Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Rasa bersalah Davi padanya


__ADS_3

  Davi setelah mendengar orang- orang disekitarnya membicarakan dirinya, dia seakan tak menghiraukannya, dia berusaha untuk tidak mendengarnya.


  "Semua orang seakan sudah tahu tentang hubungan baruku ini dengan Ovi, cepat sekali rupanya gosip itu berhembus!" Ucap Davi pada dirinya itu.


  Keputusan untuk melepaskan Salsa dari hidupnya itu, dan Ovi kekasihnya yang baru itu kini dia pertahankan untuk cintanya itu.


  "Peduli amat orang mau bilang apa, sekarang pikiranku hanya untuk kekasih baruku itu Ovi!" Begitu pikiran Davi di benaknya itu.


  Pikiran Davi terus berputar setelah tahu betapa sengsaranya Salsa di masa lalunya itu, terlebih Darwis adalah orang yang pernah membuat Salsa sangat menderita.


  "Memang Aku merasa bersalah padanya, apalagi setelah tahu bagaimana menderitanya Salsa atas kisah masa silamnya itu, membuat Aku merasa kasihan kepadanya itu." Ucapnya dalam hati.


 Tiba- tiba Ibu Srie melihat putranya itu seakan banyak pikiran, lantas Ibunya Srie datang menghampiri dirinya itu.


  "Kok melamun terus, gak baik nanti terlihat orang pun tak pantas!" Ucap Ibu Srie pada Anaknya Davi menjelaskan.


  Davi merasa malu mendengar Ibunya Srie bicara padanya, sambil menahan rasa malunya lantas dia pun menjawab,


  "Davi hanya sedang memikirkan nasib sendiri saja, Bu!" Jawab Davi pada Ibunya itu menjelaskan padanya itu.


  Ibu Srie bertanya pada Anaknya itu kenapa dia seolah melamun dan banyak pikiran, Davi pun lantas menjawabnya, "Davi merasa bersalah pada Salsa, jadi rasa bersalah itu yang membuat pikiran ini tak henti memikirkan Salsa, Bu!" Jawab Davi pada Ibunya Srie memaberi tahunya.


   Dengan wajah geram, langsung Ibu Srie bicara lagi pada Davi, "Apa? Rasa bersalah pada Salsa, maksudmu?" Tanya Ibu Srie pada Anaknya Davi menegaskan.


   "Davi merasa bersalah setelah memutuskan Salsa, padahal Salsa itu wanita yang sangat menderita, dan seharusnya mendapat perhatian bukan ditinggalkan, begitu!" Jawab Davi pada Ibunya Srie memberi tahu.


   "Oh jadi karena Janda itu Kamu melamun!" Jawab Ibu Srie pada Davi pula heran.


  Davi diam tak menjawab, dia hanya mengangguk pada Ibunya itu Srie.

__ADS_1


  Ibu Srie bingung akan jawaban Anaknya itu, bayangan Salsa yang dia benci menjadi momok yang enggan untuk diingatnya, akhirnya Ibu Srie bertanya lagi.


   "Ibu masih belum mengerti juga, coba kamu ceritakan pada Ibu?" Tanya Ibu Srie pada Anaknya itu Davi ingin tahu masalahnya.


   Davi lalu bercerita seputar masa lalu Salsa yang tragis dan menyakitkan, Ibu Srie mendengarkan semakin penasaran, 


  "Tragis juga masa lalu Salsa itu, dan seakan membuat penasaran dalam hati ini, Dav!" Ucap Ibunya Srie pada Davi pula.


  Ibu Srie bersyukur bicara pada Anaknya itu karena telah membujuknya untuk meninggalkan Salsa.


  "Ibu sangat bersyukur Kamu sudah tidak lagi berhubungan dengan Salsa, jika tidak gak tahu apa yang akan terjadi padamu!" Ucap Ibu Srie menjelaskan pada Anaknya itu Davi.


  "Kok Ibu bicara seperti itu, dan maksud dari ucapan Ibu itu Davi tak mengerti!" Jawab Davi pada Ibinya Srie menjelaskan.


   "Maksud Ibu jika Kamu menikah dengan Salsa Ibu tidak akan mengakui Kamu menjadi Anak Ibu lagi, Paham!" Jawab Ibu Srie pada Anaknya Davi metasa tersinggunh pada Anaknya itu.


   "Kok Ibu hanya bicara seperti itu, sih?" Tanya Davi pada Ibunua itu Srie penasaran.


   "Lalu Ibu harus bicara apa, coba!" Jawab Ibunya Srie menjelaskan pada Anaknya Davi.


   Ibunya hanya tersenyum mendengar Anaknya Davi bicara begitu pada dirinya itu, karena dia merasa Davi tak pantas bila disandingkan dengan Salsa yang memang tak layak dengan Anaknya itu.


  "Kamu tak layak bagi seorang Janda bermasalah seperti Salsa itu, dan Ibu Justru bahagia setelah Ibu tahu bahwa Kamu sudah memutuskan dan meninggalkan Salsa, dan tidak lagi berhubungan dengannya!" Ucap Ibu Srie sambil tersenyum puas pada Davi.


   Davi seolah tak percaya, ternyata Ibunya hanya memikirkan tentang kebaikan Anaknya saja, dia tidak ada sedikit rasa kasihan pada Salsa yang menderita, dengan menggeleng- gelengkan kepala pada Ibunya itu lantas Davi bicara lagi pada Ibunya itu.


   "Walaupun Ibu tidak merestui Salsa dan membencinya, tapi seharusnya bicara seoerti itu kepadanya, itu sungguh tak pantas kedengarannya!" Ucap Davi pada Ibunya Srie merasa kecewa.


   Ibunya menatap Anaknya itu Davi, perasaan penasaran menghinggapi seluruh pikirannya itu, dia bilang itu bukan urusannya dan lagi jika Salsa menikah dengan Davi, toh akan menjadi tanggung jawab Davi anaknya Salsa itu.

__ADS_1


   "Jika Kamu menikah dengan si Janda itu, nanti Anaknya menjadi tanggung jawabmu, belum penderitaan dan masalahnya itu, pasti akan membuat kamu menderita!" Ucap Ibunya lagi pada Davi mengingatkan kepadanya itu.


   Davi menunduk di depan Ibunya itu Srie, pikiran prihatin dan rasa kasihan dirinya itu menjadi sesuatu yang tak bisa dihilangkan dalam pikirannya itu.


   "Tapi rasa bersalah Davi ini pada Salsa tidak bisa hilang dalam hati, seolah mengikuti kemana Davi melangkah!" Ucap Davi menjelaskan pada Ibunya itu Srie metasa sedih.


    Lalu Ibu Srie bicara lagi pada Anaknya itu Davi, untuk tidak terlalu memikirkan Salsa, itu sudah menjadi masa lalunya.


  "Sudahlah jangan memikirkan tentang Salsa, itu sudah menjadi bagian dari mada lalumu itu, sekarang pikirkan saja masa depanmu dengan kekasihmu yang baru itu, mengerti!" Ucap Ibu Srie menegaskan pada Anaknya itu Davi.


   Dengan berat hati Davi pun mengangguk pada Ibunya itu, sambil merasa tak enak hati dalam dirinya atas sikap kukuh Ibunya itu.


   Lantas Ibunya pun bertanya tentang kekasih Davi yang baru itu yakni Ovi.


  "Bagaimana kabar kekasih barumu itu, Davi?" Tanya Ibu Srei pada Davi ingin tahu.


  Pikiran Davi pun seolah tak henti merasa khawatir jika bicara pada Ibunya itu, karena Ibunya selalu keras hati jika tak sepaham sesuatu dengan orang lain, apalagi ini kekasihnya yang baru, yang mengharuskannya untuk menjaganya, dan tak beberapa lama lantas Davi pun menjawabnya.


   "Hubungan kami masih baik, Bu!" Jawab Davi pada Ibunya Srie dengan singkatnya bicara.


   "Coba Kamu ceritakan tentang kekasihmu itu, Ibu ingin tahu!" Ucap Ibunya Srie merasa penasaran pada Anaknya itu Davi.


   Davi pun dengan berat hati akhirnya menceritakan tentang hubungannya dan kekasih barunya itu Ovi.


   Mendengar Anaknya Davi menceritakan tentang Ovi kekasih barunya itu, senyum senangnya terlihat di wajahnya itu, lalu Ibu Srie pun bicara lagi pada Davi anaknya itu.


  "Ibu setuju pada Ovi walau hanya dari ceritamu saja, nanti bawa dia kemari Ibu ingin mengenalnya, sudah jangan memikirkan orang lain lagi, Mengerti!" Ucap tegas Ibu Srie pada Anaknya itu Davi mengingatkan.


  Davi pun akhirnya hanya bisa mengangguk pada Ibunya itu, karena merasa segalanya sudah berlalu, dan kini Ovi yang ada di dalam pikirannya itu.

__ADS_1


__ADS_2