
Pagi itu terlihat Ibu semakin sehat keadaanya, sudah hampir seminggu Ia di rawat, yang membuat suasana kejenuhan menghinggapi dirinya, Ibu Juariah duduk sambil bersender pada bantal empuk Rumah Sakit, dihadapannya Salsa sedang sibuk untuk mencari berkas dan bill Rumah Sakit untuk mengurus kepulangan Ibunya itu.
Setelah matanya memandang kiri dan kanan, seolah baru mengingatnya, Ibu Juariah pun bertanya pada Anaknya Salsa,
"Kemana Andreas, dari tadi Ibu tidak melihatnya?" tanya Ibu Juariah pada Salsa dengan penasarannya ingin tahu,
"Dibawa Ibu Widury pulang kerumahnya!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah memberi tahu,
Ibu Juariah seolah kaget mendengar Andreas dibawa oleh Ibu Widury, dalam hatinya bicara,
"Sungguh Ia bisa membuat Cucuku betah bersamanya, padahal Andreas tidak pada setiap orang Ia bisa betah, tapi ini dengan Widury bisa betah di rumahnya, dengan lama lagi, benar Widury mempunyai dasar hati yang baik," ucapnya dalam hati.
Melihat Ibunya seolah melamunkan sesuatu, Salsa pun kembali bertanya lagi,
"Sudah Salsa bilang jangan melamun, jangan banyak pikiran, Bu!" ucap Salsa pada Ibunya Juariah dengan rasa perhatiannya,
"Ibu tidak melamun, tapi sedang memikirkan Ibu Widury, yang dengan rasa keibuannya bisa membuat Andreas betah di sana, mana lama lagi." jawab Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan rasa kagum pada Ibu Widury.
"Dia sosok Ibu yang baik, Salsa mulai menyukainya, Bu!" ucap Salsa lagi pada Ibunya Juariah dengan perasaan lega,
"Dia juga Ibumu, Salsa! Bukan orang lain bagimu." jawab Ibu Juariah pada Anaknya Salsa mengingatkan,
Salsa dengan spontan mengangguk- anggukan kepalanya pada Ibunya Juariah dengan penuh perasaan hati yang gembira.
Alam pun seolah hari itu menitipkan sebongkah harapan untuk mereka yang mau untuk mencari keyakinan, untuk kebenaran yang dilandasi dengan kejujuran.
"Ibu Salsa pergi sebentar mau mengurus Administrasi dulu," ucap Salsa pada Ibunya Juariah memberi tahu,
"Memang Ibu sudah diperbolehan pulang, Sa?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa merasa ingin tahu,
"Nanti Dokter Ridwan akan memberi tahukannya pada kita setelah pemeriksaan terakhir, sore nanti," jawab Salsa pada Ibunya Juariah menjelaskan,
"Oh begitu ya!" jawab Ibu Juariah pada Salsa dengan wajahnya yang masih pucat pasi itu.
Dengan bergegas Salsa berjalan ke ruang Administrasi untuk mengurus surat kepulangan Ibu Juariah.
Dan tak lama Ibu Widury dan Sebastio beserta Andreas datang, dan mereka pun langsung masuk keruangan Ibu Juariah yang sedang dirawat,
"Assalamualaikum," ucap Sebastio pada Ibu Juariah dengan ucapan salamnya itu,
__ADS_1
"Waalaikum Salam," jawab Ibu Juariah pada mereka dengan senyum manis di bibirnya,
Dan mereka pun langsung menghampiri pada Ibu Juariah yang sedang duduk sambil bersender pada bantal empuknya,
"Tuh lihat nenek sudah sembuh, Andreas!" ucap Ibu Widury pada Andreas dengan lucunya itu,
Sambil menatap Andreas yang seolah mengajak bercanda Neneknya itu, dengan sedikit menggoyangkan kepalanya, Ibu Juariah pun menjawabnya,
"Andreas, sama siapa itu? Sama Nenek Widury bukan?" tanya Ibu Juariah pada Andreas sambil tersenyum dalam hatinya itu.
Dan tak lama Salsa pun tiba dari ruang Administrasi untuk mengurus surat- surat dan pembayaran perawatan Ibunya itu,
"Ehh Anak ganteng ku sudah datang!" ucap Salsa pada Anaknya Andreas dengan langsung mengambilnya untuk segera di gendongnya,
"Salsa, Kamu dari mana?" tanya Ayah Sebastio pada Salsa ingin tahu,
"Habis mengurusi surat- surat Ibu dan sekaligus pembayaran perawatannya, Ayah!" jawab Salsa pada Ayahnya Sebastio menjelaskan,
"Apa mengurus Administrasi dan pembayaran perawatannya, Bukan?" tanya Ayah Sebastio pada Anaknya Salsa ingin tahu,
"Iya, Ayah!" jawab Anaknya Salsa pada Ayah Sebastio dengan menerangkannya,
"Tunggu Ayah, Salsa dan Andreas ikut," ucap Salsa lagi pada Ayahnya Sebastio dengan mengejarnya,
"Sudah Ayo sini!" jawab Ayahnya Sebastio pada Salsa dengan perasaan gembira.
Akhirnya mereka berjalan untuk pergi mengurus surat- surat kepulangan Ibu Juariah dan sekaligus untuk membayar semua pembayaran Rumah Sakit, yang kemungkinannya Ibu Juariah akan pulang hari ini.
Di ruang perawatan Ibu Juariah, tampak Ibu Widury duduk di hadapan Ibu Juariah, sambil menatap mata Ibu Juariah dengan nada cinta di hatinya,
"Memang sudah ada keputusan dari Dokter untuk kepulangan Ibu?" tanya Ibu Widury pada Ibu Juariah dengan memecahkan kesunyian,
"Kata Salsa sih nunggu hasil pemeriksaan sore ini, nanti Dokter Ridwan yang akan memberitahukan langsung pada kita!" jawab Ibu Juariah pada Ibu Widuri menegaskan.
"Oh, begitu ya!" ucap Ibu Widury pada Ibu Juariah dengan perasaan hati senang.
Dan akhirnya keduanya saling diam, seolah pikirannya berjalan ingin mencari sesuatu yang akan di ungkapkan dalam kesunyian penantiannya.
Dan tiba- tiba terdengar sapa Salam dari luar dan langsung membuka pintu untuk masuk menghampirinya,
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Ibu Sandy pada mereka berdua dengan menggandeng tangan Anaknya Zaki,
Melihat Ibu Sandy datang bersama Zaki, senyum Ibu Juariah di bibirnya kembali merekah, kegirangan,
"Waalaikum Salam," ucap mereka berdua pada Ibu Sandy dan Zaki tetangganya, dengan sangat kompaknya,
Senyum Ibu Juariah terlihat, perasaan senangnya seolah tanpa sadar muncul dalam dirinya hari itu, karena melihat Zaki datang bersama Ibunya untuk membesuknya,
"Terima kasih, Ibu Sandy telah membesuk kemari, ini perkenalkan Ibu Widury, Ibunya Salsa juga!" ucap Ibu Juariah pada Ibu Sandy dengan memperkenalkan Ibu Widury pada tetangganya itu,
Dengan segera Ibu Widury menganggukan kepalanya pada Ibu Sandy, dan langsung mereka pun akhirnya saling berbincang bertiga dengan asyiknya, sedangkan Zaki berniat lebih memilih menunggu di luar, dan dengan langkah perlahan, tiba- tiba Ibu Juariah bicara padanya,
"Zaki Sayang Kamu mau kemana?" tanya Ibu Juariah pada Zaki dengan tak sengaja mencurahkan isi perasaan hatinya dengan mesranya pada Zaki,
Mendengar itu wajah Zaki berubah memerah menahan malu yang tak bisa dihalanginya, seolah Ibu Juariah sudah rindu terhadapnya,
"Biar Zaki mau menunggu di luar saja, Bu!" jawab Zaki pada Ibu Juariah dengan perasaan malu tingkat tinggi dalam dirinya,
Lalu Ibu Juariah pun bicara lagi kepadanya, dengan rasa perhatiannya,
"Ini sekalian bawa roti untuk menemani Kamu menunggu di luar, supaya jangan bosan!" ucap Ibu Juariah lagi pada Zaki dengan rasa rindu dan rasa perhatiannya,
"Jangan, gak usah, Bu!" jawab Zaki pada Ibu Juariah dengan terus berjalan tanpa menghiraukan Ibu Juariah bicara,
Akhirnya Zaki bergegas keluar, dan dalam kesendiriannya, Zaki berpikir dari arti keceplosan Ibu Juariah padanya, ada apa dengannya,
"Apakah benar Ia mencintaiku, setelah kelakuan cinta di kamar mandi itu, dan Apakah Ia sangat merindukan Aku, setelah hampir seminggu berjauhan karena sakitnya itu?" tanya Zaki pada dirinya sendiri dengan bingungnya.
Karena sedari tadi melamun, mengingat kejadian tadi, dan tanpa disadarinya Salsa dan Ayahnya sudah berada di belakangnya, lalu Salsa bertanya,
"Kok di luar nunggunya, Zak?" tanya Salsa pada Zaki dengan sedikit mengagetkannya,
Dengan merasa kaget membuat dirinya merasa jantungnya mau copot, lalu dengan cepatnya Ia palingkan kepalanya kebelakang, dan terlihat Salsa sedang menggendong Andreas dan Sebastio yang lagi memperhatikannya dengan perasaan ingin tahu yang amat besar pada Zaki, lalu Zaki pun menjawab,
"Biar disini saja Adem, Kak Salsa! dan lagian di dalam Ibu- Ibu semua, Kak!" jawab Zaki pada Salsa sambil tersenyum lucu kepadanya,
"Lalu dengan siapa Kamu kemari, Zak?" tanya Salsa lagi pada Zaki ingin tahu,
"Berdua bareng Ibu," jawab Zaki pada Salsa memberi tahukannya.
__ADS_1
Akhirnya merekapun segera masuk untuk membesuk Ibu Juariah dengan harapan sehat dengan sedia kala.