Terjerembab Keinginan

Terjerembab Keinginan
Mencurahkan kekesalan


__ADS_3

Harapan yang kini sedang dalam pelukan Arjuna, Cinta kasihnya pada Yuli membuat tekad kuat hidupnya kini mulai kembali untuk di raihnya,


Hari itu Ia sudah siap untuk mengantar Sang Idamannya Yuli untuk bekerja, Ia tancapkan gas hingga motor Ninjanya itu berlari kencang menuju kediaman kekasihnya itu, dan tak lama akhirnya Ia pun tiba juga,


"Assalamualaikum," ucap Salam Arjuna pada Yuli yang sedang berdiri menunggu di depan pintu pagar rumahnya itu,


"Waalaikum Salam," jawab Yuli pada Arjuna sambil tersenyum manis padanya,


Yuli pun langsung menghampirinya, dan dengan tatapannya yang menatap Arjuna dengan cintanya itu, lalu Dia pun bertanya pada Arjuna,


"Rencana belibur bersama itu, Apakah jadi, Arjuna?" tanya Yuli pada Arjuna seolah ingin tahu,


"Jadilah, ini tinggal menunggu kabar darimu, Kamu bisa ikut atau tidak!" jawab Arjuna pada Yuli memberi tahukannya,


"Memang berangkatnya hari apa?" tanya Yuli lagi pada Arjuna pula,


"Paling hari minggu ini, Kamu pasti libur dan bisa untuk ikut liburan ke pantai bersama- sama, Gimana?" jawab Arjuna pada Yuli menerangkannya,


Yuli terdiam sejenak, mungkin Ia sedang berpikir dan mengingat akan rutinitas kerjanya itu, lalu dengan menganggukkan kepalanya pada Arjuna, Yuli pun lantas bicara,


"Hari Minggu ini sih, Aku bisa Ikut berlibur bersama keluargamu, kita bisa berenang bersama- sama di lautan lepas!" jawab Yuli pada Arjuna dengan tersenyum saking gembiranya,


Mendengar jawaban Yuli itu, Hati Arjuna seolah bahagia, wajahnya sumbringah dengan senyum gembiranya, dalam hatinya harapan yang di dambakannya kini bisa terwujud.


"Aku sangat senang mendengarnya, Kamu bisa Ikut liburan bersama ke pantai Minggu ini!" ucap Arjuna pada Yuli dengan melaju cepat menuju tempat kerja Yuli.


Terlihat Davi dengan bergegas berlari ke tempat parkir untuk segera pergi dari situ, perasaan was- was dalam hatinya akan ucapan Salsa di telpon tadi yang membuat pikirannya bertanya- tanya,


"Kenapa Salsa tadi bicara dengan ketusnya, ada apa sebenarnya itu?" ucap Davi pada dirinya dengan rasa penasarannya itu,


Disaat Ia hendak menaiki motornya itu, sekonyong- konyong Arjuna dengan Ninja hijaunya datang sambil membonceng Yuli, yang seolah menghampirinya itu, dan terdengar Yuli menyapanya,


"Pagi, Dav!" ucap Yuli pada rekannya Davi dengan senyum ramahnya,


"Tumben agak siang?" tanya Davi pada Yuli sambil tersenyum,


Lantas Yuli pun turun dan segera menghampiri Davi, sambil bicara pada Davi seolah ingin tahu,

__ADS_1


"Kamu mau kemana? Ini masih pagi, dan lagi bel masuk sudah berbunyi, Kamu malah mau berangkat, mau apa sih," tanya Yuli pada Davi penasaran,


Mendengar Yuli bertanya padanya, membuat perasaan Davi seolah merasa tak enak, dan dengan sedikit menutupi, Davi pun menjawab,


"Gak tahu Saudara ada perlu ngedadak!" jawab Davi pada Yuli menjelaskannya,


"Pasti sangat penting, hingga harus tidak masuk kerja segala!" ucap Yuli pada Arjuna seakan mengingatkannya,


Davi pun menganggukkan kepalanya pada Yuli, lantas Ia pun pamit untuk segera pergi menjauh dari situ,


"Maaf, Yul! Aku harus segera pergi, Saudaraku telah menunggu" jawab Davi pada Yuli menjelaskannya,


"Yaudah, hati- hati di jalan, jangan ngelamun!" jawab Yuli pada Davi sambil meledeknya,


Dan tak lama, Davi pun pergi dengan motor hitamnya itu, menuju rumah Salsa dengan perasaan penasaran dalam dirinya itu.


Di perjalanan pikiran Davi selalu bertanya- tanya atas ucapan kekasihnya Salsa tadi, dan tak beberapa waktu berselang, akhirnya Davi pun tiba juga di rumah Salsa, Ia segera turun segera memijit bel dan langsung mengucapkan salam,


Ting! Tong! Ting! Ting!, bunyi bel yang di pijit Davi dari luar, lantas Ia pun berucap Salam,


Tak lama Bibi Ulpa menghampiri sambil menjawab Salamnya itu,


"Waalaikum Salam," jawab Bibi Ulpa pada Davi sambil berjalan menghampirinya,


"Eh, Mas Davi, cari non Salsa, Yah?" tanya Bibi Ulpa pada Davi seolah ingin tahu,


"Iya, Salsanya lagi apa, Bi?" tanya Davi pada Bibi Ulpa dengan senyum ramahnya itu,


"Ada lagi Istirahat, tadi pagi sih katanya Dia sakit!" jawab Bibi Ulpa pada Davi menjelaskannya,


Otak Davi bertanya- tanya, dan dengan perasaan penasarannya itu, hingga Ia bertanya lagi pada Bibi Ulpa,


"Sana bilang pada Non Salsa, bahwa Aku datang hendak bertemu!" ucap Davi lagl pada Salsa memberi tahunya,


"Baik, tunggu Sebentar!" jawab Bibi Ulpa pada Davi dengan terus berjalan untuk memberi tahu majikannya itu,


Di tengah menunggu Bibi Ulpa kembali dari memberitakan akan dirinya, Davi pun menatap tanaman indah dalam pot, di depan rumah mewah milik Bapak Sebastio itu,

__ADS_1


Dan tak lama Bibi Ulpa pun kembali dengan senyum di wajahnya itu, lalu Ia bicara pada Davi,


"Silahkan masuk Mas Davi, Non Salsa sedang menunggu di kamarnya!" ucap Bibi Ulpa itu pada Davi dengan memberi tahunya,


Dan tanpa menunggu lama, akhirnya Davi berjalan mengikuti Bibi Ulpa dengan hati penasaran, dan tak lama tiba juga di kamar Salsa itu, lalu terdengar Bibi Ulpa memanggilnya,


"Non Salsa, Ini Mas Davinya sudah datang!" teriak Bibi Ulpa pada Salsa memberi tahunya,


"Suruh segera masuk, Bi!" jawab Salsa pada Bibi Ulpa pembantunya itu,


"Iya, Non! Kalau begitu, Bibi kembali ke dapur dulu untuk memasak!" ucap Bibi Ulpa pada Salsa sambil bergegas berjalan menuju ke dapur,


"Makasih, Bi!" ucap Davi pada Bibi Ulpa sambil tersenyum ramah,


Dan akhirnya Davi pun segera masuk kedalam kamar Salsa, dan terlihat Salsa sedang berbaring di kasur empuknya, sambil matanya menatap Davi dengan perasaan senangnya itu, Davi pun dengan segera menghampirinya,


"Kamu sudah minum obat atau belum, Sa?" tanya Davi pada Kekasihnya Salsa mengingatkan,


Salsa tak menjawab, hanya terbangun dan terus memeluk Davi dengan eratnya,


"Obatku hanya satu, yakni Dirimu, Dav!" ucap Salsa pada Davi dengan manjanya,


"Idih kalau manja lebih- lebih dari Anakmu Andreas!" jawab Davi pada Salsa dengan meledek Sang pujaan hatinya itu,


"Biarin, wew!" ucap Salsa pada Davi dengan merangkulnya lebih erat lagi.


Dengan melihat Salsa tak seperti dalam bayangannya itu, perasaan Davi mulai terasa lega, hatinya senang melihatnya, dan perasaan manjanya yang membuat hasrat cintanya seolah merayap untuk keluar dari tubuhnya itu,


"Sayang Aku sengaja memaksamu kemari, soalnya pikiranku seolah tak kuasa ingin bertemu dengan dirimu itu, dan pasti Kamu kabur dari kerjamu demi Aku, bukan begitu Sayangku," tanya Salsa pada Davi dengan meledek yang membuat Davi marah,


Davi cemberut di buatnya, dan seolah Salsa merasa senang melihat kekasihnya itu marah, dan dengan lembutnya, lalu Ia bicara lagi pada Davi dengan perasaan sayang dihatinya itu,


"Jangan marah Sayang, dengan begitu Aku pun tahu seberapa besar Cintamu padaku!" ucap Salsa pada Davi dengan terus menciumnya dengan cintanya itu.


"Akan kulakukan apapun untukmu, Sayang!" jawab Davi pada Salsa, sambil membalas ciumannya itu,


Dan tak lama pertempuran tak seimbang pun terjadi, satu menerima dan yang satunya meraba dan mencumbuinya, satu mengerang dan yang satu lagi mendesah, yang seolah- olah dunia ini milik mereka berdua, dan yang lainnya ngontrak, begitu mungkin pikirannya dalam hati keduanya.

__ADS_1


__ADS_2