
Siang itu di kediaman Yuli, sudah ada tamu yang sudah tidak asing lagi, yakni Arjuna.
Mereka sepertinya telah merasa cocok, satu sama yang lain, kepiawain mereka untuk hubungan perasaannya itu, seakan sangat terjaga kerahasiaannya itu, mungkin mereka tahu akan masa lalu Arjuna dengan Salsa yang berujung penolakan Orang Tuanya itu.
Cinta tak bertuan memang pantas disematkan pada mereka, karena hari- hari yang mereka lalui pun seolah biasa saja, tak ada yang istimewa untuk di ceritakan.
"Yul, jujur sekarang- sekarang ini, Aku sering teringat akan kamu terus, kenapa, Ya!" ucap Arjuna pada Yuli dengan jujurnya bicara,
Mendengar Arjuna berucap jujur padanya, yang membuat segenap jiwa raganya, seolah bergetar di buatnya, keraguan cinta yang dulu terhalang kawan, kini seolah Sirna, dulu membabi buta kini berganti nyata dalam kehidupannya.
"Masa, kok bisa begitu, Ya!" jawab Yuli pada Arjuna dengan pura- pura perasaannya,
"Benar, Yul! Aku berani bersumpah padamu!" ucap Arjuna lagi pada Yuli dengan menjelaskannya,
"Semoga saja sih, benar adanya, jangan bohong!" jawab Yuli pada Arjuna dengan seolah datar saja,
"Atau mungkin Kita berjodoh, Ya?" tanya Arjuna pada Yuli dengan segala rasa yang ada itu,
"Mungkin juga, itupun jika Kita sama- sama merasakan Cinta, Arjuna!" jawab Yuli pada Arjuna dengan memberi tahunya,
"Memang Kamu gak merasakannya sama sekali, Yul?" tanya Arjuna pada Yuli ingin tahu
"Merasakan Apa, Arjuna?" jawab Yuli pada Arjuna dengan pura- pura bodoh,
"Merasakan rasa segala yang hadir dalam jiwa, dan kehangatan surgawi dalam tindakan!" ucap Arjuna pada Yuli dengan jawaban bak penyair cinta,
"Rasa buta itu mah, Arjuna!" jawab Yuli pada Arjuna dengan terus meledeknya,
"Au ah elap!" ucap Arjuna pada Yuli dengan meledeknya tak tanggung- tanggung lagi padanya,
"Dasar, Kamu Arjuna!" ucap Yuli pada Arjuna dengan perasaan sedikit kesal di buatnya,
__ADS_1
Mereka berdua bagai orang jatuh cinta, seolah apapun itu menjadi indah untuk dirasakannya itu.
Hampir sama perasaan Davi pada Salsa, mereka sih, menjalin hubungan dengan perjalanan panjang, serta mencari kecocokan dalam tindak sebenarnya. Yang membuat benci dan rindu bermain dalam semua lini hubungannya itu.
Mereka berdua sedang menikmati es campur di depan tempat kerjaannya itu, dan tak lama mereka pun mulai bercakap- cakap dengan akrabnya itu, membuat yang melihatnya merasa sangat iri,
"Sa, kayaknya hampir setiap hari Yuli di jemput Arjuna, apa mereka pacaran kali, Ya?" tanya Davi pada Salsa seolah kepo ingin tahu,
"Kelihatannya sih begitu, Dav!" jawab Salsa pada Arjuna memberi tahukan,
"Dan juga, kayaknya Yuli seolah agak jauh dari kita, setiap pulang sekarang gak pernah ketemu, Atau merasa canggung padamu, karena Kamu adalah mantan yang hilangnya, bukan begitu?" ucap Davi lagi pada Salsa dengan sedikit meledeknya,
Lalu karena Davi meledeknya, dengan pura- pura marah Salsa pun bicara padanya,
"Iya, dong, dan sampai sekarang pun Arjuna menunggu Aku?" tanya Salsa pada Arjuna seolah memang benar,
Karena Salsa menyinggungnya dengan memainkan rasa cemburu kekasihnya Davi, membuat dengan tiba- tiba Davi marah bercampur emosi, mendengar Salsa bicara begitu pada Davi, lalu dengan sedikit bernada keras, Davi pun berkata lagi pada Salsa,
Melihat Davi kekasihnya itu marah, membuat rasa geli di hatinya muncul dengan senangnya itu, hingga Salsa tersenyum- senyum sendiri melihat Davi dengan rasa jengkel dan marahnya itu.
Dan tak beberapa lama mentertawakan Davi, lalu akhirnya Salsa pun berkata pada Davi,
"Jangan terlalu serius menanggapi hal itu, Aku hanya bercanda, hanya ingin menggodamu saja," ucap Salsa pada Davi dengan memegang erat jemari kekasihnya itu,
Mendengar ocehan Salsa tadi hanya guyonan semata, membuat wajah Davi terlihat memerah karena merasa malu pada Salsa kekasihnya itu, dengan perlahan tapi pasti, Davi pun kembali bicara pada Salsa,
"Kirain beneran, gak tahunya hanya guyon semata, Aku minta maaf, Say!" ucap Davi pada Salsa dari perasaan terdalam di hatinya itu.
Salsa pun hanya tersenyum, melihat cintanya Davi yang sungguh besar kepadanya, yang membuat hati dan seluruh tubuh Salsa merasa bahagia.
Melihat kedekatan Arjuna dan Yuli yang semakin lengket itu, membuat kedua Orang Tua Arjuna itu menjadi merasa senang adanya, kepunahan akan cinta yang pernah hilang dalam dirinya, kini seolah tumbuh kembali, hingga hari- harinya mulai terlukis dengan kasih dan sayang beserta angan yang tertuang dalam hubungan cinta mereka itu.
__ADS_1
"Arjuna kita sedang jatuh cinta lagi, Kita jangan mengusik apapun yang menjadikan Kita salah langkah lagi!" ucap Ibu Widia pada Suaminya Wijaya dengan senyum di wajahnya itu,
Mendengar perkataan dari Istrinya itu, yang seolah mengingatkannya akan masalah masa lalunya, hingga Bapak Wijaya tersenyum merasa malu pada dirinya sendiri, terlebih ujungnya membuat semuanya seperti hancur bak neraka jahanam, mengejarnya tanpa ampun,
"Betul sekali yang diucapkan oleh Ibu itu, kita harus menjadi orang tua yang bijak bagi Arjuna!" jawab Bapak Wijaya Pada Istrinya Widia dengan perasaan senang,
"Sudah cukuplah kesalahan Kita dulu pada Salsa dan Ibunya itu, dan jangan sampai terulang kembali, Kasihan Anak Kita nanti, Pak!" ucap Ibu Widia pada Suaminya Wijaya dengan perasaan yang sangat bahagia dalam jiwanya itu,
"Kesalahan yang Kita lakukan di masa lalu itu, justru menjadi guru tauladan bagi kita ini," jawab Bapak Wijaya pada Istrinya Widia mengingatkannya.
Alangkah bahagianya hati mereka itu, cerita tentang kisah asmara Anaknya Arjuna itu kini tertoreh lagi dalam coretan kehidupan di dalam Alam nyata kembali, yang beberapa waktu lalu telah sirna itu.
Zaki pagi itu sedang duduk termenung sendirian, pikirannya melayang dan rasa cintanya telah tertambat pada janda Anak satu dan bercucu Satu pula, yakni Ibu Juariah Sang pemilik kontrakan dan mantan dari Istri pemilik perusahaan sohor ternama Tuan Sebastio,
Dalam benaknya, Zaki berpikir jika sampai ke pelaminan, bagaimana dengan nasibnya kelak, begitu pikiran Zaki melayang dalam otaknya itu.
Dengan sekonyong- konyong Ibu Juariah datang sambil bertanya padanya,
"Kamu sudah mandi belum, Zak?" tanya Ibu Juariah pada Zaki dengan meledeknya,
Dan dengan sedikit marah, Zaki pun langsung menjawabnya dengan kesal,
"Sudah dong, ini sudah wangi, coba cium bajuku ini?" tanya Zaki pada Ibu Juariah dengan sensinya itu,
Melihat kekasihnya mudanya marah seperti itu, membuat Ibu Juariah begitu gembira di buatnya,
karena kelucuan dan kepolosannya itu adalah obat dari rasa jenuhnya dalam kesendiriannya, selain obat awet muda, untuknya seorang,
"Jangan cepat marah- marah, nanti gak punya teman tahu," ucap Ibu Juariah memberi tahunya,
"Gak apa- apa gak punya teman juga, yang penting punya Ibu yang cantik, dan sangat tersayang ini!" jawab Zaki pada Ibu Juariah dengan guyonan bahagianya itu.
__ADS_1
Ibu Juariah merasa sangat bahagia dibuatnya.