Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Lembaran baru


__ADS_3

   Kehangatan kadang melupakan tempatnya, kearifan cinta yang seakan mendera, membuka tabir gelap yang kini menjadi beban, dan perjalanan kehidupan sebagai sandaran.


   Gelapnya riak bertaburan, jelajahnya angin membawa dingin, taburan bintang nan gemerlap, yang serasa nyeri menghujam dada, bidukku terbawa sudah, lantaran jiwa- jiwa ini menggelora, memunculkan tebaran mimpi- mimpi, yang mencabik perasaan tiada henti.


    Begitu sekelumit rasa kegetiran Arjuna pada Kedua Orang Tuanya, tentang cinta kasih yang dialaminya, seolah Ia ingin menyandarkan angannya itu pada pundak sejatinya,


   "Arjuna, bisa antarkan Tante?" tanya Jaenab kepada Arjuna dengan tersenyum,


   sejenak Arjuna terdiam, matanya menatap Tantenya yang cantik itu Jaenab, dengan mengangguk, lantas Arjuna menjawabnya,


    "Bisa, memang mau kemana, Tante?" tanya Arjuna pada Jaenab dengan penasaran,


   Segera Jaenab menghampiri keponakannya itu Arjuna, Ia seakan ingin mengajak untuk memaksanya, dengan menarik tangannya sambil, bicara pada Arjuna itu,


   "Kerumah teman Tante, Ayo cepat Arjuna!" ucap Jaenab pada Arjuna keponakannya itu,


    Akhirnya Arjuna pun mau juga, dan dengan merasa bingung, Arjuna pun bertanya,


   "Ya, tapi diantar pake apa? Jalan kaki?" tanya Arjuna pada Tantenya itu Jaenab,


    Mendengar Arjuna bicara dengan sedikit kerasnya, hingga dengan sekonyong- konyong Ayah Hanapi dari dalam rumah keluar, lantas bicara pada Arjuna itu,


   "Sudah sana pakai saja motor Kakek, kuncinya sana ambil di atas lemari pajangan!" ucap.Ayah Hanapi pada Cucunya itu Arjuna,


   "Jaenab Kamu yang ambil kunci motornya itu, sana!" ucap Ayah Hanapi lagi pada Anaknya Jaenab.


   Lalu dengan segera Jaenab bergegas pergi untuk mengambil kunci motornya itu, lalu Arjuna bertanya pada Kakeknya Hanapi,


   "Memang Kakek gak akan kemana- mana?" tanya Arjuna pada Kakeknya itu Hanapi,


   "Hari ini sengaja Kakek tak akan kemana- mana, mau dirumah saja bersama kalian semua!" jawab Kakek Hanapi pada Cucunya Arjuna itu,


   Dan tak lama Jaenab pun keluar, membawa kunci motornya sambil menghampiri Arjuna yang sedari tadi menunggunya,


   "Ini kuncinya, Arjuna!" ucap Jaenab pada Arjuna sambil memberikan kuncinya itu,


   Dan Arjuna segera berjalan menuju Motor yang terparkir di samping rumah Kakeknya itu, sambil berucap,


   "Kakek, Arjuna pergi dulu!" ucap Arjuna pada Kakek Hanapi dengan bergegas berjalan,


   "Iya, hati- hati, dan helmnya di samping motor tergantung!" jawab Kakek Hanapi pada Cucunya itu Arjuna,


   Tiba- tiba Ibu Widia datang menghampiri Ayahnya Hanapi, sambil bertanya pada Ayahnya itu,

__ADS_1


   "Memang Arjuna mau pergi kemana, Yah?" tanya Widia pada Ayahnya Hanapi dengan rasa ingin tahu,


   Ayah Hanapi menoleh pada Widia, dan dengan tersenyum padanya, lantas menjawabnya,


   "Itu mau mengantar Jaenab pergi, ada perlu!" jawab Ayah Hanapi pada Anaknya Widia dengan menjelaskannya,


  Mereka pun akhirnya memperhatikan mereka berdua pergi dengan senangnya,


  Sungguh luar biasa senangnya Arjuna itu, Ia seolah merasakan kesumpekan dengan situasi setiap harinya itu, kini seolah hilang, dan berganti dengan suasana barunya.


Diperjalanan mereka diam, hanya sesekali Jaenab mengarahkan jalan pada Arjuna itu, dan tak lama, mereka pun akhirnya tiba juga di rumah Sonya, temannya Jaenab itu.


Tok! Tok! Tok!, pintu di ketuk Jaenab, dan terlontar ucap Salam dari mulut Jaenab itu,


"Assalamualaikum," ucap Jaenab pada Orang di dalam rumah itu,


"Waalaikum Salam," terdengar Sonya menjawab Salam Jaenabnya itu, karena Sonya telah menunggu Jaenab datang.


Brakk!!!, pintu di buka Sonya, dan terlihat Jaenab bersama Arjuna tersenyum padanya,


"Silahkan masuk, Aku nunggu Kamu dari tadi!" ucap Sonya pada Jaenab dengan memberi tahunya itu,


Mereka segera masuk, lalu duduk di Sofa di ruang tamu, tak lama terdengar Sonya bicara lagi pada mereka itu,


Mendengar Sonya menawarkan minum padanya, seketika itu juga Jaenab menoleh pada Arjuna, lantas bertanya padanya,


"Kamu mau minum apa, Arjuna," tanya Jaenab pada keponakannya itu Arjuna,


Sonya menatap Arjuna dengan senyum menggodanya, dan pikirannya terbersit kepulan suka menyelimuti dirinya itu,


"Kopi boleh juga!" jawab Arjuna pada Jaenab dengan menunduk malu,


Jaenab melihat Sonya memperhatikan Arjuna dengan antusiasnya, hingga Jaenab pun bicara lagi pada Sonya temannya itu,


"Oh..ya, hampir lupa, kenalkan ini keponakanku Arjuna, Ia baru datang dari kota, sengaja Aku ajak untuk mengantarkan Aku kemari, Arjuna kenalkan Ini Sonya, sahabat kecil Tante!" ucap Jaenab pada mereka berdua,


Lalu mereka saling tatap, dan tangannya saling berjabat tangan sambil memperkenalkan diri,


"Aku Arjuna!" ucap Arjuna pada Sonya dengan senyum tersipu malu,


"Sonya, senang bertemu denganmu!" ucap Sonya pada Arjuna, sambil bergegas pergi ke dapur, untuk membuatkan miniman untuk mereka berdua,


Mata Arjuna dengan tidak henti melihat Sonya berjalan, hingga Jaenab bicara untuk menggodanya,

__ADS_1


"Sudah melihatnya, matanya entar keluar baru tahu rasa, cantik ya, Sonya?" tanya Jaenab pada keponakannya itu Arjuna dengan meledeknya,


Mendengar Jaenab bicara seperti itu, muka merah karena malu telihat, dan dengan tersipu malu, Arjuna pun menjawabnya,


"Cantik sekali, sampai Arjuna enggan untuk berpaling melihat wajahnya itu!" jawab Arjuna pada Tantenya Jaenab dengan jujurnya bicara,


"Kamu suka padanya?" tanya Jaenab pada Arjuna dengan menggodanya itu,


Dengan tersenyum malu, Arjuna pun mengangguk pada Tantenya itu Jaenab.


Seketika itu pula Jaenab pun tersenyum lucu, melihat Arjuna jatuh cinta pada sahabatnya itu Sonya.


Tak lama, Sonya pun kembali dengan membawa nampan, berisi tiga gelas kopi dengan sepiring pisang goreng, untuk menemani mereka berbincang dengan santai,


"Ayo silahkan diminum, Arjuna!" ucap Sonya pada Arjuna dengan senyum dibibirnya,


Arjuna pun merasa senang, akhirnya Ia pun menyeruput kopi buatan Sonya itu dengan perasaan senang, dan begitu pun Sonya, tampak berbunga- bunga hatinya melihat Arjuna tersenyum manis padanya,


"Ehem...kok Aku perasaan gak ada yang nawarin?" tanya Jaenab pada mereka betdua dengan menggodanya,


Melihat Jaenab menggodanya, seketika itu pula mereka malu, dan saling berpandang- pandangan dengan groginya itu.


"Sudah Ah...Aku kesini mau cari tahu kabar tentang lowongan kerja itu?" ucap Jaenab pada sahabatnya Sonya dengan rasa ingin tahunya itu,


Dan tak lama akhirnya Sonya pun bicara tentang hal itu, dan dengan matanya tak diam melirik Arjuna, yang Ia menataonya dengan tiada henti, yang membuatnya kikuk, tak bisa diam,


"Kamu mulai senin besok, sudah bekerja di tempat Aku bekerja, jangan lupa masuknya pagi jam tujuh, Kamu sudah ada disana, untuk menemui HRDnya!" jawab Sonya pada Jaenab dengan menjelaskannya,


Mendengar Ia diterima bekerja, sontak mulutnya teriak dengan keras, saking senangnya itu, hingga Ia melompat kegirangan,


"Horeee, Akhirnya Tante di terima kerja!" teriak Jaenab pada mereka dengan berjingkrak- jingkrak di depan mereka, seolah lepas kontrol,


"Arjuna, Tante merasa bahagia hari ini!" ucap Jaenab lagi pada keponakannya itu Arjuna,


. "Selamat ya, Tante!" hawab Arjuna pada Tantenya Jaenab dengan gembiranya itu,


Akhirnya mereka pun bercengkrama bertiga, tawa dan canda mengiringi mereka, di tambah perasaan saling suka terlihat dari wajah mereka berdua,


Tak lama, Sonya pun bebisik pada sahabatnya itu Jaenab,


"Keponakanmu itu ganteng, buat Aku, ya?" tanya Sonya pada Jaenab dengan berkelakar,


"Boleh...boleh...Asal?" ucap Jaenab pada Sonya dengan tersenyum pada Arjuna keponakannya itu.

__ADS_1


__ADS_2