
Perubahan kehidupan yang dialami Salsa membuat sekelilingnya menjadi bertanya- tanya, seolah ingin tahu dari mana kekayaannya itu berasal, begitu pun dengan teman- temannya.
Bahkan Yuli sang sahabatnya pun tak lepas dari rasa penasarannya,
"Wah orang kaya baru datang, enak juga diantar mobil mewah ke tempat kerjaan!" ucap Yuli pada Salsa yang baru tiba menghampirinya,
Mendengar Yuli berkata seperti itu, pikiran Salsa berpikir bagaimana mengerjainya supaya tidak penasaran terhadapnya,
"Waduh pagi- pagi ada yang ngidam naik mobil mewah nih, besok- besok Kamu harus menurutinya, nanti jika gak, kata orang tua dulu calon Anaknya bakal ngiler terus, mau begitu?" jawab Salsa pada Yuli dengan meledeknya,
Mendengar ucapan Salsa yang meledeknya itu membuat dirinya jengkel, dan dengan muka ditekuknya Yuli pun menjawabnya,
"Enak saja, memang Aku lagi hamil? Di hamilin siapa? Sama kucing?" ucap Yuli pada Salsa sambil marah- marah,
Melihat sahabatnya marah- marah seperti itu, membuat dirinya senang menahan geli, dengan tertawa lepas Salsa pun bicara lagi,
"Sudah jangan marah- marah begitu nanti cepat tua, mau jadi Nenek - Nenek bongkok!" ucap Salsa pada Yuli dengan ledekannya yang seakan serius di buatnya,
"Sudah Ah, jangan meledek terus, Aku nanya serius padamu tahu!" ucap Yuli pada Salsa memberi tahu dengan malunya itu,
"Oh, tadi itu Kamu sedang bertanya, tapi kok perasaan sedang meledekku!" jawab Salsa pada Yuli menegaskan padanya,
Mendengar Salsa bicara seperti itu, yang membuat hati Salsa senang mendengarnya, karena Yuli berani bicara dengan terus terang padanya, lalu Salsa pun bicara lagi padanya,
"Makanya kalau ingin tahu, jangan berbelat- belit jadi pusing, jujur saja bicaranya pada tujuan, jangan menyinggung seperti tadi, jadi Aku pun menjawabnya seenaknya padamu!" ucap Salsa pada Yuli menjelaskannya,
Mendengar ucapan itu, dengan tersenyum malu Yuli pun akhirnya mengakui ucapannya itu, dan dengan terpaksa akhirnya Ia pun meminta maaf pada Salsa, lalu berkata,
"Ok deh, Aku mengaku salah, Maafkan Aku!" jawab Yuli pada Salsa dengan sedikit rasa kesalnya itu.
Dan akhirnya Salsa pun menceritakan tentang kisahnya itu pada Yuli, supaya Sahabatnya itu tidak salah menilai terhadapnya.
Pagi itu terlihat matahari sudah bersinar cerah, angin semilir pun berhembus dengan sejuknya, piranti hati terkuak oleh norma kehidupan, citra rasa yang memunculkan kenangan dalam hati.
__ADS_1
Terlihat Yuli sedang menunggu seseorang, dengan mondar- mandir seperti orang linglung berjalan di tempatnya, sambil terus melihat jam di tangannya, dan tak lama suara mesin sepeda motor yang tak asing baginya, terdengar mendekati, dan tak lama unjuk salam terdengar,
"Assalamualaikum," ucap salam Arjuna pada Yuli dengan perasaan senang dihatinya,
"Waalaikum Salam," jawab Yuli pada Arjuna dengan sedikit menahan rasa kesalnya,
"Sorry, agak telat, tadi ke bengkel dulu, bannya kempes!" jawab Arjuna pada Yuli menegaskannya,
"Yaudah, Kita langsung berangkat saja, kelamaan!" ucap Yuli pada Arjuna memberi tahunya,
Dan tak lama akhirnya mereka pun pergi juga, mereka hendak jalan- jalan kesuatu tempat untuk menghilangkan kejenuhan di hatinya itu.
Sementara Davi sedang asyiknya berbincang- bincang dengan Salsa di rumah mewahnya, perasaan senang mewarnai perbincangan dan canda tawanya itu, Salsa seolah ada teman yang menemaninya dalam rasa canggung di rumahnya sendiri,
"Orang Tuamu ada, Sa?" tanya Davi pada Salsa setelah agak lama berbincang padanya,
"Ada di dalam, mau kupanggilkan?" ucap Salsa pada Davi dengan seolah mau berjalan,
"Oh kirain mau di panggilin, Kamu kesini kangen Aku atau orang tuaku sih?" tanya Salsa pada Davi seolah mengerjainya dalam hati,
Mendengar Salsa bertanya seperti itu, membuat wajah Davi merasa malu, seluruh tubuhnya panas dingin dibuatnya, dan wajahnya tertunduk karena merasa malu,
Melihat Davi merasa terbakar jenggotnya menahan malu, perasaan Salsa menjadi senang, seolah- olah Salsa ingin menjebaknya bicara, dan ingin tahu tentang kejujurannya padanya,
"Masa Aku harus di ucapkan, kalau gak ada Kamu disini ngapain Aku kemari, walaupun rumahnya mewah seperti ini, dan bila Aku kangen orang tuamu nanti Kamu jadi Anak tiriku dong, Mau Kamu menjadi Anakku?" tanya Davi pada Salsa berbalik meledeknya,
Dengan tersenyum dan tertawa lebar Salsa pun menjawab lagi,
"Nanti jika Aku jadi Anakmu, jangan mau untuk memberi tumpangan gratis pada Anakmu, nanti kebiasaan!" jawab Salsa pada Davi dengan kekonyolan bicaranya,
"Ya, iyalah! Nanti Aku akan cari lagi untuk istri yang kedua, wew!" ucap Davi pada Salsa dengan merasa senang dibuatnya,
Begitulah perbincangan hangat dan mesra sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara, dengan tak memperdulikan akan sekelilingnya, yang menyaksikan mereka dengan rasa penasarannya itu, Mereka terus mengumbar kemesraan dan rayuan tak memperdulikan sekelilingnya.
__ADS_1
Sementara Yuli bersama Arjuna sudah merasa bosan dengan suasana taman kota yang menjadi tempat untuk melepas segala kejenuhan hari itu, akhirnya mereka pun bergegas untuk pulang, tapi dengan tiba- tiba Arjuna bicara mengingatkannya,
"Ini di luar prediksi kita, masih siang begini kita sudah pulang, bagaimana kalau Kamu mampir dulu ke rumahku, sekalian bertemu Ibuku, beliau menanyakan Kamu terus?" tanya Arjuna pada Yuli mengingatkannya,
"Ok lah kalau begitu!" jawab Yuli pada Arjuna sambil naik motor di belakang Arjuna,
Dan tanpa menunggu lama akhirnya mereka berdua pun pergi meninggalkan taman kota itu untuk pergi pulang,
Di perjalanan mereka diam tak mengeluarkan kata sedikit pun, mungkin karena merasa lelah setelah lama mereka berjalan di taman kota, dan tak beberapa lama, motor yang di kendarai Arjuna tiba juga di rumahnya, dan mereka pun langsung turun, tampak Ibu Widia sedang menyiram tanaman di depan teras depan rumahnya, sambil senyumnya tersimpul pada mereka berdua,
"Assalamualaikum," ucap Yuli pada Ibu Widia dengan rasa senangnya,
"Waalaikum Salam," jawab Ibu Widia pada Yuli dengan rasa bahagia di hatinya,
Lalu mereka pun akhirnya masuk kedalam ruang tamu, dan tak lama Ibu Widia pun menghampiri mereka, sambil membawa minuman dan makanan kecil untuk keduanya, dan langsung bicara padanya,
"Sebentar amat mainnya?" tanya Ibu Widia pada Salsa ingin tahu,
"Habis, sudah semua tempat di kelilingi semua, jadi jenuh, Tante!" jawab Yuli pada Arjuna menjelaskan,
Mendengar jawaban Yuli, Ibu Widia pun tertawa geli mendengarnya, dengan suasana senang Ia pun bertanya lagi,
"Makanya lain kali cari tempat liburan yang gak usah cape- cape kamu putarin jalan, cape tahu!" ucap Ibu Widia lagi pada Yuli mengingatkannya,
Yuli menganggukkan kepalanya pada Ibu Widia, lalu mereka bertiga berbincang sambil diiringi dengan canda dan tawa dalam percakapan itu,
"Tahu gak, sekarang Salsa menjadi orang kaya baru?" tanya Yuli pada Arjuna dengan rasa antusiasnya bicara,
"Maksud kamu, gimana?" tanya Arjuna pada Yuli ingin tahu,
"Dia sekarang sudah menjadi orang kaya, kerja saja di antar mobil mercy mewah dan sopirnya, dan tinggalnya saja, di perumahan elite, pokoknya Salsa sekarang sudah berbeda!" jawab Yuli pada Arjuna dengan merasa bangganya memberi tahu mereka,
Mendengar jawaban Yuli itu, membuat Ibu Widia merasa ketakutan dalam hatinya, karena Ia tahu Ayahnya Salsa adalah atasan dari Suaminya yang sekaligus yang punya perusahaannya.
__ADS_1