Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
kemarahan sahabat


__ADS_3

   Ovi berlari sambil menangis, perasaan sedihnya tak bisa Ditahan, sehingga membuatnya ingin menceritakan kekesalannya pada Davi kekasihnya itu.


   Dan tak lama menunggu di pinggir jalan terlihat motor hitam Davi datang menghampirinya itu lantas Dia pun bertanya,


    "Kenapa kok Kamu menangis, Ayo sudah naik, kita bicaranya di tempat yang aman jangan disini gak enak dilihat orang banyak nanti!" Ucap Davi pada Kekasihnya itu.


    Ovi pun mengangguk pada Davi seraya naik di belakang Davi, lantas mereka berangkat menuju taman kota yang jika sore hari sangat sepi, jadi cocok untuk mereka bicara dengan aman.


    Tak beberapa lama mereka pun tiba di taman kota, lantas mereka pun turun dan mencari tempat duduk yang ingin mereka duduki itu.


    "Sudah disini saja, kelihatannya enak bisa melihat langsung ke jalan raya!" Ucap Davi menjelaskan pada kekasihnya itu.


   Ovi mengangguk dan langsung duduk di rumput hijau taman kota itu.


    "Ada apa sampai Kamu bersedih itu?" Tanya Davi pada Ovi menjelaskan.


    Lalu Ovi menceritakan tentang masalah yang telah menimpanya itu, Davi mendengarkan dengan seriusnya, hingga tak sadar tangannya menyeka air mata yang menetes di kedua pipi Kekasihnya itu Ovi.


    Setelah mendengar cerita dari Ovi kekasihnya itu, tak lama Davi pun langsung bicara pada Ovi,


   "Sejujurnya Aku pun merasa bersalah karena masalah yang semakin runyam ini, Walaupun Aku Sudah memutuskan hubungan ku dengan Salsa, tapi rasa bersalahku ini masih terasa dalam hatiku ini!" Ucap Davi merasa bersalah karenanya.


    Ovi mendengarkan kekasihnya mengeluh tentang kenangannya itu, lalu Ovi pun langsung menjawabnya,


    "Itu wajar jika memang perasaan bersalah itu muncul dalam sanubari, jika memang Kamu bebas melepas Salsa, tapi ini Kak Darwis marah- marah lantaran Kamu memutuskan Salsa, gak masuk di akal!" Jawab Ovi pada kekasihnya itu.


    Davi tersenyum lebar mendengar Darwis memarahi Adiknya itu Ovi, lalu Davi pun berucap lagi,


    "Mungkin ini bentuk perhatian Kak Darwis terhadap Salsa dan keluarganya, wajarlah kalau begitu, Aku pun tidak menyalahkan Dia, nanti pun setelah lama Dia baik sendiri, kita buktikan saja hubungan kita rukun selamanya!" Ucap Davi menjelaskan pada Ovi.


   Ovi diam sejenak tak bicara sedikitpun, mungkin di dalam pikirannya sedang mengkaji semua omongan yang terlontar dari mulut kekasihnya itu.

__ADS_1


   "Tapi hatiku merasa sakit bila Kak Darwis marah- marah lantaran menyalahkan hubungan kita ini!" Ucap Ovi menjelaskan pada kekasihnya itu.


   "Sudahlah Kita harus banyak sabar untuk menerimanya, dan jangan sampai emosi yang membuat masalahnya semakin runyam!" Jawab Davi sambil membelai mesra kekasihnya itu.


   "Semoga saja Aku bisa melewati masalah ini dengan sabar, Sayang!" Jawab Ovi dengan mesranya itu.


    Sedang asik- asiknya mereka bicara, sekonyong- konyong Yuli datang menghampiri mereka dengan mulut sedikit kasar bicara pada mereka berdua itu.


    "Wah si pengganggu hubungan orang, sedang asik- asik bermesraan berdua rupanya!" Ucap kasar Yuli pada mereka berdua.


    Melihat Yuli tiba- tiba datang menghampirinya, Davi kaget dibuatnya, terlebih lagi kata- kata kasar itu terlontar dari mulut Yuli sahabatnya itu.


   Dengan sedikit marah pada sahabatnya itu, lantas Davi menjawabnya,


   "Jaga mulutmu itu, Yul! Jangan membuat Aku ini marah padamu itu!" Jawab Davi pada Yuli sambil emosi padanya itu.


    Ovi merasa kaget dibuatnya, dalam pikirannya siapa wanita ini yang tiba- tiba bicara semaunya itu.


    "Enak sekali mulutmu bicara kepadaku Davi, ternyata Kamu campakan Salsa hanya demi wanita ini, pantesan!" Jawab Yuli pada Davi merasa tak enak dalam hatinya itu.


    Terlihat raut wajah Davi memerah menahan emosinya, pandangannya menatap tajam pada Yuli dengan kesalnya, dan tampak Ovi menatap dengan merasa tak senang pada Yuli, lantas Davi bicara untuk mengingatkannya itu,


    "Lalu apa hubungannya denganmu, berani- beraninya Kamu memarahi Aku, Apa salahku kepadamu, Yul?" Tanya Davi pada Yuli mengingatkannya.


     "Dasar lelaki bejat tidak sadar salah yang dilakukannya sendiri, Kamu memang tak waras lagi mungkin karena perempuan ini, betulkan!" Ucap Yuli pada Davi semakin panas dalam hatinya itu.


    Mendengar Yuli menyalahkan dirinya itu, sontak Ovi pun merasa tersinggung, lalu tanpa bisa ditahannya Ovi segera bicara pada Yuli sambil berdiri menatap Yuli,


    "Hey wanita gila! Jangan seenaknya bicara padaku, menyalahkan orang tanpa dipikir sebabnya dulu, tanyakan pada temanmu itu Apa sebabnya Davi meninggalkannya, jangan bisanya menyalahkan orang saja, mengerti!" Ucap Ovi sambil emosi pada dirinya itu.


   Yuli semakin panas mendengar Ovi menyalak bicara kepadanya itu,

__ADS_1


    "Wanita gatel, mikir kalau cari pacar itu, jangan asal hajar saja, Atau kamu gak laku hingga harus menghancurkan hati sahabatku itu Salsa!" Jawab Yuli dengan kasarnya bicara padanya itu.


    Mendengar itu merahlah raut wajah Ovi seketika itu juga, dengan matanya menatap tajam pada Yuli, sambil bicara kasar kepadanya lagi.


    "Hey wanita edan, jaga mulutmu itu, memang sudah tidak ada kerjaan lagi hingga membela mati- matian temanmu itu, ngaca dong ngaca, supaya tahu batasan bicara pada Orang lain!" Jawab Ovi dengan marahnya itu.


    Melihat mereka berdua bertengkar semakin sengitnya itu, membuat Davi bingung untuk melerainya, pikirannya seakan berpikir untuk coba memisahkan mereka dengan paksa, lantas sambil membentaknya Davi bicara pada Yuli itu.


    "Sudah cukup jangan bertengkar, dan jangan bicara terus, Ayo Ovi kita pulang jangan ladeni wanita gila yang satu ini, Ayo cepat kita pergi dari sini!" Ucap marah Davi pada Yuli sambil menarik tangan kekasihnya itu Ovi untuk mengajaknya cepat pulang,


    "Sudah sana pulang, Aku sudah muak melihat kalian berdua disini, cepat menjauh pasangan tanpa malu!" Ucap Kasar Yuli sambil mengusirnya itu,


    Mereka berdua semakin tak tahan mendengar Yuli semakin gila bicara pada mereka itu, hingga keduanya sedikit berlari menuju tempat parkir.


   Lalu terdengar teriak Ovi kepada Yuli dengan rasa dongkolnya itu,


   "Hey perempuan gila, jangan marah- marah terus, nanti gilanya semakin parah bisa berabe nantinya, cepat minum obat dulu!" Ucap Ovi berteriak sambil melaju dengan sepeda motor kekasihnya itu Davi.


    Melihat mereka berdua itu pergi, perasaan dongkol tertancap dalam hati Yuli melihatnya itu, Dia pun berusaha menjawab dengan teriak kencangnya itu.


    "Wey..jangan kemari lagi pengganggu!" Ucap Yuli dengan kerasnya sambil teriak pada mereka berdua itu yang meninggalkannya sendirian.


   Di perjalanan mereka berdua merasa panas dalam hatinya, batinnya seolah tak tenang dan pikirannya seakan pusing dibuatnya, sehingga mereka memutuskan untuk pulang dan segera beristirahat untuk tidur melupakan semua masalah yang mengejarnya itu.


   "Sudah jangan kamu pikirkan terus tentang Yuli, Dia memang orangnya begitu tak tahu diri!" Ucap Davi pada kekasihnya itu mengingatkan padanya,


    Ovi menganggukkan kepala pada kekasihnya itu Davi, seraya berucap padanya,


   "Baru kali ini Aku bertemu wanita segila itu, bukannya mengurus dirinya malah mengurus orang lain, seolah tak ada kerjaan lagi!" Jawab Ovi pada kekasihnya lagi.


    

__ADS_1


   


__ADS_2