Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Ungkapan ketakutan masa lalu


__ADS_3

   Mereka berdua seakan menemukan teman yang cocok untuk bicara, mereka tertawa dan bercanda berdua menambah kedekatannya semakin akrab.


   "Aku  kira Kamu itu orang serius dan mudah marah ternyata suka guyon juga" ucap Salsa merasa senang.


   Seno menatapnya, dan menjawabnya, "Semua orang yang pertama mengenalku pasti berpikir seperti itu, mungkin karena wajahku ini!' Jawab Seno menjelaskan.


   Seno penasaran pada Salsa, kok semudah itu untuk bisa dekat dengan pria, padahal tentang pasangan hidup tidak gampang, perlu pemikiran dan kedekatan untuk merasakannya, "Aku merasa heran padamu, Sa? Kok semudah ini Kamu bisa berpaling dan melupakan tentang deritamu itu?" Ucap Seno merasa heran padanya itu.


   Salsa menjawab, "Untuk bersahabat Aku tidak pilih- pilih, dan untuk meyakinkan tentang pasangan hidup Aku berpikir dahulu dan tidak terburu- buru, tapi jika perasaan mengatakan setuju, pasti Aku akan mengikutinya, karena menurutku kata hati itu tidak akan pernah salah!" jawab Salsa menjelaskan.


  Seno tersenyum mendengarnya, tatapannya membuat Salsa lupa diri, dan kikuk dibuatnya, "Oh, jadi begitu! Pantas Kamu seolah mudah untuk cepat melupakan semuanya!" Jawab Seno tersenyum padanya.


  Salsa menjawab lagi, "Gak juga sih, semua orang pun pasti ingin sesuatu yang terbaik, bahkan dalam urusan percintaan!" Jawab Salsa menjelaskan.


  Tiba- tiba Ibunya Komariah datang, sambil menawarkan minum pada Salsa, lalu dia pun ikut duduk di samping Anaknya itu, "Ayo silahkan diminum, dan cicipi kuenya itu!" Ucap Ibu Komariah menawarkan padanya.


    Salsa melirik Seno, lantas menjawab, "Terimakasih, jadi merepotkan!" Jawab Salsa merasa sungkan.


  Wajah Ibu Komariah terlihat khawatir, sorot matanya mengisyaratkan tanya di dalam hatinya, sehingga mengundang Anaknya Seno untuk bertanya padanya, "Kok Ibu kelihatannya cemas, Ada apa, Bu?" Tanya Seno pada Ibunya penasaran.


   Lantas Ibunya pun menjawab, "Ibu merasa khawatir, bila semakin diingat rasa ini semakin sakit saja terasa dalam hati ini!" Jawab Ibu Komariah menjelaskan.


   Merasa bingung dalam pikiran Seno, dan terlihat Salsa pun penasaran dibuatnya itu, "Menurut Salsa Ibu harus menceritakan, agar siapa tahu, Kami berdua bisa membantunya!" Ucap Salsa merasakan.

__ADS_1


   Merasa ragu untuk mengucapkannya, akhirnya Ibu Komariah pun berkata, "Ibu merasa takut jika melihat Seno menikah, Pikiranku terbayang kisah masa lalu yang membuatnya menderita, dengan segala perendahan dan hinaan kepadanya." Ucap Ibu Komariah sambil menatap tajam pasa Anaknya itu.


  Dia bercerita pada Salsa, bagaimana dulu Seno dihina dan dicaci saat hendak melamar kekasihnya dulu Evelin, "Dulu disaat dia melamar Evelin kekasihnya dulu, Kedua Orang Tuanya tak merestui, alasannya karena Kami adalah Orang Miskin dan tidak sepadan dengan mereka, Seno dihina dan dihinakan tanpa bisa untuk melawannya


   Ibu Komariah lalu berkata, bahwa dia tidak akan memberikan restu pada Anaknya untuk berhubungan dengan orang kaya, mengingat rasa sakit atas derita masa lalunya masih enggan untuk pergi dari hatinya, "Jadi Ibu berpikir dan takut, jika Seno menikah nanti, rasa pahit atas hinaan itu masih melekat dihati ini!" Jawab Ibu Komariah menegaskan.


   Ibu Komariah menatap Salsa merasa penasaran, dia pun bicara pada Salsa untuk tidak memilih Seno untuk menjadi kekasihnya, "Maaf, Neng Salsa! Ibu sangat senang jika Neng Salsa bisa menjadi teman Seno, tapi melihat Neng Salsa Anak orang kaya, Ibu jadi khawatir jika kalian saling jatuh cinta, Ibu takut mengalami hal yang sama seperti dulu, Ibu merasa berat merestuinya!" Jawab Ibu Komariah menjelaskan.


   Alangkah kagetnya Salsa mendengar Ibu Komariah berkata padanya itu, Salsa menunduk lesu, pikirannya seakan dihantam batu besar hingga kepalanya hancur berantakan mendengarnya.


   Seno melirik Salsa merasa tak enak, dengan memberanikan diri, Seno lantas bicara untuk memberikan masukan pada Ibu komariah itu, "Tapi tidak semua orang kaya seperti Itu, Bu! Banyak juga yang baik!" Ucap Seno pada Ibunya memberi masukan.


   Ibu Komariah diam enggan untuk bicara. Melihat Ibunya tak menghiraukan ucapan Seno, Seno bicara lagi untuk menenangkan hati Ibunya itu, "Kita ini Orang Tak punya, jika hati kita terus berpikiran jelek pada orang lain, lalu apa yang kita banggakan, jangan berprasangka buruk dulu untuk menilai orang!" Ucap Seno lagi menjelaskan.


    Ucapan Ibu Komariah mewakili keadaan dalam hidupnya, jadi pantaslah jika Ibu Komariah berpikir untuk tetap kukuh tidak menikahkan Seno dengan orang kaya seperti keluarga Evelin.


   Salsa merasa mengerti pada Ibu Komariah itu, segera dia menatap Seno sambil senyum padanya, Salsa berkata padanya, "Aku pun pernah mengalami hal yang sama tentang perendahan dan hinaan, rasa sakitnya sampai mati pun mungkin tak akan pernah  hilang!" Ucap Salsa pada mereka memberitahunya.


   Mendengar itu Ibu Komariah terperanjat dibuatnya, pandangannya menatap Salsa merasa Iba, karena Salsa bercerita sambil menangis sedih, "Sudah jangan menangis, karena Ibu jadi Kamu bersedih!" Ucap Ibu Komariah merangkulnya.


   Seno pun seakan kaget, batinnya ikut menangis mendengar cerita perjalanan derita Salsa pada mereka berdua itu.


   Salsa bicara, "Semua orang seakan ingin menghancurkan Salsa, hingga peristiwa pemerkosaan Darwis kepadaku itu, yang seakan membuat dirinya merasakan derita hingga sekarang!" Jawab Salsa menerangkan.

__ADS_1


    Salsa ceritakan semuanya untuk membuat Ibu Komariah mengerti padanya.


   "Saat restu tak didapat malah hinaan orang tuanya yang semakin merajalela, padahal Salsa lagi hamil karena Anaknya, lalu Salsa pergi berlari dan pingsan di taman kota!" Ucap sedih Salsa pada mereka lagi.


   "Jadi Orang Tua dan pacarmu itu tidak mengejarmu?" Tanya Ibu Komariah lagi penasaran.


   "Mereka tidak mengejar malah memisahkan Kami, setelah sadar lantas Aku dibawa seseorang dalam keadaan tak sadar dan dalam keadaan mengandung, dan di tiba di rumahnya Aku pun digagahi tanpa ampun, disitu Aku menangis sejadi- jadinya!" Ucap Salsa sambil air matanya menetes di pipinya itu.


   Ibu Komariah ikut menangis, dan tangannya mendekap Salsa sambil membelai sayang.


   Seno emosi mendengar Salsa diperkosa disaat hamil, tangannya dikepalkan dan amarahnya meluap, "Biadab sekali lelaki yang memperkosamu itu, ingin rasanya untuk menghajar dengan tanganku ini!" Ucap Seno merasa geram.


   Ibu Komariah menggelengkan kepala pada Salsa, tak terasa air matanya menitik di kedua pipinya itu, lantas dia pun bicara pada Salsa.


   Salsa kemudian bertanya pada Ibu Komariah, mengapa dia seolah takut Seno direndahkan dan dihina olehnya, hanya melihat mobil mewah yang digunakannya, "Setelah Ibu mendengar cerita Salsa, Apakah Salsa akan berlaku seperti orang- orang yang pernah menyakiti Ibu.dan Seno?" Tanya Salsa pada Ibu Komariah menjelaskan padanya itu.


   Ibu Komariah menggeleng- gelengkan kepalanya pada Salsa sambil bersedih melihatnya itu.


   Ibu Komariah lalu merangkulnya, batinnya bicara apakah wanita ini memang layak untuk Anaknya itu Seno.


   Lantas Seno pun bicara dari hati yang terdalam pada Salsa, "Semua ketakutan yang di ungkapkan Ibuku itu sama persis dengan perasaan yang ada di dalam hatiku, sungguh rasa sakit yang Aku derita lantaran miskin dan tak punya, membuat Aku membatasi diri untuk memilih pasangan hidup!" Ucap Seno mengingatkannya.


   

__ADS_1


__ADS_2