Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Marah yang syahdu


__ADS_3

 Semua seakan memandang Ovi dengan penuh tanya, desah napas Ovi yang terengah- engah, matanya merah melotot pada kekasihnya itu Davi, lantas Dia pun menghampiri Davi yang sedang berdiri sambil menatap dirinya dengan rasa penasaran, lantas Ovi bicara pada sambil teriak, dan kedua tangannya memukul- mukul tubuh Davi yang berdiri, sambil berucap mengusirnya,


 "Sudah sana pulang! Jangan disini Aku muak! Cepat pulang, Aku tak mau melihatmu disini!" ucap Ovi pada Davi dengan terus memukul Davi dengan tangannya itu,


 Semua yang disitu melihat Ovi marah pada Davi, bukan marah biasa, melainkan Dia marah dengan rasa Cinta di dalamnya, hingga Darwis dan Istrinya Yohana merasa geli melihatnya, lalu bicara pada Istrinya itu,


 "Lihat Ovi kelihatannya suka pada Davi, Aku tak mau memperkeruh suasana mereka, bagaimana? Kita tinggalkan mereka berdua atau kita disini saja untuk memperhatikan mereka?" tanya Darwis pada Istrinya itu dengan perasaan resah,


 Yohana tampak asik memperhatikan kisah cinta drama di depannya, sambil senyum gelinya terlihat di bibirnya itu, lalu Dia pun menjawabnya,


 "Sebentar Aku masih ingin melihat mereka bertengkar dengan rasa cintanya itu, jadi geli Aku melihatnya!" jawab Yohana pada Suaminya Darwis dengan tersenyum- senyum sendiri,


 Ovi semakin marah karenanya, bentakan disertai ucapan mengusir Davi dari situ terlontar keras dari mulutnya, hingga Davi dengan hedua tangannya memegang tangan Ovi, sehingga Ovi tak bisa memukulnya, hanya semakin beringas untuk melepaskan tangannya dari genggaman Davi itu, lantas Davi bicara padanya,


 "Sudah jangan marah- marah seperti itu, nanti Kamu sakit, sungguh Aku tak ada niat untuk menduakan rasa suka dan cintaku ini padamu, Sudah diam jangan meronta seperti ini, malu dilihat Kedua Kakakmu itu, maafkan Aku!" ucap Davi pada Ovi dengan terus merayu untuk menenangkannya,


  "Perduli setan Kamu bicara, Ayo keluar dan pergi dari sini, Aku muak!" ucap keras Ovi pada Davi dengan semakin kencang suara tangisnya itu,


  Melihat itu, Davi semakin merasa bersalah padanya, pikiran dan rasa kasihan pada Kekasihnya itu Ovi, seakan- akan semakin besar menggelayuti pikirannya itu, dan tak lama sambil menatap wajah Ovi Davi pun bicara lagi padanya,


 "Baik Aku akan pergi jika itu maumu, tapi ingat Aku belum menjelaskan tentang hubunganku dengan Salsa seperti apa, tadinya Aku pikir Kamu harus tahu semuanya, agar tak menjadi salah paham seperti ini, Aku pulang, Ovi!" jawab Davi pada Ovi dengan melepaskan tangannyaitu, sambil berbalik hendak berjalan pulang,


 Ovi segera duduk di lantai sambil berteriak kencang sekali,


 "Dasar lelaki tak tahu malu, penipu dan tak punya perasaan, dasaaaarr!" teriak Ovi pada Kekasihnya itu Davi dengan rasa jengkel dihatinya,


 Teriakan Ovi itu membuat Darwis dan Yohana terkesima mendengarnya, saking kencangnya Ovi memaki Davi yang berjalan hendak pulang itu, lalu Darwis memanggil Davi sambil melambaikan tangannya kearah Davi sambil berucap,

__ADS_1


 "Dav, Davi, Kemari dulu, Cepat!" ucap Darwis pada Davi dengan perasaan kesalnya itu,


 Davi melirik Darwis yang sedang melambaikan tangannya itu padanya, lalu Davi melangkahkan kakinya menuju Darwis, dengan tidak menengok Ovi yang sedang menangis itu sedikit pun, Ia tetap melangkah menuju Darwis,


 Sekonyong- konyong Ovi berlari ke arah mereka, sambil berdiri diantara Darwis dan Davi, sambil menghadap Davi dengan berucap mengusir Davi dari situ,


 "Kenapa kemari, sana cepat pergi, pintunya di sebelah sana, Ayo cepat, penipu!" ucap Ovi sambil menangis pada Ovi dengan rasa kesal,


 Melihat itu Darwis dan Yohana segera menenangkan situasi, dengan membujuk Ovi lalu merangkulnya, sambil bicara kepadanya,


 "Sudahlah jangan seperti ini, kayak bocah tahu, sini biar Kamu cerita ke Kakak, Ayo hentikan teriakmu itu, berisik!" ucap Yohana pada Adik Iparnya itu Ovi dengan rasa kesalnya,


 Entahlah dengan sekali ucap, Ovi mau mendengar Yohana bicara itu, lalu Yohana memapahnya untuk mengajaknya duduk bersama,


"Nah begini kan lebih baik, jadi kita bisa bicara bersama untuk menyelesaikan masalah kalian itu!" ucap Yohana pada Ovi dengan sedikit menggodanya,


 "Sudah usir saja Dia dari sini, jangan di suruh duduk, bikin pusing!" gerutu Ovi pada Davi dengan tak senang.


Terdengar Darwis bicara pada Davi, dengan harapan bisa menyelesaikan masalahnya itu dengan Adiknya Ovi,


"Jangan pergi dulu, Ayo duduk bersama kita bahas masalah kalian itu!" ucap Darwis pada Davi dengan menjelaskan padanya,


Davi segera duduk di samping Darwis, matanya menatap Ovi yang sedang menunduk di hadapannya, tak lama Darwis pun bicara lagi pada mereka berdua, seakan ingin tahu masalahnya itu, untuk diselesaikan bersama,


"Kalian dari tadi di perhatikan ribut terus, kayak bocah saja, Apakah kalian tidak merasa malu, sekarang tolong ceritakan pada Kami berdua, agar masalah itu bisa selesai!" ucap Darwis pada mereka berdua dengan rasa kesalnya itu,


Lantas Davi pun langsung menjawabnya dengan lantangnya, agar terdengar oleh Ovi kekasihnya itu,

__ADS_1


"Biar Ovi saja yang menjelaskannya, agar kita semua tahu dari mulutnya!" ucap Davi pada Darwis dengan memberi tahunya,


Ovi tampak menatap tajam Davi dengan rasa marahnya itu, dan dengan terpaksa dan berat hati, Ovi pun menceritakan semua tentang kekasihnya itu Davi pada Kakaknya Darwis, hingga Darwis terlihat menggeleng- gelengkan kepalanya seolah tak percaya mendengarnya,


"Begitu persoalannya, Kak!" ucap Ovi pada Darwis dengan sepenuh hatinya bicara,


Darwis segera melirik Istrinya Yohana, yang sedari tadi dengan sabar mendengarkan mereka bicara, lalu Darwis pun bertanya padanya,


"Bagaimana menurutmu tentang masalah mereka itu!" tanya Darwis pada Yohana Istrinya itu dengan rasa penasaran,


Yohana sejenak diam untuk berpikir, agar dapat mengkaji masalah itu berdasarkan cerita Adik Iparnya Ovi, dengan menatap tajam Ovi yang berada sampingnya, sambil menarik napas panjang, Yohana segera bicara pada mereka,


"Kalian ini sebenarnya pacaran atau hanya sahabat sih, Kakak bingung jadinya!" tanya Yohana pada mereka berdua,


Mereka berdua saling pandang satu sama lain, rasa malu untuk mengungkapkannya, walaupun dari lubuk hatinya keduanya menjawabnya,


Melihat mereka tidak mau bicara juga, dengan kesalnya Darwis pun langsung bicara pada mereka,


"Kakak setelah melihat kalian itu merasa hubungan kalian lebih dari sekedar sahabat, tapi ini sebenarnya menjadi bahan pikiran Kami berdua, karena status Davi masih pacarnya Salsa, Benar begitu, Dav?" tanya Darwis pada Davi dengan Spontan menanyakan langsung pada Davi,


Davi mengangguk pada Darwis, sambil wajahnya Ia palingkan kepada Ovi, lalu Davi pun bicara lagi untuk menjelaskan,


"Yang Kamu katakan itu benar, karena rasa cinta ini pada Ovi tak bisa ditahannya, mungkin dalam pikiran kalian, Aku ini ingin menduakan Salsa, Begitu bukan maksudnya?" tanya Davi pada Darwis dengan menatapnya penuh tanya,


Darwis mengangguk pada Davi dengan perasaan. Ingin tahu yang besar itu,


"Aku khawatir jika tahu kamu pacaran sama Ovi, lantas pertemanan kami ini ikut menjadi retak karenanya, dan lagi Aku tak mau Ovi menghancurkan persahabatan antara kami dan Salsa, Dav!" ucap Darwis pada Davi dengan merasa kesal di dadanya,

__ADS_1


Mendengar Darwis bicara seperti itu, perasaan hati Davi menjadi sakit, pikirannya pun kacau mendengarnya, dengan tersulut amarahnya, mata Davi seolah melonjak seperti hendak meloncat, dan rasa geramnya kini seakan ingin meledak bersama amarahnya itu, dengan wajah garangnya, Davi pun menghampiri Darwis dengan emosi di otaknya itu, yang membuat Darwis ketakutan kepadanya.


__ADS_2