
Widia dengan merasa geram, langsung memandang Anaknya itu Arjuna, pikiran tentang hubungan Anaknya itu dengan Yuli, yang sudah saling mengenalnya, membuat emosi dalam dadanya itu timbul, bayangan dulu yang merendahkan Salsa, menjadi pelajaran untuk tidak akan mengulanginya lagi, untuk semena- mena pada kepada orang lain lagi,
"Coba jelaskan pada Ibu, mengapa Kamu tidak ingin pulang dan ingin tetap disini, Arjuna?" tanya Ibunya Widia pada Anaknya itu Arjuna dengan pikiran resahnya itu,
Arjuna memandang Ibunya itu, dengan perasaan tak enak di dalam hatinya, jiwanya seolah merasa bersalah, pada Ibu yang dikasihinya itu, lantas dengan berat hati Arjuna pun menjawabnya,
"Disini Arjuna bisa ada kesibukan, bisa antar jemput Tante Jaenab, dan sesekali ikut Kakek ke sawah, Bu! Arjuna sangat menikmatinya!" jawab Arjuna pada Ibunya Widia dengan tersenyum pada Ibunya itu Widia,
Widis dengan senyum nyinyirnya pada Anaknya itu, lantas bicara lagi padanya,
"Jangan bohong pada Ibumu ini Arjuna, Kamu ingin disini lantaran karena gadismu itu, Bukan?" tanya Ibu Widia pada Anaknya itu Arjuna dengan menjeplaknya langsung,
Lalu mendengar Ibunya dengan jeplaknya bicara padanya, wajah Arjuna memerah menahan malu pada dirinya itu, pikiran akan wanitanya itu memang yang memberatkan dirinya, untuk pergi dari rumah Kakeknya itu, dengan rasa malu, Ia pun langsung menjawab pada Ibunya itu Widia,
"Alasan itu hanya sebagiannya saja, Bu! Benar Arjuna kerasan dan betah untuk tinggal disini bersama Kakek, Bu!" jawab Arjuna pada Widia Ibunya itu dengan memberi alasan padanya,
Ibu Widia terus memandang Arjuna, sorot mata tak senang akan sikap Arjuna itu, yang membuat Widia terasa semakin Jengkel dibuatnya, dengan menggeleng- gelengkan kepalanya, lantas Ibu Widia pun bicara lagi pada Anaknya itu Arjuna,
"Sudahlah Ibu tahu alasanmu itu, tapi buksn begitu caranya, selesaikan dulu masalahmu dengan Yuli, setelah selesai baru Kamu bisa mencari perempuan lain, dengan begitu Kamu tidak akan membuat Yuli menunggu dengan tak pasti, Kasihan Dia, Arjuna!" ucap Widia pada Anaknya Arjuna dengan rasa tak senangnya itu,
Lantas Arjuna mengangguk pada Ibunya itu, seraya berkata lagi padanya,
"Arjuna pasti akan menyelesaikan masalah Arjuna itu dengan Yuli, tapi untuk sekarang ini, Arjuna ingin tetap disini dulu, bersama Kakek, Bu!" ucap Arjuna pada Ibunya dengan kukuhnya,
Dengan wajah yang ditekuknya, lantas Ibunya Widia berkata lagi pada Anaknya itu Arjuna,
"Kalau begitu terserah Kamulah, Ibu tak akan ikut campur lagi!" ucap Ibu Widia pada Arjuna dengan terus berjalan menghampiri Suaminya Wijaya yang sedang menghangatkan mobilnya di halaman depan,
"Sudah siap, Yah? Kalau sudah Ayo kita berangkat pulang!" ucap Ibu Widia pada Wijaya Suaminya itu,
Wijaya langsung mengangguk pada Istrinya itu Widia, lalu bertanya padanya itu,
"Ayo kita berangkat, tapi mana Arjuna, Bu?" tanya Wijaya pada Istrinya itu Widia dengan rasa penasaran di dalam dirinya itu,
__ADS_1
Sebelum Istrinya Widia menjawabnya, sekonyong' konyong Arjuna datang bersama Kakek dan Neneknya, sambil membawa barang- barang mereka untuk dibawa, seraya berucap pada mereka itu,
"Arjuna tidak ikut pulang, Arjuna masih ingin tetap tinggal disini, bersama Kakek dan Nenek, Ayah!" jawab Arjuna pada Ayahnya Wijaya sambil tersenyum ke arahnya itu,
Wijaya langsung menoleh kearah Arjuna Anaknya itu, sambil menjawab padanya,
"Yaudah, kalau Kamu masih betah dan kerasan tinggal disini, kalau begitu Ayah dan Ibu berangkat sekarang, jaga dirimu, Arjuna!" jawab Wijaya pada Anaknya itu Arjuna sambil terus naik kedalam mobilnya itu,
Tak lupa Ibu Widia pun segera naik kedalam mobil, sambil berucap Salam pada mereka itu,
"Assalamualaikum, Widia pulang dulu!" ucap Widia pada mereka sambil melambaikan tangannya,
Sambil membalas melambaikan tangannya pada Widia itu, lantas mereka menjawab Salam Widia itu,
"Waalaikum Salam, hati- hati di jalan!" jawab mereka dengan rasa sedih di dalam hatinya itu.
Mereka berdua pun akhirnya berangkat untuk pulang juga, setelah rasa kangen pada Orang Tua dan Adiknya itu Jaenab, terobati.
Terlihat Sore itu Ovi pulang dibonceng Davi, wajah berseri- seri Mereka terlihat jelas karena rasa bahagia sedang mengikutinya,
Dengan tersenyum pada Ovi, lantas Davi pun langsung menjawab dengan menggodanya,
"Gimana, Ya? Mampir gak,Ya?" jawab Davi pada Ovi dengan menggodanya,
Lalu Ovi dengan kesalnya menunggunya untuk menjawab pertanyaan darinya itu,
Dari jauh terlihat Darwis dan Yohana sedang memperhatikan mereka berdua dengan rasa penasarannya,
"Lihat itu yang bersama Ovi, bukannya Davi, Say?" tanya Darwis pada Istrinya Yohana dengan rasa ingin tahunya itu,
Yohana segera memperhatikan dengan seksama, lalu dengan mengangguk pada Suaminya itu Darwis, lantas Yohana pun menjawabnya,
"Benar gak salah lagi, itu Davi pacarnya Salsa!" jawab Yohana pada Darwis dengan meyakinkannya,
__ADS_1
Setelah yakin bahwa sosok lelaki itu adalah Davi, lalu dengan segera Darwis pun bergegas menghampiri mereka, sambil memanggil Davi dengan lantangnya,
"Dav, Davi tunggu!" teriak Darwis pada Davi yang hendak pergi dari situ,
Mendengar ada yang memanggilnya, Davi pun segera mengurungkan niatnya untuk pergi, sambil menoleh kearah suara yang memanggilnya itu,
Lalu terlihat Darwis bersama Istrinya Yohana dengan tergesa- gesa menghampirinya,
Melihat yang datang padanya adalah Darwis dan Istrinya Yohana, Alangkah kaget dan malunya Davi karenanya, karena Davi tahu mereka adalah teman dari kekasihnya itu Salsa, dengan sedikit ditahan malunya itu, lantas Davi pun bicara pada mereka itu,
"Darwis, Kok Kamu ada disini, Ovi ini siapa Kamu?" tanya Davi pada Darwis sambil mengangguk pada mereka itu,
Lalu sambil memandang dengan penasaran di dalam hatinya, Darwis pun menjawabnya,
"Ovi itu adalah Adikku, Dav!" jawab Darwis pada Davi dengan rasa bingungnya itu,
Lalu karena merasa tak enak, lantas Davi pun Turun dari motornya, dan langsung bersalaman pada mereka berdua itu,
"Memang Kamu sudah berapa lama kenal Ovi, Dav?" tanya Yohana pada Darwis seolah ingin Tahu lebih jauh tentang mereka,
"Belum lama hanya baru beberapa bulan saja, kenapa?" tanya Davi pada Yohana dengan rasa ingin tahu di dalam dirinya itu,
"Gak, soalnya Aku baru tahu Kamu kenal dengan Ovi!" jawab Yohana pada Davi sambil melirik Ovi dengan tersenyum,
Lalu mereka semua terdiam, seolah terhanyut dengan keadaan penasaran atas hubungan Ovi dengan Davi itu, sehingga menimbulkan konfrontasi di dalam hatinya,
Ovi memandang Kedua Kakaknya itu dengan seribu pertanyaan dalam hatinya, karena tampang mereka itu, seolah- olah mereka tak senang pada Davi kekasihnya itu, lantas Ovi pun bertanya pada mereka itu,
"Kenapa, Kok kayaknya kalian tidak suka Davi kemari, Kenapa?" tanya Ovi pada Mereka berdua dengan rasa penasaran,
Mendengar Adiknya bertanya pada mereka, lalu Darwis pun menatap Ovi Adiknya itu dengan tajamnya, seraya menjawab padanya itu,
"Kamu tahu Davi itu adalah kekasih Salsa, Untuk itulah Kakak harus tahu sejelasnya, tentang hubungan kalian itu, jangan sampai Kamu dipermainkan seenaknya oleh Dia!" jawab Darwis pada Ovi Adiknya sambil menunjuk wajah Davi dengan rasa tak senangnya itu,
__ADS_1
Berubahlah wajah Ovi seketika itu pula, lantas wajah cemberutnya menatap Davi dengan segudang amarahnya untuk meledak hebat.