
Davi terduduk di trotoar jalan sambil memegangi perutnya menahan sakit.
"Akh…Aww…Ahh!" Rintihannya terdengar.
Kang Joni bertanya lagi sambil memapah Davi untuk segera berdiri.
"Ada masalah Apa? Dan kenapa tiba- tiba orang itu memukulmu?" Tanya Kang Joni penasaran.
Lantas Davi menjawab pada Kang Joni Sambil menjelaskan.
"Aku pun bingung, Kang! Tiba- tiba saja dia memukulku hingga terjatuh!" Jawab Davi menjelaskan.
Lalu Sekonyong- konyong Salsa bicara keras kepada Davi, yang merasa tak enak dihina dan direndahkan sejak tadi.
"Hey lelaki sombong! Kenapa tadi Kamu diam saja tidak melawannya, katanya tadi mau mencari orang yang telah menendangmu, dia datang padamu Kamu hanya keok! Jangan bisanya hanya menghina dan merendahkan Aku saja! Ayo mana buktinya, dasar pengecut!" Ucap Salsa merasa sangat marahnya itu.
Davi hanya bisa diam tidak bicara sepatah katapun pada Salsa.
Salsa terus mencecar Davi dengan ucapan- ucapannya yang menyudutkan Davi.
"Kamu bilang mau menghajar nya, Mana? Ngomong saja besar nyalimu ciut juga, tadi Kamu menghina dan merendahkan Aku dengan seenaknya, sekarang rasain!" Ucap Salsa lagi pada Davi pula.
Kang Joni mendengar Davi telah berani menghina dan merendahkan Salsa, atas ucapan Salsa bicara pada Davi dan dia langsung tersulut emosinya itu, dia tidak terima majikannya itu dihina dan direndahkan olehnya itu.
"Oh jadi Kamu telah berani menghina Neng Salsa, dasar setan!" Ucap marah Kang Joni pada Davi geram.
Sehingga tangan Kang Joni tidak kuasa untuk menampar wajah Davi itu.
"Plakk! Plikk! Plukk!" Tamparan keras telak tepat di wajah Davi, hingga Davi merintih kesakitan.
"Akh…Aww…Ahh!" Rintihnya itu.
Tak lama Kang Joni langsung bicara pada Davi agar jangan macam- macam dengan Salsa.
"Kamu jangan berani- berani menghina Salsa, maka akan berhadapan denganku, Apa harus Aku hancurkan tubuhmu ini!" Ucap Kang Joni dengan sangat marah.
Lalu tangan Kang Joni mencekik lehernya lalu diangkat ke atas sehingga Davi tak bisa bergerak kelojotan sambil mulutnya memohon ampun kepadanya itu.
"Ampun! Mohon Ampun! Maafkan Davi, Kang!" Ucap Davi memohon ampun pada Kang Joni.
Lalu Salsa bicara pada Kang Joni agar segera melepaskan cekikannya itu pada leher Davi itu.
__ADS_1
"Sudah lepaskan, Kang! Dia sudah memohon ampun!" Ucap Salsa pada Kang Joni meminta melepaskannya.
Lantas Kang Joni melepaskan cekikannya itu lalu melemparkan tubuh Davi sehingga dia terbanting dan terjatuh lagi ke trotoar jalan.
"Brugh!" Davi terhempas ke trotoar jalan.
Lalu Salsa bicara lagi pada Davi, mengapa tadi dia tidak melawan orang itu, malah hanya bisa menekan dan menghinanya saja.
"Tadi katanya mau menghajar orang yang menendangmu itu, kenapa tidak Kamu lawan tadi, beraninya hanya pada perempuan saja, dasar keok!" Ucap Salsa menyinggungnya lagi.
Melihat Davi diam tak bicara sepatah katapun, langsung Kang Joni bicara pada Davi lagi dengan tegasnya sambil berjongkok.
"Kamu sudah keterlaluan pada Salsa, andai saja Neng Salsa tidak melarangku pasti Kamu akan Aku habisi sekarang juga, Aku Peringatkan padamu agar jangan mengulanginya lagi untuk berani macam- macam dengan Neng Salsa, Mengerti!" Ucap tegas Kang Joni pada Davi mengingatkan.
Davi hanya mengangguk- anggukan kepalanya pada Kang Joni dan tak berani menjawabnya.
Lalu dengan sepenuh hati Salsa bicara pada Davi agar jangan mengulanginya lagi, jika dia merasa penasaran atas semua kejadian yang menimpanya itu selidiki saja sendiri, itu sungguh tidak terkait dengan dirinya itu.
"Sekarang sudah jelas terbukti bahwa orang yang kamu cari itu bukan orang suruhanku, dan Aku sama sekali tidak mengenalnya, dan jika penasaran kamu selidiki sendiri, tapi jangan bawa- bawa Aku lagi, Aku sudah muak mendengar ocehan busukmu itu!" Ucap Salsa dengan sangat marahnya itu.
Davi diam dengan seribu bahasa, wajahnya menunduk malu, dan rasa sakitnya terasa di sekujur tubuhnya.
Keributan itu memancing siapa saja yang ingin menyaksikannya, tak terasa Orang- Orang sudah mengerumuni mereka, merasa tak enak Salsa lantas bicara pada Kang Joni untuk segera pergi dari tempat itu, lalu akhirnya Kang Joni mengangguk pada Salsa setuju.
Tapi tiba- tiba kedua sahabatnya Yuli dan Wanti menghampiri Salsa sambil bertanya pada Salsa dengan rasa penasaran.
"Salsa! Salsa ada apalagi? Rame- rame seperti ini?" Tanya Yuli pada sahabatnya itu Salsa ingin segera tahu.
Lalu Salsa segera menjawab padanya.
"Sudah Ayo ikut dulu bersamaku, nanti Aku akan menceritakan semuanya pada kalian, dan jika disini takut Bapak Satpam datang lagi, bisa berabe nantinya!" Jawab Salsa pada keduanya itu menerangkan.
Mereka berdua lantas berjalan menuju ke mobil, lantas Wanti pun menjawab.
"Baiklah Kami berdua ikut bersama Kamu pulang!" Jawab Wanti pada sahabatnya itu Salsa menurut.
Mereka berdua pun mengangguk pada Salsa, lalu akhirnya mereka pun masuk kedalam mobil yang langsung membawa mereka melaju dengan kencangnya itu.
Diperjalanan terlihat mereka terdiam, apalagi dengan Salsa yang terus menatap pandangannya itu ke depan untuk melepaskan kepusingannya dalam dirinya itu.
Dikediaman Ovi.
__ADS_1
Sore itu terlihat Mama Suci sedang bercengkrama dengan Cucunya, dan nampak pula Ovi sedang duduk santai sambil mereka berbincang santai.
"Gimana hubunganmu dengan Davi?" Tanya Mama Suci ingin tahu pada Ovi.
Ovi menatap wajah Ibunya itu dengan perasaan malu, tak lama dia pun menjawab.
"Baik- baik saja, tapi dua hari yang lalu timbul masalah baru, ada seseorang yang menendang Davi setelah dia ribut dengan Salsa!" Jawab Ovi menjelaskan pada Mamanya.
Mama Suci lantas menggeleng- gelengkan kepalanya pada Anaknya itu merasa tak mengerti.
"Masa yang menendangnya tidak tahu siapa? Ibu tidak mengerti jadinya!" Ucap Mama Suci lagi merasa penasaran.
Akhirnya Ovi pun segera menceritakan kisah penendangan itu pada Mamanya.
Tapi tiba- tiba suara Hp Ovi yang ditaruh di atas meja berbunyi.
Tut! Tut! Tut!
Lalu Ovi segera mengambil Hpnya itu lantas melihat siapa yang memanggilnya yang ternyata Kekasihnya Davi.
"Halo, tumben menelponku sore - sore begini, ada apa, Sih?" Tanya Ovi penasaran.
"Ini badanku sakit semua, tadi ada tragedi yang hampir sama dengan dua hari yang lalu, sehingga badanku ini hampir sakit semua!" Jawab Davi memelas.
"Apa? Ada yang memukuli Kamu, dimana?" Tanya Ovi merasa gusar.
"Di depan gerbang tempat Aku bekerja!" Jawab Davi manja.
"Ok, tunggu Aku akan ke rumahmu sekarang juga!" Ucap Ovi merasa resahnya itu.
Lantas Ovi segera menutup teleponnya itu, dan langsung bergegas hendak ke kamarnya untuk bersiap- siap ke rumah kekasihnya itu.
Melihat Anaknya Ovi seolah sedang khawatir dan resah setelah berbicara di telepon tadi, timbul rasa penasaran dari Mama Suci untuk mengetahuinya.
"Ada apa, Vi? Kok Kamu kelihatannya khawatir dan terburu- buru begitu?" Tanya Mama Suci pada Anaknya itu Ovi ingin tahu.
Ovi lantas menjawab nya sambil terburu- buru merasa khawatir pada kekasihnya itu.
"Tadi Davi ada yang menghajarnya di depan gerbang tempat dia bekerja, dan Ovi mau kerumah Davi untuk menjenguknya, Ma!" Jawab Ovi menjelaskan pada Mamanya itu.
Mama Suci bingung dibuatnya, lalu dia pun bergumam dalam dirinya sendiri.
__ADS_1
"Belum lama berlalu ada yang menendang Davi, dan sekarang malah ada yang menghajarnya. Ada apa sebenarnya ini? Ujar Mama Suci bingung.