
Salsa yang seolah telah berubah, akhirnya sampai juga ke telinga Darwis, dengan merasa senang dalam hatinya, segera Ia pun menceritakan tentang Salsa ini pada Istrinya Yohana,
"Say, tahu gak sekarang Salsa menjadi Orang kaya?" tanya Darwis Suaminya pada Yohana dengan rasa senang dihatinya itu,
"Memangnya Salsa sekarang bisnis apa, bukannya Dia itu kerja?" jawab Yohana pada Darwis dengan tidak nyambungnya bicara,
"Bukan itu, tapi sekarang Dia mau tinggal bersama Ayahnya itu Sebastio, Dia kan Orang kaya, pemilik beberapa perusahaan, karena Ibunya Salsa dulu adalah mantan Istrinya!" ucap Suaminya Darwis pada Yohana dengan perasaan senangnya itu,
"Masa sih, jadi sekarang kerjanya berhenti dong?" tanya Istrinya Yohana pada Darwis ingin tahu,
"Mana mau Ia berhenti kerja, Salsa tetap bekerja seperti biasa, tapi tinggalnya di komplek elite, perumahan Orang kaya," jawab Darwis pada Yohana Istrinya dengan senangnya Ia bercerita,
"Kamu tahu dari siapa hal ini?" tanya Yohana pula pada Darwis ingin tahu,
"Ya, dari Pamannya, Anwar!" jawab Darwis pada Istrinya Yohana menegaskan padanya,
"Kalau memang begitu, Aku sih merasa bersyukur, karena kisah tragisnya membuatnya seolah tak kuasa untuk memikulnya," jawab Yohana pada Darwis dengan perasaan seolah lega dalam hatinya.
Memang setelah dilanda berbagai masalah yang menimpanya, keluarga mereka seolah lebih kuat dan rukun selalu, ini akibat cara Salsa menjelaskan masalah Suaminya yang dulu pada Yohana itu,
"Nanti kapan- kapan Kita main kesana, untuk menjenguknya!" ucap Darwis pada Yohana dengan senyum yang tersungging di bibirnya,
"Kalau besok, gimana?" tanya Yohana pada Suaminya Darwis dengan menggebu- gebu di hatinya itu,
Mendengar jawaban Istrinya Yohana itu, membuat perasaan bingung dalam diri Darwis, bagaimana tidak, sosok Sebastio adalah orang yang disegani, mungkin rasa ketakutan akan aibnya dulu takut menjadikan Ia murka padanya,
"Jangan buru- burulah, kapan- kapan saja!" jawab Darwis pada Yohana seolah mengelak dari maksudnya itu,
Melihat Suaminya seolah menolaknya, Yohana pun terus bicara lagi pada Darwis dengan harapnya itu,
"Kalau Aku sendirian kesananya, bagaimana?" tanya Yohana pada Suaminya Darwis seolah memaksanya untuk pergi kesana,
__ADS_1
"Bagaimana,Ya? Tapi Kamu kan sedang hamil, Aku merasa khawatir dengan keadaanmu itu?" ucap Suaminya Darwis dengan perasaan Was- was,
"Percaya pada Yohana, tidak akan ada apa-apa," jawab Yohana lagi pada Darwis dengan terus memaksakan keinginannya itu,
"Ya, terserahlah, pokoknya Aku titip, hati- hati, jaga kandunganmu itu!" jawab Darwis pada Istrinya Yohana memberi tahukannya,
"Jadi Kamu mengijinkannya kan, Say!" ucap Yohana pada Suaminya Darwis dengan perasaan senang di hatinya,
Darwis tak menjawab, hanya mengangguk- anggukan kepalanya saja pada Istrinya itu.
Lain hal dengan Ibu Juariah sehabis mereka ke pasar, akhirnya mampir kerumah Tuan Sebastio untuk menengok Cucunya Andreas dan Salsa, dan selang beberapa waktu dalam perjalanan, akhirnya tiba juga motor yang dikendarai Zaki tiba Juga di rumah mewah milik Sebastio, Yang dulu pernah Ia tempati sewaktu menjadi Istrinya Sebastio dulu,
Melihat suasana di komplek itu terasa tidak banyak berubah, hanya satu dua rumah yang sudah di renovasi, yang membuat pangling bagi Ibu Juariah itu, dan mereka berdua pun akhirnya jalan untuk menuju rumah sebastio itu,
Ting Nong! Ting Nong! Begitu suara bel yang dipijat Ibu Juariah terdengar berbunyi, dan tak lama Salsa pun membukakan pintunya itu,
Brakk! Pintu dibuka Salsa, saat di buka terlihat Ibunya dan Zaki yang sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum padanya,
"Siang Kak Salsa!" Ucap Zaki pada Salsa menimpali mereka berdua bicara,
"Siang juga, Zak!" jawab Salsa pada Zaki dengan senyum di wajahnya,
"Kedua Orang Tuamu di mana?" tanya Ibu Juariah pada Salsa ingin tahu,
"Mereka berdua dengan Andreas sedang di ruang tengah, lagi bercanda bersama," jawab Salsa pada Ibu Juariah dengan merasa lega di hati,
"Ayo masuk, Zak!" ucap Ibu Juariah pada Zaki yang sedari tadi terkesima atas segala kemewahan di rumah itu,
Dan dengan segera mereka bertiga pun langsung masuk kedalam rumah mewah milik Ayah Sebastio itu,
Dari dalam terdengar Bapak Sebastio pada Salsa bertanya sambil teriak, mungkin karena jauh letaknya itu,
__ADS_1
"Salsa, tamu siapa yang datang tadi itu?" tanya Bapak Sebastio pada Salsa seolah ingin tahu,
"Ini Ibu datang bersama Zaki, Ayah!" jawab Salsa pada Ayahnya balik teriak,
"Ajak langsung masuk saja!" ucap Sebastio pada Salsa dengan terus menghampiri mereka,
"Ayo, Ju! Langsung kemari saja!" ucap Sebastio lagi sambil tangannya menunjukkan kepada mereka,
Mereka berjalan menuju ruang tamu yang amat besar itu, dengan merasa canggung dihatinya, Zaki pun mengikuti kemana Ibu Juariah pun melangkah,
"Sudah jangan merasa canggung, biasa saja gak enak dilihatnya," ucap Ibu Juariah pada Zaki dengan memberi tahukannya,
Zaki pun tak menjawabnya, hanya menganggukkan kepalanya pada Ibu Juariah itu,
Setibanya diruang tengah, tampak mereka sedang bermain dengan Cucunya sambil di gendong Ibu Widury dengan perasaan tak menentu,
"Selamat Siang Ibu Widury, maaf mengganggu, ini sudah kangen sama Andreas, dari kemarin!" ucap Ibu Juariah pada Mereka berdua dengan sedikit tertawa,
Lalu Ibu Juariah pun langsung menghampiri Andreas yang sedang asyik di gendong oleh Ibu Widury itu, dengan sedikit mengajaknya bercanda, akhirnya Ibu Juariah pun langsung menggendong Andreas dengan rasa sayangnya pada Cucunya itu,
"Ini Cucu Nenek yang ganteng ini, apa kabarnya, sayang!" ucap celotah Ibu Juariah pada Cucunya Andreas dengan rasa kangen yang memburunya itu,
Semua memperhatikan Ibu Juariah dengan rasa kangennya pada Cucunya itu, yang membuat semua orang tersenyum gembira dibuatnya.
Setelah puas bermain- main dengan Cucunya Andreas, lalu Ibu Juariah pun memberikan Andreas lagi pada Ibu Widury, dengan perasaan lega di hati.
"Ayo Zaki silahkan diminum sirupnya, dan sekalian cicipi kuenya!" ucap Salsa pada Zaki dengan menawarkannya,
Dengan malu- malu kucing, Zaki pun segera meminum Sirupnya dengan segera.
Tak lama mereka semua berkumpul bersama, berbincang ngaler- ngidul seolah sedang menikmati rasa kangennya masing- masing, dan disela berbincangnya, Ibu Juariah pun berkata pada Sebastio dan Istrinya itu,
__ADS_1
"Karena semua ada, Aku mengucapkan terima kasih pada kalian berdua, untuk menerima Anakku Salsa dan Andreas untuk tinggal disini, bukannya Aku ingin berpisah dengan Anakku, tapi jauh dari itu tujuanku ingin melihat Salsa dan Andreas senang, dan untuk Ibu Widury dengan sabar dan pengertiannya yang besar untuk mau di repotkan dengan Andreas, Salsa mulai sekarang dan seterusnya rumahmu disini, kamu bisa menjadi orang yang tak mudah direndahkan dan dihina lagi seperti dulu. Jangan pikirkan Ibu, disaat Kamu butuh Ibu, Ibu pasti datang kemari, jaga diri baik- baik, dan jangan kecewakan mereka berdua itu, itu pesan Ibu untukmu!" ucap Ibu Juariah pada Salsa dan semua yang hadir pada malam itu, yang membuat semua terharu atas ucapannya itu, dengan berlinang air matanya, menahan sedih dihatinya.