Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Tak terlupakan padanya


__ADS_3

   Suasana kampung terasa asri, bunga- bunga bermekaran, dan tak jauh dari gerbang terlihat rumah bercat putih berpagar bambu dari dalam terdengar sayup Sayup orang bicara.


   "Kenapa Kamu? Sejak beberapa hari ini Ibu perhatikan Kamu melamun terus, Ada apa? Tolong cerita pada Ibu?" Ucap Ibu Komariah pada Anaknya Seno penasaran,


   Seno terdiam sejenak mendengar Ibunya Komariah bertanya padanya, lantas Dia menatap Ibunya itu dengan sayangnya, seraya menjawabnya, "Kemarin Aku bertemu wanita cantik, gak tahu setelah bertemu pikiran ini ingat Dia terus, Apa Seno sedang jatuh Cinta, Bu?" Tanya Seno pada Ibunya Komariah ingin tahu.


   Sejenak Ibu Komariah menatap Anaknya itu, lalu bayangan kekhawatiran muncul di dalam pikirannya, "Wajar Kamu jatuh cinta, tapi Ibu sangat sedih bila mengingat keadaan kita, semua Kamu yang menanggung hidup Ibu dan Adikmu Dinda, bagaimana jika Kamu menikah nanti, bila mengingat itu, Ibu sangat merasa sedih, Nak!" Jawab Ibu Komariah pada Seno Anaknya itu.


   Melihat Ibunya bersedih perasaan Seno seakan ikut menangis, batinnya seakan ikut merasakan kekhawatiran Ibunya itu, " Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, toh Seno masih ingin melihat Ibu dan Dinda Bahagia, tadi hanya ungkapan hati Seno saja, gak lebih!" Ucap Seno pada Ibunya itu.


  Seno adalah putra Sulung dari pasangan Bapak Marzuki dan Ibu Komariah, tiga tahun yang lalu Bapak Marzuki Wafat, meninggalkan mereka, dan akhirnya Ibu Komariah terpaksa yang menghidupi mereka semua, dan setelah lulus sekolah terpaksa Seno membantunya, akhirnya Dia bekerja di sebuah pabrik tekstil, untuk menanggung semua kebutuhan mereka.


   Ibu Komariah merasa bersedih jika melihat Seno banting tulang untuk mereka, terkadang hidupnya terbentur tanggung jawab yang Dia harus emban, sehingga Seno jarang untuk bermain layaknya Pemuda pada umumnya.


   "Sudah Ibu jangan bersedih, percaya pada Seno, gak mungkin Seno meninggalkan tanggung jawab pada Ibu dan Dinda!" Ucap Seno pada Ibunya Komariah sambil menatapnya.


   Perasaan Ibu Komariah semakin sedih mendengarnya, memang seharusnya Dia bisa seperti orang lain, bermain, tertawa dan gembira tidak memikirkan kebutuhan keluarga layaknya Suami, itu terlalu berat baginya.


   Tak lama Ibu Komariah karena penasaran tentang wanita yang menjadikan Anaknya itu melamun, "Memang wanita yang selalu teringat itu siapa?" Tanya Ibu Komariah pada Seno ingin tahu,


   Seno tersenyum melihat Ibunya itu penasaran tentang wanitanya itu, lantas Seno menjawabnya, "Namanya Salsa, Seno berkenalan di acara ulang tahun Fanny, tempo hari, kasihan deh, Bu?" Jawab Seno pada Ibunya itu.


    Ibu Komariah merasa ingin tahu lebih dalam cerita Seno itu, "Kasihan Kenapa?" Tanya Ibunya itu pada Seno,

__ADS_1


   Lantas Seno pun menceritakannya, "Dia kemarin dihina oleh mantan pacarnya, sampai menangis tersedu- sedu, akhirnya Dia berlari keluar, tapi lelaki itu mengejarnya dengan perkataan yang tak sepantasnya, katanya Dia itu Janda gatel, pemuas lelaki, dan tak tahu malu, pokoknya yang merendahkannya, melihat itu Seno tak tahan, akhirnya Seno memukulnya, Bu!" Ucap Seno pada Ibunya itu.


   Mendengar cerita Seno, terlihat kekhawatiran terpancar dari wajah Ibunya itu, "Apa Kamu memukulnya?" Tanya Ibu Komariah merasa cemas pada Anaknya itu,


   Seno mengangguk pada Ibunya itu, enggan untuk menjawabnya.


   Melihat Seno diam dan tak menjawabnya, lantas Ibu Komariah, bicara lagi pada Anaknya itu Seno, "Kenapa Kamu pukul Dia, tapi Dia tidak menuntutmu, Ibu merasa khawatir akan sikapmu itu!" Ucap Ibu Komariah pada Seno mencemaskannya,


   Melihat Ibunya khawatir padanya, lantas Seno menjawabnya, "Jangan khawatir, semua sudah beres tidak ada apa- apa lagi, tapi setelah itu Salsa selalu terbayang- bayang terus, kadang susah untuk dihilangkan di otak ini!" Ucap Seno pada Ibunya itu.


   Ibunya segera tersenyum pada Anaknya itu, lantas bicara padanya, "Wajarlah Kamu jatuh Cinta, memang sudah umurnya, tapi ingat jangan main pukul kepada siapa pun gak baik, Kamu harus janji sama Ibu!" Ucap Ibu Komariah pada Seno mengingatkannya,


   Sambil mengangguk Seno lantas menjawabnya, "Iya, Seno berjanji, Bu!" Jawab Seno pada Ibunya itu sambil berlalu meninggalkan Ibunya itu sendirian.


   Sambil melirik nya, lantas Salsa menjawab pada mereka tak peduli malu, "Ini Aku ingat Seno terus, Aku merasa bersalah padanya, gimana ya caranya bisa bertemu Seno?" Tanya Salsa pada Mereka berdua sambil merengek manja.


    Sontak Yuli dan Wati tertawa melihat Salsa kebingungan mencari Seno, lantas Mereka meledeknya, "Wah bahaya! Bisa cepat pindahnya ini!" Ucap Wati pada Salsa meledeknya,


    "Benar, nanti pindah ke gang lain mainnya!" Ucap Yuli menimpali Wati  bicara sambil tertawa lepas,


    Salsa cemberut, sambil menjawab dua sahabatnya itu, " Biarin, sekalian sama rumahnya Aku pindah sekalian, Wew!" Jawab Salsa pada Mereka berdua dengan marahnya.


    Tiba- tiba wati bicara pada Salsa mengingat sesuatu, "Kenapa gak Kamu tanya Firza saja, Dia pasti tahu rumahnya, bagaimana? Mau Aku temani menemui Firza sekarang?" Ucap Wati pada Salsa memberitahu padanya.

__ADS_1


    Salsa lantas tersenyum gembira mendengar usul dari sahabatnya itu Wati, segera Dia bicara pada kedua sahabatnya itu, "Boleh, sekarang Kita menemui Firza, dan kalian juga ikut, supaya tahu juga rumahnya, jadi gak membuat iri padaku!" Ucap Salsa pada mereka berdua meledek.


    Mereka berdua saling pandang, lalu Yuli menjawab sambil berkelakar padanya, " Bisa saja Nona satu ini, tapi jangan nangis jika nanti Seno jatuh cinta pada Aku!" Ucap Yuli pada sahabatnya itu Salsa.


    Akhirnya semuanya berjalan menuju ke bagian dimana Firza bekerja, dan terlihat Firza tersenyum melihat mereka datang menemuinya, "Wah tumben kemari menemui Aku, Ada apa, Sih?" Tanya Firza ingin tahu.


    Dengan menahan malu, lantas Salsa menjawabnya, "Ini Aku merasa bersalah belum berterima kasih pada Seno, mau tahu alamat rumahnya Seno dan pasti Kamu tahu, kasih tahu, Dong!" Jawab Salsa pada Firza menjelaskan padanya.


    Dan tak lama Firza pun memberitahukan pada Salsa Alamat Seno yang dimintanya itu, tak lama mereka pun pergi juga menuju alamat yang diberikan Firza tersebut.


   "Mau langsung sekarang ke rumah Senonya, Sa?" Tanya Yuli menegaskan.


  "Sekarang saja, kapan lagi, Coba?" Tanya Salsa pada Yuli menjelaskannya,


   "Kirain mau besok- besok, kalau sekarang Aku gak ikut, Sa!" Ucap Wati menjelaskan pada sahabatnya itu.


    "Kenapa?" Tanya Salsa padanya itu,


   "Ada perlu, biasalah kayak gak tau saja!" Jawab Wati sambil tersenyum pada Salsa.


    Dan tiba- tiba Yuli pun tidak bisa ikut menemaninya ke rumah Seno, dan Akhirnya hanya Salsa seorang yang pergi ke rumah Seno itu.


      

__ADS_1


 


__ADS_2