
Semua merasa sangat lega dibuatnya, pikiran dan rasa khawatir seolah sirna, perasaan yang ada hanya rasa lelah dan letih setelah huru- hara dan perselisihan itu.
Tampak Sebastio duduk di kursi kemudi dengan rasa harunya, terbayang di pikirannya disaat- saat Ia menghancurkan yang ada di depannya, dalam batinnya tersenyum mengingat itu, dan dekapan akan rasa cintanya pada Salsa seolah mengharuskannya untuk berbuat apapun.
"Mas Sebastio, Aku pamit pulang!" ucap Anwar pada Sebastio yang sedari tadi hanya diam terpaku,
Melihat Anwar menghampiri dan bicara padanya, Sebastio pun menjawabnya,
"Jangan pulang dulu, Kita kumpul bersama dulu di rumah, untuk membicarakan soal Salsa setelah kejadian ini!" jawab Sebastio pada Anwar seolah mengharapkan Ia bersamanya pulang,
Mendengar itu, Anwar pun terdiam sejenak, dan pikirannya seolah sedang berputar dalam benaknya, dan dengan merasa sedikit pusing di kepalanya, lantas Anwar pun bicara,
"Baiklah kalau memang Aku masih diperlukan!" ucap Anwar pada Sebastio dengan tersenyum padanya itu,
Dan di belakang sudah siap mobil yang dikendarai Sopirnya Kang Joni, dengan Salsa dan Ibu Widury di dalamnya, hingga Kang Joni memberi klakson pada Sebastio untuk berjalan,
Tet! Tet! Tet!, suara klakson yang di bunyikan Kang Joni pada Sebastio, memberi isyarat pada Sebastio untuk segera berangkat, pergi dari situ,
Tak lama sambil beriringan mereka pun pergi juga untuk pulang, dengan perasaan hati yang lega dalam diri semuanya itu.
Di perjalanan tampak raut wajah Salsa seolah sedang muram, wajahnya di tekuk dan sorot matanya hampa, dengan merasa bingung melihat Salsa seperti itu, lantas Ibu Widury pun bertanya padanya,
"Apa yang Kamu pikirkan, Salsa?" tanya Ibu Widury pada Salsa dengan perasaan penasaran,
Salsa menggeleng- gelengkan kepalanya, seolah hal pahit yang sedang dirasakannya itu, merasa sangat pedih dihatinya, dan dengan perasaan berat, Salsa pun menjawab,
"Sebetulnya di balik ketegaran Salsa itu, batin Salsa merasa sakit, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya Widury sambil kepalanya direbahkan pada pangkuan Ibunya itu,
Mendengar celoteh jujur Anaknya itu, yang membuat rasa haru menyelimuti perasaan Ibu Widury, dengan segala perhatiannya, Ibu Widury pun berucap kembali,
__ADS_1
"Coba ceritakan pada Ibu, mengapa sampai perasaan tegarmu itu, membuat rasa sedih pada dirimu itu?" tanya Ibu Widury pada Salsa seolah ingin tahu,
Salsa sejenak terdiam di pangkuan Ibunya, batinnya seolah merasakan rasa sakit yang amat pedih, dan dalam benaknya tertanam rasa kecewa dan penyesalan setelah apa yang terjadi pada Salsa, atas akibat dari kesalahan lamanya itu,
Dan dengan menarik napas dengan panjangnya, dan sambil melirik pada Ibunya yang cantik itu, akhirnya Salsa pun bicara,
"Melihat dari pertengkaran tadi, Salsa merasa bersalah, Akibat kesalahan Salsa semua menjadi terperosok dalam jurang keangkara murkaan yang sulit untuk dibendungnya, walaupun semuanya sudah saling meminta maaf, tapi hati ini seolah di kejar rasa bersalah, Bu!" jawab Salsa pada Ibu Widury dengan rasa bersalahnya itu,
"Mengapa harus merasa bersalah, toh semua itu ingin menunjukkan pada mereka rasa sayang dan perhatian yang sesungguhnya, jangan bersedih untuk itu, lihat Andreas selalu menunggumu, dengan berharap Kamu itu menjadi Ibu yang hebat bagi Dia," ucap Ibu Widury pada Salsa dengan panjang lebarnya menjelaskan semua,
Mendengar nasihat bijak Ibunya itu, segenap perasaan Salsa seakan- akan mulai kembali semangat untuk hidup kembali lagi, dan tak lama Ia pun bicara lagi pada Ibunya itu,
"Benar, Bu! Tapi Salsa tak suka bila keluarga Arjuna mengakui Andreas itu Cucunya, Aku muak mendengarnya, Bu!" ucap Salsa pada Ibu Widury dengan rasa benci di dalam hatinya itu,
Mendengar Anaknya Salsa berbicara seperti itu kepadanya, Ibu Widury pun tersenyum senang mendengarnya,
Mendengar Ibu Widury bicara dengan perasaan bijaknya itu, membuat hati Salsa terenyuh dibuatnya, rasa ketakutan dan kekhawatiran pada Anaknya Andreas membuat dirinya gusar, dan dengan rasa bangganya pada Ibu Widury itu, Ia pun bicara lagi,
"Sungguh Salsa bangga pada Ibu Widury ini, walau baru bersama tapi seolah merasa sejuk dan nyaman, Salsa berada di samping Ibu!" jawab Salsa pada Ibu Widury dengan harapan yang ada di hatinya itu,
"Ah, Kamu bisa saja, gak ada uang receh, tahu!" ucap Ibu Widury pada Anaknya Salsa dengan meledeknya,
Melihat Ibunya Widury meledeknya, dengan spontan Salsa pun mendekapnya, dengan merasa senang di dalam rasa sanubarinya itu,
"Tapi, Salsa tadi tidak mau memaafkan Arjuna, biar dia merasakan tersiksa dalam hatinya, atas kesalahannya itu, Bu!" ucap Salsa pada Ibu Widury dengan tegasnya bicara,
Mendengar Ucapan Salsa dengan tegas padanya, Ibu Widury pun lantas menjawabnya,
"Semua wanita di dunia ini, pasti akan berbuat hal yang sama, bila lelakinya tak bertanggung jawab, dan pasti akan terus membawa dendam atas kelakuannya itu, dan menurut Ibu, hal yang kamu lakukan pada Arjuna itu adalah sesuatu yang wajar, semua wanita melakukannya, Salsa!" jawab Ibu Widury pada Salsa sambil membelai rambut Salsa yang panjang itu dengan tangan sayangnya,
__ADS_1
Setelah beberapa lama mereka dalam perjalanan, akhirnya mereka pun tiba juga di rumah, tampak Ibu Juariah dan Zaki seolah menyambutnya dengan rasa penasaran dalam hatinya itu,
Sebastio tiba, diikuti dengan Salsa dan Ibu Widury, dan terlihat Anwar di belakangnya menatap mereka berdua dengan anehnya,
"Sudah lama, Kamu disini, Ju?" tanya Sebastio pada Mantan Istrinya itu Juariah dengan rasa ingin tahunya,
Mendengar Sebastio bertanya kepadanya itu, membuat perasaan Ibu Juariah pun merasa lega, dan tak lama Ia pun menjawabnya,
"Sudah lama juga, Mas!" jawab Ibu Juariah pada Sebastio memberi tahu,
Zaki pun segera menanganggukan kepalanya pada Sebastio dan yang lainnya, isyarat untuk merasa hormat pada mereka semua,
Sekonyong- konyong Salsa berlari menuju pada Ibunya itu, dengan raut wajah gembira, seraya bertanya padanya Ibunya itu,
"Ibu berdua Zaki ke sininya?" tanya Salsa pada Ibu Juariah sambil mencium tangannya itu,
"Iya berdua, rencananya sih dari kemarin untuk menjengukmu, tapi baru sekarang bisanya." jawab Ibu Juariah pada Anaknya Salsa sambil menerangkannya,
Dan tak lama Ibu Widury pun menghampirinya dengan senang di hatinya itu,
"Gimana kabarnya, Ju?" tanya Ibu Widury pada Ibu Juariah dengan sedikit basa- basinya itu,
"Baik, seperti yang kamu lihat ini!" jawab Ibu Juariah pada Ibu Widury sambil tersenyum,
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, dan dengan segera duduk bersama di ruang tamu, lalu dengan merasa penasaran Ibu Juariah pun bertanya lagi pada mereka semua, seolah ingin tahu,
"Tapi ngomong- ngomong katanya ada sesuatu yang membuat kalian panik, Ada apa sih?" tanya Ibu Juariah pada mereka dengan menatap mereka satu persatu untuk melihatnya,
Melihat kelakuan Ibu Juariah yang seakan- akan lucu itu, yang membuat mereka yang melihatnya tertawa lepas, Ha Ha Ha,......
__ADS_1