
Aluna sedang bergelung dengan selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya di sebelahnya ada Roy yang sama sama polos tanpa sehelai benang pun.
"Hai.. babe ayo bangun"Roy membelai pipi mulus Aluna.
"Hai.. kemana kita hari ini?"Aluna bangkit dari tidurnya.
"Kemana pun kamu mau" Jawab Roy,tangan Roy sejak tadi tak diam terus meraba dan menjamah titik sensitip Aluna hingga terdengar lenguhan dari bibir Aluna.
"sssshhh oke aku mau keliling sambil belanja tapi sebelum itu,aku minta satu ronde dulu" Aluna membalik posisi sehingga berada di atas Roy dan memulai aksinya,bergerak,memutar,dan menghentak mereka tak berhenti hingga lenguhan panjang terdengar di kamar sebuah hotel milik Roy.
Acara liburan tersebut berlangsung panas dengan di penuhi hawa memabukan bak pasangan yang sedang berbulan madu,mereka menghabiskan waktu mereka dengan bermesraan.
Hubungan yang hanya dilandasi hawa ***** tanpa ikatan yang menunggu kehancuran,mereka tak peduli mereka hanya mereguk nikmat dunia yang kata orang hanya sekali,itu pikir Aluna.
________________
Alyla bangun dengan kelopak mata sedikit hitam,semalaman ia tak tidur bahkan sejak Aluna memintanya menjadi Aluna,Alyla tak bisa tidur ditambah tadi malam ketika Alyla di antar pulang oleh Adam sesuatu terjadi yang membuatnya terus menggeram dan mengacak rambutnya.
"Ya udah makasih ya udah antar aku. Aku masuk dulu"Alyla melambaikan tangannya,sambil tersenyum manis,manis sekali bahkan Adam sempat terpesona dengan senyumnya,Adam merasa ada yang berbeda dari kekasihnya itu namun ia mengenyahkan pikirannya bahwa gadis di depannya ini adalah kekasihnya Aluna.Hingga ia tak ragu menarik tangan Alyla dan mendekapnya.
__ADS_1
Tangan Adam meraba pipi mulus Alyla pelan dan lambat Adam meraih tengkuk Alyla dan mengecup bibir Alyla. Mulanya hanya kecupan,namun rasa berbeda dari kekasihnya ini membuatnya menggila hingga kecupan berubah menjadi ******* bahkan Adam ********** sedikit kasar.Adam menggila hampir kehilangan akal sehatnya,mengapa rasanya berbeda biasanya ketika Adam berciuman dengan Aluna tak pernah seperti ini,Adam selalu bisa mempertahankan kewarasannya,bahkan Aluna yang sering nakal dan merayunya tak pernah ia gubris.
Tapi ini berbeda hanya menciumnya saja Adam hampir gila dan ingin melakukan lebih,hingga Adam tersadar atas dorongan dari Alyla.
Alyla mendorong dada Adam dengan sekuat tenaga.mereka terengah,nafas mereka memburu bahkan bibir Alyla sudah kebas rasanya saking ganasnya Adam padanya.
"Maaf sayang aku lupa diri" Adam menyatukan dahinya dengan Alyla.Alyla tak menjawab nafasnya masih tersengal bahkan nyaris tak bernafas saking kaget nya.
"Maaf.. maafkan aku"kata Adam lagi lalu mengecup pelipis Alyla kemudian pergi meninggalkan Alyla yang masih termangu di depan pintu,ya bahkan Adam melakukannya di depan pintu untung saja Apartemen Aluna berada di ujung lorong hingga tak ada orang lewat,ah Alyla lupa ada cctv.
Alyla bangun dengan gemetar lalu beranjak masuk,masih dengan setengah kesadarannya Alyla meraba bibirnya yang bengkak, ciuman pertamanya telah di ambil oleh kekasih kakak nya,yang mengira bahwa dirinya adalah Aluna yang sialnya membuatnya terus berdebar.
_____________
Ini adalah hari liburnya,setelah lelah dengan pesta samalam harusnya ia bisa beristirahat dengan damai di kasur yang nyaman,namun jangankan beristirahat baru memejamkan mata saja bayangan Adam selalu muncul.Jadilah Alyla menyibukan diri dengan membersihkan seluruh apartemen Aluna sambil memasang earphone di telinganya dan memasang lagu dengan volume keras berharap bisa menghilangkan kegalauan nya.
Sedangkan Adam di rumahnya telah bersiap untuk berangakat bekerja,mulai hari ini dia akan bekerja di perusahaan keluarganya.
"Pagi Dam"
__ADS_1
"Pagi mah,pah"Adam duduk di meja makan disebelah Arya papa Adam.
"Sudah siap kerja hari ini" tanya papa Adam.
"Aku harus siap pah,lagian kan itu yang papa mau sesuai kesepakatan kita" Jawab Adam, Papanya meminta Adam agar lebih awal memimpin perusahaan Adam tadinya belum siap jika harus menjadi pemimpin,namun Papanya menawarkan syarat mereka mau merestui hubungan Adam dan Aluna asalkan Adam mau memimpin perusahaan keluarganya."Papa gak lupa kan janji papa?"
"Tentu papa ingat kamu segera beri kabar keluarga Aluna kapan pun kamu mau kita akan pergi untuk melamarnya pada orang tuanya."
"Papa serius,terimakasih Pah,Adam seneng banget.. hari ini juga aku mau kasih tau Luna buat ngabarin orang tuanya."Adam langsung bersemangat sebentar lagi dia akan memiliki Aluna sepenuhnya dan tak perlu takut kebablasan apalagi semalam dia hampir lupa diri karna berdekatan dengan Aluna,bicara tentang semalam Adam merasa tak enak hati karna sudah mencumbu Aluna dengan penuh *****,Adam buru buru pergi sebelum kehilangan kendali dan meninggalkan Aluna di depan apartemennya.Adam harus minta maaf pada Aluna atas perlakuannya semalam.
Adam bangkit dari duduknya "Loh Dam mau kemana ayo sarapan dulu" Mama Adam karina,yang sedang menyiapkan makanan segera bertanya karna Adam bergegas pergi sebelum memulai sarapan.
"Aku sarapan nanti mah,aku ada urusan bentar.. eemm kayanya aku bakalan telat sedikit pah ke kantor ada urusan yang penting banget sebentar" Adam bergegas pergi bahkan lupa cium tangan orang tuanya.
Arya Papa Adam menggelengkan kepalanya.
"Mas yakin mau merestui Adam dan Aluna?" tanya Mama Adam sejak tadi mama Adam ada di dapur menyiapkan sarapan untuk Anak dan Suaminya namun jarak dapur dan meja makan sangat dekat sehingga Mama Adam dapat mendengar pembicaraan Adam dan Papanya.
"Kita lihat saja nanti mah,aku cuma penasaran tentang keluarganya,aku harap setelah kita tau keluarganya semua jadi semakin terang sebenarnya apa yang diinginkan Aluna dari anak kita"
__ADS_1
Karin hanya mengangguk,"Tapi kita harus hati hati pah takutnya salah salah malah Adam yang terluka" kata Mama Adam khawatir.
"Tenang sayang,kita berdoa saja semoga Adam tak terjerumus lebih jauh" Yakinkan Papa Adam pada istrinya.