Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Ungkapan perasaan hati


__ADS_3

"Jadi kalian membicarakan tentang Aku, buat Apa?" ucap Salsa pada Davi sambil menoleh ke arah Ayahnya Sebastio,


Desta hanya terdiam, Ia palingkan matanya melihat lukisan pemandangan yang tertempel di dinding sebelah kirinya itu, seolah tak menghiraukan Salsa yang sedang marah kepadanya itu,


Dan Ayah Sebastio lalu menghampirinya, dan duduk pas di sebelah Desta, seolah- olah ingin menemani Desta yang sedang diam karena emosi Anaknya itu, lalu Ayah Sebastio menatap Sosok Anaknya Salsa, dan terlihat wajahnya cemberut dan mukanya merah dengan emosinya itu, dan karena tak tahan dengan keinginan untuk bertanya pada Salsa, akhirnya dengan berat hati Ia pun bertanya juga,


"Ini ada apa? Kok pulang- pulang mukamu cemberut dan omonganmu pada Desta seolah marah, Ada masalah apa?" tanya Ayah Sebastio pada Salsa dengan sangat sayangnya itu,


Mendengar Ayahnya Sebastio bertanya padanya dengan rasa sayang, membuat Salsa tersipu malu, wajahnya menunduk sambil tangannya dengan tak henti mengetuk- ngetuk pahanya seolah merasa sungkan pada Ayahnya itu, melihat itu Ayahnya Sebastio kembali bertanya,


"Ditanya Kok malah diam, Apa salahnya Kamu ceritakan pada Ayahmu tentang masalahmu itu!" ucap Ayah Sebastio lagi pada Salsa dengan merasa penasaran,


Merasa Ayahnya Sebastio mendesaknya, terlihat Salsa semakin memerah wajahnya, pikirannya terus berputar di dalam otaknya itu, sehingga degup jantungnya seolah semakin cepat berpacu, dan hatinya semakin sakit merasakan panas karena ucapan Yuli tadi, yang menuduhnya seolah tak benar,


Dan dengan merasa berat hati, dan juga merasa tak enak kepada Ayahnya itu, lantas akhirnya Salsa pun menjawab,


"Ini hati Salsa lagi merasa tak enak, Ayah!" jawab Salsa pada Ayahnya Sebastio dengan merasa enggan bicara,


"Tak enak kenapa? Pasti ada sebabnya!" jawab Ayahnya Sebastio pada Salsa menjelaskan,


Lalu Salsa menjelaskan masalahnya itu pada Ayahnya Sebastio dengan perasaan sedihnya, kepala Sebastio mengangguk- angguk seolah tahu apa yang dirasakan Anaknya itu,


"Jadi begitu Ayah, Coba Ayah pikir, niat Salsa hanya memberi masukan kepadanya, tapi Dia menganggap Salsa ini berbohong, rasanya sangat menyebalkan sekali, Ayah!" ucap Salsa pada Ayahnya Sebastio dari hati yang paling dalam,


"Yuli sudah merasa Arjuna keparat itu pilihannya, jadi Ia sudah merasakan Arjuna sebagai belahan jiwanya, masukan semacam apapun tak akan bisa merubahnya, karena Ia sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya!" jawab Ayahnya Sebastio dengan sedikit memberi masukannya,

__ADS_1


Hati Sebastio merasa benci, mendengar masalah Anaknya itu, selalu berhubungan dengan Arjuna lagi, jadi masa lalu dan dengan segala penderitaannya itu, kini muncul kembali untuk membawa Salsa dalam linangan air matanya lagi.


"Tapi sudahlah, yang penting maksud baikmu sudah Kamu utarakan pada Yuli, dan mulai sekarang, biarkan saja Yuli dengan hidupnya, gak usah diambil pusing!" ucap Davi pada Salsa seolah ikut menimpalinya bicara,


Mendengar Davi menimpali perkataan mereka bicara, lantas Ayah Sebastio langsung bicara lagi pada Salsa dengan marahnya,


"Betul apa kata Davi itu, jangan urusi Dia, bila Kamu ingin Arjuna si keparat itu menderita, bilang pada Ayah, nanti bisa Ayah perkarakan Dia karena kelakuannya dulu pada Kamu, sekarang Kamu tenang dan gak usah bersedih lagi!" ucap Ayahnya Sebastio pada Salsa dengan merasa ikut sedih lantaran Salsa menderita.


Dengan menggeleng- gelengkan kepalanya, lantas Ayah Sebastio pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan hati yang dibaluti pilu.


Mereka berdua seolah tak percaya dengan sikap Ayahnya itu, dengan begitu cintanya pada Salsa, membuat semua hidupnya seolah tak dihiraukannya,


Mereka berdua pun melihat Ayah Sebastio pergi dengan perasaan tak enak, yang membuat mereka berdua saling pandang, dan bingung untuk menengahi cintanya pada Anaknya itu.


Di lain tempat, tampak Yuli sedikit merasa perasaannya tak menentu, kejadian selisih pahamnya dengan sahabatnya Salsa, yang membuat pikirannya dihantui rasa emosi yang kuat di kepalanya, dan disaat menunggu Arjuna pun, rasa napsu amarahnya terpancar, hingga dengan harap yang sedari tadi di tunggunya, akhirnya Arjuna pun tiba juga,


"Tadi mampir dulu ke pom bensin, kebetulan penuh antri," jawab Arjuna pada Yuli menjelaskannya,


"Yaudah, kita langsung pulang saja, atau kemana dulu?" tanya Yuli pada Kekasihnya Arjuna seakan ingin tahu,


"Terserahmu saja, Aku sih ikutan!" jawab Yuli pada Arjuna menegaskan padanya,


Mendengar itu Yuli diam, Ia sedikit berpikir di otaknya itu, dan tak lama akhirnya Yuli pun menjawabnya,


"Bagaimana sore- sore begini kita makan nasi uduk lesehan di taman kota, Aku sudah lama tak kesana, gimana Arjuna?" tanya Yuli pada Arjuna dengan wajah berseri- seri itu,

__ADS_1


Mendengar ucapan kekasihnya dengan senangnya itu, membuat perasaan hati Arjuna bahagia dibuatnya, lalu tanpa menunggu lama, Arjuna pun langsung menjawabnya,


"Ok, Ayo cepatlah naik, Kita meluncur ke taman kota sekarang!" jawab Arjuna pada Yuli dengan girangnya itu,


Akhirnya mereka berdua pun pergi dengan perasaan senang di wajahnya itu, dan di perjalanan menuju taman kota mereka tak banyak bercakap- cakap, karena pikiran mereka sudah membayangkan sepiring nasi uduk nikmat di dalam pikirannya itu, sehingga yang lain mereka abaikan.


Selang beberapa lama, mereka pun akhirnya tiba juga di lesehan nasi uduk Mas Joko Tole, di taman Kota itu, dengan kebetulan sore itu belum begitu ramai pembelinya, hingga mereka pun masih bisa memilih tempat untuk duduk, hingga bisa menikmati nasi uduk itu dengan santai.


Sambil menunggu pesanan nasi uduknya datang, mereka berdua pun saling berbincang,


"Kemarin Aku bertemu Salsa dan Davi di kedai Bakso Mang Ujang, mereka berdua sudah disana rupanya," ucap Yuli pada Arjuna memberi tahunya,


Mendengar nama Salsa disebutnya, membuat pikiran Arjuna seolah melayang jauh ke alam lalu, hatinya seolah tertusuk duri, sakit- sakit anjrit begitu, dan perasaan tak berharga muncul di dalam dirinya itu, melihat Arjuna diam bengong seperti orang tolol, Yuli pun semakin penasaran tak mengerti, lalu Yuli pun bertanya lagi,


"Loh kok diam? Aku bertanya padamu, Ehh.. malah bengong, kenapa?" tanya Yuli lagi pada Arjuna pula,


Mendengar ucapan Kekasihnya Yuli yang semakin mengeras, lantas Arjuna pun segera menjawabnya,


"Terus akhirnya Kamu ikut nimbrung juga dengan mereka?" jawab Arjuna pada Yuli berbalik nanya,


"Tadinya Iya, tapi setelah Aku ngobrol dan bicara padanya soal Kamu, dan saat itu pula Salsa bicara ketidak senangannya kepadamu, lalu Aku marah padanya, lalu langsung pergi dengan tanpa menghiraukan mereka, tapi Salsa mengejarku karena merasa tak terima, atas perlakuanku kepadanya, dan akhirnya kami bertengkar disitu!" jawab Yuli pada Kekasihnya Arjuna dengan merasa emosi di dadanya itu,


Mendengar itu, seluruh tubuh Arjuna merasa bergetar, Ia memilih siapa yang benar dan yang akan Ia bela sejujurnya, dan dengan perasaan tak sanggup, untuk membeberkan semua itu, lalu dengan merasa tak kuat menahannya, Arjuna pun menjawabnya,


"Sudahlah, jangan terlalu di permasalahkan, itu hanya kebetulan berbeda pemahaman saja!" ucap Arjuna pada Yuli sambil berdiri dan bergegas pergi meninggalkan Yuil sendirian,

__ADS_1


Yuli pun bingung dan penasaran dibuatnya, mengapa Ia meninggalkannya sendirian?...


__ADS_2