Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Rumah baru dan rutinitas


__ADS_3

Malam itu akhirnya Salsa dan Andreas bermalam di rumah yang mewah milik Orang Tuanya, rasa sungkan dan canggungnya masih ada dalam diri Salsa pada Mereka.


Cinta dan kasih yang mereka torehkan pada Salsa dan Anaknya, kini terukir nyata di depan kepalanya sendiri, tak terpikir olehnya akan mendapatkan semua keadaan ini, seolah seperti mimpi, dan hari- harinya ke depan akan menjadi pengalaman hidup yang beru yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya.


Saking asyiknya merenung, tiba- tiba Ibu Widury menghampiri bersama pembantu setianya Bibi Ulpa, lalu dengan penuh perhatian Ibu Widury pun bicara padanya,


"Salsa, nanti bila kamu perlu sesuatu jika Ibu tidak ada, Kamu tinggal bilang ke Bibi Ulpa, Ia ini yang mengurus segala urusan rumah tangga di rumah ini!" ucap Ibu Widury pada Salsa sambil memperkenalkannya,


"Iya, Bu! Pasti Salsa nanti banyak nanya pada Bibi!" jawab Salsa pada mereka berdua dengan senyum di bibirnya.


Akhirnya dengan menebar keakraban, mereka pun berbincang dengan penuh kehangatan malam itu, hingga malam beranjak menuju pagi.


Paginya tampak Salsa menggendong Andreas dengan bersenandung kecil, mulutnya tanpa henti bicara manis pada Andreas seolah sedang mengajarkan bicara pada Anaknya itu,


Tiba- tiba Ibu Widury datang menghampirinya sambil bertanya,


"Kamu berangkat kerja jam berapa?" tanya Ibu Widury pada Salsa ingin tahu,


"Jam tujuh, Bu-" jawab Salsa pada Ibu Widury menjelaskan,


"Yaudah sana Kamu siap- siap, biar Andreas Ibu yang gendong!" ucap Ibu Widury lagi pada Salsa sambil mengambil Andreas dari pangkuannya,


Dengan merasa tak enak dibuatnya, lalu Salsa pun bergegas pergi untuk segera mandi, tak lupa Ia pun bicara pada Andreas dengan rasa sayangnya,


"Andreas, Mama mandi dulu, Kamu dengan Nenek dulu dan jangan nakal!" ucap Salsa pada Anaknya Andreas lalu pergi meninggalkannya.


Perasaan hati Salsa seolah bercampur aduk didalam pikirannya, cerita tentang hidupnya yang berubah drastis membuat diribya seolah merasa canggung, bagaimana tidak kini Salsa tinggal dirumah mewah dan dengan segala fasilitasnya.


"Ibu Widury, Maafkan Salsa, terpaksa Andreas di titipkan pada Ibu, walau hati ini merasa gak enak, Bu!" ucap Salsa pada Ibu Widury sambil menghampiri Ibunya itu,


"Sudah sana berangkat, nanti kesiangan lagi!" jawab Ibu Widury pada Salsa menyuruhnya pergi,


"Tapi Salsa bingung naik apa dari sini, keluar komplek saja jauh, Bu!" jawab Salsa pada Ibu Widury menjelaskan,

__ADS_1


"Sana minta anter Mang Jupri, tuh dia kemari!" ucap Ibu Widury pada Salsa dengan segera menghampirinya,


Lalu setelah menghampiri Mang Jupri supir pribadinya itu, lantas Ibu Widury pun bicara padanya,


"Mang Jupri, tolong antar Salsa ke kerjaannya sekarang!" ucap Ibu Widury pada Mang Jupri dengan cepatnya bicara,


"Baik, Bu!" jawab Mang Jupri pada Ibu Widury dengan bergegas mengambil mobilnya di garasi.


Akhirnya dengan terpaksa pagi itu Salsa bekerja diantar supir pribadinya Ibu Widury, dengan rasa senang di hatinya Salsa merasa seolah mimpi nyata ini menghiburnya dengan harap dan Asa di pikirannya.


Disaat Salsa tiba di kerjaannya, dengan perbedaan yang menyolok dari sebelum- sebelumnya, membuat reaksi teman- temannya seolah heboh di buatnya, perbedaan Salsa pagi itu dengan diantar mobil BMW mewah milik Bapak Sebastio menjadi pembicaraan hangat pagi itu, tak ketinggalan Yuli bersama Davi pun ikut bereaksi karenanya itu,


"Itu Salsa diantar pake mobil mewah, hebat benar, tapi dengan siapa Dia?" tanya Yuli pada Rekannya Davi seolah penasaran,


Wajah Davi tersenyum dibuatnya, keingin tahuan Yuli pada Salsa membuatnya seakan- akan mentertawakannya,


"Kok diam, dan tertawa lagi, ada yang aneh Aku bertanya seperti itu?" tanya Yuli pada Davi dengan sedikit kesalnya,


"Memang Kamu sendiri tahu Salsa itu diantar siapa?" tanya Yuli pada Davi dengan rasa penasaran di dalam dirinya itu,


"Ya, tentulah Aku tahu, terus memang kenapa ?" tanya Davi pada Yuli menegaskan,


"Ya, beri tahu Aku dengan siapa Salsa datang tadi!" ucap Yuli pada Davi memberi tahunya,


Sambil berpikir sejenak, seolah sedang mempersiapkan jawaban yang pas buat Yuli di dalam benaknya, tak lama Ia pun bicara,


"Dia itu bersama supir pribadinya dengan mobil mewahnya itu!" jawab Davi pada Yuli dengan meledeknya,


Mendengar jawaban Davi seolah tak masuk diakal, dengan sedikit sensi Yuli pun angkat bicara lagi,


"Supir pribadi, supir pribadi 'ndasmu!" jawab Yuli pada Davi dengan marahnya,


Melihat Yuli semakin sewot, Davi pun semakin membuat senang untuk terus menggodanya,

__ADS_1


"Kok sewot begitu, kalau gak percaya tanya saja langsung pada orangnya!" jawab Davi pada Yuli sambil terus berjalan masuk karena bel tanda masuk sudah berbunyi.


Sorenya setelah usai pulang kerja, Salsa terlihat sedang menunggu Davi di depan gerbang, matanya tak henti melihat para karyawan yang berlalu untuk pulang sore itu, dan tak lama Davi pun datang menghampirinya,


"Dav, Aku hari ini nebeng Kamu lagi, dong!" ucap Salsa pada Davi sambil berharap,


"Memang Kamu gak di jemput, Sal?" tanya Davi pada Salsa seolah ingin memastikan,


"Gak, tadi Aku telpon untuk jangan di jemput, Aku merasa risi semua orang membicarakan Aku, jadi merasa gimana, gitu!" jawab Salsa pada Davi menjelaskannya,


"Sudah Aku duga jawabanmu, memang semua orang membicarakanmu karena tak biasanya, sampai Yuli pun menjadi kepo melihat Kamu datsng diantar mobil mewah milik Bapakmu itu!"


"Masa sih, Yuli kepo padaku?" tanya Salsa pada Davi merasa tak enak di buatnya,


"Benar, sampai Aku godain terus hingga Dia marah padaku, tapi Aku tak mau ambil hati, tertawa terus habisnya lucu, tahu!" jawab Davi pada Salsa sambil memacu sepeda motornya itu,


Di perjalanan pulang Salsa terus berpikir akan perubahan yang terjadi dalam hiduonya itu, hingga sekelilingnya merasa ingin tahu tentang keberadaannya itu, dan tak lama Ia pun tiba juga dirumahnya, tampak Ibu Juariah berdiri menyambutnya dengan senyum khasnya itu,


"Assslamualaikum," ucap Salsa pada Ibu Juariah dengan rasa kesalnya itu,


"Waalaikum Salam," jawab Ibu Juariah pada Salsa dengan merangkulnya,


Lalu merekapun masuk rumah dan segera duduk di ruang tamu, dan Salsa pun bicara,


"Bagaimana Ibi ini, sebenarnya Andreas disana pasti cara Ibu untuk Salsa mau tinggal disana, betul bukan, Bu?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah dengan rasa penasarannya,


Ibu Juariah terdiam saat Anaknya bertanya seperti itu, lalu Ibu Juariah pun menjawabnya,


"Itu semata- mata untuk kebaikan Kamu dan Andreas, agar kemudahan dan kemewahan mereka itu, Kamu juga bisa merasakannya!" jawab Ibu Juariah pada Salsa dengan menjelaskannya,


"Jadi seolah Ibu ingin agar Aku dan Andreas menjauh dari kehidupan Ibu, benarkan?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah dengan kesalnya itu,


"Bukan, Bukan begitu maksud Ibu, supaya kalian berdua ada yang bertanggung jawab dan memperhatikannya setiap waktu, Kamu harus merasakan jadi orang kaya, jadi orang terpandang sekarang, jangan menunggu tumbuh lebih besar lagi, yang membuat keadaan pun berbeda!" jawab Ibunya Juariah pada Salsa dengan membelai rambutnya dengan sayangnya,

__ADS_1


__ADS_2