Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Buaian hangat Cinta


__ADS_3

   Seberkas sinar perubahan yang timbul dalam keluarga Ayah Hanapi, hingga teriaknya seolah membahana memanggil Istrinya itu Subarkah.


   "Ibu cepatan sedikit, ini kabar yang sangat menggembirakan kita!" ucap Ayah Hanapi pada Istrinya itu Subarkah,


   Dengan tergesa- gesa Ibu Subarkah berjalan menghampiri Suaminya itu Hanapi, lantas Ia bicara padanya,


   "Ada apa sih, teriak- teriak memanggil Ibu, Yah!" jawab Ibu Subarkah pada Suaminya itu Hanapi dengan penasaran,


    Lalu Ayah Hanapi pun memegang bahunya itu, dan tak lama Ia pun segera menjawabnya,


    "Mulai senin besok, Anak kita Jaenab sudah mulai bekerja, Bu!" jawab Ayah Hanapi pada Istrinya Subarkah dengan memberi tahunya,


    Mendengar itu sontak hati Ibu Subarkah senang mendengarnya, terlihat dari rona wajahnya yang seakan berseri- seri karenanya,


    "Apa betul kata Ayahmu itu, Jaenab?" tanya Ibunya Subarkah pada Jaenab Anaknya itu,


    Lalu dengan segera, Jaenab pun langsung menjawabnya,


    "Benar, Bu! Mulai senin besok, Jaenab sudah bekerja!" jawab Jaenab pada Ibunya itu Subarkah dengan tersenyum pada Ibunya itu,


    "Siapa yang membantumu, Apakah Sonya?" tanya Ibu Subarkah pada Anaknya itu Jaenab dengan ingin tahu,


   Jaenab sejenak untuk berpikir, dan dengan senyum di bibirnya itu, lantas Ia pun menjawab lagi,


   "Iya, Bu! Sonya yang merekomendasikannya!" jaeab Jaenab pada Ibunya Subarkah dengan memberitahukannya itu,


   Dengan merangkulnya dengan rasa bahagianya itu, lantas Ia bicara lagi padanya,


    "Syukurlah, Ibu sangat merasa gembira sekali mendengar Kamu di terima kerja, Nab!" ucap Ibunya Subarkah pada Anaknya Jaenab pula.


   Akhirnya mereka saling melepaskan keharuan, sorot kegirangan terlihat jelas dari wajah- wajah mereka yang merasakan kebahagiaan.

__ADS_1


Sementara Arjuna pun sedang memikirkan idamannya itu Sonya, entah kenapa Ia mulai tertarik pada Sonya, mungkin perangai Sonya lebih mirip dengan Salsa, yang pasti Arjuna merasakan kenyamanannya itu.


Ibu Widia sedang mengingat ucapan Adiknya itu Jaenab, dalam pikirannya apakah mungkin Arjuna tidak suka lagi dengan Yuli, pertanyaan demi pertanyaan dalam benaknya, selalu muncul, setelah mendengar ucapan dari Adiknya itu Jaenab, dengan penasaran lantas Ibu Widia pun menghampiri Arjuna Anaknya itu dengan rasa penasarannya itu, lantas bicara padanya,


"Kok senyum- senyum sendiri, pasti ada yang sedang di pikirkan?" tanya Ibunya Widia pada Arjuna Anaknya itu,


Dengan sedikit malu pada Ibunya, lantas Arjuna menjawab,


"Ah Ibu, ada- ada saja, orang Arjuna lagi mikirin motor!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan berbohong padanya,


"Jangan bohong Arjuna, masa mikirin motor senyum- senyum begitu?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna lagi,


Seketika itu pula, wajah Arjuna memerah menahan malu, lantas Ia menjawab,


"Benar, masa Arjuna bohong pada Ibu Sendiri!" jawab Arjuna pada Ibunya sambil wajahnya di tundukkan,


Ibu Widia merasa heran pada Anaknya itu Arjuna, Ia tidak merasakan sesuatu lagi pada kekasihnya itu Yuli, padahal Ia sudah meninggalkannya, tidak ada rasa ingin menelpon atau kangen barang sekalipun, dengan menggeleng- gelengkan kepalanya pada Anaknya itu, lantas Ibu Widia pun bicara lagi padanya,


Arjuna semakin bingung untuk menjawabnya, dan akhirnya Arjuna pun bicara padanya,


"Tante Jaenab hanya bercanda Bu! Itu tidak serius!" jawab Arjuna pada Ibunya itu Widia,


Dengan menatap mata yang tajam pada Anaknya Arjuna itu, lalu Ia berucap lagi,


"Ibu tidak akan memaksamu untuk menjalin hubungan dengan siapapun, tapi Ibu merasa kasihan pada Yuli, jika Kamu mencintai wanita lain selain Yuli, Arjuna!" ucap Ibunya Widia pada Anaknya Arjuna dengan rasa gelisahnya itu,


Sambil menunduk, Arjuna seakan- akan terbentur dengan perasaan hati Ibunya Widia, batinnya seolah berkelahi dengan angan dan perasaan hatinya, riak ketenangan seakan- akan berjalan semakin menjauh, dan dengan rasa resahnya, Ia pun menjawab lagi,


"Sudahlah, Bu! Jangan libatkan apapun dengan sosok Yuli, toh Arjuna belum resmi dan bukan Suaminya Yuli, hanya pacaran layaknya, untuk mengenal satu sama lain, tidak lebih, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan segala harap dan harapannya itu,


Mendengarkan Anaknya Arjuna menjawab, hati Ibu Widia serasa ngiris dalam dirinya, rasa kasihan pada Yuli semakin besar Ia rasakan, terlebih lagi Yuli sudah mulai dekat dengan mereka, hingga kerancuan kini menghinggapinya itu,

__ADS_1


"Kasihan Yuli, Arjuna! Dia sudah mau dekat dengan kita, dengan segala kekurangan dan kelebihannya itu, Ia coba mengerti Kamu, Apakah Kamu sudah tak cinta Yuli lagi, Arjuna?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan merasakan rasa sedihnya itu,


Arjuna hanya diam, dan tidak menghiraukan Ibunya yang sedang bicara, kecuali hanya menganguk pada Ibunya itu Widia.


Sonya pun dirumahnya merasakan gundah gulana, pertemuan dengan keponakan sahabatnya itu sungguh terkenang di dalam hatinya itu, hingga senyum gembira dengan tersipu- sipu malu itu muncul seketika,


"Ganteng juga keponakannya Jaenab itu," ucap Jaenab dalam dirinya itu,


"Aku menyukainya, yang membuat pikiran ini, merasa terbayang- bayang wajahnya, sulit untuk melupakannya!" begitu pikiran Sonya pada Arjuna dengan harapan yang sangat besar dalam dirinya itu.


Kegamangan dan kegelisahan dua insan ini, menjadi sangat dalam, pertemuan pertamanya itu, adalah pertemuan yang tidak bisa dilupakan, bayangan wajah serta tatapan mata, membuat seolah merasa terbang ke dunia lain, dengan harapan cinta yang dalam.


"Ngapain duduk melamun sore- sore sendirian, pasti sedang melamunkan seseorang, Iya kan, Nak?" tanya Ibu Sri pada Sonya Anaknya dengan menerka dengan dugaan dalam hatinya itu,


Lalu Sonya melirik Ibunya Sri, dan dengan manjanya, Ia pun lantas bicara, tanpa malu pada Ibunya itu,


"Ibu Sonya jatuh cinta pada keponakannya Jaenab, yang datang kemari tempo hari itu, Bu!" jawab Sonya pada Ibunya Sri dengan merasa resahnya itu,


Mendengar ucapan Sonya, pikiran Ibu Sri langsung mengingat- ingat di dalam otaknya itu, dan setelah Ibu Sri mengingatnya, lantas Ia pun menjawabnya,


"Ibu ingat sekarang, yang datang bersama Jaenab itu bukan?" Ibunya Sri pada Sonya dengan memberi tahunya,


Sonya menganggukkan kepalanya pada Ibu Sri itu, akhirnya Sonya bicara lagi pada Ibunya Sri, dengan harapannya itu,


"Iya, Bu! Gak tahu pertama bertemu seolah menemukan kedamaian dalam diri Sonya, gak apa- apa kan, bila Sonya jatuh cinta pada Arjuna itu, Bu?" tanya Sonya pada Sri Ibunya dengan merangkul manja pada Ibunya itu,


Ibu Sri merasa aneh karenanya, hingga dengan rasa sayang pada Anaknya itu Sonya, lalu menjawabnya,


"Ya gak apa- apa, asal Arjunanya mau padamu, dan bukan suami orang, itu saja !" jawab Ibu Sri pada Sonya dengan menjelaskannya,


"Dia terpaut beberapa tahun dari Sonya, tapi dari cara menatap, dan memandang Sonya, Arjuna kayaknya suka, Bu!" jawab Sonya pada Sri Ibunya itu dengan senyum berseri- seri menghiasi wajah cantiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2