Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Bangkit kembali


__ADS_3

Hari itu dimana senja telah berangsur pergi, cahaya rembulan memanggil malam, dan semilir angin yang mengusik dedaunan, menambah pedihnya hati Kedua Orang Tua Arjuna itu menjadi.


Cerita akan Salsa yang seolah mendapatkan kembali akan haknya itu, menjadikan Orang Tua Arjuna dikejar- kejar ketakutan, yang membuatnya tak enak tidur, bayangan kesalahan seolah mengejarnya tanpa ampun,


Kini mereka merasakan kepedihan atas ulahnya itu di masa lalu, seolah mereka tak kuasa untuk menutupinya, Sosok Ayahnya Salsa membuatnya tak berkutik karenanya, keangkuhan yang dulu ada bersamanya kini tiada pergi entah kemana.


"Aku sangat khawatir semua yang kita raih sekarang menjadi sirna dengan sesaat, bayangkan dulu kita merendahkan Salsa dan Ibunya itu dengan seenaknya, membuat rasa takut kita seakan- akan akan menerkam kita, Bu!" ucap Bapak Wijaya pada Istrinya Widia dengan sedikit panik dalam dirinya itu,


"Ibu pun merasakan seperti itu, makan pun tak enak dan tidurpun tak lelap akhir- akhir ini, Ayah!" jawab Istrinya Widia dengan rasa khawatir yang berlebihan di jiwanya,


Kehidupan kedua Orang Tua Ajuna kini seolah berada di sangkar emas, walaupun harta berlimpah tapi rasa takut di hatinya terus menderanya, hingga semakin hari semakin tak bisa Ia usir dari kehidupan mereka itu,


"Kita mau gak mau harus mencari solusi atas rasa bersalah kita pada mereka, tapi cara apa yang memang efektif untuk masalah kita ini, selain merendahkan diri kita untuk meminta maaf pada Salsa dan Ibunya itu!" ucap Bapak Wijaya lagi pada Istrinya Widia dengan perasaannya Ia bicara,


"Menurut Ibu juga seperti itu, walaupun pahit tapi kita harus melakukannya!" jawab Ibu Widia pada Suaminya Wijaya sambil memeluknya.


"Sudahlah, sekarang kita nikmati dulu malam ini berdua, kita keluarkan semua unek- unek dalam pikiran Kita supaya bebas!" ucap Wijaya lagi pada Istrinya Widia dengan bernapsu padanya karena sudah lama tak merasakannya.


Wijaya langsung mendekap Istrinya, Lalu mencumbuinya, dengan sangat bernapsu, Ia coba nyalakan kehangatan dengan menjamah dan menggerayangi seluruh tubuh sintal dan berisi milik Istrinya itu,


Ibu Widia pun berontak untuk melawan napsu Suaminya itu dengan kecupan dan suara mesra yang terlontar dari mulut manisnya itu, yang membuat Wijaya seolah tak kuasa merasakan sensasi yang dibuatnya itu,


Derai peluh dan keringat membasahi sekujur tubuh mereka, dan tampak mereka semakin terhanyut memainkan dawai- dawai birahinya, yang membuatnya terbang tinggi ke angkasa biru,


kehebatan Wijaya menjadi joki dengan kesurupan di padang tandus, yang berlari kencang dan semakin kencang, hingga punggungnya bergerak semakin cepat dan cepat, hingga....


Teriakan sangat keras membahana seolah mengusir segala masalahnya dengan kuatnya,


"Akhhhh!! uhhhhh!!," begitu teriakan sensasi yang tak berujung, hingga laksana Singa hutan yang lapar mengaum dengan bringas kesana kemari tak karuan,

__ADS_1


"Ugss, uhh!!" erang dan desis Ibu Widia seolah cacing kepanasan, kelojotan terlihat matanya melotot seolah mau copot, dan mengejang,


Akhirnya mereka berdua pun terjatuh, luluh dengan peluhnya, tapi perasaanya seolah bebas tak ada hambatan, hingga mereka tertidur tanpa sadar karena kelelahan menggapai nirwana cinta.


Dan besoknya mereka berdua, bangun kesiangan, karena terhipnotis kenikmatan yang memang membawanya pergi jauh dan jauh sekali.


Pagi hari itu tampak matahari sudah bersinar di peraduannya, terlihat Ibu Juariah dengan perasaan senangnya menyapu halaman rumahnya, sambil bernyanyi- nyanyi kecil yang begitu merdu untuk di dengarnya,


"Lama sekali Zaki, sudah hampir jam delapan tapi Dia belum datang, Apa mungkin tidurnya nyenyak hingga lupa pada janjinya itu?" tanya Ibu Juariah pada dirinya sendiri dengan penuh penasaran,


Sehabis bicara sendiri, kembali Ibu Juariah pun meneruskan pekerjaanya itu, dan tak lama yang ditunggunya pun akhirnya tiba juga,


"Assalamualaikum," ucap Zaki pada Ibu Juariah kekasihnya itu,


Dengan senyum manis dibibirnya, lalu Ibu Juariah pun menjawabnya sambil menghampiri Zaki,


"Waalaikum Salam," jawab Ibu Juariah pada Zaki sambil membukakan pintu pagarnya itu,


"Iya pasti ngelamunin yang Ibu kasih, Kan?" tanya Ibu Juariah pada Zaki menebaknya,


Dengan polosnya Zaki pun menganggukkan kepalanya pada kekasihnya itu,


"Pantas saja kamu kesiangan, pasti mau lagi tuh!" ucap Ibu Juariah lagi sambil meledeknya,


Dengan muka kemerahan karena malu, Zaki pun menjawabnya,


"Siapa yang akan nolak, tapi kalau Akunya gak mau gimana?" tanya Zaki pada Ibu Juariah sambil tertawa balik meledeknya,


Mendengar jawaban Zaki yang penuh humor itu membuat diri Ibu Juariah sangat merasa senang dibuatnya, pikiran akan masalahnya menjadi hilang karenanya.

__ADS_1


"Sudah ngopi belum?" tanya Ibu Juariah pada Zaki menawarkan,


"Belumlah, mana sempat!" jawab Zaki pada Ibu Juariah kekasihnya itu,


"Yaudah, tunggu sebentar, Aku buatkan Kopi special buat calon Suamiku dulu!" jawab Ibu Juariah pada Zaki sambil bergegas ke dapur untuk membuat segelas kopi hitam buat Zaki,


Zaki pun menunggunya dengan rasa ngantuk yang sedari tadi masih dirasakannya, dan tak tahan, Ia pun lalu pergi kebelakang untuk membasuh mukanya agar tidak ngantuk,


Melihat Zaki seolah menyusulnya, Ibu Juariah pun kaget dibuatnya, lalu Ia pun bertanya pada Zaki,


"Ngapain Kamu menyusul Ibu, sudah gak tahan, Ya?" tanya Ibu Juariah pada Zaki sambil terus mengocek kopinya,


"Gak, ini rasa kantukku tak tahan, Aku ikut ke kamar mandi mau basuh mukaku ini, supaya jangan ngantuk lagi!" jawab Zaki pada Ibu Juariah sambil terus berjalan tanpa menghiraukannya,


Melihat itu roman wajah Ibu Juariah seolah senang melihatnya, karena hanya dengan Zaki Ia bisa merasa bebas untuk menjalani kehidupannya itu dengan merasa senang, dan bisa melupakan mantan Suaminya Sebastio yang sudah menolaknya mentah- mentah untuk rujuk kembali.


Tak lama berselang, Zaki pun sudah kembali dari kamar mandi dengan wajah berseri- seri tersenyum padanya,


"Itu kopinya, minumlah dulu!" ucap Ibu Juariah pada Zaki menawarkannya,


"Tentu, akan Aku habiskan segera!" jawab Zaki pada Ibu Juariah kekasihnya dengan langsung meminum kopinya itu,


"Jadi tidak kita berangkat sekarang?" tanya Ibu Juariah pada Zaki mengingatkannya,


"Jadi dong, sana ganti baju dulu, Aku tunggu!" jawab Zaki pada Ibu Juariah dengan menyuruhnya berdandan,


"Tunggu sebentar, Aku dandan dulu!" jawab Ibu Juariah pada Zaki memberi tahu,


"Ia cepat gak pake lama, tapi jangan lupa jangan pakai baju yang ribet, susah dibukanya bikin pusing!" ucap Zaki pada Ibu Juariah dengan rasa senangnya dalam hati,

__ADS_1


"Iya, Iya dasar bawel!" jawab Ibu Juariah pada Zaki dengan sedikit sensinya itu.


Mereka sebenarnya adalah pasangan beda umur yang terpaut jauh, tapi karena Zaki menikmatinya, mereka pun bisa langgeng hubungannya, dan lagi Ibu Sandy, Ibunya Zaki seolah menyetujuinya, mungkin karena Ibu Sandy adalah teman akrabnya Ibu Juariah di kompleknya itu, hingga hubungan yang tadinya sembunyi- sembunyi akhirnya mereka pun terus terang kepadanya.


__ADS_2