Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Semua menjadi jelas


__ADS_3

   Perasaan terkejut seolah membuat mereka berdua terperangah melihatnya, foto di Hp Sonya itu ternyata sosok Arjuna, diri mereka semakin merasa ingin tahu pada Tante Sonya itu.


   "Kok kalian seolah diam, apa kalian mengenalnya?" Ucap Tanta Sonya pada Mereka berdua.


   Mereka saling pandang, pikiran mereka semakin penuh oleh pertanyaan yang membuat rasa penasaran timbul dalam dirinya itu.


   "Tante kenal dimana dengan Arjuna?" Tanya Yuli pada Tantenya itu,


   Setengah kaget ternyata Yuli mengenal Arjuna, lantas Sonya menjawab pada mereka,


  "Arjuna itu keponakan Jaenab, teman sekantor Tante, lalu kalian memang dekat dengan Arjuna?" Jawab Tante Sonya itu,


   Yuli menatap Tantenya Sonya dengan rasa penasaran dalam dirinya itu, lantas menjawab,


   "Dia teman sekampung, memang kenapa?" Jawab Yuli pada Tantenya itu,


   Tatap mata Sonya seakan ingin tahu pada diri Yuli, karena Dia menjawab dengan nada dingin.


    "Dari cara Kamu memandang, Tante yakin Arjuna itu dekat dengan kalian, benar tidak?" Ucap Sonya pada Yuli menegaskan.


   Yuli mengangguk pada Tantenya itu Sonya, dengan hati resah, lalu menjawab padanya,


   "Benar Tante, dulu sering bermain bersama- sama!" Jawab Yuli menjelaskan sambil wajah ditekuknya,


   Salsa yang sejak tadi hanya diam membisu, lantas membuka mulut merasa penasaran,


   "Maaf Tante dengan Arjuna teman dekat atau hanya sekedar kenal saja?" Tanya Salsa seakan ingin tahu padanya,


   Pertanyaan Salsa itu membuat Tante Sonya terdiam, wajahnya sumringah dan senyum bahagia tak lepas dari bibirnya itu, sambil melirik pada Salsa lantas Tante Sonya pun menjawabnya,


   "Entah datang dari mana perasaan hati ini, tahu- tahu Arjuna datang membuat Tante jatuh cinta padanya, akhirnya Kami pun pacaran, Tante sendiri juga bingung sendiri bila mengingat itu, begitu ceritanya!" Jawab Tante Sonya sambil pikirannya membayangkan.


   Bagai petir di siang bolong, mendengar cerita cinta Tantenya itu, membuat batin Yuli hancur berantakan, hatinya sedih yang dalam, membuat jiwanya bergetar karenanya.


  "Kok pada diam begitu, gak senang ya Tante bicara seperti itu?" Tanya Tante Sonya pada mereka merasa heran.

__ADS_1


  Mereka terbawa perasaan panas lantaran cinta yang kandas itu, jiwa- jiwa mereka seolah berbenturan dengan hati nuraninya.


  Kepedulian terhadap mereka yang membuat rasa sakit hati mereka seolah tidak dirasakannya, ketidakenakan menjadikannya serba salah pada Tantenya itu.


   "Kemungkinan nanti Tante bisa mampir kesana bersamanya, perasaan Tante merasa sangat bahagia, mungkin ini jodoh Tante yang sesungguhnya, Yul!" Ucap Tante Sonya pada Yuli sambil tersenyum padanya itu.


  Dalam otak Yuli berkecamuk perasaan tak enak pada Tantenya itu Sonya, apalagi melihat Dia seolah bahagia dengan Arjuna, yang membuat susah untuk melepasksn unek- unek cinta pada Tantenya itu Sonya.


  "Semoga saja Tante dan Arjuna menemukan kebahagiaan menuju pernikahan!" Ucap Salsa pada Tante Sonya menegaskan.


   Tante Sonya menatap Salsa dengan sorot mata bahagia, sambil tersenyum lantas Dia bicara padanya itu,


   "Terima Kasih atas doanya, Salsa!" Ucap Tante Sonya dengan hati senang.


   Salsa mengangguk padanya, walaupun Salsa sendiri merasakan rasa sakit yang dalam pada hatinya itu.


   Tak lama mereka diam, seolah sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, rasa resah dan gelisah mereka menjadi beban tersendiri bagi Yuli.


   Dan tak beberapa lama Tante Sonya pun segera beranjak pergi meninggalkan mereka,


  "Tak terasa waktu berjalan, walau sebenarnya Aku merasa senang bertemu kalian, tapi apa daya Tante harus pergi dulu!" Ucap Tante Sonya pada mereka berdua sambil merangkul mereka.


  "Iya, hati- hati Tante, bener nih gak akan mampir dulu ke rumah?" Tanya Yuli pada Tantenya itu Sonya,


  Sambil tersenyum pada Yuli, lantas Tante Sonya menjawabnya,


  "Nanti saja, salam buat orang tuamu!" Jawab Tante Sonya pada Yuli sambil berjalan,


  "Dah! Tante!" Ucap Yuli pada Sonya Tantenya dengan tersenyum pada mereka.


  Sepeninggal Tantenya Sonya, lantas mereka berdua saling pandang, pikirannya mencoba memahami apa yang sedang terjadi, 


  "Yul, jadi sekarang sudah jelas, Arjuna sebenarnya itu sudah melupakan Kamu!" Ucap Salsa pada sahabatnya itu Yuli,


  Terlihat air mata menitik di kedua pipi Yuli, rasa pusing dan sakitnya ini kini semakin menjadi- jadi, berkobar di dalam dirinya itu.

__ADS_1


  "Aku bingung apa yang harus Aku lakukan, rasa emosi seakan ingin keluar ngelabrak Sonya, tapi aku takut merasa Tanteku tersinggung karenanya!" Jawab Yuli pada Salsa menjelaskan padanya.  


  Melihat sahabatnya itu bersedih lantas Dia langsung merangkulnya, sambil bicara pada sahabatnya itu,


   "Sudahlah, kalau dipikir seharusnya kita bersyukur, coba jika tahunya kebejatan Arjuna setelah Kamu menikah, bisa runyam urusannya!" Ucap Salsa bersama perhatiannya itu.


   Yuli mengangguk sambil bersedih hatinya, lalu rasa sakitnya itu terasa semakin menggerogoti perasaanya itu.


  "Sekarang Aku akan melupakan Arjuna, dan tak akan pernah untuk mengingatnya lagi." Ucap Yuli pada Salsa menegaskan padanya.


   Salsa tersenyum pada Yuli sambil terus mengeluarkan makanan yang mereka bawa, lalu menawarkannya untuk mereka makan bersama.


  "Sekarang kita makan dulu, kita kemari untuk santai, jangan berpikir yang membuat kita bersedih lagi, toh masalahmu itu sudah jelas sebabnya!" Jawab Salsa pada Yuli memberitahu padanya itu.


  Mereka berdua seakan terlanjur untuk merasakan kesedihan akan cintanya itu, sehingga pikiran dan perasaannya itu selalu terbias sosok Arjuna.


  Sonya sambil berjalan pulang ke penginapannya, pikirannya merasa penasaran pada Yuli, mengapa Dia seperti menyembunyikan sesuatu rahasia pada dirinya itu, " Ada apa, Ya? Kok seolah tak senang Aku bicara tentang Arjuna itu?" Ucap Sonya pada dirinya,


   Terbias lamunannya pada sosok Arjuna, kekasih yang baru dikenalnya, wajah serta senyum manisnya terbayang- bayang di kelopak matanya itu, "Arjuna, Aku sudah tidak akan sulit lagi untuk mencarimu disini. Nanti datang Aku akan menceritakan tentang teman- teman semasa kecilmu itu." Begitu pikiran Sonya di benaknya itu.


   Saking asiknya melamunkan kekasihnya itu Arjuna, tiba- tiba temannya memanggil,


  "Son, Sonya! Kemana saja kamu ini, tadi Aku mencarimu?" Tanya Wulan sahabatnya itu,


   Sonya tersenyum padanya, lantas menghampiri Wulan dengan cepatnya itu,


   "Ingin cari angin saja jenuh di penginapan terus, memang ada apa, Wulan?" Tanya Sonya pada sahabatnya itu Wulan merasa penasaran padanya.


  Wulan menatap wajah Sonya dengan perasaan bingung padanya.


   "Ini kita harus berkumpul dahulu, untuk segera pulang, Aku takut Kamu ketinggalan!" Jawab Wulan pada Sonya menjelaskan.


   "Ayo sekarang kita kesana, tadi Aku rencananya mau mengajakmu pergi, Kamu gak ada di kamarmu!" Jawab Sonya pada Wulan sambil terus berjalan.


   Mereka pergi untuk berkumpul, dan terlihat semuanya sudah berkumpul untuk memulai rapat penutupan kerja luarnya itu.

__ADS_1


  "Sebenarnya Aku bicara pada Arjuna, pergi kemari itu untuk menjenguk saudaraku, tapi sebenarnya hanya acara kantor belaka, sengaja Aku bohongi, agar Dia tidak merasa khawatir!" Ucap Sonya dalam hatinya itu.


  


__ADS_2