Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Malam Pengantin hangat


__ADS_3

Usainya pernikahan membuat rasa bahagia di dalam hati mereka berdua, itu terbersit dari berseri- serinya wajah mereka, kekhawatiran dan ketakutan akan omongan miring masih sedikit ada, tapi cerita cinta mereka terus berlanjut dengan biduk pernikahan mereka itu.


"Zaki ku sayang, jangan pikirkan tentang usiamu yang muda itu, kini Kaulah Suamiku, pendamping hidupku kini," ucap Juariah pada Suaminya Zaki dengan ucapan cinta dalam hatinya itu,


"Ia Istriku sayang, jangan pernah ragukan cintaku ini, selamanya Aku ada untukmu!" jawab Zaki pada Juariah Istrinya dengan hati yang bahagianya itu,


Malam itu adalah malam yang di tunggu oleh kedua pengantin itu, dengusan dan desissan hasrat mereka yang tertahan itu menyisakan rasa birahi lama yang tertunda, ditambah rasa penat yang ada pada kepala mereka, hingga malam itu pun sungguh sangat di tunggunya,


Selapis demi selapis pakaian Juariah Ia lepaskan, sejengkal demi sejengkal tubuh Juariah Ia jamahi, lalu erangan demi erangan Ia nikmati, dengan perasaan nikmatnya itu, hingga membuat Zaki seolah terbang bersama indahnya Nirwana berdua,


"Ayo sekarang tumpahkan segala kekesalan dan hasrat cintamu itu padaku, sayang!" ucap Juariah pada Zaki yang sedari tadi hanya bermain di sekitar Sang gunung kembarnya itu,


"Yups...enak sayang!" ceracau Zaki pada Istrinya Juariah dengan merengkuh segala asanya itu,


Semua bongkahan dan lipatan yang di punyai Juariah, malam itu Juariah suguhkan untuk Suami tercintanya itu, hingga Zaki tak kuasa menahan nikmatnya itu,


"Disaat kita punya masalah dan kepusingan, aku berharap untuk memainkan ini selama pikirannmu terbebani amarah dan emosi, dan mungkin akan sirna dengan lonjakan tak terkiranya ini!" ucap Juariah pada Suaminya Zaki dengan membabi buta merangsangnya,


Lalu Sedikit demi sedikit, dalam dan semakin dalam, Zaki bergerak layaknya Joki kuda dengan kesurupan, hingga pantatnya terdorong, dengan di ayunkan ke depan dan ke belakang, sehingga gerakannya semakin kencang dan terus mengencang, hingga sesuatu pancaran lahar tak terbendung keluar...byurr!,


Akhhhhh!, teriak histeris Zaki, dengan kerasnya itu, seperti Auman Sang Raja hutan, yang mengaum membahana dengan laparnya itu, hingga hentakkannya bringas kesana kemari tak tertahan,


Dan diiringi erang dan desis kuat Juariah yang mengejang, Uuhhhĥhhhh!, laksana Cacing kepanasan, meronta tak tahu arah, dengan matanya melotot seolah mau copot,


Lalu mereka berdua pun akhirnya tak berdaya, luluh dengan sekujur tubuh basah oleh peluh, lalu mereka pun tak berdaya.


Sekonyong- konyong Salsa datang pagi itu, kerumah pengantin baru, yang tak henti meledek pada mereka berdua itu,


"Wah asik nih pengantin baru, lupa bangun pagi, saking enaknya!" ucap Salsa pada mereka berdua yang sedang duduk dengan santainya itu,


Mereka berdua itu merasa malu dibuatnya, wajah mereka memerah, dan pandangannya seolah malu- malu menahan perasaan dalam dirinya itu,


"Tumben Kamu datang pagi- pagi kemari?" tanya Juariah pada Salsa Anaknya itu,

__ADS_1


"Sengaja mau lihat pengantin baru kesiangan, Iya gak, Zak?" tanya Salsa pada Zaki mengingatkannya sambil meledek Zaki yang tersipu malu,


Mendengar Salsa meledeknya, lantas Juariah pun balik meledek Salsa,


"Huss, mulai sekarang panggil Zaki dengan sebutan Papi, ingat Salsa, Papi!" ucap Juariah pada Salsa sambil tersenyum,


"Apa, Papi? Gak salah dengar tuh?" tanya Salsa pada Juariah dengan rasa penasarannya itu,


Melihat mereka saling meledek itu, yang membuat Zaki tersipu malu karenanya itu, hingga pandangannya seolah Ia tutupi dengan malunya itu, Ia pun lantas bicara ikut menimpali mereka berdua yang sedang saling ledek itu,


"Jangan Papi dong, Abah saja agak kerenan, gitu!" ucap Zaki pada mereka berdua menimpali guyonan mereka itu,


Mendengar Zaki berkelakar dengan guyonan khasnya itu, lantas Juariah pun bicara lagi,


"Nah, jawaban Suamiku lebih gila lagi, barusan dengar tidak, Sa?" tanya Juariah pada Salsa Anaknya itu dengan tertawa lepas,


Mereka bertiga tertawa dengan lepasnya itu, keluarga baru yang kini hadir memberikan suasana baru juga pada mereka, hingga tiba- tiba Davi datang terus memanggil dengan ucap Salamnya itu,


"Waalaikum Salam," jawab Salsa pada Kekasihnya itu Davi sambil berjalan menghampirinya,


Davi pun akhirnya berjalan masuk, dan terlihat Salsa keluar dengan senyum manis menyambutnya itu,


"Sini, langsung masuk saja, Ini pengantin baru lagi ngaso dulu untuk tempur lagi nanti!" ucap Salsa pada Davi dengan meledek sepasang pengantin baru itu,


Mendengar kekasihnya Salsa berkelakar, yang membuat Davi tersenyum lucu, dan dengan menahan tertawa Davi pun bicara pada mereka berdua itu,


"Siang Bu, Zaki gimana kabarnya hari ini?" tanya Davi pada keduanya itu,


Mereka berdua pun seolah menahan malu dari ledekan Salsa tersebut, dengan seutas rasa tak enaknya, lantas Zaki pun menjawabnya,


"Alhamdulillah baik, Dav! Sini duduk!" jawab Zaki pada Davi dengan menawarkan duduk pada Davi itu,


Akhirnya Davi pun menghampiri Zaki lalu duduk di sampingnya itu, hingga merekapun akhirnya berbincang ngaler ngidul dengan senangnya, yang membuat semua kegelisahan dan penderitaan seakan- akn sirna.

__ADS_1


Tiba- tiba Juariah bertanya pada Davi secara spontan, dengan mengagetkan mereka berdua,


"Dav, Kapan Kamu dan Salsa menyusul untuk menikah?" tanya Juariah pada Davi dengan rasa ingin tahunya itu,


Pertanyaan itu membuat Davi bingung menjawabnya, Ia melirik Salsa yang berada disampingnya, dengan senyum menahan resahnya, lantas Davi pun menjawabnya,


"Ya, doakan saja, semoga hubungan Kami sampai puncak pernikahan itu!" jawab Davi pada Juariah dengan sedikit bingung karenanya itu.


Salsa tersenyum kearah Davi dengan bangganya itu, yang membuat Davi tertunduk malu terhadapnya, hingga dengan isengnya, Juariah pun bicara lagi dengan ledekannya itu,


"Uhh, semalam gak tahu merasa sangat enak, semua seolah ada yang punya, masa buka celana saja dibukain, coba pikir, apa itu gak enak, Sa?" tanya Juariah pada Salsa dengan guyonannya lagi,


Salsa tertawa dibuatnya, semua yang disitu pun tak lepas dari kelucuan yang dilontarkan Juariah itu, hingga Salsa pun menimpalinya,


"Tapi semalam ada yang minta disusui tidak?" tanya Salsa pada Juariah Ibunya dengan balik berguyon,


"Gak ada, yang ada hanya kakek ompong yang lagi menghisap punyaku ini, he he he!" jawab Juariah pada Anaknya Salsa dengan tertawa lepas pada mereka itu,


"Pantas kakeknya ingin di panggil Abah, mungkin lantaran hal itu kali, Bu?" tanya Salsa pada Juariah dengan senyum bahagia dalam hatinya,


. Mendengar ucapan Salsa yang semakin meledeknya, akhirnya Davi pun segera menenangkannya,


"Sudah, jangan di goda lagi, kasihan Zaki malu tuh!" ucap Davi pada Salsa dengan sedikit mengingatkannya,


Mendengar kekasihnya berusaha untuk menenangkannya, tapi justru Salsa malah menambah menimpalinya itu,


"Itu bukan wajah malu sayang, tapi wajah ingin lagi, tahu!" jawab Salsa pada Davi kekasihnya itu,


Zaki semakin merasa di serang terus, dan akhirnya Zaki pun ikut menimpalinya lagi,


"Suuttt!, jangan bilang- bilang pada orang lain, kalau Aku sekarang punya pabrik Susu dan kebun kacang sendiri, nanti kalau tahu, orang- orang pada minta, bisa berabe urusannya!" ucap Zaki pada Salsa menimpali guyonannya dengan rasa senangnya itu,


Akhirnya kedekatan keluarga itu terjalin sudah, kini Salsa punya Ayah baru lagi yakni Abah Zaki.

__ADS_1


__ADS_2