Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Teringat Kembali


__ADS_3

Pagi itu tampak Arjuna sedang duduk sendirian, wajahnya seolah lesu, tatapan matanya kosong, dengan duduk seolah tak tenang dilihat.


Ibunya memperhatikan gerak- gerik Anaknya itu, karena merasa Anaknya Arjuna terlihat dengan begitu gelisahnya, lalu dengan perasaan ingin tahu Ibu Widia pun menghampiri Arjuna,


"Dari sejak tadi Ibu melihatmu duduk dengan tidak tenang gelisah, Ada persoalan apa yang membuatmu tak tenang?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna ingin tahu,


Seolah malu, Arjuna langsung berpaling pandangannya pada Ibunya seolah ingin mencurahkan segala isi hatinya, dengan menahan perasaan hatinya, Arjuna langsung bicara,


"Akhir- akhir ini gak tahu perasaan Arjuna merasa gak enak, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan galaunya,


"Memang mikirin apa sih? Sampai sebegitu gak tenangnya?" ucap Ibunya lagi pada Arjuna mengingatkan,


"Semenjak Arjuna tinggal disini lagi, gak tahu kenapa bayangan- bayangan masa lalu selalu muncul dengan tiba- tiba, kadang Arjuna merasa heran." jawab Arjuna pada Ibunya Widia menerangkan,


"Makanya cari kesibukan jangan diam, kemarin Kamu kemana? Sore baru pulang, Ibu sangat khawatir." ucap Ibunya Widia pada Anaknya Arjuna penasaran,


Arjuna diam sejenak, seolah sedang mengingat kejadian kamarin pada Ibunya, lalu Arjuna pun menjawabnya,


"Keliling- keliling kangen suasana disini, dan pulangnya mampir ke rumah Yuli, Bu!" jawab Arjuna pada Anaknya Arjuna memberi tahu,


"Gimana kabar Yuli?" tanya Ibunya Widia pada Arjuna ingin tahu,


"Baik, Malah Yuli sudah bekerja sebagai wanita karir." jawab Arjuna pada Ibunya Widia menceritakan,


"Wah, bagus itu, jadi mandiri nantinya." ucap Ibunya Widia pada Arjuna lagi,


Mata Arjuna menatap Ibunya dengan perasaan sayangnya, dengan menunduk Arjuna bicara lagi pada Ibunya,


"Ibu mungkin kaget, Yuli satu kerjaan dengan Salsa," jawab Arjuna pada Ibunya Widia menerangkan,


"Oh, ya! yang benar, jadi Salsa teman sekerjaan Yuli?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan kagetnya,


"Benar, malah Yuli yang merekomendasikan kerja Salsa," jawab Arjuna Pada Ibu Widia memberi tahu,

__ADS_1


"Wah, ternyata Salsa seorang yang mandiri." ucap Ibu Widia pada Anaknya Arjuna lagi,


Arjuna tersenyum mendengar Ibunya bicara seperti itu,


"Watak dan sifat Salsa itu dasarnya wanita baik, Bu!" Ucap Arjuna pada Ibunya Widia menjelaskannya.


Mendengar ucapan Arjuna yang terlontar dari mulutnya sendiri tentang Salsa, Ibunya pun langsung ingin tahu tentang perasaan Anaknya itu,


"Kamu masih mencintai Salsa, Arjuna?" tanya Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan rasa penasaran,


Wajah Arjuna tampak memerah mendengar pertanyaan Ibunya itu, dengan perasaan malu di hatinya Arjuna pun menjawab,


"Arjuna tidak berani mencintai Dia lagi, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya dengan perasaan menyesal dalam hatinya,


Ibunya bingung dengan jawaban Anaknya itu, yang dalam otaknya itu tak mungkin terjadi pada Anaknya,


"Kenapa gak berani, coba tolong ceritakan pada Ibu alasannya?" ucap Ibunya Widia pada Arjuna ingin tahu,


"Arjuna merasa sangat malu setelah Arjuna menghamilinya dulu, di tambah beban moral Arjuna setelah tidak direstui pernikahannya dulu, Mungkin perasaan Salsa dulu merasa Sakit yang tak bisa di obati, Hati Arjuna seolah hancur bila mengingat kejadian itu, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan perasaan bersedih yang dalam.


"Maafkan Ibu sama Ayahmu yang telah menyebabkan semua rasa penderitaan ini padamu, Sekarang baru menyadarinya," ucap Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan sedihnya,


Melihat Ibunya bersedih dengan dalamnya, muncul perasaan tak tega dalam pikiran Arjuna, dengan memeluk Ibunya dengan sayang, Arjuna pun menjawab,


"Arjuna tidak menyalahkan siapa- siapa, Arjuna hanya menganggap mungkin nasib cinta Arjuna yang tak beruntung, sudah jangan menangis, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan rasa pilu di hati.


Rasa itu yang membuat Arjuna tak berani untuk mencintai Salsa lagi, rasa bersalah dan rasa tak bertanggung jawab yang menusuk keberaniannya sampai saat ini.


Kebahagiaan Darwis dan Yohana sangat terasa dari kegembiraan mereka hari demi hari, perubahan yang nampak dalam sosok Darwis, menambah kekuatan cinta Yohana semakin sayang padanya, walaupun sisa tak percayanya Ia simpan dalam hatinya, baginya segalanya demi calon bayinya kelak, tapi rasa ingin penjelasan tentang gadis yang membuat Darwis kesurupan dulu, selalu ada dalam pikirannya, yang membuatnya susah untuk memejamkan kedua matanya, dengan pelan- pelan setengah pura- pura Yohana pun mulai menyelidikinya,


"Sore- sore gini asiknya apa, Say?" tanya Yohana pada Suaminya Darwis dengan bingungnya,


"Kita santai aja, mau keluar juga lagi malas," jawab Suaminya Darwis pada Yohana menerangkan.

__ADS_1


Yohana lantas diam mendengar jawaban Suaminya itu, dengan pikiran penasaran yang ada dalam otaknya,


"Kok diam, memang Kamu mau apa?" tanya Darwis pada Yohana Istrinya ingin tahu,


"Yohana masih menyimpan pertanyaan yang bikin gak bisa tidur!" jawab Istrinya Yohana pada Darwis Suaminya lagi,


"Pertanyaan tentang apa yang membuat tak bisa tidur?" tanya Darwis lagi pada Yohana dengan penasaran,


"Pertanyaan tentang wanita yang Kamu bela mati- matian di saat kesurupan itu!" jawab Yohana pada Suaminya Darwis dengan rasa ingin tahunya,


sejenak Darwis pun merasa kaget dibuatnya, pikiran Darwis langsung merasa bersalah karenanya, wajahnya berubah seolah menahan rasa malu pada Istrinya itu,


"Pertanyaan tentang Salsa, maksud Kamu?" ucap Darwis pada Istrinya Yohana merasa bingung,


Yohana tak menjawab hanya mengangguk, sambil wajahnya Ia palingkan ke depan seolah takut Suaminya keluar amarahnya,


"Dulu sebelum bertemu Kamu, dan sebelum rencana perjodohan itu, Aku memang mencari Salsa untuk Aku nikahi, itu sudah Aku bicarakan dengan Ibu, entah kenapa Salsa hilang seolah menjauhi mungkin karena tak setuju Aku mencintainya, dan setelah itu dengan tak di duga, akhirnya Bertemu lagi, tidak tahunya Salsa keponakan dari Teman sekantor Anwar," ucap Darwis pada Yohana dengan tidak meneruskan ceritanya,


Yohana menyimak cerita Suaminya itu, walaupun perasaan cemburu menghingapi dalam hatinya,


"Trus, gimana setelah itu?" tanya Istrinya Yohana pada Darwis lagi dengan lebih lagi rasa penasarannya,


"Akhirnya karena rasa salah dan dosa yang telah Aku perbuat pada Salsa kala itu, Aku bermaksud menikahinya, itu begitu saja keluar dari dalam hati tanpa ada yang bisa menahannya, tanpa berpikir lagi,mungkin karena rasa salahku terhadapnya yang sungguh luar biasa, yang membuat Aku seolah tersiksa karenanya, begitu!" jawab Suaminya Darwis pada Istrinya Yohana dengan menatap sayang,


Yohana bingung juga setelah Suaminya dengan panjang lebar menceritakan tentang ulah masalahnya tempo hari,


"Memang salah apa yang sudah Kamu perbuat hingga sebegitunya terhadap Salsa?" tanya Yohana lagi pada Darwis Suaminya ingin tahu,


Darwis mulai berpikir untuk menjawabnya, karena jika Ia jujur takut membuatnya kaget dan tak mau untuk menerima keadaan tentang Suaminya yang memang bejat ini,


Perlahan pikiran Darwis berjalan mencari jawaban yang terbaik untuk dipercayai oleh istrinya itu, dan tak lama Darwis pun menjawabnya,


"Itu masalah prinsip, masalahnya terbilang problem biasa, tapi sangat mengena seolah jasa, tapi percaya pada Suamimu ini, itu hanya masa lalu, sekarang hanya Kamu seorang yang ada dalam hatiku, tak ada wanita lain lagi selain dirimu seorang, Aku bersumpah untuk itu, terlebih lagi bila mengingat mendiang Papa yang berusaha menyadarkan Aku dulu, Atas itu semua Aku tak akan membuatmu berpaling ke lain hati, Aku sangat mencintaimu, Yohana!" jawab Suaminya Darwis pada Istrinya Yohana dengan panjang lebar bicara untuk membungkamnya.

__ADS_1


Merasa Istrinya mencurigainya, dengan cepat Yohana pun dipeluknya, Yohana tetap diam terpaku, sambil dalam otaknya berpikir tentang jawaban dan keingin tahuannya yang mengganjal dalam lubuk sanubarinya.


__ADS_2