Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Arus Pembalasan mereka


__ADS_3

    Yuli terlihat merasa sangat emosi, perselisihan dengan Davi dan kekasihnya itu membuat dirinya seolah memendam dendam yang dalam.


    "Brengsek juga Si Davi itu, rasa nyeri atas ucapan wanitanya itu masih terasa sampai sekarang, nanti lihat pasti akan aku balas lebih sakit dari apa yang Aku rasakan!" Begitu pikiran Yuli di benaknya itu.


    Dia terlihat menunggu sahabatnya Salsa di depan gang rumahnya.


    "Salsa lama amat, ini hampir jam tujuh lagi!" Ucap Yuli pada dirinya itu merasa kesal.


   Dan tak lama mobil sedan hitam menghampiri Yuli, dan terlihat pintunya terbuka nampak Salsa dengan senyumnya memanggil Yuli.


    "Selamat pagi, Yul! Sudah lama menungguku, Ya?" Tanya Salsa sambil tertawa padanya itu.


    Sambil sedikit cemberut Yuli pun langsung menjawabnya,


     "Iya, kaki terasa pegal sekali berdiri terus untuk menunggumu!" Jawab Yuli merasa kesal dibuatnya.    


      


     "Maafin Aku, Deh! Tadi Aku ikut ke bengkel dulu ganti oli!" Jawab pada Yuli menjelaskan padanya itu.


   Mereka berbincang dengan akrabnya, dan bicara sekitar perselisihannya dengan Davi dan kekasihnya itu.


   "Kemarin Aku melihat Davi dan kekasihnya itu, Aku labrak tanpa Ampun, tahu gak wanitanya nyebelin!" Ucap Yuli.dengan antusiasnya bicara.


   "Masa sih sampe segitunya Dia bicara padamu itu, Yul!" Jawab Salsa merasa penasaran padanya itu.


   "Tadinya Aku pun berpikir seperti itu, nyatanya mulutnya tak tahan, sangat menyebalkan!" Jawab Yuli pada Salsa menjelaskan.


    Mendengar cerita dari Sahabatnya itu raut wajah Salsa merah menahan emosi yang ditahannya itu, yang sedari tadi ditahannya.


 


    "Nanti kita balas perempuan brengsek itu, sekalian beri pelajaran pada mereka berdua, agar jangan sombong lagi!" Ucap Salsa lagi pada Yuli sahabatnya itu.


    "Itu harus, biar tahu berurusan dengan siapa dulu mereka itu!" Jawab Yuli sambil tersenyum kepada sahabatnya itu.


    "Iya, kita bikin Davi tak bisa berkutik pada Kita!" Ucap Salsa menjelaskan padanya itu.

__ADS_1


   Pikiran mereka seakan- akan ingin membalaskan dendam pada mereka itu, derita dan rasa sakit mereka seakan terus menghantamnya.


   "Aku sudah getam sekali pada mereka berdua, tanganku sudah tak tahan ingin mencakar wajah wanita itu!" Ucap Yuli lagi menerangkan pada sahabatnya itu.


    "Aku tahu pasti tanganmu sudah gatal untuk menghajarnya, tahan dulu saja, nanti pada waktunya kita beraksi!" Jawab Salsa oada sahabatnya itu Yuli


    Lalu terdengar bel masuk dari kejauhan, sehingga perbincangan mereka pun tarhenti, lalu mereka pun masuk untuk beraktifitas kerja hari itu.


    "Sudah cukup emosinya, tuh dengar bel masuk sudah berbunyi, Ayo masuk nanti kita terlambat!" Jawab Salsa pada sahabatnya itu sambil menarik tangannya untuk segara masuk.


    "Ayo!" Ucap Yuli sambil melirik sahabatnya itu Salsa.


   Dan mereka berdua pun akhirnya bergefas untuk masuk, karena jam bekerja sudah akan dimulai.


    Davi tampak murung, pikirannya seolah sedang jauh dari semangat tidak seperti biasanya itu, Dia berjalan seorang diri untuk pulang, wajahnya ditekuk dan matanya sayu mungkin kurang beristirahat kurang tidur semalam.


   "Kenapa badanku terasa meriang, dan kepalaku terasa pusing sekali, mungkin Aku demam barangkali." Begitu perasan Davi pada dirinya itu.


   Sekonyong- konyong Yuli dan Salsa menghampirinya sambil bicara keras kepadanya itu.


   "Pasti Dia sudah gak kuat untuk ketemu wanita sombongnya itu barangkali, Yul?" Ucap Salsa pula memancing emosi Davi.


   Davi kaget mendengar Yuli dan Salsa bicara secara tiba- tiba kepadanya itu, lalu Davi menoleh kearah mereka, terlihat Salsa dan Yuli menatapnya dengan perasaan benci.


   "Jangan banyak omong, Aku lagi malas meladeni kamu!" Jawab Davi sambil membuang mukanya,


   Mendengar jawaban Davi itu, sontak Salsa pun berang, lantas Diapun bicara pada Davi,


   "Malas atau takut ketahuan belangnya, kutu kupret!" Ucap Salsa sambil mencibirkan bibirnya padanya itu.


   "Kemarin kayaknya gagah, atau mungkin ada bidadari sombongnya itu, jadi seolah pahlawan gitu!" Ucap Yuli menegaskan sambil meledeknya.


   Davi tak bisa menahan mereka berdua untuk bicara, perasaan tak enak pada diri Davi mengingat Salsa adalah mantan Kekasihnya sehingga rasa bersalah terus mengikuti kemana dirinya melangkah.


   "Kok diam? Ayo balas Aku ngomong, seperti kemarin, bicara semaumu lagi!" Ucap Yuli lagi menantangnya.


   "Dan bilang pada Wanitamu itu, kalau bicara tentang Aku jangan di belakang, dasar tak tahu diri!" Ucap Salsa pula pada Davi dengan sewotnya itu.

__ADS_1


   Mereka berdua seakan ingin membalas dendam pada Davi atas kejadian yang terjadi kemarin pada Yuli dan kekasihnya Ovi.


   "Aku sangat kesal padamu, ternyata Kamu itu bukan lantaran Orang Tua, tapi rasa gatel pada wanita saja yang membuatmu berpaling dariku, dasar buaya!" Ucap Salsa menjelaskan kepadanya merasa benci dalam hatinya itu.


   "Iya betul, Sa! Itu Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri!" Ucap Yuli menimpali sahabatnya itu bicara.


   Davi berusaha untuk "Sudah cukup emosinya, tuh dengar bel masuk sudah berbunyi, Ayo masuk nanti kita terlambat!" Jawab Salsa pada sahabatnya itu sambil menarik tangannya untuk segara masuk, namun mereka terus mengejarnya tanpa membuat Davi bisa mengelaknya,


   "Sudah..sudahlah, jangan macam- macam Aku pusing mendengar kalian mengoceh itu, sudah sana Aku mau pulang!" Ucap Davi sambil terus berjalan.


   "Kalau pusing minum obat, jangan keluyuran, Ha..ha..ha..!" Ucap Yuli meledeknya.


   "Sekalian periksa otaknya, waras atau sudah gila, lalu suntik biar mampus!" Ucap Salsa pula dengan puasnya bicara pada mantan kekasihnya itu.


   Akhirnya Davi pun bergegas menuju tempat parkir dan segera melaju dengan sepeda motornya dengan kencang, meninggalkan mereka berdua yang terus mengejarnya.


  "Dasar cowok buaya, pasti malu tuh!" Ucap Salsa melihat Davi menghindari mereka berdua itu.


   "Bilang pada wanita sombongmu itu, Aku menunggunya untuk menantangnya!" Ucap sahabatnya itu Yuli menimpali merasa sewotnya.


   Melihat Davi terbirit- birit menjauh dari mereka berdua itu, tertawa senang dan lepas mereka menggema di seantero tempat parkir itu, lantas mereka pun kembali untuk pulang bersama.


   Semua yang melihat mereka bertengkar, menjadi tertawa, mereka saling serang bicara dengan kerasnya, sehingga mereka yang melihsgnya menjadi ingin untuk menyaksiksn mereka itu bertengkar layaknya tontonan topeng monyet jalanan.


   Lalu seorang Satpam menghampiri mereka berdua, lalu tanpa basa basi Dia bicara tegas untuk segera meninggalkan tempat itu,


   "Selamat Sore! Tolong jangan membuat onar dan keributan disini, cepat kalian berdua segera pergi dari sini, Ini sudah waktunya pulang!" Ucap Satpam itu dengan tegasnya pada mereka berdua.


    "Maafkan Kami, Pak! Kami pamit pulang sekarang!" Jawab Salsa pada Satpam itu sambil mengangguk lantas berlalu untuk meninggalkan tempat itu.


   Di perjalanan Davi menyadari perbuatannua pada Salsa, hatinya sedih bila mengingat kebaikan Salsa selama ini, tapi restu kedua orang tuanya yang membuat Davi harus mengubur cintanya itu pada Salsa.


   Tanpa terasa sepeda motornya tiba juga di rumahnya itu, lalu Davi bergegas untuk masuk kedalam rumahnya itu.


   


   

__ADS_1


__ADS_2