Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Predikat menjadikan terhina


__ADS_3

  Mereka berdua seakan berusaha untuk melupakan sosok Arjuna, niatnya untuk berlibur bersama untuk melupakan penat yang ada dalam pikirannya itu.


   "Nanti kita kapan- kapan ke pantai, Yul!" Ucap Salsa pada Yuli sambil tersenyum,


   "Kedengarannya seru juga tuh, sekalian kita bisa main pasir, sudah lama sekali Aku gak ke pantai!" Jawab Yuli pada sahabatnya itu Salsa.


   Di hari itu merasakan sesuatu yang berbeda bagi Yuli, setelah sakit hati pada Arjuna dan Tantenya Sonya datang memang di saat Yuli sedang bersama- sama dengan Salsa.


   Setelah puas menikmati panorama Danau, lantas mereka pun bergegas pulang.


   Lalu Salsa usul pada Yuli untuk pulang mereka naik angkutan umum, Salsa merasa kangen merasakan angkutan umum itu, lantas Yuli setuju padanya.


   "Kita pulangnya naik angkot saja, Yul! Aku kangen, sudah lama gak naik angkot!" Ucap Salsa pada sahabatnya Yuli menjelaskan,


    "Ide bagus, dan lagi naik angkot banyak yang bisa kita lihat!" Jawab Yuli pada Salsa memberi tahunya.


   Akhirnya mereka naik Angkot untuk segera pulang, di perjalanan mereka sangat riang gembira, canda dan tawa mengiringi perjalanan mereka itu, dan terbersit dalam pikiran Yuli untuk mampir ke pasar, Salsa mengangguk setuju.


   "Kita mampir ke pasar dulu, siapa tahu saja ada yang mau Aku beli, Sambil jalan- jalan!" Ucap Yuli pada Salsa menjelaskan padanya itu.


   "Bolehlah, nanti kita lihat baju, Ya?" Jawab Salsa pada Yuli dengan tanya,


   Yuli diam tak menjawab, hanya tertawa dan mengangguk pada Salsa.


   Terlihat keramaian pasar baru terlihat, para pedagang dan pembeli saling tawar menawar dengan riuhnya, ditambah deru mesin mobil tak henti keluar masuk pasar, sore itu pengunjung pasar baru sangat ramai.


   Salsa menikmatinya, pandangannya tertuju pada barang- barang di hadapannya yang ditawarkan pedagang padanya, tiba- tiba Yuli bicara pada Salsa karena perutnya terasa lapar.


   "Aduh perutku lapar, Sa! Mampir dulu ke Soto lamongan pinggir jalan itu!" Ucap Yuli pada sahabatnya itu.


   "Ayolah, Aku juga sudah lapar sekali!" Jawab Salsa pada Yuli menerangkannya.


   Akhirnya mereka mampir di kedai Soto Lamongan pinggir jalan,


   "Mang, Sotonya dua, pake kerupuk!" Ucap Yuli pada Mang udin untuk memesan Sotonya itu.


  "Disini duduknya, Yul!" Ucap Salsa mengajaknya duduk.


   Tak lama pesanan pun datang menghampiri, lantas mereka berdua pun menyantapnya dengan lahap.

__ADS_1


   "Aduh mantap, nih!" Ucap Yuli pada sahabatnya itu Sambil memegang perutnya itu.


   "Biar Aku yang bayar, Yul!" Ucap Salsa pada Yuli menjelaskan.


   "Oke, deh!" Jawab Yuli sambil tersenyum meledek pada Salsa.


    Akhirnya mereka berdua merasa kenyang juga, setelah membayar mereka pun akhirnya pergi dari situ.


    Terlihat mereka sangat bahagia, wajah mereka berseri- seri menandakan sangat senangnya mereka pada hari itu.


   Lalu terdengar seseorang memanggil mereka dengan kerasnya,


   "Yul, Yuli..!" Teriak seseorang memanggil Yuli dengan kerasnya itu.


   Lantas mereka berdua menengok ke samping, terlihat Davi memanggil sambil tangannya dilambaikan pada mereka itu.


   "Woy..cepat kemari!" Ucap Davi pada mereka berdua.


    Melihat Davi memanggil, perasaan Salsa muncul rasa benci dalam dirinya itu, tapi tertahan Yuli di dekatnya itu." Brengsek si setan itu lagi yang memanggil, Cih!" Ucap Salsa dalam hatinya itu.


   Akhirnya Yuli menarik tangan Salsa untuk menghampiri sahabatnya itu Davi.


   Merasa takut Yuli tahu masalah hubungan Asmaranya itu dengan Davi, lantas Salsa pun menurut,


   "Ayolah!" Jawab Salsa sambil mengikuti Yuli berjalan.


   Mereka pun akhirnya saling sapa, tapi terlihat Salsa sedikit kikuk dan resah dalam dirinya itu, Salsa berpura- pura seakan tak ada masalah,


  "Apa kabar, Yul!" Ucap Davi pada Yuli menyapanya itu,


   "Baik, Dav! Sedang apa disini!" Tanya Yuli pada Davi merasa ingin tahu padanya.


   "Ini nunggu Ibu, Dia lagi belanja!" Jawab Davi pada Yuli menjelaskan.


   Davi seakan tahu Salsa membohongi dirinya sendiri, Dia berpura- pura seakan- akan tidak ada masalah antara Davi dan dirinya itu.


   "Kok kamu gak nanya Salsa, Dav?" Tanya Yuli pada Davi dengan meledeknya.


   "Ah kamu bercanda terus, Yul!" Ucap Salsa pada Yuli dengan terpaksa bicara.

__ADS_1


   Mereka pun bercengkrama dan berbincang bersama dengan akrabnya, tapi kali ini Salsa seolah berbeda, Dia terlihat banyak menunduk dan diam, yang membuat Yuli penasaran dibuatnya itu.


   "Kamu sedang sakit, Sa? Kok dari tadi hanya diam gak biasanya!" Ucap Yuli pada Salsa merasa penasaran,


    Salsa hanya setengah tersenyum pada Sahabatnya itu, tapi rasa penasaran Yuli semakin bertambah melihat Davi pun selalu menoleh pada Yuli, seakan enggan bicara pada Salsa,


   "Kelihatannya ada sesuatu antara kalian, Aku perhatikan dari tadi!" Ucap Yuli lagi pada mereka itu.


    Tiba- tiba Ibunya Davi, Ibu Maya datang sambil bicara menyinggung Salsa dengan rasa bencinya itu pada Salsa,


   "Janda gatel ini ada disini, ngapain? Mau goda Davi lagi?" Ucap Ibu Maya pada Salsa merasa benci.


   Mendengar Ibunya Davi bicara dengan menyinggungnya Salsa diam, hatinya menangis, Dia hanya bisa mendengar ucapan merendahkan pada dirinya dari mulut Ibunya Davi itu.


   "Sudah sana cari lelaki lain jangan Davi, disini banyak kok, jangan ganggu lagi Davi!" Ucap Ibu Maya lagi bertambah kesal padanya itu.


    Yuli melihat Sahabatnya dihina tak terima, Dia pun menjawab pada Ibunya Davi dengan sedikit merasa emosi padanya.


   "Ibu kok datang- datang malah bicara menghina begitu pada Salsa, Kenapa?" Tanya Yuli merasa tidak enak pada Ibunya Davi itu.


    "Janda rendah seperti Dia, buat apa dihargai, Cih!" Jawab Ibu Maya dengan mencibir pada Salsa.


    Davi lantas bicara pada Ibunya itu, Dia melarang menghina Salsa, tapi Ibunya itu tetap bicara malah tambah parah menghinanya,


   "Ibu jangan bicara seperti itu, gak enak pada Salsa, sudah jangan menghina gak baik!" Ucap Davi pada Ibunya itu.


    Merasa tak kuat dengan hinaan Ibunya Davi itu, Salsa lantas berlari sambil bicara pada Ibunya Davi itu, dengan meneteskan air matanya.


   "Memang Aku seorang Janda, tapi itu bukan kemauanku, asal Ibu tau Aku tak pernah mengganggu Anak Ibu, apalagi memaksanya untuk mencintai Salsa!" Ucap Salsa Pada Ibu Maya sambil berlari untuk menjauh dari mereka.


    Yuli melihat itu ikut bersedih, lantas Dia bicara pada Ibu Maya dengan perasaan benci padanya itu, lalu Yuli pun ikut berlari mengejar Salsa yang sedang menangis sedih.


    "Seharusnya Ibu berpikir dulu untuk merendahkan orang lain, jangan seenaknya begitu, memang kalau Salsa Janda kenapa? Tolong pikirkan dulu sebelum bicara!" Ucap Yuli pada Ibu Maya menegaskan.


    Lalu Salsa bicara pada sahabatnya itu dengan menatapnya tajam.


    "Kenapa Aku harus mengalaminya lagi, Yul! Apakah predikat Janda padaku sangat terhina, sehingga semua Ibu seakan melarang Anaknya untuk dekat denganku!" Ucap Salsa pada Yuli sambil bersedih padanya itu.


   

__ADS_1


__ADS_2