Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Petualangan Cinta


__ADS_3

   Sore itu tampak Arjuna sudah siap dengan motornya, sambil bersiul senang, Arjuna tersenyum- senyum, seakan- akan hari itu, hari yang membahagiakannya,


   "Wah kayaknya Kamu sedang bahagia Arjuna?" tanya Ibunya Widia dengan rasa ingin tahunya itu,


   Arjuna melirik Ibunya itu Widia, dengan pandangan matanya yang seolah memancarkan rasa gembiranya itu, seraya menjawabnya,


   "Ehh...Ibu, ini mau jemput Tante Jaenab, sekalian reflesing, Bu!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan menjelaskannya,


   Ibu Widia langsung menghampirinya, dengan menatap Anaknya itu dengan beribu pertanyaan di dalam pikirannya itu, dengan merasa Aneh, Arjuna dengan bingungnya, seraya berucap,


   "Kenapa dengan Ibu ini, kok memandang Arjuna sebegitunya?" tanya Arjuna pada Ibunya itu Widia dengan rasa ingin tahunya itu,


   Lagi- lagi Ibunya tersenyum padanya, hingga matanya menatap Anaknya itu dengan tanda tanya dalam otaknya,


   "Enggak Ibu merasa penasaran saja dengan caramu berdandan itu!" jawab Ibu Widia pada Anaknya itu Arjuna dengan penasaran,


   Arjuna menggelengkan kepalanya, lantas Arjuna bicara pada Ibunya,


   "Aneh apanya, Orang biasa saja, gak ada yang aneh, dasar Ibu ini!" jawab Arjuna pada Widia Ibunya itu dengan menjelaskannya,


   Ibu Widia menatapnya dari ramvut sampai kakinya, dengan seolah mengecek semua yang dikenakan Anaknya itu Arjuna,


   "Pasti kepincut wanita ini, Ibu penasaran jadinya, Secantik apa sih wanitanya!" ucap Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan kesalnya,


   Arjuna terdiam dengan tersenyum malu, dengan sedikit menepis tanggapan buruk Ibunya itu, lantas Arjuna pun bicara pada Ibunya itu,


   "Arjuna mau menjemput Tante Jaenab, Bu! Bukannya mau cari wanita cantik!" jawab Arjuna pada Ibunya itu Widia dengan tertawa padanya,


  Lalu dengan wajah cemberut, lantas Ibu Widia pun bicara lagi,


   "Gak mungkin itu, Ibu gak percaya!" ucap Ibu Widia pada Anaknya Arjuna dengan rasa kesalnya itu,


   Akhirnya Arjuna pun merasa jengah juga, lalu Ia pun langsung pamit, dengan tidak menghiraukan Ibunya lagi Widia,


   "Sudah dulu, Arjuna pamit dulu, kasihan nati Tante Jaenab menunggu lama!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan langsung beranjak pergi menuju motornya itu,


   lbunya segera langsung mengangguk ada Anaknya itu Arjuna, seraya berkata,


   "Iya, hati- hati di jalan, jangan ngebut, Arjuna!" ucap Ibu Widia pada Arjuna dengan rasa perhatiannya itu,


   "Iya, Bu!" ucap Ibu Widia pada Arjuna sambil pergi melaju dengan motornya itu.


   Setelah Arjuna tidak terlihat lagi, langsung Ibu Widia pun pergi untuk kembali ke dapur, untuk membantu memasak untuk makan malam mereka itu.

__ADS_1


   Sekonyong- konyong Ayah Hanapi datang dari dalam untuk menghampiri, sambil bertanya pada Anaknya itu Widia,


  "Arjuna sudah berangkat, Wid?" tanya Ayah Hanapi pada Widia dengan ingin tahu,


  "Sudah, barusan saja!" jawab Anaknya Widia pada Ayahnya Hanapi dengan memberi tahu,


  Widia merasa heran dengan Ayahnya itu, ada apa sebenarnya Ia menanyakan Arjuna itu, begitu pikiran Widia yang bertengger di pikirannya.


Lalu Ayah Hanapi menghampiri Widia Anaknya itu dengan penuh tanya padanya,


"Widia, kenapa Kok cemberut begitu, Ada apa?" tanya Ayah Hanapi pada Anaknya Widia dengan rasa ingin tahu,


Dengan sedikit cemberut, lalu Widia pun menjawabnya,


"Itu lihat Arjuna jatuh cinta lagi kayaknya, jadi gak senang melihatnya!" jawab Widia pada Ayahnya Hanapi dengan memberi tahunya,


Ayah Hanapi menjadi bingung dalam pikirannya itu, lantas bertanya lagi pada Widia Anaknya itu,


"Kok melihat Anakmu gembira, malah gak senang, memang kenapa kalau Arjuna jatuh cinta, Widia?" tanya Ayah Hanapi pada Anaknya Widia dengan tersenyum padanya itu,


Widia terdiam sejenak, pikirannya seolah sedang berpikir, sambil menatap wajah Ayahnya itu, lantas Ia pun menjawabnya,


"Bukannya gak boleh, kasihan Yuli pacarnya, Dia sudah mau menerima apa adanya, sudah dekat dengan Widia dan Ayahnya, Ehh...malah nyari yang lain lagi!" jawab Widia pada Ayahnya Hanapi dengan menjelaskannya,


"Itu lumrah saja Widia, kecuali jika Arjuna itu sudah menikah dengan Yuli, mungkin Ia ingin menginap disini, dengan menjadi special, dan tak ada yang tahu toh, biarkan saja Widia, kecuali bila menyalahi norma Agama, baru kita larang!" ucap Ayah Hanapi pada Anaknya Widia dengan rasa gembiranya itu,


Disaat Mereka bicara bersama, muncul sekonyong- konyong Wijaya dengan langsung ikut bicara pada mereka itu,


"Tuh Bu, Ayah saja setuju, Arjuna melanglang buana, mencari wanita cantik lagi, Iya kan, Ayah!" ucap Wijaya ada Ayah Hanapi dengan tertawa lepasnya itu,


Lalu bertambah cemberut saja, wajah Istrinya itu pada Mereka, dan dengan marahnya Widia pun bicara lagi,


"Ah dasar semua lelaki sama, tidak merasakan perasaan wanita, dasar!" jawab Ibu Widia pada Mereka berdua dengan sewotnya itu,


Mendengar jawaban Widia dengan marah, lantas mereka berdua pun tertawa dengan lepasnya, sambil menggelengkan kepalanya, lantas Ayah Hanapi pun bicara lagi,


"Arjuna baru mengejar wanita saja sudah panik, Widia...Widia!" ucap Ayahnya Hanapi pada Anaknya Widia dengan rasa resahnya itu pada Anaknya Widia,


"Jangan terlalu berpikiran yang macam- macam, biarkan saja Arjuna dengan dunianya, kecuali menggoda bini Orang, baru kita larang!" ucap Wijaya pada Isyrinya Widia dengan tertawa terbahak- bahak saking lucunya itu.


Percakapan dan perbincangan mereka itu, seolah memecahkan kesunyian dalam suasana sore itu, hingga canda dan tawa mereka, menghancurkan semua perasaan kejenuhan di dalam diri mereka itu.


Di perjalanan menuju tempat kerja, Arjuna merasa perasaannya gelisah dan sedikit grogi, maklum Tantenya Jaenab, yang siap meledeknya tanpa ampun, hingga napasnya pun seolah tersendat, jika Tante Jaenab meledeknya itu,

__ADS_1


Tak lama akhirnya Arjuna pun tiba, Ia melihat kanan- kiri untuk mencari Tantenya itu, lalu dengan hati berdebar- debar, Ia kuatkan untuk menatap Seluruh pegawai yang sedang berjalan, untuk pulang di depannya itu,


Saat melirik ke samping, Alangkah kagetnya Arjuna, terlihat Sonya berjalan dengan tergesa- gesa sambil matanya meliriknya, lantas Arjuna pun langsung bergerak mendekati, lantas bertanya padanya,


"Sonya maaf, Tante Jaenabnya sudah keluar apa belum?" tanya Arjuna pada Sonya dengan rasa groginya itu,


Seluruh tubuh Sonya seolah bergetar hebat, pandangannya tertunduk malu, dan dengan menguatkan dirinya, langsung memandang Arjuna dengan senyum, lantas menjawabnya,


"Seharusnya sudah, tadi Aku pun mendatangi bagiannya, tapi sudah kosong, makanya Aku terburu- buru untuk mencari Jaenab!" jawab Sonya pada Arjuna dengan rasa senangnya itu,


Wajah Sonya memang sangat cantik, Arjuna pun terus memandangnya dengan tak lepas sorot matanya itu melihatnya,


"Ehh...kok diam, bukannya di jawab!" ucap Sonya lagi pada Arjuna yang sedang grogi padanya itu,


Dengan malunya itu, lantas Arjuna pun menjawabnya,


"Kemana perginya Tante Jaenab itu?" tanya Arjuna pada Sonya dengan rasa penasarannya,


Dan Tiba- tiba terdengar bunyi Hp Arjuna di sakunya itu berdering,


Kring! Kring! Kring!, bunyi Hp Arjuna, yang langsung di lihat Arjuna siapa yang menelponnya, saat di lihat ternyata Tantenya Jaenab,


"Dari siapa? Cepat diangkat, siapa tahu saja ada perlu penting!" ucap Sonya pada Arjuna dengan menyuruhnya,


Arjuna pun mengangguk, lantas mengangkat telponnya itu,


"Helo, Tante dimana?" ucap Arjuna pada Tante Jaenab nun jauh disana itu,


Lalu Jaenab terdengar menjawabnya dengan lantangnya itu,


"Arjuna, Kamu antar Sonya pulang, Tante sudah pulang, jangan pikirkan Tante, pokoknya Antarkan Sonya pulang, terserah kamu mau pulangnya kapan!" ucap Jaenab pada keponakan nya itu Arjuna,


Lalu dengan wajah penasaran, lantas Sonya pun bertanya pada Arjuna,


"Apa katanya, Arjuna?" tanya Sonya pada Arjuna dengan rasa penasaran padanya itu,


Dengan merasa malu, dan wajahnya merah karenanya, lantas Arjuna pun menjawabnya,


"Tante sudah pulang, Aku disuruh Antar kamu pulang, begitu katanya!" jawab Arjuna pada Sonya dengan menahan groginya itu,


Lantas Sonya pun bingung dibuatnya, rasa bahagianya kini sudah setahap lagi, hingga Sonya menatap wajah Arjuna dengan senyum bahagianya itu, dan terlihat Arjuna meresponnya,


"Ayo Sonya, nanti takut telat tiba dirumahmu!" jawab Arjuna pada Sonya sambil memakaikan helmnya pada Sonya, dan matanya pun saling pandang, mengerikan!!!.

__ADS_1


__ADS_2