Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Gelisah menunggu


__ADS_3

Di klinik Bidan Hana, tampak Anwar dan Kakaknya Juariah sedang duduk berdua di bangku ruang tunggu Pasien,


"Kata Ibu Bidan tadi, kemungkinan melahirkannya sekitar malam, War." ucap Ibu Juariah pada Adiknya Anwar memberitahu,


"Ya, Kita doakan saja supaya proses persalinannya lancar," jawab Anwar pada Kakaknya Juariah mengingatkan,


"Betul apa yang kamu katakan, semoga selamat Ibu dan Anaknya, dan proses melahirkannya dilancarkan." ucap Ibu Juariah pada Adiknya Anwar dengan gelisahnya.


"Kalau begitu Aku pulang dulu sebentar, gak akan lama." kata Anwar pada Kakaknya Juariah lagi,


"Iya, kalau balik lagi kemari, bawa Istri dan Anakmu." jawab Ibu Juariah pada Anwar mengijinkan pulang.


Tanpa menunggu, Anwar bergegas berjalan hendak pulang ke rumah.


Sepeninggalnya Anwar, terlihat dari raut wajah Ibu Juariah muram, pikiran dan bayangan melahirkan Salsa saling berkecamuk di dalan otaknya, sesekali Ia menerawang jauh untuk untuk mengusir rasa kepusingan, lelah dan frustasi yang mendera hidupnya.


Bayang hidup di masa silam menbentang dalam pikirannya, seolah mengajak pergi di saat Ia menjadi Istri dari Sebastio, yang hidup bergelimang harta dan berkecukupan, jadi apapun dengan mudah dapat Ia raih tanpa pusing.


Teringat saat Ia terjerumus dunia malam, itu di karenakan hidup dalam kemakmuran dunia, jadi selalu ingin yang lebih dan tak pernah puas- puas, dunia mabuk, obat hingga yang yang menjadi candunya doyan bercinta tanpa makna bersama daun muda, Hoby Anak baru gede.


Hobynya itu menjadi bagian dari hidupnya dulu, sehingga sering keluar untuk mencarinya, dengan trik, setrategi dan perangkap jitu untuk mendapatkannya, hingga Suaminya Sebastio tak habis pikir memergoki dirinya dalam kamar berdua dengan teman pria mudanya telanjang, gila!.


Dan Ia mengingat saat- saat Suaminya memergokinya,


"Tan, ngapain Aku diajak kemari, katanya mau di masukin kerja?" tanya Alfan pada Tante Juariah menegaskan,


"Sudahlah, jangan bawel!" jawab Tante Juariah pada Alfan memperingatkan,


"Ya, tapikan Tante sudah berjanji tadi di Mall?" ucap Alfan lagi pada Tante Juariah seakan tak percaya,

__ADS_1


"Mau kerja, gak?" tanya Tante Juariah pada Alfan mengancam,


Alfan tak menjawab hanya menganggukkan kepalanya pada Tante Juariah sambil menarik tangannya,


"Kalau mau kerja, turuti saja kemauan Tante!" ucap Tante Juariah pada Alfan memberi tahu.


"Sudah Kamu duduk saja dulu, santai! Sebentar Tante ambil minuman dulu di dapur," ucap Tante Juariah lagi pada Alfan pula,


Akhirnya Alfan menuruti duduk, di dapur Tante sibuk menyiapkan dua gelas sirup, dengan tidak tenang dan matanya celingak- celinguk dan sambil mengawasi siapa tahu ada yang melihat Ia memasukkan obat perangsang pada gelas khusus buat Alfan, lalu Ia berganti pakaian Daster pendek putih tipis selutut, lalu dengan sengaja melepas bra yang dikenakannya, sehingga mancung dan titik inti hitam tampak jelas terlihat, karena sudah merasa siap Ia langsung kembali,


"Ini minumnya, Fan!" ucap Tante Juariah pada Alfan yang sedang bengong,


Karena kaget mendengar suara Tante Juariah menawarkan minum, Alfan segera melirik ke samping, saat dilihat betapa kagetnya Alfan melihat Tante Juariah tampak sangat seksi dengan balutan Daster putih tipis hanya sampai lutut, dan yang lebih bernapsu lagi Alfan melihat dengan transparan bongkahan kembar tersembul dengan titik inti hitam jelas terlihat, melihat Alfan kikuk dan malu sambil menunduk, Tante Juariah tersenyum perangkapnya mengena pikirnya,


"Gak usah repot- repot Tante," jawab Alfan pada Tante Juariah dengan gelisah,


"Gak apa- apa cuma sirup doang, Ayo minum pasti kamu kehausan!" ucap Tante Juariah pada Alfan sambil memberikan segelas sirup untuknya,


"Ayo habiskan, Fan!" ucap Tante Juariah lagi pada Alfan sedikit memaksa,


Alfan dalam dirinya gelisah, kikuk dan merasa malu melihat apa yang disuguhkan kepadanya, lalu Tante Juariah berlagak berjalan membelakangi Alfan lantas Ia menungging lama seolah membetulkan sesuatu di kakinya, saat melihat itu, segi tiga pengaman hitam yang di dalamnya terlihat gundukan bagai bukit kecil terlihat di sela lipatan paha Tante Juariah, yang membuat Alfan bernapsu, napasnya terengah- engah hingga duduknya sangat gelisah, melihat itu Tante Juariah pun beraksi, lalu menghampiri dengan wangi harum parfum memikat, membuat Alfan setengah tak kuat dibuatnya,


"Ada apa, Fan? Kok Kamu gak tenang begitu?" tanya Tante Juariah pada Alfan sambil menarik Alfan ka kamar,


Karena pengaruh obat perangsang dalam sirupnya Alfan menurut dengan napsunya,


"Kamu belum pernah nikmatin surga Tante," ucap Tante Juariah pada Alfan sambil meraba,


Tanpa pikir panjang melihat Alfan melemah mungkin karena reaksi obat perangsang yang Ia berikan, Ia dorong tubuh Alfan hingga terjatuh terlentang di kasur, lalu Tante Juariah sibuk membuka paksa celana panjang berikut dalaman Alfan, langsung disergap dan ditindihnya, Tante Juariah mencari akhirnya di dapatkan juga, senjata ampuh Alfan yang keras mengacung keatas menunggu pawang liar untuk bisa melemahkannya, Dengan bringas dan lapar lalu Ia masukan ke mulut dengan lahapnya, tak lupa Ia mainkan dengan lihai serta rakusnya, hingga dengus dan desis terdengar dari mulut Alfan, menggelinjang karena baru merasakannya, melihat seolah sudah tak bisa ditahan, Tante Juariah langsung mengangangkangi Alfan pas di pinggang, Sambil melihat meriam alfan menunjuk keras keatas, tanpa ragu Tante Juariah langsung memegang dan mengarahkan meriam itu lalu menekan pinggulnya dengan keras ke bawah hingga,

__ADS_1


Slepp!!, masuklah senjata yang belum pernah dipakai Alfan, tanpa ampun lagi pinggulnya Ia goyangkan naik turun dengan semakin cepat,


"Aku gak kuat, Tanteeeee!" ucap Anwar melenguh pada Tante Juariah krasak- krusuk tak tahan,


merasa tertantang Tante Juariah semakin lebih cepat lagi memacu kudanya hingga Ia menjerit keras dan mengerang hebat karena nikmat, hingga air bah datang dengan derasnya, hingga


Byurr!! Lahar perjaka Alfan memancar dengan semburannya yang sangat kuat mendorong Alfan untuk mengerang hebat, lalu teriak kuat membahana,


"Ahhh! Ahhh! Ahhh!, Enak Tan!!" ucapnya seperti mengigau, mengaum kelojotan tak bisa menahan kenikmatan itu hingga Tante Juariah mendekap kuat Alfan dengan kesurupan mengerang lalu mengejang laksana cacing kepanasan, mengejang tak diam, hingga


"Uh! Uhh! Uhhh!....mantap!" desis Tante Juariah sambil menggigit mesra dada Alfan, hingga Ia teriak, Auwww!, Auuwwww! Tanteeeee!.


Akhirnya lemah keduanya, bagai kapas terjatuh,


Saat Tante Juariah hendak bangun, betapa Kagetnya Ia melihat dari pintu Suaminya Sebastio sedang memandang muak sambil bertolak pinggang, menghampirinya lalu menjambak rambutnya lalu Ia dorong ke lantai, dan menamparnya, Plakk!! Plakkk!!,


"Jadi begini disaat Aku tak di rumah, perempuan ******!" ucap Sebastio dengan marahnya pada Juariah saking bencinya,


"Ampun, Ampun Pak!" jawab Ibu Juariah pada suaminya Sebastio memohon,


Tanpa ampun Sebastio menendangnya berkali- kali hingga terdengar suara tangis Istrinya keras, Saat Sebastio mencari anak muda selingkuhan Istrinya,terlihat Ia sudah tunggang- lenggang berlari sekencang- kencangnya, meninggalkan mereka berdua saking takutnya, yang membuat Sebastio melampiaskan amarahnya pada Istrinya hingga terkapar, lebam tak berdaya dengan terus menangis.


"Sekarang juga bereskan semua pakaianmu, lalu pergi dari sini, dari rumahku ini, lalu bawa sekalian Anakmu pergi, karena melihat Ibunya seperti ini Aku ragu, Apakah Salsa itu Anakku?, Cepetan pergi!" bentak keras Sebastio pada Istrinya Juariah sambil telunjuknya menunjuk keluar mengusirnya,sambil tolak pinggang.


Saking dalamnya Ibu Juariah melamun, hingga tersadar Anwar adiknya membangunkannya,


"Mbak! Mbak! Aku datang," ucap Anwar pada Kakaknya Juariah menbangunkan,


"Maaf, Mbak gak sengaja ketiduran." jawab Ibu Juariah pada Anwar lagi,

__ADS_1


"Mungkin cape kali, Mbak!" Ucap Anwar pada Ibu Juariah memberi masukan,


" Sedari tadi gak ada Informasi dari Bidan, mungkin benar yang diucapkan Bidan Hana." jawab Ibu Juariah pada Adiknya Anwar dengan rasa harunya.


__ADS_2