Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Panas hati dua Dara


__ADS_3

   Serasa hati Salsa seolah terpanggang api neraka, saat mendengar Sahabatnya itu bicara, menyinggungnya dengan telak, ditambah sikapnya yang seakan- akan tidak senang pada Salsa.


   Yuli berjalan meninggalkan Salsa dengan merasa tidak senang, akan perbedaan penerimaan Arjuna dan kedua Orang Tuanya, yang selalu di cap buruk oleh Sahabatnya itu,


   Dengan emosi yang sudah menjalar dalam tubuhnya itu, Salsa mengejar Yuli dengan tidak menghiraukan situasi ramai di kedai itu, lalu Ia menarik tangan Yuli, lalu Yuli pun menghentikan langkahnya, sambil menoleh pada Salsa, lantas Ia pun berkata pada Salsa,


    "Apa- apaan ini!" ucap Yuli pada Salsa dengan rasa bencinya itu,


    "Kenapa Kamu dengan tidak punya sopan santun pergi? Jika memang Arjuna dan Orang Tuanya itu menurutmu baik, terserah! Tapi jangan merasa benar, lantas berani kurang ajar padaku!" jawab Salsa pada Yuli dengan kerasnya bicara,


      Emosi Salsa sudah tidak bisa dibendung lagi, dengan tatapannya melotot pada Yuli, dan wajahnya dengan garangnya menatap tanpa sedikitpun berpaling darimu,


      Melihat itu, Yuli pun seolah tidak mau menerimanya, Ia pun membuang mukanya di depan Salsa, sambil kakinya melangkah untuk pergi dari situ, melihat keduanya tak ada yang mau mengalah, membuat Davi bingung karenanya itu, dan mata yang ada disitu pun, semuanya menatap pada mereka yang sedang berselisih paham itu,


      Lalu Davi pun segera untuk sedikit menenangkan keduanya, yang memang tak mudah itu,


     "Sudahlah, sudah jangan diteruskan lagi, lihat semua orang memperhatikan kalian bertengkar!" ucap Davi pada mereka berdua dengan bingungnya bicara,


     Dan dengan tak bisa dicegahnya, akhirnya Yuli pun melangkah pergi, sambil bicara pada Salsa yang sudah dengan amarahnya menatapnya itu,


      "Persetan dengan tanggapanmu itu, semua orang tergantung dari diri kitanya sendiri, pikir saja sendiri!" ucap Yuli pada Salsa sambil cepat- cepat pergi,


      "Bodo amat, rasain saja nanti sendiri, dasar kampret!" jawab Salsa pada Yuli dengan napsu emosinya itu.


       Davi tak bisa berbuat apa- apa, melihat kekasihnya bertengkar dengan Sahabatnya itu, Ia hanya bisa diam membisu, dan tak lama Salsa pun bicara padanya,


      "Ayo kita pergi dari sini, Aku sudah pusing berada disini!" ucap Salsa pada Davi mengajaknya pulang.


      Davi pun hanya menganggukkan kepalanya pada Salsa, walau dalam hatinya itu, Ia merasa malu pada yang ada disitu, karena pertengkaran mereka itu, seolah menjadi tontonan gratis untuk orang yang hadir disitu.

__ADS_1


      Dan di perjalanan Salsa terus saja mengomel, yang seakan- akan pertengkarannya tadi itu tidak puas baginya, yang akhirnya tanpa terasa, mereka pun akhirnya tiba juga di rumah.


      "Kenapa tadi Kamu tersulut emosimu pada Yuli, dan Yuli pun dengan tanpa sopan meninggalkan kita?" ucap Davi pada Salsa seolah ingin tahu,


      Mendengar Davi bertanya begitu pada Salsa, lalu dengan perasaan benci di hatinya itu, lantas Salsa pun langsung menjawabnya,


     "Dia sudah menuduhku bohong, padahal Aku hanya ingin mengingatkan saja tentang perbuatan Arjuna padaku, itu saja!" jawab Salsa pada Arjuna dengan rasa panas di hatinya,


     "Terus Yulinya tak terima?" tanya Davi pada Salsa dengan ingin tahunya itu,


      "Iya, Yuli tak terima, menurutnya Aku bohong, karena mungkin Arjuna dan kedua orang Tuanya itu, memperlakukan Yuli berbeda dari yang Aku alami dulu." jawab Salsa pada Kekasihnya Davi dengan menjelaskannya,


      Davi sejenak diam, Ia mungkin sedang memikirkan jawaban Salsa itu di dalam dirinya itu.


Mereka pun berjalan menuju ruang tamu, dan disaat tiba di ruang tamu, terlihat Sebastio sedang duduk sambil memperhatikan mereka berdua masuk, lalu terdengar Davi memberi Salam pada Seabastio,


Dan dengan ramahnya, Sebastio pun menjawab Salam dari Davi tersebut, sambil melihat Salsa Anaknya itu,


"Waalaikum Salam," jawab Sebastio pada Davi sambil tersenyum dengan merasa penasaran,


Lalu Wajah Sebastio seakan berubah, melihat sekonyong- konyong Salsa berjalan di hadapannya, dengan muka ditekuknya, Ia berjalan melewatinya, seolah tak menghiraukan padanya, Sebastio pun merasa heran atas sikap Salsa itu, lalu dengan herannya itu, lantas Sebastio pun bertanya pada Davi,


"Dav, itu Salsa kelihatannya lagi marah, sampai- sampai Ayahnya sendiri di acuhkannya?" tanya Ayah Sebastio pada Davi dengan rasa ingin tahunya itu,


Mendengar Sebastio bertanya pada Davi, dan dengan merasa tak enak di dalam hatinya itu, lantas Davi pun bicara pada Ayahnya Sebastio itu,


"Tadi Salsa berselisih paham dengan teman akrabnya Yuli!" jawab Davi pada Sebastio dengan menjelaskan,


"Selisih paham tentang apa, Dav?" tanya Ayahnya Sebastio lagi pada Davi dengan semakin tak mengerti di dalam hatinya itu,

__ADS_1


Sejenak Davi diam, mungkin untuk berpikir tentang jawaban yang akan di ucapkannya, pada Sebastio yang merasa ingin tahu itu, dan tak lama Davi pun menjawab pada Ayah Sebastio itu,


"Mereka berselisih tentang sosok Arjuna, keduanya saling memaki tadi di kedai Bakso Mang Ujang sebrang jalan!" jawab Davi pada Ayah Sebastio dengan menerangkannya,


Mendengar persolan perselisihannya itu tentang Arjuna, sontak membuat pikiran Ayah Sebastio itu merasa tak enak, dengan perasaan bertanya- tanya, seraya Ia pun bertanya lagi pada Davi,


"Tentang Arjuna? Maksudnya gimana, Dav?" tanya Ayah Sebastio pada Davi dengan rasa penasaran,


"Begini, Arjuna sekarang adalah kekasihnya Yuli, dengan merasa benci pada Arjuna, Salsa pun memberi masukan tentang Arjuna pada Yuli, karena mereka merasa berbeda mengalaminya, maka Yuli pun tak terima, lalu terjadilah pertengkaran itu," jawab Davi pada Ayah Sebastio dengan menerangkannya,


Dan akhirnya Ayah Sebastio bangun dari duduknya itu, pandangannya menatap ke luar jendela rumahnya, seolah sedang memikirkan persoalan Anaknya itu, dan tak lama Ayah Sebastio itu pun bicara,


"Kasihan Salsa itu, momok penderitaannya selalu Arjuna, coba kemarin Arjuna kakinya Aku patahkan, pasti Yuli tidak akan memacarinya, dan Salsa tak akan bersedih seperti sekarang ini!" ucap Ayah Sebastio pada Davi sambil menarik napas panjangnya itu,


Mendengar ucapan Ayah Sebastio seolah- olah ikut terbawa emosi atas persoalan putrinya Itu, membuat hati Davi terenyuh melihatnya, dalam perasaan tak menentu di dalam pikirannya, Davi pun menjawabnya,


"Tapi memang sulit untuk kita memisahkannya, dan tak bisa juga kita melarang Yuli untuk menjadi kekasih Arjuna, itu haknya atas cintanya itu," ucap Davi pada Ayah Sebastio dengan mengingatkannya,


"Memang itu semua telah menjadi nasibnya, tapi sungguh tega Yuli sebagai Sahabatnya, bisa memacari mantan kekasih laknat seperti Arjuna itu!" jawab Ayah Sebastio pada Davi dengan sedikit merasa dihantui amarahnya itu,


"Kalau untuk itu, pasti Mereka berdua yang punya alasannya!" jawab Davi pada Ayah Sebastio menjelaskan.


Tiba- tiba Salsa datang menghampiri, dengan emosi, dan langsung membentak Davi dengan merasa kesalnya itu,


"Dav, kelihatannya kalian sedang membicarakan tentang Si Brengsek itu?" ucap Salsa pada Kekasihnya Davi dengan matanya melotot seakan mau keluar,


"Nggak, cuma tentang perselisihan Kamu doang, Sa!" jawab Davi pada Salsa menegaskannya,


"Oh, jadi......??

__ADS_1


__ADS_2