
Jelang malam Davi dan Salsa akhirnya tiba juga di rumah Ibunya itu, mereka segera turun dari sepeda motornya dan terus berjalan menuju pintu rumah Ibu Juariah, dan tak lupa Salsa pun mengetuknya Tok! Tok! Tok!, dan mulutnya terlontar ucapan Salam pada Ibunya itu,
"Assalamualaikum," ucap Salam Salsa pada Ibunya Juariah itu,
"Waalaikum Salam," jawab Ibunya Juariah pada Salsa sambil berjalan menuju pintu untuk membukanya,
Brakk!, pintu terbuka dan terlihat Salsa bersama Davi sedang berdiri di depan pintu sambil tersenyum kearahnya,
"Kalian berdua, Ayo silahkan masuk!" ucap Ibu Juariah pada Salsa dan Davi lagi,
"Terima kasih, Bu!" jawab Davi pada Ibu Juariah dengan berjalan mengikuti masuk kedalam rumahnya,
Sambil berjalan masuk, mata Davi seolah jelalatan melihat ke kiri dan kanan, seolah ingin memastikan apakah yang sudah dipersiapkan, untuk pernikahannya nanti, benaknya terus berpikir tentang Ibu Juariah dan persiapan untuk pesta perkawinannya itu,
"Silahkan duduk, Dav!" ucap Ibu Juariah lagi pada Davi pula.
Setelah mereka bertiga berkumpul bersama, lalu mereka pun berbincang dengan akrabnya, dan tak lupa canda dan tawa mengiringi perbincangan mereka itu, yang menjadikan rumah itu penuh kehangatan yang bisa dirasakannya,
"Ibu kapan rencana pernikahannya?" sekonyong- konyong Davi bertanya pada Ibu Juariah dengan antusiasnya,
Mendengar pertanyaan Davi yang mengusiknya, lantas dengan sedikit berat, Ibu Juariah pun menjawabnya,
"Nanti Ibu kabari tentang rencana perkawinan Ibu itu, tunggu saja dulu!" jawab Ibu Juariah pada Davi dengan perasaan tak enak,
"Pantas tidak ada persiapan sama sekali, jadi obrolan Kamu dengan Ayahmu itu bohong dong, Sa!" ucap Davi pada Salsa yang sedari tadi hanya diam membisu,
Mendengar kata- kata Davi tadi pada Salsa, membuat Salsa merasa kaget dibuatnya, karena sebab Ibunya itu Ia merasa ketakutan,
Salsa tak menjawab hanya menggeleng- gelengkan kepalanya pada kekasihnya itu,
Mendengar ucapan Davi yang bertanya pada Salsa perihal rencana perkawinannya, dan mantan Suaminya Sebastio tahu, membuat Ibu Juariah merasa kaget dan sedikit menahan malunya, dan lantas Ibu Juariah pun bicara pada Anaknya Salsa,
__ADS_1
"Apa benar yang diucapkan Davi tadi? Bahwa Kamu sudah bicara dengan Ayahmu tentang rencana pernikahan Ibu dan Zaki, Salsa?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa merasa ingin tahunya,
Jantung Salsa terasa mau copot Ibunya bertanya padanya, dengan merasa khawatir lantas Salsa pun menjawabnya,
"Tadi Sore Ayah dengan sedikit memaksa ingin tahu tentang rencana pernikahan ibu itu, Akhirnya Salsa pun dengan tak bisa menolaknya, lantas Salsa bicara pada Ayah tentang rencana perkawinan Ibu itu," jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan perasaan takut dalam dirinya itu,
Dengan menahan perasaan malu dan ke khawatirannya, Ibu Juariah pun dengan segera menjawabnya,
"Setelah Ayahmu tahu, Apa respon dari Ayahmu itu?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan segala rasa ingin tahunya,
"Responnya bagus, Sampai Salsa sendiri tersadar karena membenci Ibu, dan Ayah juga yang menyuruh Kami kemari untuk menjenguk Ibu." jawab Salsa pada Ibu Juariah dengan perasaan takut dalam hatinya itu.
Sambil matanya seolah menerawang ke arah Anaknya Salsa, dan seolah ingin tahu kebenaran akan mantan Suaminya itu, lalu Ibu Juariah pun bertanya lagi,
"Jadi benar Ayahmu tidak marah dan tidak melarangmu untuk pergi menjenguk Ibu, Nak?" tanya Ibu Juariah pada Anaknya Salsa dengan rasa penasarannya itu,
"Iya, Bu! Kalau gak percaya tanya Davi biar Ibu lebih percaya." jawab Salsa pada Ibu Juariah sambil menatap kekasihnya itu,
Mendengar ucapan Salsa itu, lantas Ibu Juariah berpaling ke arah Davi untuk bertanya perihal mantan Suaminya itu Sebastio,
"Benar, Bu! Davi sendiri yang melihat mereka berdua bicara tentang rencana pernikahan Ibu!" jawab Davi pada Ibu Juariah dengan sedikit merasa lega.
Sungguh perasaan Ibu Juariah malam itu menjadi sangat bahagia, karena perasaan takut dan gelisahnya kini seolah sirna, rasa percaya dirinya kini mulai tumbuh lagi, serta keinginan dan harapan dalam hatinya kini muncul kembali seperti sedia kala lagi.
Sedang asyiknya mereka berbincang terdengar dari luar rumah, suara Zaki mengucapkan Salam,
"Assalamualaikum," ucap Zaki pada Ibu Juariah kekasihnya itu,
Dengan bergegas Ibu Juariah pun menuju pintu untuk menyambut dan membuka pintunya itu,
Brakk!!, pintu rumah terbuka dan tampak Zaki dengan senyum pada Ibu Juariah di wajahnya itu,
__ADS_1
"Ayo masuk, Zak! Tuh didalam ada Salsa dan Davi sedang menjenguk Ibu!" jawab Ibu Juariah pada Zaki yang seolah grogi dan takut pada mereka itu,
Akhirnya Zaki merasa malu dan tak enak hati, bila Ia menceritakan tentang rencana pernikahannya, atas restu Ibunya Sandy pada orang lain.
"Selamat malam, Davi dan Salsa!" ucap Zaki pada mereka berdua dengan memberikan sapaan dan salam kepadanya,
"Malam juga, Sini Kita ngobrol bareng, Zak!" ucap Davi pada Zaki dengan menahan segala rasa senangnya itu,
Lantas Davi pun saling berjabat tangan seolah ingin menyatu dengan mereka, seakan- akan hidup mereka terus menganga dengan segala permasalahan yang ada, yang membuat jiwa dan diri mereka seolah terbang melayang diatas awan.
"Sudah lama gak ketemu, lalu kapan rencana pernikahan Ibu dengan Zaki itu dilaksanakan?" tanya Davi pada Zaki seolah ingin tahu,
"Kayaknya bulan- bulan besok, tapi itupun jika tak ada aral melintang," jaeab Zaki pada mereka berdua dengan sepenuh hati,
"Ya semoga saja lancar, dan bahtera perkawinannya seakan mulus tak ternoda!" ucap Salsa pada Zaki dengan merasa lega di hatinya itu.
Mereka pun akhirnya saling berbincang untuk melepas kerinduannya, dan disela bincangnya Davi pun bicara lagi pada mereka berdua,
"Begini Zak, Kami kemari selain untuk menjenguk Ibu, sekaligus ingin membantu kamu dan Ibu, untuk persiapan pesta pernikahan kalian nanti." ucap Davi pada mereka berdua sambil berdoa dalam hatinya seolah akan segera mati besok,
Mendengar ucapan Davi padanya, yang membuat Zaki seolah penasaran dalam dirinya itu, lalu Ia pun bicara,
"Memang untuk sekarang sih, masih belum tahu apa yang perlu di bantu, nanti tunggu saja pada waktunya," ucap Zaki pada Davi seolah lepas rasa penasaran dalam hatinya itu,
Ibu Juariah terkesima atas percakapan, antara Zaki calon suaminya dengan Davi tentang persiapan pesta perkawinan mereka berdua itu,
"Pokoknya nanti semua dapat undangan, dan sudi kiranya kalian dapat menghadiri pernikahan Kami ini, dan sebelumnya Saya dan Ibu Juariah mengucapkan beribu terima kasih atas perhatian Kalian berdua." ucap Zaki pada mereka berdua dengan perasaan senangnya itu,
"Ahh, itu memang sudah seharusnya begitu. Justru jika Kami ini hanya diam terpana, itu sungguh sangat memalukan." jawab Davi pada Zaki yang seolah dari bahasanya ingin terlihat berwibawa,
"Terus mental Kamu sudah siap belum menjadi Suami bagi Ibuku?" tanya Salsa pada Zaki dengan nyeplosnya bicara seolah ingin tahu yang sesungguhnya,
__ADS_1
Dengan menahan rasa malu dari dalam dirinya itu, hingga jantungnya seolah semakin cepat berdetak, dengan tak menjawab sedikitpun akan ucapan Salsa itu, lantas Zaki pun bicara lagi,
"Dengan terucap dari lubuk hati yang paling dalam, semuanya siap dengan semua kekurangan dan kelebihannya." jawab Zaki pada Davi dengan seolah mereka kehabisaan kata- kata karena merasa lega di dalam dada.