
Hari yang menelantarkan rasa haru Yuli pada Kekasihnya Arjuna, semakin terasa berat untuk dirasakannya, deretan bayangan kasih dengannya, kini hanya pengingat kedukaan rasa dan harapannya, menghilangnya Arjuna seolah keterpurukan akan cintanya itu, yang membuat hatinya luka, tak mungkin mudah untuk merasakannya.
"Benar juga apa yang dikatakan Salsa, tentang cerita pahitnya dengan Arjuna itu, yang membuatnya kini merasa muak terhadapnya!" ucap Yuli pada dirinya itu.
Dan terlihat Ibunya Maemunah menghampiri dirinya itu, lantas bicara padanya,
"Ibu bilang, Sudah jangan memikirkan Arjuna terus, sana Istirahat tidur, masih banyak lelaki di dunia ini, Yul!" ucap Ibu Maemunah pada Anaknya Yuli dengan mengingatkannya,
Dengan merasa malu pada Ibunya, lantas Yuli pun menjawab,
"Iya, Bu!" jawab Yuli pada Ibunya Maemunah dengan bergegas berjalan ke dalam kamarnya.
Di kamarnya tampak Salsa sedang merenung, peristiwa perselisihannya dengan Yuli kini membebani dirinya, terbayang di dalam dirinya bagaimana Yuli menyinggung dan merendahkannya, yang membuat Salsa terasa sakit, dan di dalam merenungnya, tiba- tiba Ibu Widury masuk lalu menghampiri dirinya, seraya bertanya pada Salsa,
"Ada apa? Kok wajahmu di tekuk begitu, Salsa?" tanya Ibu Widury pada Salsa dengan rasa penasaran,
Mata Salsa menatap tajam Ibunya itu Widury, tatapan akan harapnya atas segala masalah- masalahnya pada Yuli itu, lalu dengan kepala di geleng- gelengkan, lantas Salsa pun menjawabnya,
"Ini lagi mikirin tentang Yuli, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya Widury dengan menghela napasnya itu,
Mendengar jawaban Salsa seperti itu, lantas Ibu Widury menatap sayang Anaknya itu Salsa, dengan merasa tak mengerti, lantas Ibu Widury bicara,
"Tentang Yuli, memang kenapa dengan Yuli?" tanya Ibu Widury pada Salsa dengan bingungnya itu,
Sejenak Salsa terdiam, pikirannya terus berpikir tentang Yuli, dan perasaannya bertanya padanya, apakah pantas masalah ini Ibunya Widury, layak untuk mengetahuinya, tapi pikiran harus demi pendapat dari Ibunya itu, yang membuat Salsa berani jujur untuk menjawabnya,
"Yuli seakan- akan menjadi musuh bagi Salsa, setelah Ia berhubungan dengan Arjuna, setiap bertemu selalu menghina dan merendahkan Salsa, kemarin Sore pun Ia berulah lagi, tapi Salda lawan, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya itu Widury,
Ibu Widury duduk di sebelah Salsa, dengan pikiran berputar mendengar ucapan jujur Anaknya itu Salsa, dan dengan sedikit melirik Anaknya itu, lantas Ibu Widury itu bicara,
__ADS_1
"Itu persoalan yang rumit, karena menyangkut perasaan, biasanya orang yang sedang jatuh cinta tak akan mudah untuk di beri masukan, cenderung keras kepala, karena merasa yakin dengan perasaannya itu!" jawab Ibu Widury pada Salsa Anaknya itu,
Lalu Salsa melirik Ibunya itu dengan tersenyum, sambil berucap,
"Yang Ibu katakan itu memang benar, kadang niat kita untuk memberi masukan benar padanya, malah disalah artikan yang lain- lain!" ucap.Salsa pada Ibunya itu Widury dengan memberi tahukannya,
Ibu Widury tersenyum dengan lebarnya, sambil menjawabnya,
"Nah itu Kamu tahu, sekarang gak usah dibikn pusing dengan Yuli, biarkan saja Ia hidup dengan Arjuna, toh Kamu sudah ada yang lebih tampan dan muda dari Arjuna itu, yaitu Davi, ngapain di bikin pusing!" jawab Ibu Widury pada Salsa sambil berdiri untuk pergi,
Salsa mengangguk pada Ibunya itu, lantas bicara dengan ringannya bicara,
"Iya, Bu!" jawab Salsa pada Ibunya Widury dengan rasa senangnya itu,
Lalu tangan Ibu Widury menarik tangan Salsa, Ia mengajak Salsa untuk pergi makan bersamanya,
"Sudah sekarang temani Ibu makan, bila makan sendiri kurang enak, Ayo Salsa!" ajak Ibu Widury pada Salsa Anaknya itu sambil menarik tangan Salsa berjalan menuju ruang makan.
Ketidak akuran Salsa dengan Yuli, terdengar juga ke telinga Ibu Juariah, dengan wajah marahnya, Ibu Juariah bicara pada Suamibya itu Zaki,
"Kabarnya Salsa sedang berselisih dengan Yuli, ini sangat bingung, mengingat Yuli adalah sahabat dekat Salsa dari kecil!" ucap Ibu Juariah pada Suaminya Zaki dengan rasa resahnya itu,
"Kabarnya masalahnya itu adalah Arjuna, karena sekarang Arjuna pacarnya Yuli!" jawab Zaki pada Istrinya itu Juariah dengan rasa penasarannya,
Wajah Juariah seolah memerah, memendam kekesalan atas masalah Anaknya itu Salsa, dan dengan mlirik Zaki Suaminya, Ia pu bicara lagi,
"Benar kabarnya tentang Arjuna, Salsa kenapa begitu, apa cemburu pada Yuli, Ya?" ucap Ibu Juariah pada Suaminya Zaki dengan rasa ingin tahunya itu,
Mendengar Istrinya bertanya seperti itu pada dirinya, Zaki menggeleng- gelengkan kepala pada Istrinya itu Juariah, dan dengan keraguannya Ia pun bicara juga,
__ADS_1
"Tapi Aku lihat Salsa sudah membenci Arjuna, malah mendengar namanya saja Ia sudah muak!" jawab Zaki pada Istrinya Juariah dengan menjelaskannya,
Pikiran Ibu Juariah membayangkan tentang Anaknya itu Salsa, dan bayangan tidak suka Salsa terbayang di pelupuk matanya itu, hingga dengan mamghut- manggut, Ia pun bicara lagi pada Suaminya itu Zaki,
"Benar yang kulihat juga seperti itu, Atau kebalikannnya, Yuli yang cemburu pada Salsa, mengingat Salsa yang melahirnan Anaknya itu?" tanya Ibu Juariah pada Suaminya Zaki dengan praduganya itu,
Dengan merasa semakin bingung di dalam otaknya, lantas Zaki pun menjawabnua lagi,
"Gak tahulah, Aku pusing memikirkannya!" jawab Suaminya Zaki pada Juariah Istrinya dengan merasa pusing kepalanya itu,
Dengan tersenyum pada Suaminya itu, lan5as Ibu Juariah pun berucap lagi dengan perasaan penasaran,
"Nanti Kita pergi menemui Salsa, untuk segera tahu tentang masalahnya itu, kalau bukan kita yang perduli dengan Salsa, lalu siapa lagi, Sayang!" ucap Istrinya Juariah pada Suaminya Zaki dengan langsung merangkul mesra Zaki itu.
Akhirnya mereka berdua pun masuk kedalam kamarnya, untuk istirahat, tidur.
Paginya terlihat Salsa dan Davi berboncengan, untuk pergi ke tempat bekerjanya,
"Sudah dua hari ini, Aku tak bertemu Yuli, Apa Ia sakit?" tanya Davi pada Kekasihnya itu Salsa,
Salsa dengan merasa tak senang, mendengar kekasihnya itu Davi, bicara tentang Yuli, hingga dengan ketusnya, Salsa pun bicara pada Davi,
"Mau apalagi Kamu bertanya tentang si keras kepala itu?" tanya Salsa pada kekasihnya itu Davi,
Davi tersenyum sayang pada Kekasihnya itu Salsa, dan dengan memberikan pengertiannya, lalu Davi pun menjawabnya,
"Jangan dendam pada teman sendiri, sekarang mungkin kamu ada ketidak sepahaman dengan Yuli, tapi bukan berarti tidak perhatian padanya, ingat Yuli masih tetap Sahabat Kita, Sayang!" jawab Davi pada Kekasihnya itu Salsa dengan memberi tahunya itu,
Dengan cemberut pada Davi, Salsa pun bicar dengan sedikit emosi,
__ADS_1
"Terserah apa katamu, Aku muak mendengar namanya Kamu sebut!" jawab Salsa pada Kekasihnya Davi dengan tidak menghiraukannya,
"Jangan marah seperti itu dong, Sayang! Sungguh Aku tak ingin membuatmu marah, Maafkan Aku, Sayang!" ucap Davi pada Kekasihnya Salsa dengan mengejarnya itu.