
Hari itu Ibu Juariah sudah berniat akan pergi menjenguk Anaknya Salsa, perasaan kangen ingin bertemu di dalam hatinya, serasa tak kuat untuk di tahannya lagi, dan dengan sedikit bersabar menunggu Zaki datang Ia pun duduk sambil sedikit melamunkan nasib dirinya itu,
"Lama amat Zaki kemari, padahal sudah hampir setengah jam Aku menunggunya, Apa ada masalah dengan motornya itu, Yah?" tanya Ibu Juariah pada dirinya sendiri dengan segala gundahnya itu,
Ibu Juariah duduk menunggu dengan perasaan tak tenang, sambil matanya terus menatap ke depan, dan pikirannya melayang jauh, dan tak lama yang di tunggu- tunggunya pun datang juga sambil tertawa,
"Pasti kelamaan nunggu, Yah? Tadi mengantar Ibu dulu ke pasar, gak tahunya lama!" ucap Zaki pada Ibu Juariah menjelaskannya,
"Yaudah gak apa- apa, sekarang cepat kita berangkat, takut Salsanya pergi kalau kesiangan!" jawab Ibu Juariah pada Zaki memberi tahu,
"Baik, kita berangkat sekarang!" ucap Zaki pada Ibu Juariah sambil berjalan menuju motornya itu,
Lalu Ibu Juariah pun segera mengunci pintu rumahnya dan terus menghampiri Zaki, yang sudah siap untuk mengantarnya pergi ke rumah Salsa.
Di perjalanan tak lupa Ibu Juariah mampir dulu ke Mini Market untuk membeli oleh- oleh buat Cucunya nanti, dan tak lama mereka pun meluncur dengan kencangnya, dan tak lama akhirnya mereka pun tiba juga,
Ting! Tong! Ting! Tong!, bunyi bel di pijit Ibu Juariah dari luar pagar, dan terlihat Bibi Ulpa sambil menggendong Andreas datang menghampirinya,
"Assalamualaikum," ucap Salam Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan senyum ramahnya itu,
"Waalaikum Salam," jawab Bibi Ulpa pada Ibu Juariah sambil membuka pintu pagar rumahnya itu,
Akhirnya mereka pun masuk, tapi perasaan Ibu Juariah seolah bertanya- tanya, mengapa Cucunya Andreas bersama Bibi Ulpa, Salsanya kemana, begitu pikiran yang ada di benak Ibu Juariah saat itu,
"Andreas, Cucu Ibu yang ganteng, sini sama Nenek di gendongnya!" ucap Ibu Juariah pada Bibi Ulpa yang langsung menggendong Andreas Cucunya itu,
__ADS_1
Setelah tiba di ruang tamu, lalu Bibi Ulpa pun pamit untuk mengambil Minuman dan makanan untuk mereka berdua itu,
"Sebentar, Bibi ke dapur dulu!" ucap Bibi Ulpa pada Mereka berdua dengan bergegas berjalan menuju dapur, dan tak lama Ia pun kembali dengan Makanan dan minuman yang Ia bawa, lalu diletakkannya di atas meja, seraya berkata,
"Silahkan diminum, Bu!" ucap Bibi Ulpa pada Ibu Juariah menawarkannya,
"Terima kasih, Bi!" jawab Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan perasaan tak enak di hatinya itu,
Dalam perasaan hati Ibu Juariah, ada sesuatu yang mengganjal dan menimbulkan pertanyaan di otaknya itu, dan karena merasa tak kuat menahannya, Ia pun akhirnya bertanya pada Bibi Ulpa ingin tahu,
"Bi, Salsa dan yang lainnya kemana?" tanya Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan rasa ingin tahu di hatinya itu,
Mendengar pertanyaan dari Ibu Juariah itu, sambil mengingat dalam benaknya, lantas Bibi Ulpa pun menjawabnya,
"Anu...Bu, tadi seolah ada sesuatu yang menakutkan, Tuan Sebastio teriak - teriak sambil sumpah serapah seolah kesurupan mengancam seseorang, dan dengan tergesa- gesa, Ia pun berangkat dengan cepatnya, dan tak lama Non Salsa dan Ibu Widury menyusulnya dengan panik, seolah mereka ketakutan, lalu mereka pun pergi menyusul Tuan Sebastio, dan Andreas dengan Bibi di rumah, Bu!" ucap Bibi Ulpa pada Ibu Juariah dengan panjang lebarnya menjelaskan,
"Bibi tidak tahu mereka akan pergi kemana?" tanya Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan sangat penasaran di hatinya itu,
"Gak tahu, Bu! Cuma tahunya pada panik dan rasa ketakutan yang Bibi Tahu!" jawab Bibi Ulpa pada Ibu Juariah menjelaskannya,
"Oh, begitu, tapi tidak mendengar mereka bicara sesuatu tempat atau apa kek, yang menujukkan mereka pergi kemana, Bi?" tanya Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan terus mendesak untuk mengingatnya,
Lalu Bibi Ulpa diam sejenak, otaknya kembali mengingat tragedi yang membuat mereka panik semua kala itu, lalu dengan mata tanyanya Bibi Ulpa pun menjawabnya,
"Di saat mereka panik, Non Salsa mengatakan sesuatu yang membuat Ibu Widury ketakutan!" jawab Bibi Ulpa pada Ibu Juariah memberi tahu,
__ADS_1
Dengan seakan- akan ada sesuatu yang terjadi dari ucapan Bibi Ulpa itu, dengan penasaran di dalam dirinya Ibu Juariah pun bertanya lagi,
"Salsa bicara apa, Bi?" tanya Ibu Juariah pada Bibi Ulpa mendesaknya untuk bicara,
Bibi Ulpa pun mengingat kembali, Apa yang di ucapkan Salsa di saat dalam kepanikan itu,
"Dia bilang, Cepat sebelum ada korban!" jawab Bibi Ulpa pada Ibu Juariah yang merasa penasaran pada kejadian tadi itu.
Lalu Ibu Juariah mengkaji sedikit demi sedikit perkataan Bibi Ulpa kepadanya itu, pikirannya terus berpikir dalam benaknya, hingga bayangan kekhawatiran dan ketakutan itu muncul dalam pikirannya, yang dengan beribu dugaan dalam otaknya itu, membuat Ibu Juariah pun merasa pusing sendiri,
"Ada apa yang terjadi dengan mereka? Aku sangat khawatir, Zak!" ucap Ibu Juariah pada Zaki dengan rasa sedih di dalam dirinya itu,
Lantas Zaki pun segera menenangkan Ibu Juariah itu, dengan terus mengusap- usap punggung kekasihnya itu, sambil bicara padanya,
"Jangan berpikir yang macam- macam, kita belum tahu apa yang terjadi, lebih baik kita berdoa saja, untuk keselamatan mereka semua!" jawab Zaki pada Ibu Juariah dengan rasa kasihan dalam hatinya itu.
Melihat Mereka berdua saling menenangkan, membuat perasaan Bibi Ulpa semakin tak karuan dibuatnya, cinta beda usia itu membuat yang melihatnya semakin terharu karenanya, dan dengan sedikit merasa tenang di hatinya itu, lalu Bibi Ulpa pun bicara lagi pada Mereka berdua,
"Sudahlan, Ibu dan Mas Zaki di sini dulu saja temani Bibi, jadi Bibi tidak merasa ketakutan karena kita bertiga disini!" ucap Bibi Ulpa pada mereka berdua dengan penuh harap dalam hatinya itu,
Ibu Juariah mengangguk- anggukkan kepalanya pada Bibi Ulpa, sambil matanya tertuju pada Cucunya Andreas yang sedang tertidur di pangkuannya itu, dan akhirnya Ibu Juariah pun bicara lagi pada Bibi Ulpa,
"Kami menunggu di sini saja dengan Bibi, dan lagi Cucu Ibu Andreas kasihan kalau di tinggalkan, takut ada tamu, nanti Bibi bisa kerepotan," ucap Ibu Juariah pada Bibi Ulpa dengan perasaan hati yang bertanya- tanya itu,
Dengan segala perasaan resah dan gelisah menunggu, mereka pun terpaksa sabar, dan tak lama Bibi Ulpa bicara lagi pada Ibu Juariah,
__ADS_1
"Itu Andreas tidur, sini biar Bibi tidurkan di dalam!" ucap Bibi Ulpa pada Ibu Juariah dengan memberi tahunya,
Lalu Bibi Ulpa pun menghampiri Ibu Juariah dan langsung membawa Andreas ke kamarnya itu untuk ditidurkannya.