
Kehidupan tak selamanya berjalan dengan Indahnya, kadang kabut hitam muncul tiba- tiba, diiringi topan badai yang siap menghancurkan segala yang ada di depannya, dengan keinginan seseorang yang seolah benar dalam dirinya itu.
Sore selepas pulang kerja, Salsa bergegas untuk pergi mengunjungi Ibunya Juariah dengan seorang diri, cerita indah di pikirannya membuat dirinya tak memperdulikan akan rasa letih dan capenya itu, dengan menumpang ojek online Ia pergi sendirian, tak lama motor yang membawanya pun memasuki gang dekat rumahnya, dan dengan tiba- tiba Salsa pun bicara pada pengendara ojek itu,
"Sudah disini saja, Bang!" ucap Salsa pada pengemudi ojek online itu dengan tiba- tiba,
Akhirnya motornya pun berhenti pas di depan warung Ibu Dewi tetangganya itu, dan tak lama Salsa pun turun lalu membayar ongkosnya, dan tak lama akhirnya ojek online itu pun pergi.
Dengan perasaan senang dalam hatinya, dan dengan rasa kangen pada Ibunya itu membuat wajah Salsa berseri- seri, dan Ia pun segera masuk ke dalam warung untuk belanja sesuatu untuk Ibunya itu, di saat hendak memilih terlihat dari jauh Ibu Dewi tersenyum padanya dan langsung menyapanya,
"Ehh, non Salsa! Mau kerumah Ibu, Yah?" ucap Ibu Dewi pada Salsa sambil tersenyum,
Salsa hanya mengangguk pada Ibu Dewi itu, sambil tak lepas matanya mencari makanan kesukaan Ibunya itu, tiba- tiba Ibu Dewi pun bertanya padanya,
"Salsa, Apakah benar Ibumu mau nikah lagi?" tanya Ibu Dewi pada Salsa seolah ingin tahu,
Mendengar pertanyaan Ibu Dewi itu, Salsa sedikit merasa kaget di buatnya, lalu dengan tersenyum simpul di bibirnya, lantas Ia pun menjawabnya,
"Kata siapa, Bu?" tanya Salsa pada Ibu Dewi balik nanya,
"Gimana Kamu ini, Orang disini sudah bukan rahasia lagi, dan lagi calonnya itu masih muda banget, Si Zaki kamu pasti kenal, malah Ibu Sandy merestuinya, dunia memang sudah gila!" jawab Ibu Dewi pada Salsa dengan antusiasnya bicara padanya,
Alangkah terkejutnya Salsa mendengar ucapan Ibu Dewi itu, bagai petir di siang hari dengan apinya menghantam yang serasa panas dalam dirinya itu, membuat pikirannya kacau dan hatinya mendadak merasa panas, membuat belanjanya seolah tidak bernapsu lagi, dan dengan sedikit membela diri, Salsa pun bicara,
"Ah itu mungkin hanya kabar angin saja, sejauh ini belum pernah terpikirkan oleh Ibu rencana untuk menikah lagi." ucap Salsa pada Ibu Dewi sambil terus membayarnya,
Melihat Salsa seolah tak tahu apa- apa tentang kabar Ibunya itu, lalu Ia pun bicara lagi,
"Gosip miring tentang Ibumu itu sudah tersebar luas sampai kemana- mana, dan Ibu merasa Aneh sampai Kamu tidak tahu?" jawab Ibu Dewi pada Salsa sambil memberikan uang kembaliannya itu pada Salsa,
Salsa hanya menggeleng- gelengkan kepalanya saja pada Ibu Dewi seolah tak mungkin, tapi rasa ingin tahunya dalam dirinya yang seolah tak bisa di bendungnya, dan akhirnya Salsa pun segera pergi meninggalkan warung Ibu Dewi itu, untuk cepat bisa menjenguk Ibunya itu.
__ADS_1
Hanya beberapa langkah lagi kakinya untuk tiba di rumah Ibunya, lalu terlihat pintu rumahnya terkunci, sepi dan tak ada kehidupan di rumah itu, Ia pikir mungkin Ibunya saat itu sedang beristirahat tidur,
Tok! Tok! Tok!, pintu di ketuk Salsa dari luar,
"Assalamualaikum," ucap salam Salsa terdengar pada Ibunya Juariah itu,
Dan tak lama terdengar Ibunya Juariah menjawab Salamnya, seraya berjalan menghampiri pintu itu untuk di bukanya,
"Waalaikum Salam," jawab Ibu Juariah dari dalam rumahnya sambil membuka pintunya,
Brakk!, pintu dibuka terlihat Salsa dengan muka cemberut menatapnya dengan tajam,
"Ehh, Anak Cantik Ibu datang!" ucap Ibu Juariah pada Salsa Anaknya dengan langsung merangkulnya,
Salsa tetap diam tidak bergeming sedikit pun, wajah cemberutnya tetap menghiasi wajahnya dengan sangat marahnya itu,
Merasa ada sesuatu pada Anaknya itu, Ibu Juariah dalam pikirannya berpikir, kenapa dan ada apa dengan Anaknya itu,
"Kamu ini kenapa? Datang- datang kok cemberut terus, marah pada Ibu?" tanya Ibu Juariah pada Salsa dengan sedikit merayunya,
"Salsa benci sama Ibu!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan ketusnya bicara,
"Kok tiba- tiba jadi benci sama Ibu, ini gimana ceritanya bisa benci sama Ibu begitu, coba ceritakan pada Ibu supaya Ibu mengerti?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa menegaskan,
Salsa terus membuang muka pada Ibunya itu, lalu dengan muka cemberutnya masih menghiasi wajahnya, dan dengan berat hati Salsa pun bicara pada Ibunya itu,
"Apakah benar Ibu akan menikah lagi?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah dengan setengah hati bicaranya,
Mendengar itu Ibunya pun tersenyum padanya, dengan menghampiri dan terus membelai rambut Anaknya dengan sayangnya, lalu Ibu Juariah pun menjawabnya,
"Kata siapa Ibu ini akan menikah, Salsa?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan rasa penasarannya,
__ADS_1
"Tadi sebelum kemari Salsa mampir ke warung, lalu Ibu Dewi bicara pada Salsa bahwa Ibu mau menikah, dan semua orang disini katanya sudah tahu!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan marah dalam hatinya itu,
Mendengar cerita panjang dari ucapan Anaknya itu, Ibu Juariah pun langsung diam, dalam pikirannya mungkin memikirkan tentang ucapan Anaknya itu pada dirinya, dengan senyum simpul di bibirnya, lalu Ibu Juariah pun lantas menjawabnya,
"Kamu sudah dewasa untuk bisa menilai ucapan orang, Nak!" ucap Ibu Juariah pada Anaknya Salsa sambil duduk di sofa di samping Salsa,
"Salsa masa bodoh dengan Orang lain, tapi apakah benar Ibu akan menikah lagi? Tolong jawab dengan jujur, Bu!" tanya Salsa pada Ibunya Juariah dengan menahan rasa emosi dan amarah di hatinya itu,
Mendengar Salsa Anaknya itu berani bicara padanya dengan keras, yang membuat hati Ibu Juariah pun menangis pilu, jeritan rasa marah Anaknya itu semata- mata karena rasa sayangnya pada Ibunya itu, dan membuat hati Ibu Juariah tergerus kepedihan akan cinta yang terabaikan karenanya, dan dengan perasaan sedih di hatinya, Ia pun bicara,
"Semua wanita mendambakan seseorang berada disampingnya, sebagai pelindung dan pemerhati dalam setiap langkahnya dalam biduk perkawinannya, Ibu seorang janda yang sudah bertahun- tahun menyendiri, Apakah Ibu salah bila Ibu memutuskan untuk menikah lagi?" jawab Ibu Juariah pada Salsa Anaknya dengan rasa harunya itu,
Mendengar pengakuan jujur dari Ibu tercintanya itu, sekonyong- konyong rasa benci Salsa pada Ibunya itu pun muncul lagi dengan tiba- tiba, seraya Ia berkata,
"Jadi benar memang Ibu mau menikah lagi, itu tidak apa- apa Salsa tidak melarangnya, tapi yang Salsa sesalkan kenapa dengan Zaki, anak kecil dengan segala kepolosannya itu, Bu?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah dengan muka merahnya karena sudah tak kuat menahan emosinya lagi,
Mendengar Anaknya Salsa marah dengan tidak bisa di kendalikannya, membuat Ibu Juariah pun diam, matanya menatap Anaknya itu dengan tajam, hatinya seolah membaca arah pikiran Salsa, dan jiwanya seolah mencari tanda- tanda air mata di lubuk sanubarinya, dan dengan memendam kepiluan dan rasa sedih di hatinya itu, Ibunya pun lantas bicara kepadanya,
"Itu mungkin yang membuat Kamu berani marah pada Ibu, setiap orang berhak untuk memilih pasangannya, dan memang secara kebetulan Ibu mendapatkan Zaki yang memang lebih muda, itu membuat Ibu bangga, Nak!" ucap Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan penuh rasa emosinya mengungkapkan itu,
"Ibu ini sudah gila! Sudah tidak waras lagi, itu hanya akan menjadi momok hinaan orang lain pada Ibu, tak ada yang suka akan itu, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan napsu amarahnya itu,
"Apa hinaan buat Ibu katamu? Semua keinginan dalam diri semua Janda, adalah mendapatkan pasangan yang lebih muda dan tampan, kalau bisa kaya, coba kamu tanyakan pada janda- janda di luaran sana!" ucap Ibu Juariah pada Salsa dengan sekuat tenaga dengan menahan semua emosinya itu,
Mendengar Ibunya bicara dengan sewot, dan tak bisa mengendalikan emosinya, lantas Salsa pun bicara dengan rasa harunya pada Ibunya itu,
"Tapi alangkah senangnya jika sepadan dengan umur Ibu, Salsa pun mungkin tak akan benci pada Ibu, begini!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah menerangkan,
"Kalau Ibu dapat yang sepadan, gak akan ada yang bisa Ibu harapkan, paling hanya perkawanan orang tua saja, pisik peot, tenaga kurang dan rasa seakan tak ada, itu menurut Ibu," jawab Ibu Juariah pada Salsa menjelaskannya,
Mendengar ucapan Ibunya dengan kekukuhan pendiriannya, membuat Salsa seolah tak perduli, lantas Salsa bicara lagi,
__ADS_1
"Terserah Ibulah, yang penting Salsa sudah memperingatkannya, Salsa benci Ibu!" jawab Salsa pada Ibu Juariah sambil bergegas meninggalkan Ibunya itu dengan perasaan jengkel.
Melihat itu, Ibu Juariah pun seolah tak percaya, Ia menatap Anaknya itu dengan merasa heran.