Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Rasa kecewa Davi


__ADS_3

Davi merasa kecewa, hatinya seolah menangis di dalam hatinya, Dia merasa bahwa nasibnya seolah tidak berpihak padanya, hingga keinginan untuk memadu kasih pada Ovi tak bisa Dia wujudkan.


"Sungguh Aku merasa kecewa karenanya, memang tak terpikir dalam benakku akhirnya seperti ini!" ucapnya dalam hati.


Lalu Davi berjalan, pandangannya menatap kedepan, dengan sorot mata yang kosong, dalam pikirannya, terbayang juga sosok Salsa, Davi seolah bersedih untuk menjauh dari Salsa.


"Aku sebenarnya tak tega, Dia sangat menyayangi Aku, perhatiannya sungguh besar terhadapku, dan rasa cintanya sangat terasa sekali!" begitu pikiran Davi dengan terus memutar memorinya itu.


Lantas Davi terhenti, dengan tiba- tiba matanya melihat Yuli sedang berjalan dengan terburu- buru, lantas Davi memanggilnya.


"Yul, Yuli tunggu!" teriak Davi pada Yuli dengan bergegas mengejarnya.


Yuli menengok ke arah sumber suara yang memanggilnya, terlihat Davi menghampiri dirinya dengan sedikit berlari.


Terlihat Davi tersenyum padanya, lantas Yuli memanggilnya balik.


"Davi, Sini!" ucap Yuli pada Davi sambil tangannya dilambaikan padanya.


Segera Davi mendekat, lantas Ia pun menjawab.


"Dari mana Kamu, Yul!" jawab Davi pada Yuli ingin tahu.


Dengan senyum di wajahnya lalu Yuli menjawabnya.


"Ini dari rumah Bibi, ada perlu sedikit, terus Kamu sendiri mau kemana?" tanya balik Yuli pada Davi dengan penasaran.


"Dari rumah Ovi, memang kenapa?" tanya Davi pada Yuli dengan ingin tahu.


Wajah Davi seolah tak gembira, wajahnya ditekuknya dengan pandangan kosong memandangnya itu, lantas dengan penasarannya menjawab.


"Itu Kamu kelihatan kusut begitu, seakan ada sesuatu yang tidak menyenangkan!" jawab Yuli pada Davi dengan menjelaskannya.


Davi merasa kaget, dan malu pada Yuli.


"Masa sih? Padahal Aku gak ngapa- ngapain tadi!" jawab Davi pada Yuli dengan memberi tahu.


Yuli mengangguk- ngangguk pada Davi, dengan rasa bingungnya itu, dan Akhirnya Yuli mengajak Davi untuk bicara sebentar, dan Dia mengajaknya ke kedai Bakso dekat persimpangan jalan.

__ADS_1


Davi mengagguk setuju, lantas Davi pun bergegas debgan belari untuk mengambilnya ysng terparkir tak jauh dar mereka berdua itu.


"Tunggu sebentar, Aku ambil motor dulu!" jawab Davi pada Yuli dengan menyuruhnya menunggu.


"Silahkan, Aku tunggu disini saja, Dav!" jawab Yuli pada Davi dengan menjelaskannya.


Dan mereka pun akhirnya pergi juga, di seoanjang perjalanan mereka terlihat terdiam tak bicara, dan tak terasa mereka pin tiba di kedak Bakso pinggir jalan itu.


Lalu mereka pin masuk kedalam kedai Bakso itu, yang kebetulan pengunjung hari itu todak terlalu lama, sehingga Mereka dapat dengan mudah tempat duduk yang diinginkannya.


"Aku lihat beberapa hari ini, Salsa pulang dengan sopirnya, apakah ada masalah dengan Salsa, Dav?" tanya Yuli pada Davi dengan rasa penasaran padanya itu.


Davi merasa kaget, sahabatnya itu bertanya tentang hibungannya itu, dengan penuh rasa resah di hatinya, lantas Davi pun menjawabnya.


"Aku lagi ingin tidak mengantarnya saja!" jawab Davi pada Yuli dengan berbohong padanya.


Yuli sebenarnya metasa curiga, dari mimik dan sorot mata, kelihatannua Davi sedang menutupi sesuatu, lantas Yuli pun dengan sedikit memaksa, terus menanyakannya.


"Jangan bohong Kamu, Dav! Dari cara menjawab pertanyaanku itu!" ucap Yuli pada Davi dengan penuh tanya padanya.


Davi merasa malu dibuatnya, wajahnya ditundukan, pikirannya terus berpikir, Apakah harus bercerita pada Yuli atau tidak.


"Sudah jangan Kamu ceritakan, jika tak mau!" ucap Yuli pada Davi dengan memberi tahunya,


Dengan merasa tak enak pada Yuli, Davi pun menjawabnya.


"Ah, hanya soal sepasang pasangan bercinta, itu saja!" ucap Davi pada Yuli dengan sedikit berkelakar padanya.


Dan tak lama, pesanan Baksonya mereka datang, dan langgsung tanpa kenunggu di santap mereka dengan lahapnya.


Mereka bercengkrama dengan hangatnya, diiringi dengan canda dan tawa, uang membuatbmereka semakin akrab karenanya.


"Kamu masih berhubungan denga Arjuna, Yul?" tanya Davi pada Yuli dengan penasaran.


Yuli seolah kaget dibuatnya, rasa sakit hati yang masih terasa sampai sekarang, keinginan untuk jawaban akan Kekasihnya Arjuna untuk menghubunginya.


"Aku merasa bingung, sudah lama tak ada kabar tentang Arjuna, atau mungkin Dia dengan sengaja mencampakan Aku!" ucap Yuli pada Davi dengan menjelaskan padanya.

__ADS_1


Davi merasa sangat prihatin atas semua yang terjadi dengan Yuli itu, lantas Davi pun bicara pada Yuli.


"Keterlaluan sekali Dia kepadamu, maaf Aku bukannya membuat Kamu bersedih, sekali lagi maaf, Yul!" ucap Davi pada Yuli dengan rasa tak enaknya itu.


Yuli pun sambil memandang Davi, dengan menganggukkan kepalanya pada Davi, seakan Dia sudah merasa pasrah akan nasib cintanya itu dengan Arjuna.


"Aku pasrah jikalau kepahitan akan hubunganku dengan Arjuna itu berantakan, Dav!" jawb Yuli pada Davi dengan rasa jengkel dalam hatinya itu.


Lalu dengan keinginan dalam hatinya, untuk Arjuna segera menghubungi dan menjelaskan padanya itu, sehingga Yuli bisa merasa lega dalam dirinya itu.


Sambil menarik napas panjang, lantas Yuli pun bicara lagi pada Davi sahabatnya itu.


"Dalam hati ini terasa panas karena prilaku Arjuna itu, menjadi penderitaan dalam diriku ini, Dav!" ucap Yuli pada Davi dengan rasa sedih di hatinya itu.


Dan terlihat mata Yuli berkaca- kaca menahan tangis dalam dirinya itu.


"Sudah, jangan ditangisi penderitaanmu ini, Sudah hapus semua air matamu itu, Yul!" jawab Davi pada Yuli dengan mengingatkannya.


Dengan segera Yuli menghapus air mata di kelopak matanya, sambil matanya menatap wajah Davi, lalu Dia pun kembali bicara lagi pada Davi,


"Arjuna brengsek itu, kini akan Aku coba untuk Aku hilangkan dalam diriku ini, Dav!" ucap Yuli pada Davi dengan rasa sakit dalam hatinya,


Davi menggeleng- gelengkan kepalanya pada Yuli, seolah merasa tak percaya dengan apa yang dialami sahabatnya itu.


"Sesungguhnya Aku merasa tak percaya masalah ini terjadi padamu, jadi ucap Salsa itu, benar adanya, karena watak seseorang tidak bisa berubah dakam waktu cepat, kecuali karena kepahitan, Yul!" jawab Davi pada Yuli dengan perasaan ibanya dalam hatinya itu.


Dengan rasa perhatian pada Yuli, dengan berat hati Davi pun bicara lagi pada Sahabatnya itu.


"Sungguh Aku merasa prihatin atas semua yang terjadi padamu itu, dan semoga Arjuna sadar akan kelakuannya, lalu menyadari akan kekhilapannya itu!" ucap Davi pada Yuli dengan rasa iba dalam dirinya itu.


Senyum Yuli seketika muncul, dan Davi pun segera untuk pergi pada Yuli untuk pulang.


"Aku pamit dulu, sedikit ada yang harus Aku selesaikan, yang tak bisa ditunda, Yul!" ucap Davi pada Yuli dengan menjelaskan maksudnya itu,


"Iya, semoga urusannya lancar, Dav!" Ucap Yuli pada Davi dengan memberi semangat padanya,


"Hati- hati di jalan, Yul! Dan Jaga diri baik- baik!" ucap Davi pada Yuli dengan segera melajukan motornya itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun berpisah, setelah membayar Baksonya itu, lantas Yuli pun segera pulang.


__ADS_2