
Salsa teringat pada Seno, rasa penasaran dan bersalah Salsa terus membayangi dalam pikirannya itu, harapan untuk menjadi kekasihnya kini seakan pupus, setelah kejadian yang membikin Salsa bingung.
"Mengapa pikiranku teringat Seno? Apakah Seno masih marah terhadapku?" Ucap Salsa dalam pikirannya.
Rasa ingin bertemunya seolah tidak bisa untuk ditundanya, dan dengan sedikit menutupi dari kedua sahabatnya itu, diam- diam Salsa pun pergi ke rumah Seno untuk menghilangkan perasaan kangennya itu.
"Aku akan menemuinya selepas pulang kerja!" Begitu pikiran di benaknya itu.
Di perjalanan pikiran Salsa bertanya- tanya, apakah selama ini Seno tidak ingin bertemu dengannya, ataukah dia masih marah setelah kejadian itu.
"Mungkinkah Aku sudah dilupakannya? Kejadian kemarin membuatku lupa padanya, hingga dia pergi menghindar dari diriku ini!" Ucapnya dalam hati.
Tiba- tiba Kang Joni bicara pada Salsa sambil menunjukkan sesuatu padanya.
"Neng Salsa, lihat itu Motornya Seno sedang terparkir di depan kedai Mie Ayam Mas Warso!" Ucap Jang Joni pada Salsa memberi tahunya.
Lantas Salsa melihat ke arah yang ditunjuk Kang Joni itu kepadanya, benar saja ternyata motor matic Seno sedang terparkir di depan kedai Mie Ayam Mas Warso pinggir jalan raya itu.
"Iya betul, itukan motor Seno, Apakah dia lagi di jedai itu, Ya?" Tanya Salsa di otaknya itu penasaran.
Seketika itu pula Salsa menyuruh Kang Joni untuk berhenti di situ, untuk bertemu Seno.
"Tolong berhenti disitu, Kang!" Ucap Salsa pada Kang Joni menyuruhnya.
Kang Joni mengangguk kepada Salsa, lalu dia memberhentikan mobilnya tepat di depan kedai Mie Ayam Mas Warso itu.
"Siap, Neng Salsa!" Jawab Kang Joni pada majikannya itu Salsa.
Dan tak lama Salsa pun turun dari mobilnya itu, lantas dia masuk ke kedai itu sambil matanya tak henti memperhatikan para pengunjung untuk mencari Seno.
"Dimana dia berada, ya?" Tanyanya di dalam pikirannya itu.
Tiba- tiba Seno melihat Salsa masuk ke kedai Mie Ayam itu, lantas dia pun memanggilnya dengan perasaan senang dalam hatinya itu.
"Salsa…Salsa, Ini Aku, Seno!" Teriak Seno pada Salsa merasa kegirangan.
Salsa segera menengok mendengar namanya di panggil seseorang, dan disaat dia menoleh, alangkah senangnya hati Salsa itu, ternyata orang yang memanggilnya itu adalah orang yang dicarinya yaitu Seno.
"Cepat kemari, Salsa!" Ucap Seno lagi pada Salsa pula.
__ADS_1
Salsa lantas tersenyum kepadanya sambil berjalan menghampiri Seno.
"Sudah lama Kamu disini, Sen?" Tanya Salsa pada Seno ingin tahu.
Seno pun segera menjawab pertanyaan darinya itu.
"Lumayanlah, paling hanya beberapa menit saja, ini Mie Ayamnya belum habis!" Jawab Seno pada Salsa menjelaskan.
Lalu Seno segera memanggil tukang Mie Ayam itu lalu memesan satu mangkok lagi beserta es campur buat Salsa.
"Mas…Mas! Buatkan lagi satu porsi Mie Ayam dan satu es campurnya, Ya!" Ucap Seno pada Mas Warso sambil tersenyum ramah.
"Baik, Mas!" Jawab Mas Warso pada Seno sambil kembali melayani.
Akhirnya mereka berdua pun bicara santai sambil merasa bahagia di dalam dirinya itu.
"Kamu memang sering mampir kemari, Sen?" Tanya Salsa pada Seno ingin tahu.
"Kadang- kadang, ini kebetulan peritku lapar akhirnya mampir kemari, kenapa?" Jawab Seno pada Salsa menjelaskan.
Seno menanyakan mau apa dia mencari keberadaan dirinya itu pada Salsa.
Salsa mengelak dengan mengatakan pada Seno, tadinya dia hendak pulang tapi setelah melihat motor seno terparkir akhirnya mampir ke kedai itu.
"Aku mau pulang tadinya, tapi motormu itu Aku lihat terparkir di depan kedai ini, langsung saja Aku berhenti untuk menemuimu!" Jawab Salsa pada Seno memberi tahunya itu.
Seno mengangguk pada Salsa, lalu sambil tersenyum Seno pun bertanya pada Salsa apakah ingin tetap memaksa dirinya untuk mengaku menendang Davi lagi.
"Apakah madoh penasaran untuk menuduhku lagi uang melakukan penendangan pada Davi itu, Sa?" Tanya Seno pada Salsa merasa kesal.
Salsa tertawa lepas pada Seno itu, dirinya merasa tak tahan mengingat saking lucunya dia memaksa Seno untuk mengaku.
"Ha…Ha…Ha! Aku kemarin bingung seperti tidak menyadarinya, jadi bila Aku ingat memaksmu itu, Aku tertawa sendiri saking lucunya itu!" Jaeab Salsa pada Seno sambil menatap senang wajah Seno itu.
Melihat Salsa tertawa, Seno langsung tersenyum lepas dan dia langsug bicara pada Salsa.
"Wew, Memang enak lucu kayak badut, lagian memaksanya kebangetan, bikin Aku takut, he…he!" Jawab Seno sambil tertawa lucu padanya.
Tak lama Mas Warso datang menghampiri sambil membawa pesanan untuk Salsa.
__ADS_1
"Ini pesanannya, Mas!" Ucap Mas Warso pada mereka berdua.
Salsa pun akhirnya menerima pesanannya itu lantas bicara pada Mas Warso itu.
"Terima kasih, Mas!" Jawab Salsa pada Mas Warso pula.
Akhirnya Salsa menceritakan lagi peristiwa yang baru saja dialami oleh Davi itu.
"Nah di situ Aku langsung menyadari kekelirusnku kepadamu, dengan menuduh paksa agar Kamu mengaku, he…he!" Ucap Salsa merasa malu padanya.
Tanpa di duga- duga Seno merasa amarahnya keluar, mendengar Davi mencemooh dan menghina Salsa seebaknya itu, Seno merasa tak terima terhadapnya.
"Apa Davi menghinamu lagi? Brengsek juga dia, awas nanti Aku habisi jika nanti Aku tahu!" Ucap seno pada Salsa dengan amarahnya itu.
Salsa terperanjat melihat Seno marah mendengar dirinya dihina Davi, lantas pikiran Salsa bertanya ternyata dia masih memperhatikan Aku, Salsa merasa senang.
"Kenapa kok diam?" Tanya Seno pada Salsa merasa bingung.
Dalsa hanya menatap tajam pada Seno sambil tersenyum kepadanya.
Lalu Seno pun meminta maaf atas Seikat kembang yang menjadi acuan Salsa itu untuk menuduhnya, akhirnya Seno pun menjelaskan kembali akan niatnya dengan seikat kembang itu.
"Maafkan Aku, sebenarnya seikat bunga itu untukmu dari Aku, karena rasa harapku padamu yang sangat besar ini!" Ucap Seno lagi pada Salsa pula.
Salsa mendengarkan Seno bercerita dengan penuh haru dan bahagia dalam hatinya.
Akhirnya mereka berdua pun bisa bergembira berdua kembali, karena segala pertanyaan dan penasaran meraka itu kini sudah jelas terbuka.
Seno pun dengan sedikit bercanda pada Salsa, agar jangan cepat- cepat percaya pada apapun tentang dirinua itu, sebelum Salsa bicara dan bertemu dengan dirinya itu, jadi tidak terjadi salah paham lagi.
"Lain kali jangan cepat menuduhku lagi, nanti Aku akan pergi lebih jauh dari ini!" Ucap Seno pada Salsa meledeknya.
Sambil tersenyum malu Salsa pun mengangguk setuju pendapatnya itu, lantas Salsa teringat Kang Joni sedang menunggu di dalam mobilnya itu.
"Oh, Iya! Kang Joni menunggu kita di mobil, kasihan dia, Sen!" Ucap Salsa mengingatkan Seno.
Lantas Seno bergegas pergi keluar untuk menghampiri Kang Joni agar ikut bergabung dengan mereka untuk menyantap Mie Ayam itu.
Akhirnya Kang Joni pun segera turun dan bergabung untuk menikmari Mie Ayam dan Es campur Mas Warso yang tersohor itu, akhirnya jetiganya berbincang dengan merasa bahagia.
__ADS_1