
Salsa akhirnya pergi sendirian menuju rumah Seno, pikirannya bertanya- tanya mengapa kemarin malam Seno seakan tak mendengarnya Dia teriak, begitu uang terbersit di dalam benaknya itu.
Tak lama mobil mereka pun tiba juga di rumah yang ditujunya itu.
Terlihat Seorang wanita paruh baya, sedang melihatnya datang, seolah dalam otaknya bertanya- tanya atas kedatangan Salsa itu, "Assalamualaikum, " Ucap Salsa pada Ibunya Seno sambil tersenyum.
Ibu Komariah lantas menjawab Salam dari Salsa, "Waalaikumsalam," Jawab Ibu Komariah kepadanya itu merasa penasaran.
Terlihat Salsa berjalan mendekat, dan seakan tanya dalam otaknya ongin sefera keluar, agar Dia merasa lega karenanya itu, "Maaf, Apakah ini rumah Seno?" Tanya Salsa pada Ibu Komariah itu ingin tahu,
Kepala Ibu Komariah mengangguk pada Salsa sambil bicara, "Benar, kebetulan saya Ibunya, Ada perlu apa mencari Seno," Tanya Ibu Komariah pada Salsa merasa penasaran karenanya.
Ibu Komariah menatap Salsa, sambil memperhatikan semuanya, mungkin Dia merasa minder melihat Salsa begitu sangat mewah terlihat bersama mobil dan sopirnya itu, dan tak lama Salsa pun menjawabnya, " Kenalkan nama Saya, Salsa! Saya sengaja mampir ingin bertemu Seno, tak ada keperluan apapun hanya kebetulan lewat suni dan mampir kemari!" Ucap Salsa pada Ibu Komariah dengan seribu alasannya itu.
Lantas Ibu Komariah segera mempersilahkan Salsa masuk, "Silahkan masuk, Neng!" Ucap Ibu Komariah pada Salsa menawarkan padanya itu.
Salsa tersenyum pada Ibu Komariah, sambil menjawabnya, "Terima kasih, Bu!" Jawab Salsa sambil berjalan masuk mengikuti Ibu Komariah itu.
"Silahkan duduk, Neng!" Ucap Ibu Komariah padanya itu.
Lantas Salsa pun duduk, pandangannya menatap dinding yang tertempel foto Seno selagi kecil yang menggemaskan, sehingga membuat Salsa tersenyum- senyum sendiri melihatnya.
Dan tak lama Ibu Komariah kembali dengan nampan berisi Secangkir air teh hangat dan setoples cemilan, lantas Ibu Komariah bicara untuk menawarkan pada Salsa, "Silahkan diminum, Neng!" Ucap Ibu Komariah pada Salsa lagi.
"Terima Kasih, Bu!" Ucap Salsa pada Ibu Komariah itu menegaskan padanya.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya berbincang bersama, sehingga rasa penasaran dan kekhawatiran Ibu Komariah terhadap Salsa tak terbukti, "Seno nya mana, Bu?" Tanya Salsa ingin tahu,
Mendengar Salsa bertanya tentang Anaknya itu, lantas Ibu Komariah pun menjawab untuk menerangkannya, "Sebebtar lagi Dia pulang, tunggu saja dulu!" Ucap Ibu Komariah pada Salsa menjelaskan.
Akhirnya Ibu Komariah menceritakan kisah hidup sehari- hari Seno, Terlihat Ibu Komariah memendam malu pada Salsa.
Seno Sore itu terlihat merasa letih, mungkin ritinitasnya yang membuat dirinya merasa tidak terlalu sehat staminanya itu, "Kenapa Kamu, Sen! Kok kelihatannnya loyo begitu?" Tanya Temannya Sarif pada Seno merasa khawatir padanya itu.
Lalu sambil menatapnya Seno pun menjawab, "Biasa, tubuh sedang tidak Fit!" Jaeab Seno sambil berjalan menuju motornya itu.
Selang beberapa lama Seno pun pergi juga, Di perjalanan seolah Dia tak bisa menahan rasa rindunya itu pada Salsa Sang Idamannya itu.
Akhirnya Seno pun tiba di depan rumahnya, Dia terpana mel8hat terparkir mobil Mercy di depan rumahnya itu, hingga pikirannya bertanya- tanya mobil siapakah ini?, lan5as Dia pun nemarkirkan motornya di sebelah mobil mewah tersebut, di saat hendak masuk terdengar suara merdu wanita yang sangat dikenalnya itu, Seno pun penasaran lantas bergegas menghampirinya.
Alangkah terkejutnya Seno itu, pikirannya seakan tak percaya, dan penglihatannya seolah seperti mimpi, seakan ini benar- benar keajaiban yang tak disangka- sangkanya.
Salsa langsung menoleh kearah Seno sambil tersenyum kepadanya itu, " Iya, sengaja menunggu Kamu pulang!" Jawab Salsa pada Seno menjelaskannya.
Dan akhirnya keduanya itu berbincang dengan hangatnya, percakapannya sebatas pertemuan tentang mereka itu, melihat itu dengan segera Ibu Komariah pun pergi meninggalkan mereka berdua, agar bisa bicara bebas untuk mereka itu, "Ibu pamit kebelakang dulu, Neng! Mau memasak lagi!" Ucap Ibu Komariah pada Salsa sambil bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
"Silahkan, Bu!" Jawab Salsa pada Ibu Komariah merasa tak enak.
Sekonyong- konyong Salsa bertanya tentang mejadian kemarin malam itu ada Seno, "Kenapa kemarin langsung pergi, motornya kencang lagi sampai Aku teriak- teriak tidak dengar, Kamu marah padaku, Sen?" Tanya Salsa pada Seno merasa kesal,
Seno tersenyum padanya, hingga wajah mereka berdua terlihat jelas berseri- seri, saking senangnya, "Memangnya Kamu teriak memanggilku?" Tanya Seno pada Salsa itu.
__ADS_1
Salsa diam tidak menjawabnya, Dia hanya mengangguk pada Seno. Dan tak lama Dia pun menjawabnya, "Kemarin itu Aku hanya pura- pura, niatnya guyon, Eh… ternyata Kamu langsung ngacir!" Ucap Salsa menjelaskan padanya.
Seno tersenyum, lalu menatap Salsa dengan berharap, "Saat itu Aku langsung sadar, siapa Aku ini dan langsung merasa tak mungkin Kamu bisa bersama pulang, begitu!" Jaeab Seno pada Salsa menjelaskan padanya itu.
"Kenapa gak mungkin, toh hanya pulang bersama tak ada yang melarangnya!" Ucap Salsa pasa Seno lagi.
Dalam benak Seno terlintas pikiran merasa minder pada Salsa, apalagi melihat mobil Mercy terparkir jelas di depan matanya, yang membuat perasaan minder itu pun semakin besar padanya, "Sungguh Aku ini hanya buruh pabrik, jadi Aku merasa tahu diri!" Ucap Seno pada Salsa merasa gelisah dalam dirinya itu.
Salsa yang tahu melihat Seno merasa minder kepadanya itu, lantas Salsa mendekari Seno. Seakan- akan Salsa meyakinkan bahwa pikrannya itu salah besar, "Jangan menganggap dan memandangku seperti itu, semua punya hak yang sama bisa bergaul pada siapapun, Aku tidak memandang segalanya dari Harta, Aku pun pernah miskin dan susah, Sen!" Ucap Salsa menjelaskan padanya itu.
Seno menatap Salsa merasa resah di dalam pikirannya itu, dan tanpa bisa ditahannya lantas Diapu bicara lagi pada Salsa, "Bukan itu maksudnya, Aku tahu Kamu adalah orang baik dan gak mungkin berbuat seperti itu, Aku takut jatuh cinta padamu, jadi seperti mimpi disiang bolong, Sa!" Jawab Seno pada Salsa menjelaskan diri dengan pertaruhan rasa malu padanya itu.
Alangkah terkejutnya hati Salsa itu, mendengar ucapan spontan Seno padanya, seolah seperti halilintar disiang bolong, yang menepiskan kehancuran batinnya untuk kembali tegar, sungguh Salsa merasa bahagia, ditambah Ibu Komariah dinilainya sudah merasa dekat dirasakannya itu, sambil tersenyum padanya lantas Salsa menjawabnya, "Apa benar yang Kamu ucapkan itu, Atau telingaku salah dengar?" Tanya Salsa sambil merasa senang dalam dirinya itu.
Sambil seperti menggoda Salsa, lantas Seno pun bicara lagi meledeknya, "Wew, Siapa yang jatuh cinta!" Ucap Seno.ada Salsa sambil tertawa keras padanya menggoda.
Salsa pun tahu Seno sedang menggodanya, lantas Dia pun pura- pura marah dan hendak pergi sambil bicara pada Seno, "Yaudah, peduli amat dengan cinta, Aku pulang sekarang!" Jawab Salsa pada Seno seakan- akan Dia marah padanya itu.
Melihat itu, tak di duga Seno malah tertawa pada Salsa, "Ha…Ha…Ha…!, sehingga Salsa merasa maku aktingnya ketahuan.
"Kalau mau pergi silahkan saja, dan jangan kemari lagi, Wew!" Ucap Seno padanya itu.
__ADS_1