Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Rasa ingin tahu


__ADS_3

Mereka seolah letih setelah perjuangan panjang, terlihat semua keletihan dengan merasa enggan untuk bicara, hanya Ibu Juariah saja yang mendekap rasa penasarannya, yang bertanya pada mereka dengan hebohnya,


"Salsa, tolong ceritakan pada Ibumu ini, ada apa sebenarnya?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa serasa ingin tahu,


Dengan tersenyum lebar, Salsa pun menjawab pada Ibunya itu,


"Memang Ibu mau cerita apa?"jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan meledeknya,


Mendengar Salsa menjawab dengan meledeknya, Ibu Juariah pun marah dibuatnya, Ia membuang muka pada Salsa sambil cemberut, dan tiba- tiba Anwar pun menimpalinya,


"Kakak, memang mau tahu apa? Orang tadi habis liburan bersama!" ucap Anwar pada Ibu Juariah dengan tertawa,


Mendengar Adiknya Anwar ikut menggodanya, membuat yang hadir disitu pun tertawa senang.


Melihat semua mentertawakan Ibu Juariah, lalu dengan merasa kasihan, Ibu Widury bicara pada mereka semua,


"Sudah,....sudah jangan digoda terus, kasihan!" ucap Ibu Widury pada mereka semua dengan senyum ramahnya itu,


Dan tak lama mereka pun akhirnya berbincang tentang masalah yang menimpa mereka tadi, hingga Ibu Juariah pun akhirnya tahu juga, setelah Sebastio dengan panjang lebarnya bicara,


Dengan sekonyong- konyong Ibu Juariah bicara dengan lantangnya, setelah tahu persoalan yang sedang dibicarakannya itu,


"Setan alas, Kedua Orang Tua itu rupanya, pantas kalian seolah terbawa emosi, hingga melabraknya kesana!" ucap Ibu Juariah pada mereka semua dengan merasa sakit di hatinya itu,


"Tapi itu sudah terjadi, dan jangan mencari masalah lagi!" jawab Salsa pada Ibu Juariah mengingatkannya,


"Tapi Ibu belum puas tidak ikut menghajar mereka, perasaan Ibu masih terasa sakit!" ucap Ibu Juariah pada Salsa dengan kerasnya bicara,


Mendengar ucap Ibu Juariah itu, lantas Sebastio pun turut bicara,


"Sudah, Ju! Kita biarkan dulu mereka dengan rasa bersalahnya itu, dan jangan ada yang mencari masalah baru, dan lagi Salsa pun sudah memaafkan keduanya itu?" ucap Sebastio pada Ibu Juariah dengan kerasnya bicara,


Mendengat ucapan keras Sebastio, pikiran Ibu Juariah itu masih merasa tak terima, dan dengan perasaan tak mengerti dalam otaknya itu, lantas Ibu Juariah pun bertanya pada Anaknya Salsa,

__ADS_1


"Apa? Jadi Kamu sudah memaafkan mereka, Salsa?" tanya Ibu Juariah pada Salsa dengan perasaan ingin tahunya,


Mendengar Ibunya Juariah dengan muka kusamnya bertanya padanya, seolah tak terima, Salsa pun menjawabnya,


"Iya, Ibu! Kedua Orang Tuanya telah Salsa maafkan, setelah mereka teraniaya oleh Ayah dan Paman, Salsa kasihan pada mereka!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan menerangkannya,


"Kenapa tak Kamu biarkan saja mereka tersiksa, jangan di kasih ampun?" tanya Ibu Juariah lagi pada Salsa pula,


Dengan menggeleng- gelengkan kepala pada Ibunya itu, lantas Salsa pun menjawabnya,


"Salsa tak tega, tapi untuk Arjuna, Salsa tak memaafkannya sampai kapanpun, Ibu!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan wajah yang memerah menahan emosinya itu,


Ibu Juariah sejenak terdiam karenanya, pikirannya seolah tak mengerti, akan sikap Salsa itu, lantas Ibu Juariah pun bertanya lagi pada Salsa,


"Ibu merasa bingung atas sikapmu itu, kedua Orang Tuanya Kamu maafkan, sedangkan anaknya Arjuna kamu tidak mau memaafkan, bagaimana maksudmu ini?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan rasa ingin tahu,


Melihat Ibunya bicara dengan bingungnya, lalu Salsa pun menjawabnya,


Mendengar Salsa bicara dengan emosi di otaknya, membuat semua yang ada disitu diam, mereka merasakan rasa haru dan pilu dalam diri Salsa itu, seolah tangisan dari seorang Ibu yang teraniaya.


Tiba- tiba suara Anwar bicara, seakan- akan menghancurkan kesunyian itu,


"Aku mengerti semua penderitaan Salsa itu, jadi wajar bila Ia bersikap membenci Arjuna, bertahun- tahun Salsa merawat dan membesarkan Anaknya, dengan penuh kasih sayang dan derai air mata, hanya ada sosok Ibu di sampingnya." ucap Anwar pada mereka semua dengan perasaan terharu,


Mendengar ucapan Anwar dengan penuh haru itu, membuat semua yang mendengarnya seolah terbawa perasaan sedih di hatinya, dan tak lama Sebastio pun angkat bicara,


"Sebenarnya hatiku pun tak puas ingin menghancurkan mereka itu, tapi suara Salsa dengan hatinya itu yang membuat Aku tersadar!" ucap Sebastio pada mereka semua menjelaskannya,


Tak lama Anwar pun ikut menimpalinya lagi,


"Aku pun melihat sosok Arjuna, ingin segera menghabisinya dengan tanganku ini, tapi terhenti setelah melihat Salsa datang sambil menangis pilu!" ucap Anwar pada mereka semua dengan sangat bernapsunya memberi tahu,


Semua yang hadir disitu seolah sedang menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya itu, dan dengan tersenyum di wajahnya, akhirnya Sebastio bicara lagi,

__ADS_1


"Jadi untuk ke depannya, biarkan saja dulu mereka menjalani hidupnya itu, tanpa kita harus mengganggunya, tapi untuk Andreas mereka tidak berhak mengambil dan mengaku Andreas sebagai Cucunya!" ucap Sebastio pada Mereka semua dengan pandangannya menatap pada semua,


"Aku setuju, mulai sekarang Andreas hanya milik Salsa, dan jangan beri peluang apapun untuk bisa mengambil dan mengakuinya!" jawab Anwar pada Mereka semua dengan tegasnya bicara,


Mendengar itu semua, sekonyong- konyong Ibu Juariah pun ikut bicara,


"Lalu bagaimana bila Arjuna dan keluarganya itu ingin menemui dan melihat Andreas?" tanya Ibu Juariah pada mereka semua dengan penasaran,


Semua terdiam, mungkin di benaknya sedang berpikir tentang pertanyaan itu, dan tak lama Salsa pun menjawabnya,


"Sebisa dan sekuat mungkin Salsa akan jauhkan Andreas dengan mereka, sedikitpun mereka tak berhak atas Andreas!" jawab Salsa pada Ibu Juariah dengan tegasnya bicara pada Ibunya itu,


Melihat Salsa diselimuti emosi dan amarahnya itu, akhirnya Ibu Juariah pun terdiam.


Tak lama Bibi Ulpa bicara pada Ibu Widury,


"Ibu, hidangan makannya sudah siap di meja makan!" ucap Bibi Ulpa pada Ibu Widury memberi tahunya,


Dengan menganggukkan kepalanya pada Bibi Ulpa, lantas Ibu Widury pun menjawabnya,


"Terima Kasih, Bi!" jawab Bibi Widury pada Bibi Ulpa menegaskannya.


Tak lama Ibu Widury pun mempersilahkan mereka semua untuk makan bersama, mengingat sedari tadi perutnya tak terisi apa- apa,


"Ayo Kita teruskan bicaranya sambil makan, semua sudah disiapkan!" ucap Ibu Widury pada mereka yang ada disitu sambil berdiri dan mengajaknya,


Akhirnya mereka semua bergegas ke ruang makan, untuk sekedar mengisi perutnya yang sedang lapar itu,


"Sekalian Ibu Widury pun makan dong, jadi kita bersama- sama makannya, pasti terasa enak!" ucap Ibu Juariah pada Ibu Widury dengan menarik tangannya,


"Ibu saja duluan, nanti saya menyusul!" jawab Ibu Widury pada Ibu Juariah dengan perasaan senangnya itu.


Dan akhirnya mereka pun melupakan masalahnya itu, berganti dengan peperangan di dalam perutnya itu, yang kerontang.

__ADS_1


__ADS_2