Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Nafsu Arjuna


__ADS_3

Kepusingan dalam otak Arjuna seakan- akan tak hilang dalam kepalanya itu, Imbas kesalahan masa lalunya tak tergoyahkan di dalam dirinya itu, hubungan cinta yang kandas dan tragis dengan Salsa itu, seolah- olah terus membayangi kehidupannya itu,


"Entah ini memang nasibku, harus mengalami kepahitan lantaran salahku, atau memang Salsa adalah sosok penebus dosaku, sehingga semuanya seolah terhalang dengan bayang- bayang dirinya, atas kesalahanku di masa lalu!" ucap Arjuna pada diri sendiri dengan merasa gelisah dalam dirinya itu,


Begitu pikiran Arjuna di dalam dirinya itu, kendatipun sudah berlalu, tapi hantaman penderitaannya hingga kini masih menerpa dirinya itu,


Yuli melihat Arjuna kekasihnya itu,sedang termenung sendiri, dalam hatinya bertanya- tanya ada apa sebenarnya, mengapa sosoknya kadang misterius, dan seolah hanya Ia sendiri yang bisa merasakannya, dan orang lain tidak boleh tahu, begitu misteriusnya Arjuna di mata kekasihnya itu Yuli.


Dan tak lama, Yuli pun segera menghampiri kekasihnya itu, dengan membawa makanan dan segelas kopi untuknya,


"Serius amat melamunnya? Ini minumlah dulu kopinya, biar agak enakkan!" ucap Yuli pada Arjuna dengan rasa perhatiannya,


Lalu dengan rasa senang dalam hatinya, lantas Arjuna pun menjawabnya,


"Terima kasih, Sayangku!" jawab Arjuna pada Yuli dengan perasaan bahagia,


Mereka berdua pun akhirnya bercengkrama berdua, tawa dan canda saling menghiasi obrilan mereka itu dengan akrabnya itu, hingga saat- saat indah bersama itu, membuat hasrat bercinta Arjuna timbul,


Dengan perlahan Arjuna mencumbui leher Yuli dengan napsunya, hingga Yuli meronta dengan tawanya yang khas, lalu rabaan Arjuna terus berajalan diantara selipan dan gundukan barang pribadi Yuli, Arjuna pun mulai merasakan terbang lagi dengan sensasi liarnya itu, yang membuat sekujur tubuhnya seolah bergetar merasakan kenikmatan tiada tara, yang lama tak lagi Ia rasakan,


"Kami cantik hari ini, Sayang!" ucap Arjuna pada Yuli dengan terus menjamah sesuatu yang Ia sukai itu,


Dengan mendesis tanpa sadar, Yuli pun terus menggelinjang, sambil menjawab rayuan gombal Arjuna itu,


"Cantiklah, dan enak lagi, wew!" jawab Yuli pada Arjuna sambil erangannya terdengar karena ulah nakal Sang Arjuna itu,


Dada bidang Arjuna Yuli usap- usap dengan mesra, sampai kecupan sayangnya mendarat di sepanjang inci dada Arjuna itu, membuat Arjuna sedikit- sedikit tak bisa mengendalikannya,


"Terus, kita hancurkan kepahitan ini, tanpa merasa pusing dibuatnya, Ayolakukan terus, Sayang!" ucap Arjuna pada Yuli dengan ceracau birahi tak terkira itu,


Telinga Arjuna terus di endus- endus Yuli, hingga sedikit teriak geli kadang terlontat dari mulut Arjuna,

__ADS_1


"Akhh! Geli enak...Ahhh!" ucap Arjuna pada Yuli yang sedang mengendus dan mencumbu telinga Arjuna itu,


Dengan hasrat semakin tinggi, hingga Yuli tak kuasa meronta, dan menjerit sakit, sambil tangannya mencengkram kuat punggung Arjuna, hingga kukunya menancap di punggung Arjuna itu,


"Auwww! Auw! Sakitt! Jangan! Sakitt!, Sayang!" teriak Yuli pada Arjuna yang lagi kesurupan setan itu,


Dan peristiwa yang tabu itu, akhirnya tertahan, karena dikagetkan bunyi bel, Ting! Tong! Ting! Tong!, dan disusul suara keras seseorang memanggil- manggil Arjuna dengan lantangnya,


"Arjuna! Assalamualaikum," ucap orang itu pada Arjuna yang sedang berdua dengan Yuli itu


Lalu dengan terburu- buru Arjuna pun segera menarik kembali sesuatunya, yang memang baru masuk setengahnya, hingga dengan krasak- krusuk mencari celana dan pakaiannya itu, lalu memakainya dengan terburu- buru, sehingga Yuli pun seolah merasa terjatuh dari tebing yang sangat tinggi, hingga Pyarr!!, Lalu pecah di lantai, karena di saat sakit, dan ingin terbangnya gagal, di tarik kembali oleh Sang jokinya Arjuna,


Dengan tergesa- gesa Arjuna berjalan menghampiri pintu sambil merapikan bajunya itu, dan terlontar dari mulutnya jawaban Salam,


"Waalaikum Salam," jawab Arjuna pada seseorang itu dengan tangannya membuka pintu,


Brakk!, pintu di buka Arjuna, dan tampak kedua Orang Tuanya sudah berdiri di depan pintu dengan menatap Arjuna dengan senyumnya itu,


Mendengar Ibunya Widia bertanya seperti itu pada Arjuna, akhirnya Arjuna pun berbohong kepada mereka itu,


"Arjuna lagi di kamar mandi, gak dengar bunyi bel berbunyi, ini juga Yuli yang memberi tahu, dan Arjuna pun langsung berlari, ternyata Ibu dan Ayahnya yang datang!" jawab Arjuna pada Kedua Orang Tuanya dengan merasa lega tidak kelihatan setan,


Mendengar Yuli ada di rumahnya, tampak kedua Orang Tua itu wajahnya berseri- seri, lantas mereka bertanya pada Anaknya itu,


"Jadi Yuli ada disini, di rumah Kita?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan ingin tahu,


"Iya, Bu! Ia ada di kamar sedang Istirahat!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan tersipu malu,


"Kalau begitu, ajak segera Yuli makan bersama- sama, kebetulan Ibu beli sesuatu untuk kita makan, Ayo cepat panggil Yuli, Arjuna!" ucap Ibunya Widia pada Anaknya Arjuna menegaskannya,


"Baik, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan ketskutan ketahuan rahasianya tadi,

__ADS_1


Segera Arjuna pergi ke kamarnya, untuk memanggil kekasihnya itu Yuli, yang lagi tersiksa karena tak jadi terbang dengan sakitnya itu, di dalam kamarnya,


"Say, Sayang! Cepat pake bajumu, Ibu memanggilmu untuk makan bersama- sama, Ayo cepat, Sayang!" ucap Arjuna pada Yuli dengan rasa bersalahnya bila ingat tadi itu,


Mendengar kekasihnya bicara seperti itu, lantas Yuli pun langsung mencari semua baju dan celananya itu, yang jauh terpencar karena di lempar oleh kekasihnya itu, hingga dengan kesalnya Yuli pun bicara pada kekasihnya itu,


"Dasar Kamu, Sakit anuku, dengan di paksa olehmu lecet nih, untung baru separo tidak masuk semua, kalau masuk, hancur sudah perawanku olehmu, walaupun separo kamu tetap harus tanggung jawab!" ucap Yuli dengan kesalnya pada Arjuna yang menunduk malu padanya itu,


"Iya, Aku janji akan menikahi Kamu, dengan apapun itu!" jawab Arjuna pada Yuli sambil memeluk mesra Yuli dengan cintanya itu,


"Nanyi gak mau lagi ahh, sakitt kayak ditusuk jarum, ini lecet jalanku sakit, sayang!" rengek Yuli pada Arjuna dengan manjanya,


Karena kelamaan di dalam kamar itu, karena tak sabar, Ibu Widia pun memanggil- manggil mereka denga kerasnya itu,


"Cepetan Arjuna, Ayah dan Ibu sudah tak sabar menunggu kalian di meja makan!" ucap Ibunya Widia pada Anaknya itu dengan rasa tak sabar,


Mendengar itu, Arjuna pun langsung terburu- buru pada Yuli seolah ingin cepat menghampiri Orang Tuanya itu, di meja makan,


"Ayo buruan, Sayang! Itu Ibu sudah memanggil kita lagi untuk makan bersama, semuanya sudah disiapkan!" ucap Arjuna pada Yuli dengan perasaan tak karuan itu,


Yuli langsung menangis di bahu Arjuna karena sakit di selangkangannya, dengan merasa jengkel pada Arjuna yang melakukannya itu,


"Aku sakit, aduhhh! Gimana dong sayang!" jawab Yuli pada kekasihnya Arjuna dengan menahan pedihnya itu,


"Pelan- pelan saja jalannya, Ayo coba!" ucap Arjuna pada Yuli dengan memapahnya keluar,


"Nah begitu, gimana rasanya?" tanya Arjuna pada Yuli ingin tahu,


"Masih sakit, tapi dari pada malu ketahuan, biar sebentar Aku tahan, tapi kamu di belakangku!" jawab Yuli pada Arjuna menegaskan,


Dan akhirnya mereka pun dengan memaksakan, menghampiri kedua Orang Tuanya itu, dan akhirnya mereka tiba juga, tapi tiba- tiba Ibu Widia pun bicara dengan keras pada Arjuna,

__ADS_1


"Kamu itu bagaimana, Arjuna? lalu Yuli itu Kamu apakan, Arjuna?" tanya Ibunya Widia dengan rasa penasarannya pada kelakuan Anaknya itu dengan marahnya,


__ADS_2