
Sekonyong- konyong Darwis menghampiri Mereka berdua dengan wajah marahnya. Dia sejak tadi sengaja menguping karena penasaran melihat mereka bicara dengan seriusnya.
Darwis langsung bicara keras pada mereka berdua, apa sesungguhnya maksud mereka berdua itu, menjadikan Salsa sebagai musuh bagi mereka, "Jangan sok benar! Kalian menjadikan Salsa sebagai limpahan kekesalan sendiri, jika kalian ingin bersama jangan ganggu Salsa!" Bentak Darwis pada mereka berdua merasa kesal.
Mereka mendengar nada suara Darwis itu seolah merasa resah, jauh dari lubuk hati mereka tahu bahwa Darwis itu sangat dekat dengan Salsa dan keluarganya, yang hampir pasti Dia tidak akan terima Salsa direndahkan oleh mereka berdua.
Tak lama Davi menjawab pertanyaannya, sambil memandang dengan Darwis penasaran, "Kami tidak mengganggu Salsa, dan tak akan pernah untuk merendahkannya, tapi semua yang aku lakukan kepadanya itu, lantaran sikap Dia kepadaku, lalu Aku balas, Itu saja!" Jawab Davi pada Darwis menjelaskan.
Darwis bingung hatinya bergetar dan rasa prihatin yang mendalam mendengar mereka berdua benci pada Salsa, bayangan Salsa terus mengikuti pikirannya saat itu.
Dengan wajah merah membara lantaran emosi, Darwis pun bicara lagi, "Iya bukan berarti kalian harus berperilaku merendahkan seenaknya, Salsa melakukan itu mungkin ada sebabnya, yang asalnya dari kelakuan kalian juga!" Ucap Darwis membentak lagi pada Mereka berdua.
Mereka berdua mendengarkan Darwis, dari pikiran mereka terbersit niat untuk terus terang kepada Kakaknya itu, namun sedikit berat untuk menceritakannya, agar Darwis mau mengerti akan masalahnya itu.
Akhirnya semua merasa tak enak, Melihat itu Davi yang sedari tadi hanya diam terpaku, mulai bicara pada Darwis sambil mengingat kenangannya dulu, "Dulu Aku mengenal Salsa sangat dekat, Dia pribadi yang anggun dan baik pada siapapun, tapi setelah Dia Aku tinggalkan, sikapnya berubah cenderung mudah tersinggung, dan seolah- olah bukan Salsa yang Aku kenal dulu." Ucap Davi menjelaskan padanya.
"Mungkin lantaran Kamu meninggalkan Dia tanpa alasan jelas, hanya lantaran tidak ada restu dari kedua orang tuamu itu, yang dalam hatinya mungkin masih memendam rasa cinta padamu, itu bisa jadi!" Jawab Darwis memberikan masukan padanya.
Darwis menggelengkan kepalanya merasa tak percaya pada ucapan Davi itu, hingga pikirannya penuh oleh pertanyaan yang membuatnya penasaran.
"Jika Salsa marah pada kalian berdua itu sungguh pantas, karena di depannya terlihat mantan kekasihnya berduaan dengan wanita lain, semua orang pun pasti tidak akan terima melihatnya itu!" Ucap Darwis mengungkapkan kebenarannya pada Mereka berdua.
__ADS_1
Kesedihan Darwis terasa tak bisa untuk dibendung, kelakuan bejatnya dulu datang seakan membayangi pikirannya, yang membuat Dia merasa sangat bersalah yang sangat besar pada Salsa, tanpa sadar memancing aibnya dulu untuk diceritakannya kepada Mereka berdua.
"Asal kalian tahu, dulu Aku pernah menggagahi Salsa dengan teganya, disaat Dia hamil oleh Arjuna dan tak berdaya oleh hinaan Kedua Orang Tua Arjuna, dengan bodohnya Aku melakukannya, Dia wanita yang menderita, sudah jangan kalian tambah lagi penderitaannya, Kasihan Dia!" Ucap Darwis pada Mereka berdua sambil memendam rasa bersalahnya.
Alangkah kagetnya mereka berdua, mendengar pengakuan Darwis itu, Darwis bercerita kisah masa lalunya, yang membuat Mereka berdua terbawa alunan kesedihan yang terpancar dari hati Darwis karena menyesal.
Mereka berdua saling pandang, rasa tak percaya pada apa yang didengarnya itu, akhirnya Ovi bicara menahan rasa penasarannya itu, "Apa? Kakak memperkosa Salsa disaat Salsa hamil lantaran ulah kekasihnya dulu?" Tanya Ovi sambil membentaknya.
Dengan bersedih Darwis pun mengangguk, sambil mulutnya menjawab pertanyaan dari Adiknya itu, "Benar, Akulah orang yang sangat biadab kepadanya, untuk itu Aku memohon pada kalian berdua, agar jangan membuat Salsa menderita!" Jawab Darwis pada Mereka berdua itu.
Mendengar Jawaban dari Kakaknya itu, lantas Ovi segera bertanya lagi, "Kenapa Kakak melakukannya? Jelas- jelas Salsa sudah hamil dan menderita!" Tanya Adiknya itu pada Darwis ingin tahu.
Semua seolah bungkam mendengar Darwis bicara tentang kenangannya akan masa suramnya dulu.
Tiba- tiba Ovi merasa Salsa teraniaya oleh Kakaknya dari ceritanya, lantas membentak Darwis dengan sangat berani, karena Kakaknya sangat kejam melakukan aib itu pada Salsa, "Kak Darwis sungguh terlalu, itu kelakuan binatang, bisa Ovi bayangkan bagaimana sakitnya perasaan Salsa saat itu!" Ucap Ovi pada Kakaknya itu
Lalu Davi pun menatap tajam pada Darwis, yang seakan ada yang ingin Davi ketahui atas rahasia Salsa itu, lalu Dia bicara padanya, "Terus setelah kejadian itu, Apakah kalian menjalin hubungan cinta dengannya?" Tanya Davi pada Darwis ingin tahu.
Darwis langsung menjawabnya pada Davi diiringi rasa sedihnya itu, "Tidak, Karena Salsa dan Ibunya pergi menjauh dariku, mungkin karena ketakutan, sehingga Aku mencari dan berniat untuk menikahi Salsa, tapi semuanya itu sia- sia!" Jawab Darwis menjelaskan padanya.
Mendengar jawaban Darwis itu, sontak Davi pun merasa bersedih juga, karena Salsa adalah Wanita paling menderita, sehingga rasa menyesal dengan menyia- nyiakan Salsa terbayang di pelupuk matanya itu.
__ADS_1
Ovi masih merasa tak percaya Kakaknya sendiri melakukan aib yang sangat memalukan itu pada Salsa, sehingga rasa marah dan malu pada dirinya itu mendesaknya untuk marah pada Kakaknya lagi, "Tak kusangka Kakakku sendiri sebejat itu, Ovi malu punya Kakak setega dan sekejam itu, setan apa yang merasuk pada diri Kakak saat itu, Ovi muak mendengarnya!" Ucap Ovi pada Kakaknya sambil nyinyir di depannya, "Cihh!' Merasa benci.
Darwis diam dan hanya bisa bersedih karenanya, Dia tak bisa menjawab, membisu untuk semua itu, selain rasa bersalah serta penyesalan atas perbuatannya pada Salsa dulu.
Melihat Ovi emosi pada Kakaknya itu, Davi pun segera untuk menenangkan kekasihnya itu, "Sudahlah…sudah! Semua itu sudah terjadi, biarkan semuanya menjadikan hikmah yang baik bagi kita!" Ucap Davi menjelaskan pada kekasihnya Ovi sambil tersenyum ke arahnya.
Ovi terdiam memandang Kekasihnya bicara, sambil pikirannya membayangkan, bagaimana perasaan Salsa disaat digagahi oleh Kakaknya itu, mengingat itu Ovi pun menangis pilu.
Lantas Darwis berucap lagi dengan sepenuh hati pada Mereka berdua, sambil memohon agar jangan menyakiti Dia lagi, "Jadi Aku mohon dengan sangat, Jangan menyakiti hati Salsa lagi, toh Dia tidak akan mengganggu hubungan kalian berdua!" Ucap Darwis lagi pada Mereka berdua berharap.
Davi langsung menjawab karena merasa tak enak hati kepadanya, ternyata mantan kekasihnya itu adalah Wanita yang teraniaya oleh lelaki yang memanfaatkannya, lalu tanpa sadar Dia pun berucap tentang tragedi pahit yang dilakukan Arjuna dan Orang Tuanya itu pada Salsa, "Dulu Arjuna menghamili Salsa, lalu Ditinggalkan begitu saja, karena Kedua Orang Tuanya itu tidak merestui mereka berdua untuk menikah, lantas Dia menghina dan mengusirnya, akhirnya Salsa berlari tak tahu arah dan terjatuh!" Ucap Davi menceritakan pada mereka itu.
Darwis dan Ovi mendengarkan penuh perhatian pada ceritanya itu, Darwis semakin bersedih karenanya, "Kasihan sekali nasibnya itu!" Ucap Darwis merasa prihatin pada Salsa.
Ovi merasa kaget mendengar cerita tentang Salsa dari mulut kekasihnya itu, Dia pun bertanya karena merasa penasaran pada kekasihnya itu Davi, "Lalu Apakah Arjuna mencarinya? Melihat Salsa berlari bersama penderitaannya itu?" Tanya Ovi pada Davi kekasihnya itu penasaran.
Davi menggelengkan kepala pada kekasihnya itu, enggan untuk menjawabnya.
Sungguh kisah cinta Salsa itu membuat ngiris semua yang mendengarnya, dan akhirnya Davi pun mau menjawabnya, "Tidak, Arjuna hanya menurut pada Orang Tuanya itu, untuk tinggal bersama Pamannya di Jakarta!" Jawab Davi pada kekasihnya itu merasa sedih karenanya itu.
__ADS_1