
Pagi itu suasana pasar dangat ramai, terdengar riuh suara penjual dan pembeli saling tawar dan menawar harga, dan lalu lalang pengunjung seakan tidak berhenti saling berganti.
Terlihat Ibu Widia sedang asik berbelanja, dan tampak keranjang hampir penuh di tangannya, tiba- tiba seseorang terdengar memanggilnya,
"Ibu, Ibu Widia!" Ucap seseorang pada Ibu Widia sambil berlari menghampiri,
Ibu Widia menoleh mendengar ada yang memanggilnya, dan saat menoleh ke belakang ternyata Yuli berlari untuk menghampirinya,
"Yuli! Kamu sendirian!" Tanya Ibu Widia pada Yuli sambil memeluknya,
Sambil mengangguk pada Ibu Widia, lantas Yuli pun menjawabnya,
"Iya, Bu!" Jawab Yuli pada Ibu Widia menjelaskan,
Lalu mereka segera berbincang- bincang dengan rasa hangatnya itu.
"Kemana saja, Yuli telepon tak ada jawaban pada Arjuna?" Tanya Yuli pada Ibu Widia sambil menjelaskannya,
Mendengar ucapan Yuli padanya, membuat pikiran Ibu Widia merasa cemas, dan pikiran khawatir muncul dalam dirinya itu, dan tak lama akhirnya menjawabnya,
"Ibu Sekeluarga pergi menjenguk Kakek dan Neneknya di kampung, baru kemarin pulangnya!" Jawab Ibu Widia pada Yuli sambil menatap Ibu Widia itu,
Sejenak Yuli diam untuk berpikir atas jawaban Ibu Widia itu, lantas Dia pun bicara padanya itu,
"Oh, begitu! Lalu sekarang Arjuna ada di rumah dong?" Tanya Yuli pada Ibu Widia ingin tahu,
Ibu Widia menggeleng- gelengkan kepalanya pada Yuli, sambil merasa resah dalam dirinya itu, lantas Dia menjawab,
"Arjuna masih di sana, Dia ingin menemani mereka untuk tinggal di sana!" Jawab Ibu Widia pada Yuli menjelaskannya,
Lalu pikiran Yuli bertanya- tanya dalam benaknya itu, lantas bertanya lagi pada Ibu Widia itu,
"Kapan Arjuna pulangnya, Bu?" Tanya Yuli pada Ibu Widia ingin tahu padanya itu.
Dengan merasa bingung untuk menjawabnya, dan melihat Yuli bersedih Ibu Widia merasa terharu karenanya, lantas menjawabnya,
"Gak tahu Ibu juga, Yul! Nanti jika Arjuna pulang Ibu kabari kamu!" Jawab Ibu Widia pada Yuli menjelaskannya.
Mendengar kabar Arjuna dari Ibunya, pikiran resahnya kini muncul, serta rasa marahnya seolah muncul ke permukaan, tampak wajahnya memerah, melihat itu segera Ibu Widia merangkulnya dan langsung bicara sambil terharu,
__ADS_1
"Kenapa Kamu, Yul? Kok setelah mendengar Ibu bicara langsung diam begitu?" Tanya Ibu Widia pada Yuli ingin tahu dalam benaknya itu,
Sambil menatap sendu padanya, lantas Yuli pun menjawabnya,
"Yuli merasa aneh saja, tiba- tiba Arjuna menjauh dari Yuli, tanpa ada masalah apapun!" Jawab Yuli pada Ibu Widia menegaskan padanya itu.
Ibu Widia diam tidak menjawab pertanyaan Yuli itu, melihat itu Yuli pun bertanya lagi pada Ibu Widia dengan merasa sakit dalam hatinya itu.
"Apa Arjuna melupakan Yuli, Bu?" Tanya Yuli pada Ibu Widia sambil merasa gelisah dalam hatinya itu,
"Masa sih, Yul!" Jawab Ibu Widia pada Yuli seolah merasa terkejut,
Yuli merasa sangat sedih karenanya itu, harapan hubungan cinta mereka seolah susah untuk diteruskan olehnya itu.
"Tak ada sedikitpun rasa ingin bertemu dengan Yuli, seakan- akan sudah ada penggantinya, Bu!" Ucap Yuli pada Ibu Widia merasa sangat sedihnya itu.
Pikiran Ibu Widia seakan berputar untuk mencari jawaban yang tepat untuk menjawabnya, dengan merasa tak tega, lantas Ibu Widia bicara padanya,
"Setahu Ibu sih gak mungkin bisa untuk melupakanmu, Yul!" Ucap Ibu Widia pada Yuli merasa kasihan padanya,
Sungguh Yuli berharap padanya, seakan merasa sudah tidak bisa dihubungi,
Mereka berdua akhirnya saling berbicara dengan akrabnya, sehingga tak terasa waktu berlalu sehingga terpaksa mereka berpisah.
Harapan cinta yang bertaut, kini seakan hanya harapan semata, pikiran kehancuran seakan terus mengikuti kemana kakinya melangkah.
Yuli berjalan dengan gontai, pikirannya seolah tak ada semangat untuk hidup, sambil berjalan tak terasa di depannya sudah berdiri Salsa sambil tersenyum padanya,
"Salsa! Apa kabarnya!" Ucap Yuli Pada Salsa sambil merangkulnya,
Kedua wanita itu seakan lupa hari sebelum- sebelumnya, perselisihan dan pertengkaran mereka terlupakan oleh mereka,
"Baik, dari mana Kamu, Yul?" Tanya Salsa pada Yuli merasa ingin tahu,
Sambil menatap dengan penasarannya itu, lalu Dia menjawabnya,
"Dari pasar baru, biasalah beli sesuatu terus Kamu mau kemana?" Tanya Yuli pada Salsa merasa penasaran padanya,
Sambil menggandeng tangan sahabatnya itu Yuli, Salsa lantas menjawab
__ADS_1
"Cari angin, jenuh dirumah terus, Yul!" Jawab Salsa pada Yuli menegaskan.
Sementara mereka bicara saling melepaskan kangen, dan pikiran beribu pertanyaan dalam benaknya itu, yang membuat mereka melupakan waktu dan sekelilingnya saking gembiranya itu.
Yuli segera bicara dengan sedihnya pada Salsa, atas Arjuna yang melupakannya,
"Tadi Aku bertemu dengan Ibunya Arjuna, Dia bilang Arjuna tidak ikut pulang, Dia tinggal disana bersama Kakeknya di kampung!" Ucap Yuli pada Salsa memberi tahunya
Salsa menggeleng- gelengkan kepalanya pada Yuli sahabatnya itu, lalu menjawab padanya,
"Apa mungkin Arjuna sengaja meninggalkanmu, dulu pun Dia meninggalkan Aku Seenaknya!" Ucap Salsa pada Yuli menjelaskan,
Yuli menatap tajam wajah sahabatnya Salsa, lantas bicara lagi padanya,
"Mungkin juga, gak tahulah Aku Pusing memikirkannya!" Jawab Yuli pada Salsa menjelaskan padanya,
Salsa merasa sangat terharu melihat sahabatnya itu bersedih pilu,
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kalau sudah wataknya susah untuk berubah, Yul!" Ucap Salsa pada Yuli menegaskan padanya.
Lalu Salsa segera bicara tentang watak Arjuna kekasihnya itu pada Yuli sahabatnya itu,
"Dulu Arjuna tak bisa jauh dari ketiak Orang Tuanya, tak bisa berbuat untuk cintanya hanya menurut saja apa yang mereka katakan, yang membuat Aku benci padanya!" Ucap Salsa pada Yuli memberitahukan padanya itu.
Lantas Yuli bercerita tentang awal- awal Arjuna melupakannya,
"Awalnya Dia bicara tentang harapannya itu, Aku setuju tapi setelah lama kelamaan Seakan Dia acuh padaku, Sa!" Ucap Yuli pada Salsa merasa sakit hati padanya,
Salsa tertegun mendengar terus saja Yuli mengeluh kepadanya itu,
"Aku harus bagaimana coba, Aku harus melupakan Dia seutuhnya, harus!" Ucap Yuli pada sahabatnya itu Salsa sambil merangkul sahabatnya itu dengan rasa resah di dalam hatinya itu.
Salsa tersenyum padanya sambil menjawabnya,
"Sabar jangan di tangisi orang seperti Arjuna itu, mending semua air matamu itu untuk Pria yang sangat menyayangimu kelak, Yul!" Jawab Salsa pada Yuli sambl berusaha untuk menghiburnya itu.
Lalu Yuli bicara bahwa ucapan Salsa dulu itu ternyata benar adanya, sehingga Yuli meminta maaf atas rasa dan sikap tak menyenangkan pada Sahabatnya itu,
"Dulu Aku sungguh tak mau mendengarkan nasehatmu itu, malah seolah merasa benar sendiri, akhirnya yang kamu ucapkan itu ternyata benar adanya, maafkan Aku, Salsa!" Ucap Yuli pada Salsa dengan curahan hati yang paling dalam itu.
__ADS_1