
Sore itu tampak Salsa berjalan hendak pulang dari kerjanya, semua pekerja seolah berduyun- duyun keluar dari tempatnya bekerja, Saat Ia berjalan hendak keluar gerbang, betapa kaget dan terkejutnya Salsa, dari jauh Ia melihat Sepeda motor hijau Ninja yang sudah tidak asing lagi bagi Salsa, di sampingnya berdiri seseorang memakai helm hitam, dan dari penampilan dan perawakannya, sudah tidak asing lagi bagi Salsa, Dialah sosok yang membuatnya terhina dan sengsara itu, Sang Arjuna.
"Sepertinya yang Kulihat itu adalah Arjuna, gak salah lagi, Aku sangat kenal sekali Motor dan helm yang di pakainya!" ucap Salsa di dalam hatinya sambil berhenti di depan gerbang,
Dengan mengintip di balik pintu gerbang, Salsa pun terus mengawasi Arjuna dengan harapan Ia tidak melihatnya,
Tiba- tiba di belakangnya datang Davi yang dengan bingung dan penasaran, melihat Salsa seolah mengendap- endap mengintip dari balik belakang pintu gerbang, seperti tidak mau untuk dilihat Orang yang diperhatikannya itu,
"Kenapa dengan Kamu? Kok seperti orang yang ketakutan, ada apa?" tanya Davi pada Salsa dengan perasaan penasaran,
"Ssstt! Jangan berisik nanti Ia tahu Aku disini?" jawab Salsa pada Davi dengan terus mengintipnya dari lubang pintu gerbang itu,
Saking merasa penasarannya, Davi pun ingin tahu, apa dan siapa yang sedang di perhatikan Salsa yang membuatnya seolah ketakutan itu,
Davi pun langsung melihat Sosok Arjuna yang sedang menunggu seseorang, karena yakin orang itu yang membuat Salsa merasa ketakutan untuk bertemu dengan sosok lelaki itu, lantas Davi pun bicara pada Salsa seolah Ia terpanggil untuk menjadi pelindung bagi Salsa kekasihnya,
"Jadi Lelaki yang memakai helm itu, yang sedang berada di atas motor Ninja hijau yang sedang menunggu, yang membuat Kamu ketakutan seperti itu?" tanya Davi pada Salsa seolah ingin dengan jelas mengetahuinya,
Mata Salsa terus sibuk memperhatikan Arjuna yang sedang menunggu dengan tak menghiraukan Davi bicara, yang perlahan membuat Davi sedikit marah,
"Salsa tolong jawab pertanyaanku, Apakah Lelaki berhelm itu yang membuat Kamu takut untuk keluar!" tanya Davi pada Salsa dengan nada setengah marah,
Melihat Davi bernada marah bertanya pada Salsa, membuat ketakutan amarahnya Davi menjadi besar, dan dengan sedikit menahan tarikan napasnya, Akhirnya Salsa pun bicara juga,
"Lelaki brengsek itulah yang telah merendahkan dan menghancurkan hidupku ini!" jawab Salsa pada Davi dengan rasa pedih dan marahnya yang terpendam,
Mendengar ucapan sedih kekasihnya itu, tiba- tiba dan tanpa di duganya, amarah Davi langsung naik kedalam otaknya, dan tak bisa Ia tahannya, wajah marah Davi terlihat jelas memerah, seolah dirinya terbakar seakan- akan merasa kepanasan.
__ADS_1
"Oh lelaki itu yang telah menghancurkan hidupmu, Setan Alas akan kuhajar Dia!" ucap Davi pada Salsa sambil tangannya mengepal seolah mau menghajar Arjuna, dan disaat Kakinya hendak melangkah untuk menghampiri Arjuna, dengan cepat Salsa menarik tangan Davi untuk menahannya dengan sekuat tenaga, agar Davi tidak menghampiri Arjuna, dengan memohon pada Davi, salsa pun langsung bicara,
"Tolong jangan marah dulu, tahan amarahmu, emosi hanya akan menjadikan kehancuran pada kita, kekerasan tak akan menjadikan masalah itu selesai, dan lagi kejadiannya sudah lama sekali, Aku mohon kendalikan dirimu, Sayang!" ucap Salsa pada Davi dengan sedikit menahan sedih di hatinya,
Mendengar Salsa memohon kepadanya dengan rasa sedih akan luka dihatinya, lantas Davi pun terdiam, dengan tak kuasa menahan emosi dalam dirinya, Ia lalu menendang pintu gerbang dengan kerasnya, karena merasa kesal dan jengkel Salsa menahannya,
Brang! Breng! Brong!, suara gerbang terdengar ditendang Davi dengan kerasnya, dan terlihat tangannya masih di kepalkan, lalu matanya dengan tajam menatap ke arah Arjuna yang sedang menunggu seseorang itu,
Dan tak ayal lagi, mendengar berisik gerbang yang berbunyi dengan kerasnya, seolah terbentur sesuatu dengan kuatnya, dengan sigapnya langsung Bapak Satpam menghampiri untuk segera menegurnya,
"Siapa yang telah membuat berisik dengan memukul gerbang tadi seenak jidatnya, Siapa?" tanya Satpam itu pada Davi dan Salsa dengan sangat marahnya,
Lalu dengan cepat Davi pun menjawabnya, dengan sedikit berbohong padanya,
"Maaf, Pak! Aku tak sengaja!" ucap Davi pada Bapak Satpam dengan terus menarik tangan Salsa untuk pergi keluar dari situ dengan paksa, hingga dengan sedikit merasa sakit tangannya, Salsa pun akhirnya menurut mengikutinya,
Mereka berjalan tergesa- gesa dengan tidak melihat lagi kebelakangnya, hingga tanpa sepengetahuan mereka, Sang Arjuna sudah pergi dengan membonceng Yuli, dan dengan motor ninja hijaunya itu,
"Sampai kapan kamu menunggu seperti itu, sampai kiamat?" tanya Davi pada Salsa dengan sangat marahnya,
Mendengar Davi marah padanya, Salsa hanya bisa menunduk dan diam, tak bisa lagi untuk menjawabnya, lalu Davi pun bicara lagi padanya,
"Jangan siksa dirimu dengan perasaan- perasaan bodoh yang tak penting untuk kepahitan di masa lalumu, Kalau memang lelaki yang telah menghancurkanmu itu ada di depanmu, biarkan dan abaikan saja, seolah Kamu tak tahu dan tak mengenalnya, ngapain mesti takut, coba? Aku ada di sisimu dan untuk melindungimu, Sayang!" ucap Davi pada Salsa dengan langsung memakaikan helm pada Salsa, dengan perhatiannya,
Dan disaat keduanya menoleh kebelakang, ternyata Arjuna sudah tidak terlihat lagi, Dia sudah pergi meninggalkan mereka,
Melihat yang ditakutkannya sudah pergi, hati Salsa seolah merasa lega, karena rasa takut bila Davi menghajar Arjuna dengan emosinya itu.
__ADS_1
"Ayo cepat naik Salsa kita pulang, karena Si bedebah itu Kamu menjadi telat untuk pulang, kasihan Anakmu Andreas menunggumu di rumah!" ucap Davi pada Salsa seolah menasihati dengan menahan segala amarahnya itu.
Dengan diam tak bicara, lalu Salsa pun dengan segera naik ke atas motor yang siap untuk berangkat, dan tak lama merekapun pergi menjauh dari situ, untuk segera pulang.
Di dalam perjalanan pulang, Arjuna yang tadi menunggu untuk menjemput Yuli, dan sosok yang ditakutkan Salsa itu, telah tiba dan memasuki komplek rumah Yuli, lalu Arjuna pun memberhentikan motornya di depan kedai Bakso Mang Ujang pavoritenya itu, lalu Ia pun bicara pada Yuli,
"Mau ngebakso dulu gak, Yul?" tanya Arjuna pada Yuli menawarkannya untuk mampir di kedai Bakso Mang Ujang,
"Jangan sekarang, Aku lagi mau cepat pulang, Arjuna!" jawab Yuli pada Arjuna memberi tahukannya,
"Baiklah kalau Kamu tak mau, biar Kita bisa kapan- kapan lagi!" ucap Arjuna pada Yuli dengan langsung memacu sepeda motornya itu,
Di sela perjalanan pulang, mereka berbincang berdua, terdengar Yuli bertanya pada Arjuna dengan rasa penasaran,
"Apakah tadi Kamu bertemu dengan Salsa, Arjuna?" tanya Yuli pada Arjuna seolah ingin tahu,
"Engga tuh! Memang kenapa, Yul!" jawab Arjuna pada Yuli dengan rasa penasaran dalam dirinya itu,
Sambil Yuli berpikir keras dalam otaknya, seolah pikirannya merasa tak mungkin, karena Salsa pulang dengan jalan yang sama, melewati gerbang Satpam yang sama, mengapa tidak bertemu, segera Yuli pun bicara lagi pada Arjuna,
"Ah gak mungkin, jangan bohong padaku, Arjuna!" ucap Yuli pada Arjuna dengan rasa penasaran yang tinggi pada dirinya,
"Ngapain Aku bohong padamu!" jawab Arjuna pada Yuli dengan sedikit merasa tak enak di tuduh berbohong,
"Kok aneh, padahal Salsa duluan pulang sebelum Aku, Orang Aku ketemu Salsa dulu!" ucap Yuli lagi pada Arjuna menerangkan,
"Tapi memang gak ketemu, mau dibilang apa, Yuli!" jawab Arjuna pada Yuli dengan menahan rasa kesalnya itu,
__ADS_1
"Jangan marah dulu, Aku hanya merasa aneh saja, tapi Aku percaya padamu, Arjuna!" ucap Yuli pada Arjuna dengan perlahan turun dari motor yang memboncengnya itu, karena sudah tiba di rumahnya.