
Hari demi hari kedekatan Selfi dan Desta semakin dekat hingga mereka tak malu lagi untuk berjalan berdua.
"Aku kemarin merasa senang sekali, sampai Aku lupa pulang!" Ucap Desta pada kekasihnya itu,
"Itu sudah Aku duga, soalnya sudah sore kita masih disana, Aku pun merasakan hal yang sama!" Jaeab Selfi sambil tersenyum.
"Iya juga, habis bersamamu!" Ucap Desta pada kekasihnya itu.
Desta seakan mendapat tambatan hati yang sangat menyenangkan, cerita cinta bersama Jaenab seolah terkubur sudah.
"Bersamamu seakan Aku terlupa masa laluku sendiri, denganmu seolah lupa segalanya, Sayang!" Ucap Desta sambil tatapannya tajam ke depan.
"Aku pun bingung bisa menjadi Kekasihmu, mungkin memang jodoh!" Jawab Selfi sambil tersenyum padanya.
Di lain waktu dan tempat tampak Santi dan Wanti duduk berdua sedang merencanakan sesuatu, tetlihat Santi banyak diam tak biasanya, mungkin memikirkan Selfi yang semakin dekat dengan Desta.
Santi seakan merasa menyesal akan siasat nya itu, rencananya seakan membunuhnya, melihat kedekatan mereka semakin membuat Santi gigit jari karenanya.
"Aku mungkin harus menerima akan semua imbas dari rencanaku itu, Desta yang Aku incar malah takluk pada sahabatku sendiri." Ucap Santi pada Wanti merasa sedih dan tidak terima.
"Sudahlah relakan saja, toh Desta pun tak bisa Kamu miliki!" Jawab Wanti merasa iba padanya,
Wanti nenyusun strategi untuk menjalankan siasat selanjutnya, mereka bicara bersama Santi untuk membahasnya.
"Sudah siap untuk melanjutkan rencana kita itu, San?" Tanya Wanti ingin tahu pada Santi,
"Aku sih siap, tapi nanti tunggu Selfi dulu!" Jawab Santi mengingatkan.
Tiba- tiba Selfi datang langsung menolaknya, Dia berpikir toh mereka sudah tidak bersatu lagi, mengingat Desta selalu bersamanya.
"Tuh Dia datang, langsung tanya saja langsung ke orangnya!" Ucap Wantinpada Santi memberi tahu,
"Kenapa? Melanjutkan rencana itu? Menurutku buat apa dilanjutkan lagi, semua sudah jelas semuanya, dan Aku pun sudah menjadi kekasihnya, buat apa diteruskan!" Ucap Selfi dengan tegas menolaknya.
Mendengar Sahabatnya itu menolak, Santi meledak amarahnya, degup jantungnya seakan ingin membunuhnya.
"Enak amat ucapanmu itu, kita sudah berencana ini sejak lama, dan tak mudah mewujudkannya, dengan ringannya Kamu bilang gak usah!" Ucap Santi dengan marahnya pada Selfi,
"Itu benarkan, Aku memberi saran jafi tidak membuang waktu percuma, begitu saja maksudku!" Jawab Selfi menjelaskan dengan kesalnya itu.
Wanti hanya bisa merasa resah, karena perselisihan itu melibatkan hati, jadi mustahil untuk bisa memisahkannya, hingga Dia teriak untuk mencoba bicara pada mereka itu,
"Sudah..sudah jangan ribut terus, kayak bocah saja, malu sama orang tuh!" Teriak Wanti dengan merasa tak senang.
__ADS_1
Mereka seolah tak enak oleh teriak Santi, hingga saling tatap karena emosi terlihat jelas.
Pandangan dan masukan dari Wanti seolah tak mempan bagi Selfi untuk mau menurutinya, karena Desta kini adalah kekasihnya,
"Sudahlah, dulu seandainya Desta tidak bisa Aku tundukkan, nyatanya Desta sekarang kekasihnku, dan pasti Jaenab menderiya karena itu, mau apalagi, coba?" Ucao Selfi pada mereka memberi tahu dengan kesalnya itu.
Akhirnya Selfi pun pergi dari tempat itu meninggalkan mereka berdua.
"Sel..Selfi, jangan pergi dulu, dengarkan Aku, Sel!" Ucap Wanti pada Selfi merasa tak enak.
Wanti lalu bicara pada Selfi sebelum Selfi pergi menjauh dari mereka.
"Persahabatan kita sudah cukup lama terjalin, masa karena lelaki semuanya hancur berantakan, apa kata orang nantinya!" Ucap Wanti pada Selfi menerangkan.
Mendengar ucapan Wanti itu, lantas Selfi pun berpikir, persahabatannya diambang batas perpecahan, Selfi pun merasa berat bila itu terjadi.
"Ok, Aku ikut rencanamu lagi, tapi harus apa yang Aku lakukan?" Tanya Selfi pada sahabatnya itu.
"Nanti kita bicarakan bersama, Sel!" Jawab Wanti menjelaskannya.
Selfi bicara pada Santi dengan sedikit mengalah, karena Dia sudah menganggap persahabatannya itu paling utama.
"Persahabatanku lebih penting dari segalanya, baik Aku mengalah dan akan turut!" Ucap Selfi menjelaskan padanya itu.
Jauh di dalam pikiran Santi, rencana itu sia- sia saja, karena mencari pengakuan orang- orang sekitar untuk mengakui hubungannya dengan Desta itu, yang sebenarnya Selfi sudah merasa Desta adalah kekasihnya.
"Aku harus sering bersama Desta maksudnya, baik Aku akan lakukan!" Ucap Selfi pada Sahabatnya itu.
Selfi merasa kedua sahabatnya itu bodoh, dengan cara apapun itu, hubungan Selfi dengan Desta memang sudah berjalan dengan cintanya itu,
"Mereka sungguh bodoh, toh orang- orang dekat mereka sudah tahu bahwa Aku adalah kekasihnya Desta bukan Jaenab lagi!" Ucap Selfi dengan gemasnya itu.
Nun jauh di sana,
Harapan Kedua Orang Tua Jaenab kini tinggal harapan belaka, karena Anak mereka sudah melupakan hubungan yang selama ini mereka rencanakan.
"Nab, sudah lama Ibu perhatikan, Desta jarang pergi bersamamu lagi, Kenapa?" Tanya Ibunya Subarkah penasaran,
"Gak tahulah, Jaenab saja bingung, Bu!" Jawab Jaenab sambil menatap Ibunya,
"Apa Dia tidak ada waktu, atau memang ada yang baru lagi?" Tanya Ibu Subarksh penasaran padanya.
__ADS_1
"Sudahlah..!" Jawab Jaenab pada Ibunya itu dengan kesalnya itu.
Kedua Orang Tua Jaenab merasa heran atas sikap Jaenab itu yang seolah acuh tak acuh itu.
"Lalu kenapa Kamu seolah Acuh, dan tak mau membicarakan tentang Desta, Nab?" Tanya Ibu Subarkah ingin tahu padanya itu,
"Jaenab sudah bosan mendengar Orang bertanya seperti Ibu pada Jaenab, mereka ingin tahu, Bu!" Jawab Jaenab menegaskan pada Ibunya itu.
"Semua orang akan merasa ingin tahu jika biasanya Kamu berdua Desta, kini jarang terlihat bersama, mungkin begitu orang menilainya, Nab!" Ucap Ibu Subarkah menerangkan pada Anaknya itu.
Kabar Desta menjalin hubungan dengan Selfi merebak kemana- mana, sehingga Kedua Orang Tua Jaenab semakin resah dibuatnya.
"Pantas jarang kemari sekarang, ternyata sudah ada yang baru!" Ucap Ibu Subarkah pada Anaknya itu Jaenab.
Dengan merasa penasaran lantas mereka bertanya pada Anaknya Jaenab ingin tahu.
"Apakah memang Kamu gak tau, tentang hubungan Desta itu, Nab?" Tanya Ayah Hanapi dengan kesalnya itu
"Buat apa tahu, Ayah!" Jaeab Jaenab seaksn masabodoh.
Lantas mereka bertanya pada Anaknya itu ingin tahu.
"Kamu gak cemburu, Nab?" Tanya Ibu Subarkah dengan penasaran.
"Buat apa? Biarkan Dia hidup seenak dirinya, Jaenab tak peduli!" Jawab Jaenab menegaskan.
Jaenab akhirnya menjelaskan bahwa Dia sudah menduganya, setelah Desta lama tak pernah menghubunginya, tidak seperti hari- hari yang dulu.
"Semua itu Jaenab sudah menduganya, Bu!" Ucap Jaenab merasa resah hatinya itu
Kedua Orang Tua Jaenab mengangguk pada Jaenab dengan perasaan kasihan pada Anaknya itu.
Lantas mereka ingin tahu rencana pernikahan mereka yang telah digagas bersama itu,
"Bagaimana dengan rencana pernikahanmu itu, Nab?" Tanya Ayah Hanapi metsa bingung karenanya.
Jaenab memandang mereka dengan merasa iba karenanya, tapi Jaenab memberikan masukan untuk tak perlu untuk di lanjutkan lagi.
Sekonyong- konyong Arjuna datang sambil membonceng Sonya kekasihnya itu, sambil bicara pada Kakeknya Hanapi,
"Lihat Kek, Ini siapa yang Aku bonceng?" tanya Arjuna pada Kakek Hanapi dengan tanpa malu,
__ADS_1
Semua yang berada disitu pun tertawa mendengar Arjuna bicara, dan terlihat Sonya merah wajahnya karena menahan malu.