosinya, lantas Mama Suci pun menjawabnya,
"Dulu Anton itu teman akrab Mama sewaktu di sekolah SMA dulu, Dia pria yang Mama kenal baik, dan bertahun- tahun berpisah, akhirnya kami bertemu lagi, jadi wajar bila di waktu senggangnya Anton ingin bersama Mama!" ucap Mama Suci pada Darwis dengan menjelaskannya itu,
Mendengar jawaban dari mulut Mamanya langsung, membuat pikiran Darwis bertanya- tanya, hubungan seperti apa sih yang sedang Mamanya jalani bersama Antin itu, begiru oikiran Darwis pada Mamanya itu,
Sepeninggal Mamabya itu, Darwis merasa heran dengan perubahan Mamanya Yang drastis, sering berdandan, pakaian modis dan seolah telpon dari Anton sering terlihat olehnya itu, bikin hati Darwis penasaran.
Yohana menghampiri Suaminya dengan heran, Suaminya sedang melamun sendiri, dengan yidak menghiraukan kedatangannya, hingga membuat Yohana segera bertanya pada Suaminya itu,
"Hey...kok melamun begitu, apa yang di lamunkan? kok Aku datang seolah tidak perduli?" tanya Yohana pada Darwis Suaminya dengan jengkelnya itu,
Mendengar Istrinya Yohana bertanya seperti itu, yang membuat Darwis menjadi kaget karenanya, dan dengan perasaan tak enak pada Istrinya itu, Darwis pun lantas menjawabnya,
"Barusan Aku bicara pada Mama, tentang teman dekatnya itu Anton, eh....gak tahunya Mama marah karena menanyakan tentang Om Anton itu!" jawan Darwis pada Yohana Istrinya dengan sedikit tak mengerti dalam pikirannya itu,
__ADS_1
Mendengar Suaminya menjawab seperti itu, lantas Yohana pun bicara lagi pada Suaminya itu,
"Apa katanya tentang Om Anton itu?" tanya Yohana pada Suaminya Darwis dengan rasa ingin tahunya itu,
"Katanya Om Anton itu adalah teman Akrab Mama sewaktu di SMA dulu, gak lama bertemu, dan akhirnya bertemu lagi!" jawab Darwis pada Istrinya dengan menjelaskannya,
"Lalu tiap malam minggu, Mama pergi kemana katanya?" tanya Yohana lagi pada Suaminya Darwis dengan rasa penasaran,
Darwis seolah merasa berat untuk menjaewabnya, karena ranah ini, seolah- olah ranab pribadi Mamanya, tapi katena Istrinya yang bertanya, yang membuat Darwis tak berkutik, dan dengan gelisahnya, lantas Darwis oun menjawabnya,
"Mama bilang hanya untuk mengusir rasa kangen dan kejenuhan di dalam dirinya itu, dan hari senggang Anton, ya malam minggu, begitu!" jawab Darwis pada Istrinya Yohana dengan sedikit rasa khawatir di dalam dadanya itu,
Lalu Yohana pun diam, dan dengan pikirannya terus berputar dalam otaknya itu, tentang perubahan Ibu mertuanya itu, lalu dengan sedikit bingung itu, Yohana pun bicara lagi pada Suaminya itu,
"Tapi menurut Yohana sih, dari semua perubahan Mama itu, kemungkinan Mama itu sedang jatuh cinta!" ucap.Yohana pada Suaminya Darwis dengan menjelaskannya,
. Mendengar Istrinya Yohana bicara seperti itu padanya, membuat otak Darwis pun berpikir karenanya, dan dengan menggeleng- gelengkan kepalanya seolah tak mungkin, lantas Darwis pun bicara lagi pada Istrinya itu,
"Benar juga ucapanmu itu, dari semua perubahan Mama akhir- akhir ini, dari kasat mata memanh terlihat sedang jatuh cinta, tahi dengan siapa, Om Anton atau bukan, yang pasti seolah lagi kasmaran!" jawab Darwis pada Istrinya Yohana dengan menegaskan padanya,
Istrinya Yohana tersenyum lebar pada Suaminya itu, dan dengan merasa yakin, lantas Istrinya pun bicara lagi,
"Kalau memang Mama Kasmaran, berarti keinginan untuk menikahnya bakal timbul lagi, hanya tinggal menunggu waktu saja, jadi siap- siap kita punya Ayah baru, he..he!" jawab Yohana pada Suaminya Darwis dengan tertawa meledek Suaminya itu,
Darwis dengan terus tertawa lebar, seakan- akan kelucuan akan prilaku Mamanya itu, menjadi sebab untuk tawanya itu, dan dengan pikiran pusing memikirkannya, akhirnya Darwis pun bicara lagi pada Yohana,
__ADS_1
"Tetap.Aku harus tahu tentang hubungan Mama dengan Om Anton, dan siapa Om Anton itu sebenarnya, jadi kita tidak merasa khawatir karenanya!" ucap.Darwis pada Yohana dengan terus mendekap Istrinya itu dengan sayangnya, yang membuat Yohana tersenyum di bibirnya.
.