
Fajar yang seakan memanggil malam, riak air sungai seolah menyanyikan lagu senja, cerita bertuah seakan memberikan nasihatnya, dan desir angin berhembus seolah mengingatkan akan makna kehidupan.
Kepingan kebahagiaan yang dulu masih tersimpan dalam hati Ibu Juariah, cinta dan kenikmatan yang pernah ada kini seolah Ia putar kembali dalam otaknya, bahagia bagai sesuatu yang mudah dilakukan kala itu, maklum seorang Istri pemilik perusahaan, jadi apapun bisa terlaksana karena status dan kekayaannya itu.
"Ataukah Aku harus menikah dengan orang lain? Semua telah ada takdirnya, tapi entah takdirku menunjukkan Aku kemana? Setelah perjuangan keras dalam hidupku yang begitu lama harus Aku rasakan." begitu kegalauan hati seorang Ibu Juariah.
"Kenapa lagi? Masih melamunkan tentang Ayah lagi?" tanya Salsa pada Ibunya sekonyong- konyong datang menghampiri,
Ibunya hanya tersenyum padanya, tidak memperdulikan Anaknya yang bertanya itu,
"Loh, kok Salsa dicuekkin gitu!" ucap Salsa lagi pada Ibunya Juariah dengan rasa penasaran,
"Gak ada apa- apa, cuma Ibu mau merenung tentang nasib Ibu saja." jawab Ibunya Juariah pada Anaknya Salsa dengan lembutnya bicara,
"Hidup gak usah di pikirkan, Bu! Jalani saja!" ucap Salsa pada Ibunya sambil duduk di sebelah Ibunya,
Ibunya menggeleng- gelengkan kepalanya mendengar Anaknya bicara,
"Yah, Ibu tahu itu! Tapi Ibu sedang memikirkan tentang masa depan Ibu, masa harus seperti ini terus, gak lah!" jawab Ibunya Juariah pada Anaknya Salsa memberi tahu,
"Memang maunya Ibu apa? Salsa jadi merasa penasaran?" tanya Anaknya Salsa pada Ibunya Juariah dengan perasaan bingung,
Sejenak Ibunya terdiam, dalam benaknya hanya ada satu jawaban yakni ingin menikah lagi, tapi malu untuk mengatakan pada Anaknya Salsa,
"Inginnya ada perubahan, jangan kayak begini terus," jawab Ibunya Juariah dengan hati- hati bicara,
Salsa mencoba untuk mengkaji apa yang di katakan Ibunya itu di dalam otaknya, setelah tahu lalu Salsa bicara pada Ibunya,
"Ibu menikah lagi saja, biar Ibu ada yang memperhatikan, kasihan Ibu selalu memikirkan Salsa dan Andreas, Salsa ikhlas kok!" ucap Anaknya Salsa pada Ibunya Juariah dengan perasaan haru di dalam hatinya,
Tiba- tiba Anaknya bicara seperti itu membuat Ibunya merasa kaget, seolah Salsa tahu apa yang sedang dipikirkannya, sedikit malu bercampur pilu di hatinya, seraya Ibunya menjawab,
"Yang Kamu ucapkan itu ada benarnya, tapi berarti bukan Ibu gak mau mengurus Kamu dan Anakmu, tapi hanya ingin hidup lazim seperti Orang lain, tapi itu hanya keinginan Ibu saja." ucap Ibu Juariah pada Anaknya sambil tangannya melingkar pada bahu Salsa,
"Semoga saja betul yang dipikirkan Ibu terwujud, Aamiin!" ucap Salsa pada Ibunya dengan manjanya.
Mereka berdua merasakan bahagia dalam sanubarinya, apalagi jika semua keinginan mereka terkabul.
Sungguh tak diduga keinginan berumah tangga Ibu Juariah lebih besar di bandingkan dengan Anaknya sendiri Salsa, karena mungkin gairah birahinya yang menuntut Ia ingin cepat menikah lagi.
Malam itu dengan tak biasa Ibu Juariah seolah ingin menikmati panorama malam, kebetulan malam itu malam minggu, dengan berdandan cantik, lalu Ibu Juariah pun bicara pada Salsa Anaknya,
__ADS_1
"Salsa, Ibu kepengen jalan dulu, cari yang ganteng, Kamu tunggu Andreas," ucap Ibu Juariah pada Salsa memberi tahunya,
Mendengar itu Salsa merasa heran, ada apa dengan Ibunya itu, mungkin terlalu lama dalam kesepiannya, sehingga berubah drastis seperti Anak muda lagi,
"Memang mau kemana, Bu?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah ingin segera tahu,
"Paling ke pasar malam, jalan- jalan untuk menghilangkan jenuh Ibu, Sa!" jawab Ibu Juariah pada Salsa Anaknya memberi tahu,
"Kalau begitu pulangnya beliin Salsa Bakso, Ya!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan senangnya,
"Iya, tunggu aja!" ucap Ibu Juariah lagi pada Anaknya Salsa menjelaskan.
"Pake apa kesananya?" tanya Salsa pada Ibunya Juariah lagi,
"Pake angkot lama, pake ojek online kali ya?" ucap Ibu Juariah pada Anaknya Salsa lagi,
Salsa tersenyum melihat Ibunya kebingungan begitu, terlihat sangat lucu, dengan tersenyum lalu Salsa pun memberi usul,
"Minta anter Sama zaki aja bu! Dia ada tadi gak ngapel, jadi Ibu ada yang dampingi, takut hilang di pasar malam nanti!" jawab Salsa pada Ibunya Juariah dengan meledeknya,
Pikiran Ibu Juariah pun berputar, dan terbias dalam otaknya, Zaki Si pemuda tampan yang biasa mengantar Salsa pergi, begitu kata hatinya bicara, dan tanpa lama Ia pun menyetujuinya,
"Benar juga, Dia ganteng dan muda, sekalian Aku manfaatkan," begitu pikiran kotor aslinya dalam otaknya,
"Sudah langsung kerumahnya saja, langsung berangkat sana, nanti keburu bubar pasar malamnya," ucap Salsa lagi pada Ibunya Juariah dengan terus meledeknya sambil tertawa,
"Yaudah, Ibu berangkat dulu!" jawab Ibunya Juariah pada Salsa dengan senyum manis di bibirnya.
Dan tak lama akhirnya Ibu Juariah pun tiba diantar Zaki, di pasar malam hiruk pikuk orang- orang saking ramainya, maklum malam minggu, pedagang dan pengunjung serta tukang parkir sibuk dengan pekerjaannya, membuat Juariah pun merasa terhibur dengan suasana pasar malam seramai itu, lalu Zaki pun bertanya,
"Kita kemana, Bu," tanya Zaki pada Ibu Juariah ingin tahu,
"Pokoknya ikuti Ibu, biar malam ini Ibu jadi pacarmu!" jawab Ibu Juariah pada Zaki sambil menggandeng tangan Zaki,
Melihat Ibu Juariah begitu, Seolah lucu Zaki pun Menurut mengikuti kemauan Ibu Juariah berjalan.
Lama berjalan- jalan memutari pasar malam itu, akhirnya cacing di perutnya ramai berkelahi minta jatah alias lapar perut mereka,
"Kita makan bakso dulu, Ibu lapar, Zak!" ucap Ibu Juariah pada Zaki memberi tahunya,
Zaki hanya diam membisu memandang Ibu Juariah yang terasa lucu dan menyenangkan malam itu,
__ADS_1
Akhirnya mereka makan bakso di pinggir jalan, Karena bangku penuh terpaksa mereka duduk di area taman, duduk di rumput taman kota,
Tak lama dua mangkuk bakso pesanannya pun datang, dan tak lama mereka pun menyantap bakso dengan lahapnya,
Tiba- tiba entah karena terpesona atau memang ada hasrat pada Ibu Juariah yang cantik dan seksi itu, dengan lepas Zaki bicara,
"Ibu terlihat cantik malam ini!" ucap Zaki pada Ibu Juariah dengan spontan dari mulutnya terlontar kata pujian yang teramat dalam pada Ibu Juariah,
Mendengar ucapan Zaki memujinya, lantas pikiran dan kebiasaan yang Ia ingin buang selama ini, kini kembali hinggap pada dirinya, dan dengan napas menggebu- gebu, kini hasrat untuk hoby daun mudanya keluar untuk napsunya, dan dengan mesra Ibu Juariah pun membalasnya,
"Kamu pun ganteng, Zak! Sungguh Ibu semakin tergoda padamu!" jawab Ibu Juariah pada Zaki dengan terus mencium bibir Zaki, lalu dengan sengaja memperlihatkan sesuatu yang membuat Zaki tergoda,
Dan tak lama, Setelah mereka membayar dan memesan bakso buat Anaknya Salsa, merekapun akhirnya pergi meninggalkan pasar malam yang ramai itu, karena hari sudah tengah malam.
Di perjalanan strategi jitu mulai dijalankan Ibu Juariah pada Zaki dengan mendekap dan menggesek- gesekkan kepunyaannya seolah mau jatuh, merasakan itu napsu Zaki bertambah kuat, di saat mau tiba di depan rumahnya, tiba- tiba Ibu Juariah berkata,
"Sudah jangan di antar sampai rumah biar Ibu Jalan kaki saja," ucap Ibu Juariah pada Zaki memberi tahunya,
Zaki mengangguk pada Ibu Juariah dan langsung memberhentikan motornya pas di depan rumahnya, lalu sebelum pulang Ibu Juariah berbisik di telinga Zaki dengan lirihnya,
"Apa benar Ibu cantik di matamu? Jawab yang jujur," tanya Ibu Juariah pada Zaki menggodanya,
"Iya, Ibu sangat Cantik!" jawab Zaki seolah tak sadar pada Ibu Juariah yang menatapnya dengan penuh birahi,
Lalu Ibu Juariah melihat sekitar dengan seksama, seraya berkata lagi,
"Orang rumah ada semua, Zak?" tanya Ibu Juariah pada Zaki ingin tahu,
"Ada paling jam segini sudah pada tidur, memang ada apa sih, Bu?" tanya Zaki pada Ibu Juariah dengan merasa bingung,
"Ibu mau pipis, Zak!" jawab Ibu Juariah pada Zaki dengan bernada mesra,
Zaki menggeleng- gelengkan kepalanya disertai senyum tawa di bibirnya mendengar Ibu Juariah bicara,
Lalu dengan tak menaruh curiga sedikit pun pada Ibu Juariah, akhirnya Zaki mengantar Ibu Juariah ke kamar mandi yang kebetulan berada di samping rumahnya, dan langsung menunjukkannya,
"Ini kamar mandinya, Bu!" ucap Zaki pada Ibu Juariah yang tak lepas sedari tadi memegang erat tangannya,
Segera dengan cepat Ibu Juariah masuk sambil menarik paksa Zaki ke dalam kamar mandi, setelah masuk Ia pun menguncinya,
Diluar terdengar samar suara berkicau burung Zaki yang tergoda, di tengah goa diatas bukit kecil nan rimbun milik Ibu Juariah,
__ADS_1
Teriak dan suara manja serta desah erang mereka keluar tanpa bisa ditahan, dan akhirnya lahar nirwana keluar tanpa bisa untuk ditahannya, Byurrr!, dan tak lama Akhirnya hening.