
Mereka semua seolah memikirkan nasib Davi, piran mereka seolah mencari- cari Si Pelaku yang membuatnya penasaran, dan akhirnya mereka pun bubar untuk segera pergi ke kamar masing- masing untuk beristirahat karena malam telah larut.
"Mama, Yohana dan Darwis ke kamar dulu, sudah mengantuk!" Ucap Yohana pada Mama Suci menjelaskan.
Mama Suci mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk pergi ke kamarnya itu.
"Ya, silahkan kami tentunya letih!" Jawab Mama Suci pada Mereka berdua.
Akhirnya Ovi dan Mama Suci pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat karena rutinitas besok sudah menunggunya.
Di kamarnya Yohana merasa penasaran atas sikap Suaminya itu Darwis, dari semua pembicaraan tadi Yohana menyimpulkan bahwa Darwis menyembunyikan sesuatu tentang masalah Davi itu.
"Kalau memang Aku harus jujur dan bicara pada Mama, sepertinya Kamu menyembunyikan sesuatu atas masalah Davi ini, dari rentetan bicaramu tadi Aku menyimpulkan bahwa sesungguhnya Kamu tau Si pelakunya, benarkan begitu, Mas?" Tanya Yohana pada Suaminya Darwis menduganya.
Darwis tersenyum mendengar Istrinya Yohana bertanya dan menduga kepadanya itu, dia hanya menjawab seperlunya.
"Ah, Kamu itu hanya dugaanmu saja!" Jawab Darwis pada Istrinya Yohana enteng.
Dijawab seperlunya oleh Suaminya itu Darwis, Yohana lantas bertanya lagi karena rasa ingin tahunya semakin besar dalam dirinya itu.
"Sudah jujur saja, benar tidak sebetulnya Kamu tahu Siapa yang memukul Davi tadi?" Tanya Yohana pada Suaminya Darwis merasa penasaran.
Darwis merasa kesal juga Istrinya Yohana menekannya dengan pertanyaan seputar masalah Davi itu, Darwis pun menjawab pada Istrinya itu.
"Kalau Aku tahu, mungkin sudah aku hajar lagi pelakunya itu, sudahlah jangan ikut mengurusi masalah mereka, biar mereka belajar memahami hidup, ngapain nyari yang memukul Davi segala, kayak kurang kerjaan saja!" Jawab Darwis pada Istrinya itu memberi alasan padanya itu.
Yohana bisa menyimpulkan bahwa Darwis sebenarnya tahu siapa orang yang telah memukul Davi itu, tapi tetap merahasiakannya.
"Aku Hafal sekali dengan cara berpikirmu itu, dari cara menjawab mu itu pasti Kamu menyembunyikan rahasia tentang masalah ini, benar tidak?" Tanya Yohana lagi pada Suaminya Darwis pula.
Merasa Istrinya Yohana sudah merasa curiga kepadanya, lantas Darwis menjawab sambil berpura- pura matanya sudah tak kuat untuk melek dan ingin cepat tidur.
"Sudahlah jangan bergelut dengan masalah itu terus, Aku sudah ngantuk ingin segera beristirahat, kita lanjut besok saja ceritanya, Ayo kita tidur!" Jawab Darwis pada Istrinya Yohana mengalihkan perhatiannya.
__ADS_1
Sesungguhnya Yohana tahu watak Darwis sedalam- dalamnya, walaupun dia tetap mengelak tapi perasaan Yohana menduga Darwis lah orangnya yang sengaja membikin bingung semuanya akan masalah hubungan antara Davi dan Adiknya itu Ovi.
"Yang pasti Aku sudah tahu siapa yang membikin semua ini ketar- ketir mencari Si pelaku pemukulan itu, dan orang itu Suamiku orangnya!" Ucap Yohana pada Suaminya Darwis sengaja menyinggungnya.
Mendengar Yohana Istrinya itu menyinggung dan menduga dialah pelakunya, Darwis hanya diam dan tersenyum kepada Istrinya itu.
Dan akhirnya keduanya pun segera untuk beristirahat, dan mereka pun tertidur melupakan masalah yang tadai dipikirkannya itu.
Besoknya tampak Salsa sudah siap untuk berangkat bekerja, dia berjalan menghampiri Kang Joni yang sedang memanaskan mobilnya itu.
"Bagaimana, Kang? Sudah siap kita berangkat sekarang?" Tanya Salsa pada Kang Joni memastikan.
Kang Joni lantas mengangguk kepadanya lalu menjawabnya.
"Sudah siap, Non! Ayo kita langsung berangkat sekarang!" Jawab Kang Joni pada Salsa sambil terus masuk kedalam mobilnya itu.
"Ok, Kang Joni!" Jawab Salsa sambil ikut masuk ke dalam mobilnya itu.
Dan tak beberapa lama mereka akhirnya pergi juga untuk mengantarkan Salsa ke kantornya itu.
Mendengar Salsa bicara padanya itu, lantas Kang Joni pun menjawabnya.
"Baik, Non Salsa!" Jawab Kang Joni pada Majikannya itu Salsa sambil menambah kecepatan mobilnya lagi.
Di parkiran terlihat dua sahabatnya Wati dan Yuli sedang menunggu Salsa datang, dan tak lama Salsa pun tiba, lantas Salsa menghampiri mereka dan menyapanya.
"Selamat pagi sobat! Tumben masih disini, menunggu Aku, Ya?" Tanya Salsa pada mereka berdua ingin tahu.
Mereka berdua tersenyum pada Salsa, lantas Wati menjawab salam paginya itu.
"Pagi juga, Sa! Sengaja Aku dan Yuli menunggumu disini, takut si keparat Davi tiba- tiba menyerangmu lagi!" Jawab Wati pada Salsa menjelaskannya.
Salsa merasa tersanjung mendengar kedua sahabatnya itu merasa peduli terhadapnya, lalu sambil tersenyum ramah Salsa pun bicara jagi.
__ADS_1
"Waduh segitunya terhadap Aku kalian ini, sungguh Aku merasa tersanjung karenanya!" Jawab Salsa pada mereka berdua merasa bangga.
Akhirnya Yuli bertanya juga pada Salsa, tentang bagaimana tidurnya semalam sambil tertawa pada Salsa itu.
"Gimana semalam tidurmu, apa kamu mimpi tentang Davi? Ha…Ha…Ha, maksudku nyenyak tidak tidurmu semalam, Sa?" Tanya Yuli bertanya pada Sahabatnya lagi Salsa berkelakar padanya itu.
Salsa menggeleng- gelengkan kepalanya pada kedua sahabatnya itu sambil segera mengajak mereka masuk karena suara bell masuk sudah berbunyi, dan akhirnya mereka pun masuk untuk memulai aktifitas kerja pagi itu.
"Pastinya malam tadi nyenyak sekali tidurku, sampai Anakku bangun Aku tidak mendengarnya saking lelapnya. Sudahlah jangan bercanda lagi Ayo kita masuk, tuh bunyi bell masuk sudah terdengar!" Jawab Salsa pada mereka sambil berjalan bersama untuk masuk.
Disaat mereka berjalan bertiga untuk masuk, tiba- tiba Davi sedikit berlari- lari kecil melewati mereka dengan menutupi wajahnya karena merasa malu.
"Lihat…lihat, itu kan Davi! Kenapa wajahnya ditutupi, malu atau sakit?" Tanya Yuli Pada mereka berdua sambil tersenyum.
Lantas mereka berdua pun melihat Davi dengan merasa penasaran.
"Itu pasti sedang menutupi luka lebam karena habis dipukul kemarin itu, mungkin dia malu terlihat lukanya oleh kita!" Jawab Wati pada mereka berdua menduganya.
Salsa mengangguk mendengar komentar dari kedua sahabatnya itu tentang Davi.
"Menurutku dia hanya merasa malu, lalu dia tutupi wajahnya itu, mungkin luka akibat kemarin itu!" Ucap Salsa menimpali para sahabatnya itu bicara.
Semua merasa penasaran pada Davi, dia sungguh membuat perasaan Salsa ketakutan bila berjumpa lagi dengannya, dendam dan hinaan yang terlontar di mulut busuknya itu yang membuat Salsa merasa sangat sakit di hatinya itu.
"Tumben pagi ini dia tidak menyerangmu dengan hinaan sombongnya itu kepadamu, Sa!" Ucap Wati pada Salsa penasaran.
Yuli pun berpikiran hal serupa dengan Wati akan sikap Davi pagi itu.
"Benar, biasanya dia berani dan tanpa malu untuk menghinamu, tapi pagi ini dia diam, Apa karena terbentur dia lupa ingatan, Sa?" Tanya Yuli pada sahabatnya itu Salsa bercanda.
Mendengar sahabatnya itu bertanya dengan candanya, lantas Salsa sambil tersenyum menjawabnya.
"Mungkin giginya sekarang ompong kali, jadi dia takut untuk memperlihatkan ompongnya itu pada kita!" Jawab Salsa pada Yuli balik meledeknya.
__ADS_1
"Ha…Ha…Ha!" Terdengar tawa mereka bersama melihat Davi berjalan melewatinya sambil menutup wajahnya dengan tangan dan tergesa- gesa itu.