Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Bonchap-end


__ADS_3

Hari ini resepsi pernikahan Azka dan Yasmin akan di gelar,semua persiapan sudah sempurna, Yasmin bahkan sudah berdiri cantik dengan gaun pilihan Azka tempo hari, begitupun Azka yang kini tengah menatap Yasmin di belakang cermin, Azka berjalan mendekat dan memeluk Yasmin dari belakang "Kamu sangat cantik sayang" bisik Azka.


Bulu kuduk Yasmin bahkan sampai meremang mendengar ucapan Azka tepat di telingannya.


Yasmin membalik tubuhnya hingga kini mereka saling berhadapan "Kamu juga ganteng" Yasmin menangkup wajah Azka lalu memberikan kecupan di bibir suaminya.


"Kalau saja ini bukan acara penting, aku akan memilih menghabiskan waktu hanya berdua dengan kamu" Azka mengeratkan pelukannya.


Yasmin tersenyum "Iya tapi sepertinya kita harus segera keluar, mungkin orang orang sudah menunggu" Azka kemudian mengampit tangan Yasmin dan menuntunnya berjalan beriringan dengan pelan, gaun yang lebar dan panjang yang membalut Yasmin membuat Azka harus berhati hati dalam menyeimbangkan langkahnya.


Begitu memasuki ruangan luas yang sudah diisi oleh para tamu, Azka dan Yasmin disambut oleh tepukan tangan yang riuh juga tatapan kagum yang di lemparkan semua orang kearah mereka.


Berbagai ucapan selamat sudah mereka terima, juga berbagai hadiah yang kini telah membumbung tinggi di tempat yang sudah disediakan,Azka bahkan mengundang teman kampus mereka dulu, termasuk para wanita yang dulu mengejar Azka "Sepertinya hari ini akan menjadi patah hati bagi mereka" Yasmin memberikan tatapan pada para wanita yang menatap Azka kagum, dan memandang wajah Yasmin dengan tatapan iri.


Azka terkekeh lalu memberikan kecupan di dahi Yasmin yang sontak membuat para wanita yang menatap mereka memekik kencang.


.


.


.


.


Dua hari setelah resepsi pernikahan Yasmin dan Azka, hari ini seluruh keluarga akan mengantar Kanaya ke bandara, Kanaya akan kuliah di Australia, Alyla terlihat berat melepas Kanaya, apalagi melihat Kanaya yang lebih banyak melamun dan hanya tersenyum seadanya,Adam sudah memberi tahu apa yang terjadi pada Kanaya, Alyla tak menyangka hari pernikahan sahabatnya Anina minggu lalu adalah hari patah hatinya,dan mungkin sampai sekarang pun Kanaya masih bersedih.


"Sayang kamu jangan bikin mom khawatir dong" Sebenarnya Kanaya tak pergi sendiri ia berangkat dengan Arya dan Karina yang datang ke indonesia menghadiri resepsi pernikahan Yasmin dan Azka.


"Aku gak pa-pa mom, mom tenang aja semua akan kembali seperti semula, Aya janji Aya akan hidup bahagia, dan melupakan semuanya"


"Daddy akan selalu awasi kamu, ingat itu!" Adam memberikan pelukan pada Kanaya.

__ADS_1


"Ya dad aku tau" Kanaya memberengut,ternyata selama ini Adam selalu tau apa saja yang Kanaya lakukan.


Kanaya beralih pada Azka dan Yasmin "Udah, jangan sedih mulu, cepetan move on.. oke.." Azka mengusak rambut Kanaya,sedang Yasmin memeluknya.


"Jangan cari pacar kak disana, patah hati lagi repot nanti" cibir Fardhan.


"Ish.." Kanaya mendelik kearah daddynya yang memberi tau semua orang perihal patah hatinya "Diam bocah, nanti kena virus bucin baru tau" Kanaya menoyor kening Fardhan.


"Onti kalau gak mau patah hati pacarannya sama aku aja"sontak ucapan Raja menjadi bahan tertawaan semua orang.


"Kamu harus tumbuh besar dulu, terus jadi cowok ganteng kalo gitu"


Kanaya, Arya dan Karina melambaikan tangannya sambil tersenyum dan menghilang dibalik pintu keberangkatan.


Kini giliran Azka dan Yasmin yang berpamitan pada Alyla dan Adam, mereka akan berbulan madu, Setelah menitipkan Raja pada Alyla dan Adam, Azka dan Yasmin segera berangkat menuju Turki.


Satu bulan kemudian..


Azka baru selesai membersihkan diri dan keluar dengan pakaian tidurnya,Azka menghampiri Yasmin yang masih membubuhkan skincare di wajahnya "Aku punya hadiah buat kamu" Yasmin menoleh kearah Azka.


"Buka lah!" Azka memberikan sebuah amplop putih besar kepada Yasmin.


"Apa sih.." Yasmin melihat Azka yang masih tersenyum, lalu membuka amplop tersebut.


Yasmin membelalakan matanya ketika membaca sederet tulisan di dalam lembaran kertas tersebut "Mas?"


"Aku tau kamu mau kuliah lagi, bulan lalu kamu terlihat antusias saat menghadiri wisuda Aya,jadi aku sudah daftarkan kamu untuk kuliah"


"Tapi mas.." Yasmin menatap Azka berkaca kaca,tangannya melihat kembali formulir pendaptaran sebuah universitas.


"Aku gak akan mengekang kamu sayang, lakukan apapun yang kamu mau dan raih cita cita kamu" Azka menyelipkan rambut Yasmin kebelakang telinga.

__ADS_1


"Aku gak bisa mas"Azka mengeryit tapi Yasmin tersenyum "Aku memang mau kuliah, tapi untuk sekarang aku ingin mengabdikan hidupku untuk keluarga kita, dan lagi keadaan yang gak memungkinkan" Yasmin membuka laci di meja rias dan mengambil sebuah kotak kecil dan memberikannya pada Azka "Aku lebih memilih menjaga kalian dan menjadi ibu untuk anak anak ku"


Azka masih belum mengerti lalu membuka kotak kecil yang di berikan Yasmin, Mata Azka membola, dan dari expresinya Azka lebih terkejut dari Yasmin saat menerima hadiah Azka tadi "Sa.. sayang ini?"


Yasmin mengangguk "Ya mas, aku hamil meski belum yakin sih, tadinya aku cuma iseng tes aja soalnya aku baru telat satu minggu, eh ternyata garis dua, rencananya aku mau periksa dulu kedokter sebelum cerita ke kamu,tapi kayaknya aku gak bisa nyimpen rahasia deh" Azka sungguh bahagia mendapati Yasmin tengah hamil.


"Terimakasih sayang, terimakasih" Azka menciumi seluruh wajah Yasmin "Aku bahagia, sungguh.." Azka tak menyangka kegiatannya beberapa minggu lalu menghasilkan buah cinta di perut Yasmin.


"Jangan lebay deh mas aku kan belum memastikannya, gimana kalau dokter berkata lain"


Azka malah mengangkat Yasmin dalam gendongannya "Gak masalah, kita bisa buat terus kan" Azka menyeringai lalu membawa Yasmin kearah ranjang.


Azka merebahkan Yasmin, dan menyingkap piyama Yasmin di bagian perut lalu berkata "Semoga kamu benar benar tumbuh son" lalu Azka mengecupnya, lalu Azka beralih mengungkung Yasmin "Bagaimana kalau kita berusaha lebih keras agar lebih meyakinkan" Yasmin mengangguk sambil terkekeh.


Tak menunggu lama Azka segera menempelkan bibirnya di bibir Yasmin, menyesapnya dalam semakin dalam seiring dengan naf-su yang kian memburu, Azka tak melewatkan setiap inci pun dari Yasmin, ia terus menyecap dan menghisap serta melu mat hingga menciptakan ******* yang terus di teriakkan Yasmin.


******* itu terus mengudara seiring tegukan ke nikmatan yang mereka raih.


The end


________


Udah ya tamat beneran, minum kopi ☕☕di episode terakhir boleh dong😘😘


jangan lupa like..


komen..


vote..


Terimakasih semua🙏

__ADS_1


Ex Bastard udah bisa di cari ya,atau klik profil aku👇yuk ramaikan



__ADS_2