Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Resah tiada berujung


__ADS_3

   Arjuna merasa heran melihat Kakek dan Neneknya seolah sedang resah, lalu terlihat Tantenya Jaenab wajahnya cemberut, dengan penasaran Arjuna pun bertanya.


   "Kelihatannya ada masalah yang genting, semua tampang wajah kalian suram membingungkan!" Ucap Arjuna merasa penasaran pada mereka semua.


   Mendengar Arjuna bertanya ada apa mereka seakan- akan dirundung oleh masalah, dengan berat hati Kakek Hanapi langsung menjawabnya.


   "Ini masalah Tantemu Jaenab, hubungannya dengan Desta di ambang kehancuran, Arjuna!" Jawab Kakek Hanapi menjelaskan padanya itu.


   Mendengar penjelasan Kakek Hanapi lantas Arjuna merasa emosi, hatinya seakan tersulut amarah dalam dirinya itu.


   "Memang kenapa, Kek? Desta mempermainkan Tante Jeenab, Bukan?" Tanya Arjuna dengan emosinya itu penasaran,


   "Yah, begitulah keadaannya, membuat hati Kakek ini resah bila mengingatnya!" Jawab Kakek Hanapi pada Arjuna menjelaskan.


   Masalah Tantenya Jaenab menjadi momok kepusingan bagi keluarga, cerita cintanya kini kandas lagi.


   "Kakek bingung dengan nasib Tantemu itu, selalu saja kandas, gak pernah mulus seperti orang lain!" Ucap Ayah Hanapi sambil menggelengkan kepalanya itu.


   "Mungkin memang sudah nasibnya harus begitu, siapa yang mau seperti itu, semua itu di luar kehendaknya Jaenab!" Ucap Nenek Subarkah memberi penjelasan pada Suaminya itu. 


   Terlihat Sonya menatap Jaenab dengan penuh perhatian, sehingga merasa ingin tahu Sonya pun ikut bertanya kepadanya itu.


   "Memang cowokmu itu selingkuh, Nab?" Tanya Sonya seakan- akan ingin tahu,


    "Gak tahulah, itu baru dugaanku saja!" Jawab Jaenab pada sahabatnya itu Sonya.


   Setelah menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu kepadanya, lantas Jaenab menggeleng- gelengkan kepalanya, seolah tak mengerti.


  Sekonyong- konyong Arjuna bicara untuk membuat Tantenya itu tenang.


   "Sudah Tante, lupakan saja Desta Si brengsek itu, cari yang baru nanti Arjuna kenalkan dengan teman- teman Arjuna yang ganteng- ganteng, gak usah bersedih, Tante!" Ucap Arjuna pada Jaenab sok tahu.


   Mendengar ucapan Arjuna dengan berapi- api itu, membuat Ibu Subarkah yang dari tadi diam ikut menimpali pembicaraan mereka itu.


   "Benar juga yang diucapkan Arjuna itu, jangan bersedih lagi dan cari yang lain, yang benar- benar mencintai kamu, Nab!" Ucap Ibu Subarkah menimpali mereja bicara itu.


  Semua seolah terhanyut dalam irama permasalahan Jaenab dan Desta, pikiran dan perasaan mereka seolah tercurahkan pada mereka itu.

__ADS_1


   "Masalah Kamu ini sudah sangat ramai dibicarakan orang- orang diluaran sana, bagai gosip baru yang merebak, Nab!" Ucap Ibunya Subarkah memberi tahu,


    "Jaenab juga sudah tahu, Bu!" Jawab Jaenab dengan resahnya itu.


   Sambil menatap tajam pada Kedua Orang Tuanya, lantas Jaenab menjelaskan ketidak peduliannya pada Desta dan hubungannya itu.


   "Sejak curiga pada Desta, sejak itu pula Jaenab tak peduli dengan Desta dan rencana tentang pernikahan itu, semua Jaenab tak hiraukan!" Ucap Jaenab dengan emosinya itu.


   Arjuna mengangguk seakan- akan setuju pada sikap Tantenya itu, sehingga Arjuna turut bicara lagi untuk menguatkannya.


   "Itu benar Tante, jangan pikirkan lelaki yang tidak mencintai Tante, lupakan Dia, Tante!" Ucap Arjuna seolah memberi saran pada Tantenya itu.


  Semua terdiam mendengar Arjuna bicara tentang ucapan dari Tantenya itu.


   Dan akhirnya Kedua Orang Tua mereka pun meninggalkan mereka bertiga masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.


   "Ya, sudah! Kalian bertiga teruskan ngobrolnya dulu, Kakek dan Nenek mau masuk dulu!" Ucap Ayah Hanapi pada mereka itu.


   "Silahkan Kakek!" Jawab Sonya sambil tersenyum padanya itu.


   Mereka bertiga akhirnya bercengkrama dengan asiknya, ocehan serta canda dan tawa mengiringi percakapan mereka itu, sehingga suasana akrab terlihat jelas pada mereka itu.


   "Kemarin Aku ke luar kota seru, Nab! Sambil menjenguk saudaraku disana!" Ucap Sonya pada Jaenab dengan antusiasnya bicara padanya itu.


   "Wah asik tuh, sayang Aku tidak ikut bersamamu!" Jawab Jaenab merasa kesal,


   "Pokoknya sangat seru acaranya!" Ucap Sonya lagi pada Jaenab pula.


   Jaenab mendengarkan Sonya bicara dengan seriusnya, lalu tatap matanya seolah menatap tajam pada diri Sonya sahabatnya itu.


   Sejenak mereka diam, mungkin sedang memikirkan tentang hidup mereka yang penuh dengan warna itu, 


   Tiba- tiba Sonya teringat Yuli dan Salsa, pikiran Sonya terbayang pertemuan tak disengaja nya dengan mereka, lantas Sonya pun langsung bicara pada Arjuna.


  "Oh, Ya Arjuna, di sana Aku tak sengaja bertemu dengan keponakanku dan temannya sedang duduk berdua!' Ucap Sonya pada Arjuna menegaskan,


   "Bertemu siapa, sayang?" Tanya Arjuna merasa penasaran padanya itu,

__ADS_1


   "Bertemu Yuli dan temannya Salsa!" Jawab Sonya menjelaskan padanya.


   Arjuna sungguh terkejut mendengar Sonya bicara tentang pertemuannya dengan Yuli dan Salsa, terlihat wajah Arjuna di tekuknya.


   "Pasti Kamu terkejut, karena mereka ini teman sepermainanmu!" Ucap Sonya sambil menatap Arjuna ingin tahu,


   Sonya memandang kekasihnya itu Arjuna dengan sorot rasa penasaran dalam dirinya itu,melihat Arjuna seolah kaget mendengar Sonya bicara tentang mereka itu.


   "Memang sedekat apa sih, hingga Kamu kaget dengan wajah ditekuk begitu, Arjuna?" Tanya Sonya merasa ingin tahu padanya.


    "Kaget saja kok bisa ketemu Kamu, mereka itu teman satu kampung!" Jawab Arjuna dengan beratnya bicara.


   Pikiran Arjuna seakan malu dibuatnya, masalah tentang wanita itu sungguh ingin Arjuna lupakan, tapi seakan masalah mereka itu mendekat dan mengejarnya.


   Tante Jaenab menatap bingung Sosok keponakannya itu Arjuna, Dia merasa aneh akan perubahan Arjuna setelah Sonya bercerita tentang mereka itu.


    Lalu Arjuna menatap harap pada kekasihnya itu Sonya, sambil bicara datar tentang hubungannya dengan kedua wanita itu.


   "Dulu mereka berdua selalu menertawakan Aku jika Aku pergi sekolah, karena Aku dulu diantar orang Tuaku ke sekolah, kata mereka Aku manja, begitu!" Ucap Arjuna bercerita bohong pada Sonya,


   Dalam pikiran Sonya tertanam rasa penasaran pada Arjuna kekasihnya itu, lalu dengan sedikit menahan emosinya lantas Sonya bertanya pada Arjuna tentang kedekatannya dengan Yuli dan Salsa itu.


   "Benar Kamu tidak ada hubungan yang spesial dengan mereka, Arjuna?" Tanya Sonya penasaran.


   "Sudah Aku bilang hanya teman masa kecil, yang sudah menjadi masa lalu untuk Aku kenang, Sayang!" Jawab Arjuna menegaskan pada kekasihnya itu.


   Dengan berat hati, Arjuna sedikit berbohong bicara tentang kedekatannya dengan kedua wanita itu.


   "Sudah jangan terlalu dipikir tentang mereka itu, mereka hanya tetangga, nanti kapan- kapan Kamu Aku ajak pergi kesana untuk bertemu mereka lagi, bagaimana?" Tanya Arjuna pada Sonya menggertaknya.


    "Iya, nanti sekalian mampir ke rumah keponakanku itu, biar Kamu pun tahu, Arjuna!" Jawab Sonya kekasihnya itu.


   Tapi Tante Jaenab tahu bahwa semua jawaban Arjuna pada Sonya kekasihnya itu bohong, Jaenab pun tersenyum pada Arjuna.


   Arjuna menunduk karena Tantenya Jaenab merasa curiga padanya itu.


   Akhirnya Arjuna berusaha mengalihkan topik pembicaraan tentang kedua wanita itu, untuk mengajak Sonya pulang, 

__ADS_1


   "Sudah menjelang Sore, Ayo kita pulang, Sonya!" Ucap Arjuna pada kekasihnya itu,


   Sonya dengan tak tahu Arjuna berbohong padanya itu, lantas pamit pada sahabatnya itu Jaenab.


__ADS_2