
Sepagi itu terasa sangat dingin udara menyentuh kulit, kehangatan mentari pagi kini mulai bersinar, pijaran- pijaran bola hati seakan kini terus menghujam, hati terkapar oleh kesunyian dan tanya di dalam kesendirian.
Hari itu tampak Sonya seakan sedang berseri- seri, lonjakan kegirangan mengikuti nyanyian indah dari hati, Iya tadi pagi Sang idola menelponnya, dengan kabar ceria yang menancapkan kegembiran dari hati yang mulai muncul, dengan merasa aneh dan penasaran melihat Adik Iparnya tersenyum- tersenyum sendiri, dan terlihat gelisah yak mau diam, lantas Kakak Iparnya Yohana pun menghampiri, lalu bertanya dengan penasaran,
"Wah, kalau dilihat- lihat lagi pasti sedang jatuh cinta, wajah berbunga- bunga dan hati berseri, sedari tadi senyum kebahagiaan dirimu terpancar dengan indahnya, Apa betul Kamu lagi Jatuh Cinta, Vi?" tanya Yohana pada Ovi dengan rasa ingin tahu padanya,
Karena dengan tiba- tiba, Kakak Iparnya Yohana bertanya padanya sambil menghampiri, rasa kaget bercampur malu pun terlihat jelas pada diri Ovi, detak dan degup jantungnya seakan menyerangnya secara spontan, kikuk dan serba salah senantiasa menggelayutinya, dan rasa canggung dan resahnya kini seolah merasa semakin terasa, hingga akhirnya Ovi pun bicara, lantas dengan sedikit berpura- pura Ovi pun lalu menjawabnya,
"Eh..Kak Yohana, Ovi kira siapa?" tanya Ovi pada Kakak Iparnya Yohana dengan melencengkan arah pembicaraannya,
Yohana dengan tersenyum kepadanya, lantas Ia pun bicara lagi padanya,
"Kayak mau berangkat, pasti dengan orang special, karena dandananmu sangat cantik!" ucap Yohana pada Ovi dengan sedikit menggodanya itu,
Ovi dengan bergetar menahan malu di dalam dadanya itu, lantas dengan menutupinya, Ovi pun menjawabnya,
"Ah..Kakak bisa saja, memang Ovi selalu dandan begini kalau berangkat!" jawab Ovi pada Kakak Iparnya Yohana dengan rasa malunya itu,
Yohana hanya menggeleng- gelengkan kepalanya pada Adik Iparnya itu Ovi, sambil tersenyum lucu padamya, seraya berkata,
"Dari tadi Kakak nanya, mau kemana, tidak dijawab- jawab, malah ke soal yang lain!" ucap Kakak Iparnya itu Yohana pada Ovi dengan merasa penasaran,
Ovi tersenyum manis pada Kakak Iparnya itu, dengan sorot mata yang tajam padanya, lantas Ia pun menjawab lagi,
"Iya, Ovi mau pergi dengan teman yang baru kenal dua hari yang lalu itu, katanya sih hendak traktir ngeBakso!" jawab Ovi pada Yohana dengan sejujurnya bicara kali ini,
"Wah Asik dong, pasti yang ngajaknya lelaki tampan, Iya kan, Vi?" tanya Yohana pada Ovi dengan terus meledeknya,
__ADS_1
Ovi hanya mengangguk sambil tersenyum pada Kakak Iparnya itu Yohana.
"Kakak mau ikut, Ayo!" ucap Ovi pada Yohana dengan berpura- pura mengajaknya,
. Mendengar itu, tiba- tiba tawa lepas Yohana terdengar dengan kerasnya, sehingga perasaan Ovi semakin bertambah malu dibuatnya,
"Gak ah, nanti kalau ikut bisa mengganggumu, bisa runyam cerita cinta kamu itu!" jawab Yohana pada Adik Iparnya itu Ovi lagi.
"Gak akan mengganggu, Kak!" ucap Ovi pada Kakak Iparnya itu Yohana dengan sedikit memperkuat menutupi rahasia cintanya itu,
"Sudahlah, Kakak hanya bercanda, Vi!" ucap Yohana pada Adiknya itu Ovi dengan Langsung pergi meninggalkan Ovi sendirian.
Akhirnya Ovi pun pergi juga dengan di jemput Desta di pertigaan gang dekat kerumahnya, untuk pergi mencari alam cinta yang membahagiakannya itu.
Selama dalam perjalanan, mereka diam tak bicara, karena sedang merasakan keindahan getar cinta mereka di dalam dirinya itu.
"Ayo, kita berangkat, jangan kesiangan nanti panas di jalannya!" ucap Arjuna pada Sonya dengan menjelaskannya,
Mendengar Sang Arjuna berucap seperti itu, lalu dengan mengangguk pada Arjuna Sonya pun menjawabnya,
"Ayo sekarang kita berangkat, Arjuna!" ucap Sonya pada Arjuna dengan perasaan perhatiannya itu,
Akhirnya mereka pun pergi juga, menuju daerah Pantai yang indah di daerah pesisir luar kota.
Itulah bila Sang manusia terpikat oleh cintanya pada seseorang yang membuat mereka melupakan pujaan- pujaan hati mereka, yang terjadi karena keterpurukan keadaan itu.
Dan tak lama mereka pun akhirnya tiba juga di tujuan, yakni pantai Indah yang mempesona,
__ADS_1
"Kita disini saja, jadi tidak jauh ke parkir motor, jadi nanti mudah untuk pulang, Arjuna!" ucap Sonya pada Arjuna dengan memberi tahunya itu,
"Ya bolehlah, Aku sih bagaimana Kamu saja, Sayang!" ucap Arjuna pada Sonya dengan mesranya itu,
Lalu Arjuna pun segera mennggelar tikar yang disewanya tadi, dan dengan memandang laut yang luas, membuat napas mereka seakan - akan dapat udara yang sangat segar, hingga mereka merasa takjub memandangnya itu.
"Aku gak menyangka bisa berdua denganmu, Sayang!" Ucap mesra Arjuna pada Sonya itu dengan rasa bahagianya itu,
Dengan merebahkan hepalanya pada bahu Arjuna yang dengan tak henti memandang cantik wajahnya itu, lantas Ia pun bicara padanya itu,
"Benar kaya mimpi, tahu- tahu kita bersama untuk merengkuh keindahan cinta kita dengan harapan indah bersamamu!" jawab Sonya pada Arjuna dengan perasaan hati yang sedang berbunga- bunga itu,
Tangan melingkar pada bahu Kekasih barunya, dan mata mereka saling pandang, dan tak lupa ciuman mesra di bibir mereka, dengan saling pagut dengan suasana panorama pantai yang indah itu.
Coretan untuk perasaan cinta mereka seolah ingin Mereka rayakan dengan sentuhan dan rabaan tangan mereka yang nakal, menjaring pilar dan pion hasrat untuk dimunculkan agar bisa meraih rasa itu bersama.
"Uhh!...Ahhh! Ughh!, desah dan rintih sendu Sonya oleh binalnya Arjuna dengan merasa nikmatnya itu,"
Arjuna seolah ingin menjamah lalu merasakan hangatnya tubuh Sonya, hingga napasnya tak beraturan semakin cepat, semua yang tersentuhnya Ia mainkan hingga, sesuatu yang selalu Ia cari dalam bermainnya Itu kini Ia dapatkan,
"Uhhhh!...Ahhhhh!..uhg!" ceracau desah Arjuna dengan merasakan seperti sudah hampir hilangng ingatan, dan mulai tak kuasai diri dengan terus merangsek dan memaksa untuk masuk,
Tiba- tiba Sonya mendorong tubuh Arjuna dengan sangat keras ke belakang, Akhh!...syutt blugh! Arjuna terdorong ke belakang, lantas Sonya bergegas untuk cepat berdiri dengan baju dan celana terlihat acak- acakan bekas dirogoh paksa tangan Arjuna yang nakal itu,
"Sudah jangan lakukan itu, Arjuna! Sudah yang biasa Saja, jangan lakukan itu, nanti setelah kita menikah, Sadar! Sadar! Sadar!, Arjuna!" ucap keras Sonya pada Arjuna dengan perasaan takut kesuciannya terenggut, akhirnya Sonya pun menjauh beberapa meter dari Arjuna yang sedang kesurupan, dan tak bisa menahan gejolak birahinya itu,
"Maafkan Aku, Say! Sungguh napsuku tidak bisa Aku tahan!" jawab Arjuna pada Sony dengan langsung membetulkan resleting yang tadinya siap Ia tancapkan dalam belukar berduri,
__ADS_1