
Salsa terus berlari sambil menahan tangisnya itu, jeratan cinta yang lama mereka lalui seolah tak bisa lagi untuk dijalaninya, cakupan rasa sayang mereka itu seolah akan hilang terbang bersama kenangan.
"Mengapa derita ini harus Aku alami lagi? Setelah peristiwa kelabu menghantamku dulu!" ucap Salsa merasakan sakit dalam hatinya.
Tanpa terasa langkahnya sudah tiba di depan rumah Ibunya itu Juariah, lantas Dia mengucapkan Salamnya itu.
"Assalamualaikum," ucap Salsa pada mereka yang di dalam rumah itu.
Lalu terdengar langkah kaki mendekati pintu, sambil menjawab salamnya itu.
"Waalalikum Salam," jawab Juariah pada Anaknya itu Salsa.
"Brakk!"
Pintu di bukanya, lalu terlihat sosok Ibunya itu berdiri sambil memandangnya dengan tersenyum pada Salsa.
"Salsa, Kamu dengan siapa kemari?" tanya Ibu Juariah pada Salsa merasa ingin tahu padanya.
Akhirnya Ibu Juariah segera merangkulnya, sambil memapahnya masuk ke dalam rumahnya itu.
"Salsa sendirian, tadi barusan ada urusan sedikit sama teman, Bu!" jawab Salsa pada lbunya itu menjelaskannya.
Dan tak lama Zaki menghampirinya, sambil tersenyum padanya.
"Memang Davi nya kemana, Sa?" tanya Zaki pada Salsa penasaran,
Salsa menggelengkan kepalanya pada Mereka, dengan sorot mata yang berlinang air matanya, melihat Salsa terlihat sedang bersedih, membuat Ibu Juariah dan Zaki saling pandang, sambil benaknya tersirat seribu tanya karena penasaran.
"Kamu kenapa? Kok kayaknya sedang bersedih begitu, Sayang?" tanya Ibunya Juariah pada Salsa lalu merangkulnya dengan sayang.
Salsa tak tahan terus menangis tak kuasa menahan sedihnya sedari tadi, pikirannya teringat Davi seorang, karena memang hatinya dulu sangat dekat padanya, bayangan rasa pilu kini mengkuti Salsa dengan setia.
"Sudah jangan menangis, Ibu jadi ikut bersedih karenamu, ceritakan pada Ibu, ada apa?" tanya Ibu Juariah pada Salsa Anaknya itu.
__ADS_1
Salsa menatap Ibunya dengan penuh harapan, untuk membantu menghilangkan rasa sakit lantaran hubungannya dengan Davi diambang kehancuran.
"Ibu Salsa mengalami lagi kepahitan seperti dulu lagi!" ucap Salsa pada Ibu Juariah menjelaskannya.
Ibu Juariah tersenyum pada Anaknya itu, pikirannya memang Ibu Juariah sudah bisa menduganya, pasti juga tentang hubungannya dengan Davi dan OrangTuanya itu.
"Ibu menduga, pasti Kamu tidak direstui hubunganmu itu oleh kedua Orang Tua Desta, Apa benar begitu, Salsa?" tanya Juariah Ibunya itu pada Salsa pula.
Mendengar jawaban Ibunya dengan benar menduganya itu, Salsa semakin keras menangisnya sambil terus mendekap Ibunya dengan sayangnya.
"Mengapa nasib Salsa selalu begini, Bu?" tanya Salsa pada Juariah Ibunya itu merasa sakit dalam hatinya itu.
Ibu Juariah membelai rambut anaknya, rasa sedihnya seolah tak bisa lagi di tahannya segera keluar air matanya menetes ke kedua pipinya itu.
"Sudah jangan bersedih, ini mungkin rencana Tuhan untuk menjadikan Kamu wanita yang tangguh, Ibu pun tak bisa apa- apa untuk menolongmu, tapi nanti Ibu bicara pada mereka, semoga mereka mau mendengarnya!" ucap Ibu Juariah pada Salsa Anaknya itu menjelaskannya.
Salsa menggeleng- gelengkan kepalanya pada Ibunya Juariah, seolah- olah Dia tak mengerti nasibnya kenapa harus mengalami kepahitan seperti dulu lagi, dengan rasa sedih dihatinya, lantas Dia pun bicara lagi.
"Ada apa dengan diri ini, seolah untuk urusan cinta Salsa tidak ditakdirkan mulus, selalu saja kepahitan dan penderitaan yang harus dialami oleh Salsa!" ucap Salsa pada Ibunya itu Juariah meratapi akan hidupnya itu.
"Davi kok tak bisa meyakinkan Orang Tuanya itu, berkesan pasrah seperti perempuan, Payah!" ucap Zaki pada Mereka berdua seolah ikut merasa tak enak pada mereka itu.
Mendengar semua keluh kesah Salsa, lantas Ibu Juariah berpikir dengan keras, tapi seakan jalan itu buntu, akhirnya Ibunya menyuruh Salsa untuk Istirahat.
"Sudahlah, sekarang makan dulu pasti Kamu sudah lapar, setelah itu Kamu Istirahat dulu!" ucap Ibu Juariah pada Salsa Anaknya itu.
Lantas Salsa pun menurut pada Ibunya, lalu mereka berdua pun menemani Salsa untuk makan, dan tak lama Salsa pun Istirahat tidur melupakan masalah yang sedang menderanya.
"Apa Kita harus ke rumah Orang Tua Davi, untuk membujuknya, siapa tahu mereka akan mau untuk mengerti tentang hubungan Anaknya itu dengan Salsa, gimana?" tanya Ibu Juariah pada Suaminya Zaki menjelaskan padanya itu.
Zaki diam untuk pikirannya yang berputar mencari- cari solusi, dan tak lama Zaki terus menjawabnya.
"Boleh juga yang namanya ikhtiar gak ada buruknya, sekalian nanti Aku akan bicara pada Davi secara laki- laki!" jawab Zaki pada Istrinya Juariah sambil tersenyum sedikit di tekuknya itu.
__ADS_1
Semua seakan merasa resah dan gelisah, karena persoalan Salsa itu mau gak mau adalah persoalan mereka juga.
Di lain tempat.
Sore itu Ayah Sebastio sedang resah menunggu Anaknya Salsa pulang, karena gak biasanya Salsa pulang setelat ini,
"Sudah jam segini Salsa belum pulang juga, dan Hpnya tidak aktif, Kemana Dia, Ya?" tanya Ayah Sebastio pada Istrinya Widury merasa khawatir dalam dirinya itu.
Dengan menggeleng- gelengkan kepalanya, lantas Ibu Widury bicara pada Suaminya itu Sebastio.
"Entahlah, dan lagi akhir- akhir ini Salsa selalu diantar Kang Joni pulang, dan gak pernah lihat lagi bersama Davi, Ayah!" jawab Widury pada Sebastio merasa sangat penasaran,
Wajah Sebastio terlihat merengut, mungkin sedang berpikir keras atas kabar dari Istrinya itu, dengan perasaan rasa resahnya itu, lantas Ayah Sebastio pun bicara lagi.
"Apa mungkin Salsa dan Davi sedang ada masalah, hingga Ayah sendiri tidak melihat Anak kita bergembira lagi seperti hari- hari lalu!" ucap Ayah Sebastio pada Istrinya Widury menegasksn padanya itu.
Ibu Widury menatap Suaminya Sebastio merasa seakan terbawa sedih pada dirinya itu, torehan kehangatan untuk bergembira kini seolah hilang dari peredaran, yang membuat mereka merasa ingin tahu masalahnya itu.
"Jika memang betul masalah Salsa tentang hubungannya itu dengan Davi, jadi nanti Ayah yang akan bicara langsung pada Kedua Orang Tua Davi itu, Bu!" ucap Ayah Sebastio pada Istrinya itu Widury.
Ibu Widury menganggukkan kepalanya pada Suaminya itu, seakan- akan setuju pada usul Suaminya itu Sebastio.
Mereka berdua merasa khawatir dan gelisah melihat Anaknya Salsa, bersedih untuk hubungannya itu.
Tiba- tiba terlihat Salsa datang dengan wajah kusutnya, bergegas berjalan dengan wajah menunduk di depan mereka berdua, melihat itu Mereka berdua seakan merasa bingung dibuatnya, lantas Ayah Sebastio pun memanggilnya.
"Salsa, cepat kamari! Ayah dan Ibu ingin bicara padamu!" ucap Ayah Sebastio pada Anaknya itu Salsa.
Mendengar panggilan Ayahnya itu Sebastio, memanggilnya dengan teriak kerasnya itu, dengan segera Salsa pun keluar dari kamarnya untuk menghampiri mereka berdua itu,
"Ada apa, Ayah?" tanya Salsa pada Ayahnya itu.
Lantas dengan rasa bingung dan penasarannya, lantas Ayah Sebastio bicara pada Anaknya itu Salsa.
__ADS_1
"Bagaimana hubinganmu dengan Davi?" tanya Ayah Sebastio pada Salsa seolah ingin tahu padanya itu.
Mendengar itu sontak Salsa terkejut, hingga kagetnya tak tertahan dalam dirinya itu, Salsa pun langsung menangis dan tidak menjawab pertanyaan Ayahnya itu Sebastio.