Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Bias sakit, karena Sahabat


__ADS_3

Tengadah wajah Salsa ke hamparan langit yang luas, birunya yang seakan- akan memberikan keteduhan dalam dirinya, lalu tatapannya Ia palingkan ke depan, di mana orang- orang dengan rutinitasnya, sibuk berbekal harapan di dalam angannya, akhirnya Salsa pun berpaling untuk melihat jam dalam Hpnya,


"Sudah hampir jam lima, Mengapa Davi belum kemari juga? Apa mungkin Dia lembur?" tanya Salsa pada Dirinya sendiri dengan rasa penasarannya,


Terlihat semakin sedikit saja para pekerja yang lewat dan bisa Salsa temui, mungkin karena hari berangsur sore, hingga mereka pun dengan cepatnya untuk segera pulang, karena keluarga menunggunya,


Duduknya Salsa semakin merasa gelisah, tembok di trotoar jalan yang tadinya merasa enak diduduki, kini terasa panas di pantatnya itu, dan dengan wajah ditekuknya, lalu tangannya dengan tak henti melempar- lemparkan kerikil ke jalan, mungkin karena merasa jenuh di dalam menunggunya itu,


Dan akhirnya, terlihat Sepeda motor dengan Davi pengendaranya, menghampiri dengan terlihat jelas rasa tak enak di guratan wajahnya itu, dengan merasa kesal dan berwajah cemberut, lantas Salsa pun bicara,


"Kemana dulu, sih? lama amat?" tanya Salsa pada Davi dengan jengkelnya bicara,


Mendengar Salsa Kekasihnya itu bertanya dengan marahnya, lantas Davi pun segera untuk menjawab,


"Maaf, tadi ada sedikit masalah, hingga Aku di panggil ke kantor!" jawab Davi pada Salsa sambil memakaikan helm pada Salsa,


"Memang komplain apa, Sayang?" tanya Salsa pada Davi dengan rasa ingin tahu,


"Biasalah, kayak gak tahu saja! Ayo cepat naik, kita langsung berangkat!" jawab Davi pada Kekasihnya Salsa menjelaskan,


"Tapi Kita mampir Ke Bakso Mang Ujang dulu, perutku keroncongan!" ucap Salsa pada Davi Kekasihnya itu,


Davi mengangukkan kepalanya, lalu Salsa pun dengan segera naik untuk pergi menjauh dari situ dari lingkungan yang menbosankan.


Di dalam perjalanan, mereka semua diam tak bicara, mungkin rasa lapar yang telah membuat mulut mereka tak kuat untuk bicara.


Akhirnya mereka pun tiba di kedai Bakso Mang Ujang pinggir jalan, lalu mereka segera turun, dan tak lama, akhirnya mereka berdua pun duduk di pojok dekat jendela, tak lama mereka pun segera memesan Baksonya itu,


"Tumben gak begitu ramai, biasanya penuh!" ucap Salsa pada Davi sambil matanya menatap ke arah pengunjung kedai itu, dan tak lama pesanan pun datang juga,


"Ini pesanannya, dua porsi Bakso urat campur dan dua gelas es teh manis!" ucap Mang Ujang pada mereka berdua itu,

__ADS_1


"Terima Kasih, Kang!" jawab Davi pada Kang Ujang sambil tersenyum dengan ramahnya,


Lalu keduanya langsung memakan Baksonya, dengan sangat lahapnya, dan terdengar sayup- sayup percakapan kecil mereka itu dari jauh, dengan di selingi canda dan tawa mereka, yang membuat suasananya begitu hangat.


Disaat mereka dengan asiknya menyantap Baksonya, tiba- tiba seseorang yang mereka sangat kenal, masuk dan menghampiri Kang Ujang, yang sedang melayani,untuk memesan Baksonya, dari kejauhan mereka sangat mengenalnya, Dia adalah Yuli sahabat mereka,


"Itu di sana Yuli, Dav!" ucap Salsa pada Davi sambil menunjuk pada Yuli,


"Iya, kelihatannya sedang memesan Bakso, tapi Dia sendirian, tuh!" jawab Davi pada Salsa dengan memberi tahunya,


Dan tak lama mereka pun memanggil Yuli, yang sedang menunggu pesanan Baksonya itu,


"Yul, Yuli!" panggil Salsa pada Yuli sahabatnya,


Mendengar ada yang memanggilnya, lantas Yuli pun menoleh ke belakang, terlihat Salsa dan Davi memandangnya sambil tersenyum, Yuli pun segera menghampiri,


"Kalian disini, Kalian sudah lama disini?" tanya Yuli pada mereka dengan basa basinya,


Yuli hanya mengangguk pada Davi sambil tersenyum,


"Makan Baksonya disini saja bareng Kami?" ucap Salsa pada Yuli menawarkan padanya,


"Aku temani Kalian makan Bakso saja, soalnya Aku sih di bungkus, buat di rumah lagi pada malas masak!" jawab Yuli pada Salsa dengan menjelaskan,


Akhirnya Yuli duduk di sebelah Salsa, dan terlihat Davi sedari tadi memperhatikan Yuli dengan dengan senyumnya itu, dan tak lama Davi pun bertanya lagi padanya,


"Arjunanya, Mana?" tanya Davi pada Yuli dengan tertawa meledeknya,


Mendengar nama Arjuna di sebutnya, tampak wajah Salsa berubah cemberut ke arah Davi, matanya menatapnya dengan tajam, yang seolah menusuknya, saat itu pula Davi menunduk diam,


Melihat suasana tidak mengenakan itu, dengan perasaan tidak enak, Yuli pun menjawab,

__ADS_1


"Enggak Dia lagi ada keperluan," jawab Yuli pada Davi dengan menatap ke arah Salsa yang sedang cemberut itu,


Melihat Yuli seolah mendadak berubah sikapnya, Akhirnya dengan perasaan tak enak, dan dengan memberanikan diri, Yuli pun segera bicara pada Salsa,


"Aku melihat diantara Kita seolah ada sesuatu ganjalan, Salsa!" ucap Yuli pada Salsa dengan perasaan sedikit tak enak di hatinya,


Mendengar Yuli bicara padanya, dengan sorot mata yang membuat dirinya kesal, dan merasa sedikit emosi itu, lalu dengan menahan emosi di dirinya itu, lantas dengan menatap ke depan, Salsa pun menjawabnya,


"Ganjalan, Ganjalan apa, Yul?" tanya Salsa pada Yuli seolah- olah tak tahu,


"Soal Arjuna!" jawab Yuli pada Salsa dengan merasa tak enak di hatinya itu,


"Apa maksudmu, Yul?" tanya Salsa lagi pada Yuli dengan merasa tak senang pada obrolannya itu,


Davi hanya diam terpaku, melihat keduanya bicara tentang masalah pribadinya itu, Davi pun hanya pendengar dan tak mau ikut campur persoalan mereka itu, lalu terdengar suara Yuli bicara,


"Sebelumnya Aku minta maaf, dan bukannya Aku tidak menghargaimu, Kamu mungkin sudah tahu, bahwa Arjuna itu sekarang adalah kekasihku," ucap Yuli pada Salsa dengan perasaan gusar dalam dirinya itu,


"Lalu?" jawab Salsa pada Yuli sambil tangannya memutar- mutar sedotan di gelasnya,


"Maksudku, bukannya ingin membuka luka lamamu itu dengan Arjuna, tapi setidaknya Aku jadian dengan Dia, tidak ada sedikit pun untuk membuatmu menderita, Aku pun tak tahu jika hatiku ini mencintai Arjuna, dan kuharap Kamu bisa memakluminya," jawab Yuli pada Salsa dengan wajahnya menunduk menahan rasa sedihnya dalam hati,


Mendengar Yuli bicara tentang hubungannya dengan Arjuna, dengan perasaan harunya, pikiran Salsa terus melayang, seolah rasa bencinya pada Arjuna itu semakin besar dan terasa dalam dirinya itu, Emosi dan amarahnya sudah berada di atas kepalanya, tinggal menunggu saat- saat Sang Empunya meledakkannya, laku dengan pandangan mata yang seakan- akan menahan amarahnya itu, lalu Ia menarik napas dengan panjangnya, lantas Salsa pun bicara padanya,


"Kamu mempunyai Kekasih dengan lelaki manapun, itu hakmu, dan juga bukan urusanku, tapi seharusnya kamu berhati- hati dan berpikir, supaya pengalamanku pada Arjunamu itu, menjadi acuan dan pertimbanganmu, Yul!" ucap Salsa pada Yuli dengan panjang dan lebarnya menjelaskan akan pengalaman hubungannya itu.


Yuli sejenak diam, pikirannya seolah mengkaji sedikit demi sedikit ucapan Salsa di otaknya, lalu terlihat Ia memegangi kepalanya, dan tak lama Ia pun angkat bicara,


"Itu benar, dari kehidupan hubunganmu dengan Arjuna di masa lalu, kadang Aku merasa bingung atas ceritamu tentang Arjuna, kok sangat berbeda dengan yang Aku jalani sekarang ini bersamanya, bahkan Kedua Orang Tuanya Arjuna pun terasa baik kepadaku, pertanyaan itu yang sering dan selalu ada jika melihatmu, Salsa!" ucap Yuli pada Salsa dengan berdiri dan langsung bergegas untuk pergi,


Betapa emosinya mendengar Yuli bicara seperti itu ke padanya, lalu sambil tangannya di kepalkan, dan terdengar gemeretak giginya, dengan rasa amarah di otaknya, dan dengan segera Salsa pun mendekati Yuli, sambil berkata marah padanya, ....

__ADS_1


__ADS_2