
Para pekerja sore itu terlihat berjalan keluar untuk pulang, bak seperti deretan semut yang berbaris pada dinding, tak terkecuali dengan Davi dan Salsa, merekan pun diantara orang- orang yang bergegas hendak pulang itu,
Terlihat Salsa dan Davi, berjalan menuju tampat parkir untuk mengambil motornya itu,
"Kita langsung pulang, atau mampir ke tempat makan dulu, Sayang?" tanya Davi pada Salsa kekasihnya itu,
"Kita langsung pulang saja, mending makannya di rumah saja!" jawab Salsa pada kekasihnya itu Davi,
Dan segera Salsa pun naik motor di belakang Davi kekasihnya itu, dan dengan melingkar tangannya di pinggang Davi dengan mesranya, dan tak lama mereka pun melaju keluar dari gerbang untuk pulang ke rumah.
Di tepi jalan hanya beberapa meter dari gerbang, tampak Yuli dengan gelisahnya menunggu seseorang untuk menjemputnya, dengan wajah cemberut sambil sumpah serapah terlontar dari mulutnya itu,
"Dasar lelaki, lupa kalau gak ada maunya, apa Arjuna tak punya otak, beberapa hari ini Ia tidak ada kabar beritanya, atau mungkin melupakan Aku?" tanya Yuli pada dirinya sendiri dengan jengkelnya itu,
Torehan rasa kesal dan marah Yuli di dalam pikirannya, yang membuat Yuli mempunyai prasangka buruk kepada kekasihnya itu Arjuna,
"Awas nanti kalau ketemu, akan Aku marahin Dia dengan emosiku ini, sudah keterlaluan, masa Aku harus telpon duluan, dasar menyebalkan!" ucap Yuli di dalam benaknya.
Di dalam hati Yuli berkecamuk perasaan ingin tahu yang teramat sangat pada kekasihnya itu Arjuna, sudah hampir beberapa hari ini Arjuna tidak menelpon dan menjemputnya, tapi dengan sabar Yuli terus menunggunya, kemarahan Yuli sudah dalam puncak- puncaknya, dentuman amarah yang siap untuk meledak, kini masih bisa Ia tahan, pikirannya selalu bertanya- tanya tentang kabar kekasihnya itu Arjuna,
Disaat Davi mengendarai motornya, matanya menoleh ke samping, dengan tiba- tiba Ia melihat Yuli sedang menunggu seseorang dengan sabarnya, dan dengan merasa penasaran dan merasa Salsa takut marah padanya, lantas Davi pun bertanya pada Kekasihnya itu Salsa,
"Say, itu di samping jalan ada Yuli, paling untuk menunggu Arjuna, kayaknya sedang ada masalah dilihat dari roman mukanya yang cemberut itu, Kita hampiri yuk," tanya Davi pada Kekasihnya Salsa dengan rasa penasarannya,
Lalu dengan wajah yang ditekuknya, karena merasa tidak senang, lantas Salsa pun bicara pada kekasihnya itu Davi,
"Memang mau ngapain, sih?" tanya Salsa pada Davi kekasihnya itu dengan merasa tidak senangnya,
"Ya, minimal bisa kita godain Yuli, gimana?" tanya Davi pada kekasihnya itu Salsa,
"Terserah Kamulah, Aku sih ikut saja!" jawab Salsa pada Kekasihnya itu Davi menjelaskannya,
"Kalau begitu, kita hampiri Yuli!" ucap Davi pada Salsa dengan langsung menghampiri Yuli,
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua menghampiri Yuli untuk sekedar ingin tahu, setelah sampai akhirnya Davi pun bertanya pada Yuli yang sedang sendirian itu,
"Yul, lagi nunggu siapa disini sendirian?" tanya Davi pada Yuli sambil turun dari motor,
Mendadak rasa kaget dan malu, seolah tersirat dari senyum di wajahnya itu, di tambah Salsa ada mengikuti Davi dari belakang, seolah ingin tahu apa yang sedang dilakukannya itu, dengan rasa kesal di hatinya, Yuli pun bicara pada Davi,
"Biasa lagi nunggu Arjuna menjemput, tapi sudah hampir setengah jam, Arjuna belum datang juga!" jawab Yuli pada Davi sahabatnya itu,
"Paling sebentar lagi, atau mungkin ada sesuatu, yang membuatnya telat menjemputmu!" jawab Davi pada Yuli dengan menjelaskannya,
Sejenak Yuli berpikir apa yang diucapkan oleh Davi itu, lalu tatapannya melirik Salsa, yang sedari tadi hanya diam tak bicara, Ia hanya memperhatikan mereka bicara, sambil mengangguk pada Salsa, lantas Yuli pun segera bicara pada Salsa,
"Kamu gak di jemput Sopirmu, Sa?" tanya Yuli pada Salsa yang wajah ditekuknya itu,
Lalu dengan perasaan tidak senang, lantas Salsa menjawab,
"Gak, Soalnya sudah ada tukang ojek yang dengan setia mengantarkan Aku, Yul!" jawab Salsa pada Yuli dengan rasa sedikit menyinggungnya,
"Kalian berdua mau langsung pulang, atau mampir dulu ke sesuatu, gitu?" tanya Yuli pada mereka berdua dengan rasa ingin tahunya itu,
Mendengar tanya Yuli itu, lantas Davi pun menjawabnya,
"Kayaknya langsung pulang saja, Yul!" jawab Davi pada Yuli dengan menjelaskannya,
Mendengar jawaban sahabatnya itu Yuli pun tersenyum terhadapnya, lalu Ia menatap Salsa dengan tajamnya, sambil bicara,
"Kamu sedang sakit, Bukan? Kok dari tadi diam terus?" tanya Yuli pada Salsa dengan menyinggungnya,
Mendengar itu perasaan Salsa seolah tersulut api, hatinya panas mendengar Yuli bertanya dengan menyinggungnya itu, dan dengan ketusnya Salsa pun menjawabnya,
"Gak tahu mulutku seolah malas bicara, gak tahu setan apa yang menahannya!" jawab Salsa pada Yuli dengan ketusnya Ia menjawab,
Mendengar Salsa begitu menyinggungnya dengan ketus nada bicaranya, lantas dengan rasa panas di hatinya, Yuli pun melawannya,
__ADS_1
"Oh mungkin setan cemburu, yang ada di mulutmu itu, obati dong!" jawab Yuli pada Salsa dengan membuat panas hati sahabatnya itu,
Mendengar Yuli menjawab dengan sengaja memancing kemarahannya, lantas Salsa pun bicara dengan berangnya,
"Apa setan cemburu, kamu salah Yuli, tapi setan tak tahu malu, hingga yang menjemputnya tak pernah datang, kasihan sekali deh!" ucap Salsa pada Yuli dengan beraninya menyindirnya,
Mendengar Salsa bicara itu, keluarlah amarah dan emosi yang sejak tadi di tahan- tahannya itu, lalu dengan wajah merahnya, Yuli menjawabnya,
"Apa urusanmu memperdulikan Aku, mau datang atau nggak, itu bukan urusanmu, dasar bedebah!" ucap Yuli pada Salsa dengan marahnya itu,
"Makanya beli tambang, taliin di kakinya lalu tarik, biar Sang Arjuna tak kemana- mana!" jawab Salsa pada Yuli dengan rasa geram dalam hatinya itu,
Maka saling ledek dan saling singgung tak bisa di elakkan lagi, hingga pertengkaran kedua sahabat itu menjadi terang terangan adanya, dan Davi melihat itu, menggeleng- gelengkan kepalanya, mungkin tak bisa di mengertinya,
"Sudahlah jangan bicara seenaknya, dari pada dicampakkan lelaki, lebih baik Aku disayang sama keluarganya, ngaca dong!" ucap Yuli pada Salsa dengan marahnya itu,
"Sekarang saja sudah kayak mau mati, Sang Arjuna tidak menjemputmu, besok pun begitu dan seterusnya, dan yang nunggu semakin semaput, hingga tua menunggu, sudah mending pulang tidur, Yul!" jawab Salsa pada Yuli dengan balas menyerangnya,
"Dav, bawa pacarmu ini pulang, takut nanti pingsan, melihat Aku bermesraan dengan Arjuna, maaf Dav!" ucap Yuli pada Davi dengan membuang mukanya pada Salsa yang terus menatapnya dengan sedikit menahan emosi itu,
Mendengar keadaan semakin kacau, lantas Davi menarik tangan kekasihnya Salsa, untuk segera pergi dari situ, seraya berkata pada mereka,
"Sudahlah...sudah, jangan ribut, kayak anak bocah saja pada ribut, malu- maluin, tahu!" ucap Davi pada mereka berdua dengan marahnya,
Yuli pun terdiam mendengar Davi bicara untuk memisahkan mereka bertengkar itu, dan akhirnya Davi pun pergi sambil menarik tangan Salsa menuju motornya itu, sambil berucap,
"Ayo kita pulang, gak baik bertengkar di jalan!" ucap Davi pada Kekasihnya itu Salsa,
Akhirnya Salsa pun menurut, berjalan di belakang Davi, selang berjalan itu, Ia sempatkan untuk bicara pada Yuli, dengan perasaan tak senangnya,
"Tunggulah terus jangan pulang sekalian, paling besok Aku kemari sudah menjadi patung, Patung Tugu Penantian, he..he..he!" ucap Salsa pada Yuli dengan tertawa lantang.
Setelah mereka berdua pergi, terlihat air mata Yuli menetes, penantiannya pun pupus , Sang kekasihnya itu Arjuna, tidak tampak batang hidungnya, Yuli akhirnya pulang dengan tangisan sedihnya itu dan Yuli pun terhempas.
__ADS_1